
Alarm handphone berdering mengagetkan dua insan yang sedang asyik bermimpi .
Peter : Hoam alamrmu brisik !
Sisi : Maaf bangunlah ! Apa kau ingin seperti ini sampai pagi lagi?
Peter : Kalo kamu mau aku bersedia *mengecup bibir Sisi .
Sisi : Dasar mesum , minggir !
Peter : Kau mau kemana ?
Sisi : Aku mau mandi dan bersiap . Hari ini aku ada kelas full seharian . Kamu cepatlah bangun !
Peter : Tunggu Sisi ! Kamu ada hubungan ap dengan pria itu ?
Sisi : Apa maksudmu ? Pria siapa ?
Peter : Yang kemarin bersamamu di kantin denganmu .
Sisi : Oh itu Brian , temanku . Dia tetangganya nenek ku .
Peter : Kamu menyukainya , kelihatannya kau senang disentuh-sentuh dia ?
Sisi : Kau cemburu ? Dia hanya mentoel hidungku dan kau marah ? Haha
Peter pun tersipu malu dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal . Sisi segera menarik wajah Peter dengan kedua tanganya .
Sisi : Dengar ya Peter , aku mencintaimu . Semua yang ada padaku adalah milikmu . Jangan berfikir macam-macam . Harusnya aku yang takut kau bermain dibelakangku , lihat saja saat kau manggung banyak sekali wanita melihatmu penuh nafsu *cemberut.
Peter : Aku tidak suka orang lain menyentuh milik ku ! Kau mengerti ? Dan ya aku bukan lelaki yang mudah tergoda . Aku hanya tergoda padamu Sisi , apalagi saat melihatmu tidur tanpa memakai bra hanya tertutup kain tipis *tatapan menggoda.
Sisi : Hei jaga matamu atau aku congkel !
Sisi segera berlari kekamar mandi dan bersiap diri pergi kekampus .
*Kampus
Sisi : Feli ? Tega sekali kau meninggalkanku !
Feli : Hehe maaf Sisi aku sudah mengetuk pintu kamar mu sepertinya kau terlalu nyenyak dipelukan Peter sampai tidak mendengarkanku .
Sisi : Benarkah ? Maaf Feli *tersipu malu.
Saat tengah asyik ngobrol tiba-tiba saja Lala ikut bergabung di mejanya .
Sisi : Iya kau Lala Krisman , kau yang mencium kekasihku kemarin sore .
Lala : Hei hei jangan marah dulu , maafkan aku Sisi aku hanya membantu Peter jangan salah paham denganku .
Sisi : Lalu kau mau apa datang kesini ?
Lala : Dengar ya Sisi aku memang menyukai Peter aku berharap dia menjadi kekasihku tapi setelah aku sadar ternyata Peter menyukaimu . Dia hanya menganggapku sebagai teman tidak lebih , aku sekarang sadar terlalu memaksakan diri . Maafkan aku Sisi .
Sisi : Apa kau sudah merelakan Peter untukku ?
Lala : Iya Sisi . Peter sangat mencintaimu aku harap kau menjaganya dengan baik . Kau tahu kan pesona Peter membuat para wanita meleleh *terkekeh .
Sisi : Baiklah Lala terimakasih tanpa kau suruh aku pasti menjaganya .
Lala : Kalo dia macam-macam bilang saja padaku . Akan ku patahkan kedua kakinya . Mereka bertiga pun terbahak-bahak bersama sampai akhirnya Lala meninggalkan Sisi dan Feli .
Setelah seharian melewati kelas yang membosankan Sisi segera bergegas keluar kelas . Saat ia memainkan ponselnya tiba-tiba saja tertera nama Peter dilayar .
Sisi : Iya halo Peter ada apa ?
Peter : Keluarlah aku didepan kampusmu .
Sisi pun berlari menuju gerbang kampus menemui Peter .
Peter : Ikut denganku , kita akan kerumah sakit .
Sisi : Kenapa kita kesana , siapa yang sakit ?
Peter : Sepertinya penyakit jantung kakek kambuh , dia menemukan surat perjanjian kita . Mungkin dia shock .
Sisi : Bagaimana bisa ? Kamu taruh mana sampai kakek menemukan itu ?
Peter : Tadi pagi aku ingin membuangnya karena kita tidak memerlukan itu lagi , tapi aku terlambat kakek menemukanya lebih dulu dilaci .
Sisi : Bodoh sekali kamu , terus ini gimana .
Sisi terlihat gelisah ia merasa bersalah telah membohongi Ana dan Joni . Tanpa terasa air mata Sisi jatuh dari tempatnya . Peter menyadari akan kegundahan hati Sisi ia pun meraih tangan Sisi mengecupnya lalu menggenggamnya dengan erat .
Peter : Tenanglah Sisi , aku akan menjelaskan semua ke kakek dan ibu .
Sisi hanya mengangguk pasrah dia tidak tahu lagi apa yang akan ia lakukan saat bertemu dengan Ana dan Joni .
Peter : Jangan menangis Sisi , aku sakit jika melihatmu seperti ini *mengusap airmata Sisi dan memeluknya . Aku berjanji kita akan bersama-sama .