MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
SEMAKIN INGIN TAU



Ditengah kemacetan vino pun memutar lagu yang sangat pas dengan kondisi dara saat ini


~Mengapa tak katakan kau tlah mendua.. mengapa berdusta tuk raih cintaku.. meskinya kau jujur padaku.. tulus padaku.. mungkin ku tak membalas..


ku tak mau berbagi cinta dengannya.. karna ku tak ingin ada yang terluka.. biarlah yang lalu menjadi sebuah rahasia indah kita berdua.. ~


~Mungkin sekarang kau masih berbahagia.. dengan dirinya.. dengan cintanya.. tapi ku yakin.. suatu saat nanti.. kau kan mengharap tuk kembali*..~


Vino yang sedang menyetir sambil bernyanyi dengan suara merdu nya membuat dara semakin larut dalam suasana nya


"Kaa suara nya bagus. kenapa engga jadi vocalis band aja dari pada jadi ketua basket" tanya dara


"Aku emang vocalis band NERF. Waktu itu kan tampil pas acara pembukaan MOS" ucap vino


"Loh ko beda?perasaan yang waktu itu vocalisnya pake kacamata deh. iya kan ra? lo bilang kalo yang nyanyi nya ganteng. engga begitu jelas sih soalnya kita kebagian paling belakang" tanya ayu sambil menggoda dara


"Apaan sih yuu" jawab dara dengan muka yang memerah menahan malu karena ketauan bilang vino ganteng


"Oh jadi kamu lebih suka aku pake kacamata kaya waktu itu? hemm nanti aku pake tiap hari deh.biar kamu jatuh cinta sama aku" goda vino sambil terkekeh ketawa


"Lebih cakep lagi kalo diem deh ka kaya nya" ejek dara


"Tuh kan bilang cakep lagi.. gimana udah pas belum jadi pasangan kamu" sambil memperlihatkan lesung pipi nya


"ya ampun kenapa makin ganteng dengan senyum kaya gitu" dalam hati dara


"woyyy gue ada dibelakang kalian ngobrol serasa dunia milik berdua aja. Nih gantungan monyet ada di belakang elaahhh" teriak ayu kepada vino dan dara yang sedang tertawa usil melihat ayu sendiri dibelakang


"sorry yu gue lupa kalo lo juga ikut" sambil tertawa vino menggoda ayu


"bangs*t emang" dercak ayu kesal


vino dan dara pun tertawa usil melihat tingkah ayu yang protes kalo dirinya terlihat seperti kamcong diantara mereka


"Rumah gue dibelokan sebelah kanan yang warna putih pagar abu abu" jelas ayu sambil mengikat rambut ikal nya ke atas dan merapihkan baju nya


Vino pun menepikan mobilnya tepat didepan rumah ayu yang bernuansa classic modern itu. Rumah megah dengan beberapa mobil sport terbaru, terlihat seorang perempuan paruh baya menghampiri ayu dan membukakan gerbang rumah nya


"Kalian mau mampir dulu engga kerumah?" sambil turun dari mobil ayu bertanya kepada dua teman nya tersebut


"aku pulang aja ya yu. aku cape banget pengen istirahat" ucap ayu dengan lemas


"next time iya yu nanti kita maen kerumah lo" ucap vino


"Yaudah gue duluan masuk ya. kaa.lo hati hati iya anterin sahabat gue. Raa lo nanti kabarin gue kalo udah sampe rumah" tangan ayu sambil memegang tangan dara. karena ayu tau hati dara sedang tidak baik


"iyaaa nanti aku kabarin. byee ayuu.. dadah bi marni kita pamit yaaa" dara sembari melambaikan tangan nya


Mereka pun semakin jauh dari rumah ayu


"Raa makan dulu yu mau engga?" ajak vino


"Ka kita langsung pulang aja iya.. Aku pengen istirahat" jawab ayu dengan lemas


"Yaudah kita pulang.." ucap vino sembari mengelus kepala dara


Dara yang diam merasakan ada yang berbeda dengan hati nya, sesekali melihat vino yang sedang fokus menyetir terlihat dengan jelas vino memang baik dan ganteng


Dara memberi instruksi rumahnya hingga vino dengan cepat menghafal alamat rumah dara.


