My Idol My Husband

My Idol My Husband
BAB 3



Peter Raul penyanyi tampan , putih , tinggi dan kekar menggoda setiap perempuan yang menatapnya ia sangat menyayangi Kekeknya ,ia hidup bergelimang harta dari kecil . Selain dia penyanyi dia juga satu-satunya pewaris perusahaan terkaya nomor satu di Kanada itu pun setelah ia bisa memenuhi syarat yang diajukan oleh Kakeknya . Harus segera menikah .


Peter : Hai kakek ada apa kau kesini?


Joni : Apa aku tidak boleh melihat kantor ku sendiri ?


Peter : Yaya terserah kau saja kek .


Joni : Oh cucuku yang tampan kau tau kakekmu sudah setua ini ? Dan aku sudah tidak bisa menjalankan perusahaan ini , hanya kau yang ku percaya . Tinggalkan lah profesimu bernyanyi itu !


Peter : Apaan kau kek ! Menyanyi dan menulis lagu adalah hidupku , aku tidak mau .


Joni : Harusnya aku tidak mengizinkan ibumu mendidikmu menjadi seorang penyanyi !


Peter : Bukan salah ibu ku kek , kakek tahu bakat ku dari kecil adalah menyanyi ! Dan aku akan mengadakan tour dunia kek .


Joni : Baiklah aku tidak akan berdebat denganmu . Aku tidak akan melarangmu kau bernyanyi tapi besok malam kau harus menemani Lala di club R dia sedang ada pekerjaan disana .


Peter : Aku tidak mau kek , kau tau kek gara-gara kakek aku harus di gosipkan dengan dia berbulan-bulan . *mengepalkan tangan menahan emosi


Joni : Jika kau tidak mau jangan harap tour duniamu terlaksana ! Aku tidak suka penolakan .


Peter : Baiklah aku akan pergi ke club R menemaninya . "Sialan kalau saja kau bukan kakek sudah ku patahkan kakimu *batinnya .


Joni : Aku akan kembali , aku menyayangimu cucuku .


Sudah setengah jam dia mondar-mandir diruangannya hingga membuat Mike merasa muak .


Mike : Bisakah kau duduk diam , aku pusing melihat mu mondar-mandir seperti setrika !


Peter : *Melempar batal . Sialan kau . Aku tidak mau bertemu Lala diclub R apa kau tahu agar aku tak kesana ?


Mike : Bodoh kau , tinggal telfon Sisi saja sekarang ajak dia ke mension kakek Joni kenalkan dia sebagai kekasihmu .


Peter : Haha iya kenapa aku tidak ingat jika ada Sisi . Aku sudah seminggu tidak bertemu dengannya gara-gara meeting dengan kolega kakek .


Peter segera meraih telfon pintarnya dan menekan nomor Sisi . Disisi lain gadis yang sedang sibuk dengan tugasnya dikagetkan dengan dering ponselnya .


"Nomor baru , siapa ini? Jangan-jangan dia orang jahat ? Aduuuh Sisi kenapa kau selalu berfikir negatif , baiklah aku angkat"


Sisi : Hallo siapa ini ?


Peter : Hai sayangku apa kau lupa denganku?


Sisi : Ya Tuhan idolaku menelfonku *gumamnya dengan wajah memerah .


Kau Peter ? Ada apa kau menghubungiku? Dan kau bagaimana bisa kau tahu contact ku?


Peter : Aku ada perlu denganmu . Sangat mudah buatku , bahkan nomor celana dalammu saja aku tau .


Sisi: Sialan Kau Peter ! Kau perlu apa katakanlah sekarang atau akan ku matikan ponselku !


Peter : Hahaha . Oke oke kau galak sekali . Nanti malam kau harus ikut denganku . Aku sudah mengirimkan gaun ke apartemenmu , dan juga uang di rekeningmu . Kita akan menemui kakek dan ibuku .


Sisi : Baiklah aku akan bersiap nanti malam pemaksa


Peter : Hahaha


*Apartemen Sisi


Sisi sibuk didepan kaca berdandan memakai makeup yang tipis dan gaun yang diberikan Peter padanya tadi siang .


Feli : Kau sangat cantik Sisi , aku yakin Peter akan jatu cinta padamu .


