
Malam menjelang Sisilia yang sibuk dengan persiapan pernikahannya tidak mengetahui bahwa Peter duduk dibelakangnya sambil memperhatikannya . Karena kesal seperti tidak diperhatikan Peter pun memeluk Sisilia dari belakang .
Sisi : Hei main peluk saja , tidak lihat banyak orang disini !
Peter : Biarkan saja ! Seharian ini kau sibuk terus sampai tidak memperhatikanku .
Sisi : Haha kau ini kenapa ? Kau tahu kan dua hari lagi kita akan menikah aku harus mengurus ini dan itu .
Peter : Aku sudah menyewa WO dari Kanada kamu tidak usah repot-repot mereka akan mengurusnya .
Sisi : Sayang bagaimana pun juga ini pernikahan kita aku tidak mau sampai ada yang salah sedikit , kita harus tetap mengeceknya kan .
Peter : Yaya kau memang keras kepala . Tidak tahu kah kau bahwa aku merindukanmu ?
Sisi : Aku tahu tapi bukan sekarang saling merindu , sabar lah sedikit sayang .
Peter : Baiklah *merebahkan diri disofa .
Sisi : Sayang lihat lah gaunku bagus tidak ?
Peter : Bagusnya kau tak usah memakai apapun dan bergoyang diatasku .
Sisi : Hei bagaimana kau bisa sefrontal itu *melemparkan bantal .
Peter : Memangnya tidak boleh kau kan istriku ! Haha
Sisi yang tersipu malu hanya bisa diam dan meninggalkan Peter yang masih terkekeh . Sisi benar-benar malu karena penata dekor mendengar perkataan Peter .
Sisi : Ya Tuhan kenapa suamiku tidak tahu malu seperti itu *bergumam .
H-1
Sisilia dan Peter disibukan dengan persiapan menikah mereka tidak ada waktu untuk bertemu bahkan telfon pun jarang . Hari ini Sisilia berencana pergi ke caffe untuk bertemu dengan Feli .
Feli : Hei calon pengantin bagaimana sudah siap kan untuk besok ?
Sisi : Aku gugup Fel .
Feli : Tenanglah aku yakin semua akan berjalan dengan lancar . Bagaimana kalo kita ke salon agar kau lebih rileks .
Sisi : Les't go !
Sisilia dan Feli bergegas menuju salon namun saat keluar cafe ia tidak sengaja menabrak orang , sesuatu jatuh dari tas orang tersebut orang itu adalah Jeni .
Sisi : Ini kan tespack ? Ini punya mu ? *mendongak . Kau kan ?
Jeni : *mengambil tespack . Iya ini milik ku .
Jeni pun pergi meninggalkan Sisilia tapi Sisilia mengejarnya .
Sisi : Tunggu !
Jeni : Apa ? Puas kau !
Sisi : Apa maksudmu ?
Jeni : Kau tahu aku hamil ? Dan kau tahu ini anak siapa ?
Sisi : Memangnya siapa ayah dari bayimu?
Jeni : Peter ! Dan kau mengambilnya dariku
J
E
D
A
R
! ! !
Seketika Sisilia seperti dihantam petir berkali-kali lipat , ia tidak percaya ini terjadi . Air matanya tidak dapat ia tahan lagi . Sisilia berlari sekecang mungkin sampai tidak memperhatikan Feli yang masih tertinggal di cafe .
Feli : Hei kau dimana temanku ?
Jeni : Dia pergi .
Feli : Bagaimana bisa dia meninggalkan ku sendirian disini ?
Feli : Maksud kamu apa ?
Jeni : Aku hamil dan ayah dari anak ku ini adalah Peter .
Feli : Apaaa ?
Feli yang terkejut tanpa sadar menampar pipi mulusnya Jeni .
Feli : Dengar bicth aku tau ini hanya sandiwaramu kau hanya ingin menggagalkan pernikahan mereka kan .
Jeni : Tentu saja aku memang berbohong dan bodohnya temanmu percaya padaku . Dengar aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan Peter .
Feli : Tidak akan pernah karna aku sudah merekam semua di ponselku *mengeluarkan ponsel . Dasar jalang !
Jeni : Shit ! Berikan ponselmu atau kau akan ku bunuh !
Feli : Coba saja kalo kau bisa .
Feli kemudian bergegas pergi dari cafe , ia terus mencoba menelpon Sisilia berkali-kali sampai akhirnya di terima .
Feli : Kau dimana ?
Sisi : Aku dirumah belakang mall .
Feli : Aku akan kesana !
Sisi : Aku ingin sendiri sebaiknya kau jangan kesini Fel .
Feli : Baiklah .
Disisi lain Peter masih sibuk menyiapkan semuanya bersama Mike dan Kakeknya .
Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi , ia mendapatkan pesan singkat dari Sisilia .
📩 Istriku
Peter aku tahu kau pria yang baik , sebagai pria yang baik kau harus bisa bertanggung jawab . Aku tau kita saling mencintai tapi dia lebih membutuhkan mu daripada aku , Jeni sedang mengandung dan dia mengandung anakmu . Bertanggungjawablah menikahlah dengannya . Selamat tinggal Peter semoga kau berbahagia -
Peter yang sangat terkejut setelah membacanya ia langsung menelpon Sisilia namun tidak ada jawaban sama sekali . Ia langsung mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat menuju rumah utama Sisilia .
Nila dan Gani yang sibuk mendekor pun dikejutkan oleh Peter yang datang tiba-tiba .
Peter : Bu dimana Sisilia ?
Nila : Sisilia pergi keluar Peter dari pagi belum kembali .
Peter : Kemana bu bersama siapa ?
Nila : Ibu kurang tahu nak , dia hanya pamit akan bertemu dengan Feli . Memangnya ada apa nak kau terlihat panik sekali ?
Peter : Tidak apa-apa bu . Aku pergi dulu bu .
Saat Peter akan memasuki mobilnya Feli datang dari arah lain .
Feli : Hei Peter ?
Peter : Dimana Sisilia ? Sebenarnya apa yang terjadi Fel sampai-sampai Sisi mengirimkan pesan seperti ini *menunjukan ponselnya .
Feli : Dia dirumah belakang mall Peter .
Feli pun menceritakan semuanya .
Peter : Dasar jalang ku bunuh kau *memasuki mobil !
Feli : Kau mau kemana ?
Peter : Membunuh bedebah sialan itu !
Feli : Kau gila ! Kau bisa dipenjara . Bagaimana bisa kau menikah dengan Sisilia kalo kau dipenjara ? Sebaiknya kau menemui Sisilia .
Peter : Baiklah .
Feli : Aku ikut !
Peter : Tidak usah !
Feli : Apa kau lupa aku menyimpan bukti rekaman percakapanku dengan Jeni ?
Peter : Naiklah .
Peter pun melajukan mobilnya menuju rumah kedua Sisilia .