My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 11



Sesampai diapartemen Sisi langsung berlari menuju kamarnya , dia membanting pintu sangat keras sampai membuat Feli tersentak . Feli pun berlari menyusul Sisi


Tok


Tok


Feli : Sisi kau kenapa ? Namun tak ada jawaban apapun dari Sisi .


Brian yang tadi mengikuti Sisi dari belakang bingung dengan sikap Sisi yang seperti itu . Feli : Kenapa dia ?


Brian : Aku tidak tahu .


Feli : Bagaimana kau tidak tahu dia kan sehabis kelas di kantin denganmu .


Brian : Iya benar , sebelumnya dia baik-baik saja tapi semenjak ada seseorang yang menariknya dia langsung seperti itu .


Feli : Siapa ?


Brian : Aku tidak tahu , tapi sepertinya aku pernah lihat dia . Hmm dimana ya ? *berfikir . Oh aku ingat , ditelevisi .


Feli mengambil ponselnya mencari foto Peter di internet .


Feli : Apa ini orangnya ?


Brian : Iya dia , benar dia orangnya .


Feli : Kurang ajar !


Brian : Tunggu ! Bukannya dia artis ?


Feli : Itu tidak penting , ceritakan semuanya . Dia apakan Sisi !


Brian : Aku tidak tahu Fel , orang itu tiba-tiba datang dengan mata berapi-api langsung menarik tangannya Sisi dan menuju kamar mandi trus beberapa menit kemudian orang itu pergi . Sisi keluar dari kamar mandi keadaannya sudah seperti itu . Aku tidak tega dengannya makanya aku antar pulang .


Feli : Ya sudah terimakasih Brian kamu pergilah , aku akan bicara dengannya setelah semua tenang .


Malam telah tiba namun Sisi belum juga keluar dari kamarnya , itu membuat Feli semakin cemas .


Tok


Tok


Feli : Bagaimana ini ? Apa yang harus aku lakukan . Apa aku harus menemui Peter dan bertanya semuanya ? Feli terus mondar-mandir didepan pintu kamar Sisi . Tiba-tiba pintu itu terbuka menampakan Sisi dengan mata sembabnya .


Feli : Sisilia ? Ya Tuhan kau kenapa ? Kenapa seperti ini ? Kau membuatku cemas .


Sisi : Aku tidak apa-apa Feli , *memaksa tersenyum


Feli : Bagaimana kamu bisa bilang seperti itu , lihat dirimu sangat memprihatinkan . Kau tadi bertemu Peter kan ? Apa yg dilakukan sampai kau menangis seperti ini?


Tanpa terasa air mata Sisi kembali jatuh , ia pun menceritakan semuanya sambil menangis membuat Feli geram .


Feli : Sialan Peter , laki-laki bangs*t bagaimana bisa dia lakukan itu padamu ? Aku akan pergi ke mensionnya , aku akan membuat perhitungan padanya . Feli pun berdiri namun seketika Sisi menarik tangan Feli dan mencegahnya .


Sisi : Jangan Feli , aku tidak apa-apa .


Feli : Tapi Sisilia dia telah memperkosamu , dia harus bertanggunjawab !


Sisi : Biarkan saja , walaupun dia mau bertanggungjawab tante Ana tidak akan merestui aku dan Peter , sudahlah .


Feli : Tapi bagaimana kalo sampai kau hamil?


Sisi : Akan aku rawat dia Fel . Semoga saja aku tidak hamil . Meskipun aku sangat kecewa pada Peter tapi aku masih sangat mencintainya aku tidak bisa membohongi hatiku .


Feli pun kembali duduk dikursinya , ia menangis dan memeluk Sisilia .


Feli : Bagaimana kau bisa setegar ini Sisilia ? Sisilia hanya tersenyum dan memegang erat tangan Feli .


Hari telah berganti minggu Sisilia masih belum bisa melupakan Peter sekeras apapun usahanya justru dia semakin mengingatnya .


Sisi : Ini tidak boleh terjadi , aku harus fokus pada kuliahku dan kembali ke Indonesia untuk memulai hidupku yang baru .


Setiap hari Sisi selalu menyemangati dirinya sendiri .


Disisi lain Peter tengah disibukan konser tournya pulang pergi dari negara yang berbeda , ia sama sekali tidak bisa melupakan Sisilia . Sebernanya Peter sudah menyesal karena telah memperkosa Sisilia tapi saat ia mengingat perkataan ibunya yang membuat dia berfikir bahwa Sisilia tidak bisa setia dengannya , dia kembali tidak memperdulikan apa yang telah dilakukannya terhadap Sisilia .