My Idol My Husband

My Idol My Husband
27



Malam menjelang Sisilia yang sibuk dengan persiapan pernikahannya tidak mengetahui bahwa Peter duduk dibelakangnya sambil memperhatikannya . Karena kesal seperti tidak diperhatikan Peter pun memeluk Sisilia dari belakang .



Sisi : Hei main peluk saja , tidak lihat banyak orang disini !


Peter : Biarkan saja ! Seharian ini kau sibuk terus sampai tidak memperhatikanku .


Sisi : Haha kau ini kenapa ? Kau tahu kan dua hari lagi kita akan menikah aku harus mengurus ini dan itu .


Peter : Aku sudah menyewa WO dari Kanada kamu tidak usah repot-repot mereka akan mengurusnya .


Sisi : Sayang bagaimana pun juga ini pernikahan kita aku tidak mau sampai ada yang salah sedikit , kita harus tetap mengeceknya kan .


Peter : Yaya kau memang keras kepala . Tidak tahu kah kau bahwa aku merindukanmu ?


Sisi : Aku tahu tapi bukan sekarang saling merindu , sabar lah sedikit sayang .


Peter : Baiklah *merebahkan diri disofa .



Sisi : Sayang lihat lah gaunku bagus tidak ?


Peter : Bagusnya kau tak usah memakai apapun dan bergoyang diatasku .


Sisi : Hei bagaimana kau bisa sefrontal itu *melemparkan bantal .


Peter : Memangnya tidak boleh kau kan istriku ! Haha


Sisi yang tersipu malu hanya bisa diam dan meninggalkan Peter yang masih terkekeh . Sisi benar-benar malu karena penata dekor mendengar perkataan Peter .


Sisi : Ya Tuhan kenapa suamiku tidak tahu malu seperti itu *bergumam .


H-1


Sisilia dan Peter disibukan dengan persiapan menikah mereka tidak ada waktu untuk bertemu bahkan telfon pun jarang . Hari ini Sisilia berencana pergi ke caffe untuk bertemu dengan Feli .



Feli : Hei calon pengantin bagaimana sudah siap kan untuk besok ?


Sisi : Aku gugup Fel .


Feli : Tenanglah aku yakin semua akan berjalan dengan lancar . Bagaimana kalo kita ke salon agar kau lebih rileks .


Sisi : Les't go !


Sisilia dan Feli bergegas menuju salon namun saat keluar cafe ia tidak sengaja menabrak orang , sesuatu jatuh dari tas orang tersebut orang itu adalah Jeni .


Sisi : Ini kan tespack ? Ini punya mu ? *mendongak . Kau kan ?


Jeni : *mengambil tespack . Iya ini milik ku .


Jeni pun pergi meninggalkan Sisilia tapi Sisilia mengejarnya .


Sisi : Tunggu !


Jeni : Apa ? Puas kau !


Sisi : Apa maksudmu ?


Jeni : Kau tahu aku hamil ? Dan kau tahu ini anak siapa ?


Sisi : Memangnya siapa ayah dari bayimu?


Jeni : Peter ! Dan kau mengambilnya dariku


J


E


D


A


R


! ! !


Seketika Sisilia seperti dihantam petir berkali-kali lipat , ia tidak percaya ini terjadi . Air matanya tidak dapat ia tahan lagi . Sisilia berlari sekecang mungkin sampai tidak memperhatikan Feli yang masih tertinggal di cafe .


Feli : Hei kau dimana temanku ?


Jeni : Dia pergi .


Feli : Bagaimana bisa dia meninggalkan ku sendirian disini ?


Feli : Maksud kamu apa ?


Jeni : Aku hamil dan ayah dari anak ku ini adalah Peter .


Feli : Apaaa ?


Feli yang terkejut tanpa sadar menampar pipi mulusnya Jeni .


Feli : Dengar bicth aku tau ini hanya sandiwaramu kau hanya ingin menggagalkan pernikahan mereka kan .


Jeni : Tentu saja aku memang berbohong dan bodohnya temanmu percaya padaku . Dengar aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan Peter .


Feli : Tidak akan pernah karna aku sudah merekam semua di ponselku *mengeluarkan ponsel . Dasar jalang !


Jeni : Shit ! Berikan ponselmu atau kau akan ku bunuh !


Feli : Coba saja kalo kau bisa .


Feli kemudian bergegas pergi dari cafe , ia terus mencoba menelpon Sisilia berkali-kali sampai akhirnya di terima .


Feli : Kau dimana ?


Sisi : Aku dirumah belakang mall .


Feli : Aku akan kesana !


Sisi : Aku ingin sendiri sebaiknya kau jangan kesini Fel .


Feli : Baiklah .


Disisi lain Peter masih sibuk menyiapkan semuanya bersama Mike dan Kakeknya .


Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi , ia mendapatkan pesan singkat dari Sisilia .



📩 Istriku


Peter aku tahu kau pria yang baik , sebagai pria yang baik kau harus bisa bertanggung jawab . Aku tau kita saling mencintai tapi dia lebih membutuhkan mu daripada aku , Jeni sedang mengandung dan dia mengandung anakmu . Bertanggungjawablah menikahlah dengannya . Selamat tinggal Peter semoga kau berbahagia -


Peter yang sangat terkejut setelah membacanya ia langsung menelpon Sisilia namun tidak ada jawaban sama sekali . Ia langsung mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat menuju rumah utama Sisilia .


Nila dan Gani yang sibuk mendekor pun dikejutkan oleh Peter yang datang tiba-tiba .


Peter : Bu dimana Sisilia ?


Nila : Sisilia pergi keluar Peter dari pagi belum kembali .


Peter : Kemana bu bersama siapa ?


Nila : Ibu kurang tahu nak , dia hanya pamit akan bertemu dengan Feli . Memangnya ada apa nak kau terlihat panik sekali ?


Peter : Tidak apa-apa bu . Aku pergi dulu bu .


Saat Peter akan memasuki mobilnya Feli datang dari arah lain .


Feli : Hei Peter ?


Peter : Dimana Sisilia ? Sebenarnya apa yang terjadi Fel sampai-sampai Sisi mengirimkan pesan seperti ini *menunjukan ponselnya .


Feli : Dia dirumah belakang mall Peter .


Feli pun menceritakan semuanya .


Peter : Dasar jalang ku bunuh kau *memasuki mobil !


Feli : Kau mau kemana ?


Peter : Membunuh bedebah sialan itu !


Feli : Kau gila ! Kau bisa dipenjara . Bagaimana bisa kau menikah dengan Sisilia kalo kau dipenjara ? Sebaiknya kau menemui Sisilia .


Peter : Baiklah .


Feli : Aku ikut !


Peter : Tidak usah !


Feli : Apa kau lupa aku menyimpan bukti rekaman percakapanku dengan Jeni ?


Peter : Naiklah .


Peter pun melajukan mobilnya menuju rumah kedua Sisilia .