My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 9



Alarm handphone berdering mengagetkan dua insan yang sedang asyik bermimpi .


Peter : Hoam alamrmu brisik !


Sisi : Maaf bangunlah ! Apa kau ingin seperti ini sampai pagi lagi?


Peter : Kalo kamu mau aku bersedia *mengecup bibir Sisi .


Sisi : Dasar mesum , minggir !


Peter : Kau mau kemana ?


Sisi : Aku mau mandi dan bersiap . Hari ini aku ada kelas full seharian . Kamu cepatlah bangun !


Peter : Tunggu Sisi ! Kamu ada hubungan ap dengan pria itu ?


Sisi : Apa maksudmu ? Pria siapa ?


Peter : Yang kemarin bersamamu di kantin denganmu .


Sisi : Oh itu Brian , temanku . Dia tetangganya nenek ku .


Peter : Kamu menyukainya , kelihatannya kau senang disentuh-sentuh dia ?


Sisi : Kau cemburu ? Dia hanya mentoel hidungku dan kau marah ? Haha


Peter pun tersipu malu dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal . Sisi segera menarik wajah Peter dengan kedua tanganya .


Sisi : Dengar ya Peter , aku mencintaimu . Semua yang ada padaku adalah milikmu . Jangan berfikir macam-macam . Harusnya aku yang takut kau bermain dibelakangku , lihat saja saat kau manggung banyak sekali wanita melihatmu penuh nafsu *cemberut.


Peter : Aku tidak suka orang lain menyentuh milik ku ! Kau mengerti ? Dan ya aku bukan lelaki yang mudah tergoda . Aku hanya tergoda padamu Sisi , apalagi saat melihatmu tidur tanpa memakai bra hanya tertutup kain tipis *tatapan menggoda.


Sisi : Hei jaga matamu atau aku congkel !


Sisi segera berlari kekamar mandi dan bersiap diri pergi kekampus .


*Kampus


Sisi : Feli ? Tega sekali kau meninggalkanku !


Feli : Hehe maaf Sisi aku sudah mengetuk pintu kamar mu sepertinya kau terlalu nyenyak dipelukan Peter sampai tidak mendengarkanku .


Sisi : Benarkah ? Maaf Feli *tersipu malu.


Saat tengah asyik ngobrol tiba-tiba saja Lala ikut bergabung di mejanya .


Sisi : Iya kau Lala Krisman , kau yang mencium kekasihku kemarin sore .


Lala : Hei hei jangan marah dulu , maafkan aku Sisi aku hanya membantu Peter jangan salah paham denganku .


Sisi : Lalu kau mau apa datang kesini ?


Lala : Dengar ya Sisi aku memang menyukai Peter aku berharap dia menjadi kekasihku tapi setelah aku sadar ternyata Peter menyukaimu . Dia hanya menganggapku sebagai teman tidak lebih , aku sekarang sadar terlalu memaksakan diri . Maafkan aku Sisi .


Sisi : Apa kau sudah merelakan Peter untukku ?


Lala : Iya Sisi . Peter sangat mencintaimu aku harap kau menjaganya dengan baik . Kau tahu kan pesona Peter membuat para wanita meleleh *terkekeh .


Sisi : Baiklah Lala terimakasih tanpa kau suruh aku pasti menjaganya .


Lala : Kalo dia macam-macam bilang saja padaku . Akan ku patahkan kedua kakinya . Mereka bertiga pun terbahak-bahak bersama sampai akhirnya Lala meninggalkan Sisi dan Feli .


Setelah seharian melewati kelas yang membosankan Sisi segera bergegas keluar kelas . Saat ia memainkan ponselnya tiba-tiba saja tertera nama Peter dilayar .


Sisi : Iya halo Peter ada apa ?


Peter : Keluarlah aku didepan kampusmu .


Sisi pun berlari menuju gerbang kampus menemui Peter .


Peter : Ikut denganku , kita akan kerumah sakit .


Sisi : Kenapa kita kesana , siapa yang sakit ?


Peter : Sepertinya penyakit jantung kakek kambuh , dia menemukan surat perjanjian kita . Mungkin dia shock .


Sisi : Bagaimana bisa ? Kamu taruh mana sampai kakek menemukan itu ?


Peter : Tadi pagi aku ingin membuangnya karena kita tidak memerlukan itu lagi , tapi aku terlambat kakek menemukanya lebih dulu dilaci .


Sisi : Bodoh sekali kamu , terus ini gimana .


Sisi terlihat gelisah ia merasa bersalah telah membohongi Ana dan Joni . Tanpa terasa air mata Sisi jatuh dari tempatnya . Peter menyadari akan kegundahan hati Sisi ia pun meraih tangan Sisi mengecupnya lalu menggenggamnya dengan erat .


Peter : Tenanglah Sisi , aku akan menjelaskan semua ke kakek dan ibu .


Sisi hanya mengangguk pasrah dia tidak tahu lagi apa yang akan ia lakukan saat bertemu dengan Ana dan Joni .


Peter : Jangan menangis Sisi , aku sakit jika melihatmu seperti ini *mengusap airmata Sisi dan memeluknya . Aku berjanji kita akan bersama-sama .