My Idol My Husband

My Idol My Husband
28



Peter dan Feli telah sampai di rumah kedua Sisilia .


Peter : Sisi kau dimana ? *mengetuk pintu


Feli : Sepertinya dikunci .



Peter baru teringat bahwa ia memiliki kunci rumah tersebut dari Nila , Peter pun kemudian masuk dan mencari Sisilia disetiap sudut rumahnya . Ia berhenti didapur karena melihat Sisilia sedang menangis disana .


Sisilia : Hiks hiks hiks


Peter : Sayang ? *mendeket


Sisilia yang terkenjut dan membalikan badannya menghadap Peter , ia berusaha menjauh saat Peter mendeket padanya .


Sisilia : Jangan mendekat , pergi !


Sisilia terus berjalan mundur sampai ia terhenti karena punggungnya menabrak almari .


Peter : Sayang aku mohon dengarkan aku dulu !


Sisilia : Tidak , pergi kau dari sini . Aku tidak ingin melihatku .


Peter : Kau salah paham sayang tolong dengarkan aku , aku tidak berbuat apapun padanya . Jangankan menghamilinya bahkan menyentuhnya saja membuatku jijik , kau harus percaya padaku sayang .


Sisilia : Aku benci padamu , pergi kau ! Aku tidak mau dengar apapun .


Peter yang merasa frustasi ia terduduk lemas di hadapan Sisilia , sampai ia berlutut padanya .


Peter : Aku mohon jangan katakan itu sayang , aku mencintaimu . Kau benar-benar salah paham .


Feli yang melihat Peter sampai berlutut membuatnya tidak tega akhirnya dia menghampiri Sisi .


Feli : Sisi ? Peter benar ia tidak bersalah .


Sisi : Feli kamu jangan membela pria seperti dia !


Feli : Coba kau dengarkan ini *memberikan ponsel .


Sisilia pun mendengarkan rekaman tersebut . Detik kemudian ia langsung memeluk Peter karena merasa bersalah sudah menuduhnya .


Sisilia : Sayang maafkan aku , aku hanya terlalu cemburu .


Peter : Bagaimana bisa kau membatalkan pernikahan kita hanya karena bualan dia ?


Sisilia : Iya aku salah maafkan aku .


Peter sangat senang melihat Sisilia yang percaya padanya , ia dengan sengaja menggoda Sisilia . Peter memilih pergi dan meninggalkan nya namun Sisilia menahannya .


Sisilia : Peter kau mau kemana ?


Peter : Pergi !


Sisilia : Jangan pergi , maafkan aku .


Peter : Bagaimana bisa kau lebih percaya dia daripada aku calon suamimu ?


Sisilia : Maafkan aku Peter maafkan aku yang telah meragukanmu .


Peter : Apa kau mencintaiku ?


Sisilia : Iya .


Peter : Apa kau bilang aku tidak dengar !


Sisi : Aku mencintaimu Peter Raul !


Peter hanya diam saja menahan tawanya saat melihat wajah Sisilia yang memerah .


Sisi : Kenapa kau diam saja ?


Peter : Kalo kau mencintaiku lamar aku sekarang !


Sisi : Apa ? Kau gila !


Peter : Yasudah aku pergi saja sekarang *membalikan badan .


Sisi : Iya-iya , mau kah kau menikah denganku ?


Peter : NO ! Aku menolak !


Sisi : Whaaaat? Kau ! *mengepalkan tangan


Peter : Caramu melamar jelek , yang manis dong !


Sisilia menghela nafas panjang , ia pun berlutut dihadapan dihadapan Peter dan mengambil tangannya .


Peter pun diam ia bergaya seperti seseorang memikirkan sesuatu dan detik kemudia ia menjawab .


Peter : Oke aku terima lamaranmu .


Peter pun menarik tubuh mungil Sisilia ke pelukannya .


Sisilia : Menyebalkan !


Peter : Haha kau menggemaskan Sisi , aku tidak sabaar .



Peter pun menggedong Sisilia menuju kamar dan melemparkannya ke ranjang .


Sisi : Ah Peter apa yang kau lakukan ?


Peter : Membuat anak dengan mu .


Sisi : Ah tunggu Peter !


Peter sama sekali tidak mendengarkan protes Sisilia ia terus saja mempercepat gerakanya yang membuat Sisi merasa melayang .



Feli yang geli mendengarkan pasangan itu pun pergi meninggalkan mereka , ia terpaksa menelpon Mike untuk menjemputnya .


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10PM Sisilia tersadar dari tidurnya . Mereka melakukan kegiatan ranjang dari siang sampai kelelahan dan akhirnya tertidur .


Sisilia : Sayang bangunlah kita melewakan makan malam .


Peter : Hmmm


Sisilia : Hei cepat bangun kita harus pulang kerumah kalo tidak akan terlambat besok .


Peter : Hoam aku masih mengantuk .


Peter masih memejamkan matanya namun tangan kanannya bermain di pa**dara milik Sisi .


Sisi : Heh lepaskan tangan mu !


Peter yang tidak menghiraukan Sisi justru semakin kencang memaikannya membuat Sisilia terkejut dan menampar tangan Peter .


Sisi : Peter aku sangat lelah , ayolah bangun aku tidak mau terlambat besok . Kalo kau tidak bangun aku akan pergi .


Peter pun langsung membuka matanya .


Peter : Sekali lagi ya sayang ?


Sisi : Apa ?


Peter : Lihatnya juniorku sudah berdiri , sekali lagi ya . Aku mohon *menggoda .


Sisi : Kau gila aku masih lelah dan lemas Peter !


Peter : Aku berjanji hanya sekali sayang .


Sisi : Terserah kau saja .


Peter : Bagaimana kalo kita mencoba dikamar mandi sayang sekalian kita mandi .


Sisilia pun hanya menuruti Peter dia sangat malas untuk berdebat denganya . Mereka pun melakukannya dikamar mandi .


Satu jam kemudian mereka telah selesai mandi dan bersiap kembali ke rumah utama Sisilia .



Peter : Apa kau ingin makan dulu sayang?


Sisi : Kau mau membuatku gendut menyuruhku makan selarut ini ?


Peter : Tidak begitu sayang kau dari siang belum makan .


Sisi : Ini kan gara-gara kamu !


Peter : Habisnya kau sangat menggemaskan sayang membuatku tidak tahan .


Sisilia yang mengalihkan pandangannya ke luar mobil membuat Peter merasa bersalah , ia pun menarik tangan Sisilia dan mengecupnya . Sisilia pun menatap Peter dengan penuh cinta .


Peter : Semoga benihku cepat tumbuh disini .


Peter kemudian mengelus perut rata Sisilia membuat Sisilia tersipu malu , ia pun menyandarkan kepalanya di pundak Peter .