Sisi : Benarkah Feli . Semoga saja Peter mencintaiku dan aku akan menikahi idolaku . Haha


Feli : Kau wanita beruntung yang bisa berkencan dengannya meskipun itu pura-pura.


Sisi : Ya begitulah . Kau tahu rasanya hatiku seperti ditumbuhi bunga dan setiap menatap matanya aku selalu gugup .


Feli : Haha Sisi kau sangat menggemaskan . Tapi kenapa kau didepannya tidak seperti ini kau bahkan cuek terhadapnya .


Sisi : Aku mencintainya ya mencintainya tapi aku tidak mau menjadi gadis agresif untuknya . Kau tahu ? Aku akan membuat dia jatuh cinta padaku dan melamarku . Haha


Sisi : Itu pasti Peter , baiklah Feli aku akan berangkat .


Feli : Iya Sisi berhati-hatilah semoga sukses dengan misimu . Haha


Sisi bergegas membuka Pintu dan Ya kau tahu Peter sekarang hanya bisa diam kagum akan kecantikan Sisi .


Sisi : Hei Peter kenapa kau bengong seperti orang bodoh . Ayo kita berangkat .


Peter : Kau cantik sekali Sisi *dengan suara pelan tapi masih bisa didengar Sisi


Sisi : Apa kau bilang ? *dengan wajah memerah


Peter : Tidak tidak . Ayo kita berangkat sekarang atau kita akan terlambat !


20 menit mereka telah sampai di depan mension mewah dan megah milik keluarga Raul .


Peter : Kenapa kau terlihat gugup . Ayo turun .


Sisi : Apakah kakek dan ibu mu akan menyukaiku ? Apa mereka baik .


Peter : Dia akan menyukai mu . Ya karena kau sangat cantik . Tenanglah mereka sangat baik .


Peter pun langsung menggandeng tangan Sisi dan membawanya masuk ke mension Raul .


Peter : Hallo kakek , ibu . Aku akan mengenalkan seseorang pada kalian .


Ana+Joni : Siapa dia ?


Peter : Dia Sisilia Ganila ibu , dia kekasihku .


Ana : Apa? *kaget dan menghampiri Sisi


Halo sayang aku Ana ibu dari Peter , kau sangat cantik sekali . Selamat datang dimension kami .


Sisi : *dengan gugup . Halo Tante , aku Sisi aku kekasihnya Peter . Tante juga sangat cantik dan baik .


Ana : *memegang tangan Sisi . Jangan gugup seperti itu . Ayo sini duduk dan makan malam bersama kami .


Sisi : Baiklah Tante , terimakasih .


Joni : Peter bagaimana kau bisa dengan Sisi bukankah kau berkencan dengan Lala ?


Peter : Kakek kau tahu itu hanya gosip , dia hanya memanfaatkan namaku agar dia lebih terkenal . Dan ya ibu dan kakek harus tahu aku tidak menyukai Lala dia saja yang terus menempel padaku seperti lalat .


Joni : Tapi kau harus tetep pergi ke club R karena kakek sudah berjanji pada Lala . Aku tidak mau kakek dicap pembohong oleh keluarga Krisman . Kau tahu mereka adalah salah satu kolega kakek .


Peter : Ya aku akan ke club R besok malam menemuinya . Tenanglah kakek .


Makan malam telah usai , Sisi diterima dengan baik oleh Kakek dan ibunya Peter . Mereka telah sampai di apartemen Sisi .


Peter : Sisi terimakasih peranmu sangat bagus malam ini .


Sisi : Ya mereka sangat baik padaku .


Deg seketika jantung Sisi ingin melompat . Tiba-tiba saja Peter melumat bibir mungil Sisi dengan lembut . Sisi tidak menolak dan membalas dia hanya diam karena sangat terkejut . Peter melepaskan ciumannya .


Peter : Kau sangat cantik Sisi dengan wajah merahmu . Aku menyukaimu .


Sisi : Ap apa yang kau lakukan ? Ka kau menyukaiku ?


Peter : Aku hanya gemas dengan bibirmu . Yaa aku menyukai peranmu . Haaha


Seketika wajah Sisi berubah karena sedikit kecewa dia berfikir Peter sudah mulai menyukai dirinya .


Sisi : Baiklah , sekarang kau pergilah aku akan masuk .



Peter pun pergi meninggalkan apartemen Sisi dengan mobil mewahnya .