Mereka pun sampai di depan rumah dara yang classic berbalut warna soft nude


"Ka.. makasih ya udah anterin aku sampe rumah. Nanti kapan kapan maen kesini iya, maaf engga aku ajak ke dalem dulu soalnya aku pengen cepet cepet istirahat" jelas dara


"Iya gpp ko ra. Next time aja nanti aku main lagi kesini" sambil tersenyum vino melihat dara


"Aku masuk duluan ya kaa. Hati hati dijalannya" sambil turun dari mobil dan vino pun mengangguk mengiyakan


Mobil vino semakin menjauh dari rumah dara dan dara pun masuk ke dalam rumahnya


Kaka pertama nya bernama fandi sedang bekerja diluar kota, pulang setiap weekend untuk bertemu ibu dan adiknya


Kaka kedua bernama epan, dia bekerja pelayaran sebagai barista di kapal costa eropa, pulang pun 1 tahun sekali


Jelas saja jika rumah dara selalu sepi karena ibu nya bekerja di kantor sebagai manager yang pulang selalu malam hingga larut


Dara hanya ditemani bersama bi atun yang menjaga nya sejak masih kecil


"neng mandi dulu langsung makan iya.. bibi udah masakin ayam balado sama tempe mendoan kesukaan neng" tawar bi atun sambil mengikuti dara ke kamarnya


"iya bi dara mau mandi dulu badannya udah lengket banget" kata dara sambil mencium aroma nya sendiri


Setelah mandi dara makan ditemani bi atun yang terus memperhatikan dara yang lahap makannya.


Dara pun pamit kepada bi atun untuk masuk ke kamarnya karena dia butuh istirahat untuk melepaskan rasa lelahnya tadi di sekolah.


Disaat hendak tidur hp dara berbunyi


tingggg


Vino


lagi apa? gmn udah baikan belum?


Dara


lagi mau tidur ka


udah


Vino


Besok berangkat sekolah aku jemput ya ;))


Dara


Engga usah ka aku berangkat bareng ibu kalo pergi sekolah hehe


Vino


Yaudah besok aku tunggu dikelas aja ya..


Goodnight see you dara


Dara


Goodnight juga ka :)


Dara mengingat kembali kejadian tadi siang yang memalukan itu, mauza secara mudah mengatakan bahwa dara itu tidak mengasyikan bagi nya


"apa selama ini aku terlalu menutup diri? apa aku terlalu kaku dan tidak menyenangkan? apa aku harus berubah?" pikir dara.


Dara gelisah sepanjang malam hingga membuatnya kesulitan tidur


Dibuka hp nya dia membuka facebook untuk menghilangkan rasa bosannya


Tiba tiba dara terfikir untuk melihat facebook milik vino diketiknya sebuah nama "Vino baehaqi rachman" muncul 1 akun fb yang menampilkan foto seorang vocalis yang tak begitu asing bagi dara. Disana terlihat banyak sekali teman teman angkatannya yang mengiriminya sebuah pesan perkenalan dan secara terang terangan mengatakan menyukai penampilan vino saat itu.


"iisshhh ganjen ganjen banget. mending kalo di bales sama ka vino nya.. kasian banget" ucap dara kesal


Karena merasa mata nya cukup berat dara pun tertidur hingga tidak menyadari kepulangan ibu nya yang masuk kedalam kamar untuk memastikan bahwa dara sudah tertidur atau belum


"Anak pintar anakku sayang maafkan ibu" Silvi mencium kening dara yang sedang tertidur lalu menyelimuti anak perempuan nya itu.


Silvi kembali menutup pintu kamar dara dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.