My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 14



8.00 PM Keluarga Sisilia telah selesai makan malam , mereka berkumpul diruang tengah sambil melihat televisi .


Nila : Lihat itu Sisilia , idolamu akan ke Indonesia lusa .


Sisi : Iya ibu *melirik tv . Aku sepertinya sudah bosan melihatnya .


Nila : Tumben , biasanya kamu semangat kalo ada konsernya .


Sisi : Entahlah ibu . Oh iya ayah ingin bicara apa dengan Sisi yah ?


Gani : Begini Sisilia , ayah ingin mengenalkan kau dengan putra teman ayah . Kamu adalah satu-satunya Putri ayah , ayah hanya ingin kau bahagia nak .


Sisi : Maksud ayah apa ? Jangan bilang ayah akan menjodohkan ku dengan putra teman ayah itu ! Ibu tolong aku , aku tidak mau ibu aku berhak memilih masa depanku .


Nila : Sisi dengarkan ayahmu dulu , ayah kenapa kau melakukan ini ? Lagi pula Sisi masih studi tahun depan baru selesai .


Gani : Maafkan ayah Sisi , kemarin saat ayah melaksanakan pembangunan hotel di Bandung ayah sedikit ada kendala di bagian keuangan . Untungnya ada seorang investor dari Kanada yang mau membatu keuangan diperusahaan ayah dan lebih mengejutkan ayah ternyata dia teman ayah , teman ibumu juga .


Nila : Siapa yah ?


Gani : Andrew bu , dia yang membantu kita . Dengan syarat Sisilia mau menerima perjodohan ini . Mereka mempunyai seorang putra mereka ingin anaknya segera menikah dan fokus pada perusahaannya .


Nila : Astaga . Lama sekali kita tidak bertemu , apa kabarnya dia yah? Aku dengar anaknya seorang penyanyi di Kanada .


Gani : Justru itu Andrew mau anaknya meneruskan perusahaan Ayahnya , dia tidak mau anaknya hanya bersenang-senang terus menerus . Bagaimana Sisi ?


Sisi : Aku tidak mau ayah , Sisilia tidak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai apalagi aku tidak pernah bertemu dengannya .


Nila : Sayang keluarga mereka sangat baik , ibu pernah pertemu dengan anaknya tapi waktu ia masih sekolah dasar . Ia sangat tampan Sisilia .


Sisi : Tapi ibu


Gani : Sisilia ayah mohon , jika kau tidak mau ayah akan kehilang perusahaan yang ayah bangun dari nol . Bantulah ayah Sisi ! Hanya kamu satu-satunya harapan ayah .


Sisi sejenak berfikir , bagaimana kalo ayah sampai bangkrut trus bagaimana kuliahku biaya hidupku disana *dalam hatinya .


Nila : Sisi sebaiknya kamu membuang egomu demi keluarga kita .


Sisi : Ibu tapi Sisilia belum mau menikah . Sisilia masih muda bu , bahkan aku tidak mau kalo dia sangat jelek .


Gani : Lusa mereka akan ke Indonesia , persiapkan dirimu untuk bertemu dengan mereka Sisi ! Jangan mengecewakan ayah , ayah yakin kau akan menyukainya .


Sisi hanya terdiam tidak memberikan jawaban apapun , ia berjalan memasuki kamarnya .


*Kanada


Mike : Fel besok aku akan berangkat ke Indonesia , apa kamu tidak akan ikut ?


Feli : Jadi kau akan meninggalkanku sendirian ?


Mike : Ya bagaimana lagi sebaiknya kau ikut saja , lagian Sisilia juga disana . Apa kau tidak merindukan orangtuamu?


Peter yang mendengar obrolan mereka lantas langsung menimbrung .


Peter : Sejak kapan dia kembali ke Indonesia?


Feli : Apa urusanmu , kamu kan akan menikah dengan pilihan ibumu . Lagian Sisilia juga akan dijodohkan dengan pilihan orangtuanya dan itu lebih baik dari pria seperti kamu !


Peter dan Mike tersentak mendengar ucapan Feli .


Peter : Apa ? Bukannya dia sudah memiliki kekasih baru ? Hah dasar wanita entahlah bukan urusanku , biarkan saja .


Feli : Heh tutup mulutmu ! Sisilia tidak seperti yang kau fikirkan . Asal kau tahu pria yang kau temui bersama Sisilia itu teman kecilnya Brian ! *menggepalkan tangan


Mike : Cukup Peter sebaiknya kau pergi berkemas . Feli maafkan Peter ya . *mengelus punggung Feli .


9.00PM Peter dan kru sudah bersiap di bandara menunggu Ana yang sedang dalam perjalanan . Setelah agak lama menunggu , akhirnya Ana sampai dibandara .


Peter : Kenapa lama sekali sih bu ?


Ana : Maaf sayang ibu harus membawa sesuatu untuk Ayahmu disana . Oh iya untuk semuanya kita akan bermalam dirumah ayah Peter saja ya tidak usah menginap dihotel .


Mike : Tidak bisa tante , karena panitia sudah memboking hotel untuk kru . Mungkin hanya Peter saja .


Peter : Gabisa bu , aku bisa terlambat kalo harus terpisah dengan kru ku .


Ana : Baiklah tapi malam terakhir di Indonesia kau harus berjanji pada ibu harus mau menemui calonmu .


Peter : Bisakah ibu tidak membicarakan itu sekarang !


Ana : Peter !


Peter : Iya-iya ibu aku berjanji .