MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
CIUMAN PERTAMA



3 bulan berlalu


Mereka menjadi pasangan yang sangat serasi dan romantis, setiap pagi dara di antar silvy pergi sekolah dan vino mengantarkan pulangnya. Mereka bertemu setiap hari disekolah juga dirumah dara ataupun vino. Dara telah bertemu dengan bunda rere ibu nya vino, Rere sangat menyukai dara dari mulai parasnya yang cantik dan juga kepribadian dara yang sangat baik juga periang itu.


Dara yang hendak pulang kerumah tertahan karena hujan dan petir yang besar, terpaksa dara harus menunggu hingga hujan reda saat itu dirumah vino.


"Ka.. bunda mau jemput ayah dulu dibandara nanti jangan lupa anterin dara pulang kalo udah reda. Bunda di anter mang asep nanti pake mobil bunda aja iya anterin dara nya" ucap rere sambil mengecup anak semata wayang nya itu dan dara


"Dara bunda pamit iya"


"Hati hati bunda dijalan nya salam untuk om" ucap dara


Rere pun menganggukkan kepala nya dan bergegas pergi meninggalkan mereka.


Dara dan vino duduk berdua di ruang tamu sambil menonton film toys story 2. Mereka tertawa bersama sambil makan popcorn buatan bi sali


Duarrrr


suara petir menggelegar


Dara yang kaget langsung memeluk vino pada saat itu, vino pun terhentak karna reflek dara memeluknya


"Ka.. aku takut.. aku bener bener takut" terdengar detak jantung dara berdetak kencang


"Den suruh aja si neng nya di dalem ruangan home theater kan disitu mah kedap udara jadi gak bakalan kedengeran kalo ada petir teh. Nanti bibi kasih tau kalo udah beres hujannya" ucap bi sali


"iya bi" jawab vino mengajak dara untuk melanjutkan menonton di lantai atas.


Dara yang masih kaget memegang dada nya dengan kedua tangan nya hingga pucat


"Udah sayang.. disini gak bakalan kedengeran ko" ucap vino sambil merangkul bahu dara dan duduk melanjutkan tontonan nya


"Tapi aku takut ka" dara menatap vino


"Udah gapapa kan ada aku" balas tatap vino


Mereka pun saling menatap.. makin dalam dalam vino pun mengecup bibir dara. Dara mematung sampai memegang bibirnya tidak percaya karena ini adalah ciuman pertama bagi nya


"Ra.. Maaf.."


"Gapapa ka aku cuman kaget aja karna ini yang pertama buat aku" sembari tersenyum dara ke arah vino


"Raa.. boleh aku cium kamu?" tanya vino


Dara pun terdiam hingga menganggukan kepala nya dan menatap ke arah vino


Vino langsung mencium bibir dara yang sangat manis, ******* lebih dalam lagi hingga membimbing dara menyeimbangkan ritme nya. Tangan vino merangkul pinggang dara bibirnya terus mencium dara dan turun menuju leher dara yang indah itu untuk memberi jeda nafas. Vino terus mencium leher dara hingga tengkuk bahu nya tangannya mengelus pinggang hingga punggung dara. Dara berdesis mengerang karena merinding seluruh tubuhnya. Vino pun kembali mencium bibir lembut dara cukup lama dan menciumi wajah dara.


Mereka menghentikan aktivitasnya langsung kembali menonton film tersebut, vino menatap dara yang merasa canggung langsung melingkar kan tangan nya di pinggang dara dan menyenderkan kepala dara di bahu vino


"Jadi ini pengalaman pertama kamu?" tanya vino


"I-iya ka" jawab dara malu malu


"Maafin aku ya ra" sambil mencium tangan dara


Dara pun mengangguk dan tersenyum. Tidak lama bibi mengetuk pintu dan memberi tahu bahwa hujan disana sudah reda. Vino bergegas mengantarkan dara kerumahnya, sepanjang perjalanan mereka berpegangan tangan mereka bernyanyi dan tertawa bersama.


Sesampai dirumah dara hujan pun kembali mengguyur dengan lebat disaat hendak masuk petir menggelegar sangat kencang


Duarrr duarrr duarrr


Seketika lampu rumah dan dan sekitarnya pun padam


"Tenang sayang ada aku disini sama kamu" vino pun menenangkan dara


"Neng masuk kedalam diluar dingin.. bibi mau beli dulu lilin sama lampu electrik


Vino dan dara pun duduk diruang tamu dengan penerangan hp yang mereka punya. Dara tak melepaskan pelukan nya dari vino terasa nyaman sekali kata dara.


Vino menatap dara yang tertidur lelap dalam pelukannya, tidak lama bi atun datang membawa lilin juga lampu. Melihat dara tertidur dalam pelukan vino bi atun tersenyum geli.


"Den bawa si neng di kamar tamu aja atuh takutnya aden pegel gitu" tawar bi atun


"Disebelah mana bi kamar nya?" tanya vino


Bi atuh pun menunjukan kamar nya dan diikuti oleh vino


"Berat sekali badannya iya bi" ejek vino sembari merebahkan tubuh dara di atas kasur


Bi atun hanya terkekeh pelan menatap vino yang keberatan mengangkat dara


"Bi saya pamit pulang iya, bilangin salam saya ke dara sama tante" sambil pergi vino melambaikan tangan ke bi atun


Dara terbangun subuh menjelang pagi dan melihat dirinya masih menggenakan seragam sekolah.


"Perasaan semalem aku masih diruang tamu, masih pake seragam sekolah lagi. Siapa yang bawa aku kesini. apa aku ngingo?" dara bertanya tanya


Dilihat jam nya sudah pukul 05.00 pagi bergegas dara pergi ke dapur menemui bi atun


"Bi kemaren perasaan dara masih di ruangtamu deh ko tiba tiba ada di kamar bawah" tanya dara heran


"kemaren teh sama den vino neng di pindahin ke kamar, kaya yang berat gitu ngangkat neng meni kasian pisan" jelas bi atun


"ohiya..." dara tertawa membayangkan ekspresi muka vino yang keberatan mengangkat dara saat itu


Dara tiba disekolah diantar oleh silvy pagi itu


"Gimana tidurnya nyenyak cantik" sahut vino yang mengagetkan dara


"hahaha nyenyak dong kan di gendong sama pangeran" ledek dara


"Berat juga iya kamu sayang" goda vino sembari berlari meninggalkan dara


"Jahat" teriak dara


Vino tertawa terbahak bahak melihat pacarnya yang cemberut, dara hanyak menatap jutek kepada vino


"du du du ada yang ngambek nih.. percuma ngambek juga tetep cantik ko" goda vino


"Kakak..." cubit dara ketangan vino


"Cubit cubitannya nanti aja pas berduaan iya" bisik vino


"Ihh genit deh" dara malu malu


"Aku masuk duluan ke kelas iya sayang mau ada pelajaran tambahan buat nanti try out" jelas vino


"Semangat iya jangan males loh" dara memberi semangat


"Iya cantik" sambil mengelus kepala dara


Vino pun pergi meninggalkan kelas dara menuju kelas 12 yang ada dilorong sudut paling ujung.


Dara menatap geli pacarnya itu yang begitu menggemaskan