MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
KABUR



Vino


Bete banget belajarnya huft


Dara


Sama aku juga ngantuk banget :((


Vino


Mau ikut berpetualang gak?


Dara


Kemana?


Vino tak membalas pesan terakhir yang dara kirim


"Ayok cepet keluar" Dara kaget vino muncul dijendela yang terbuka kelas nya. Sambil celingukan karena takut ketauan bu praticia yang sedang mengajar ekonomi dara pun merendahkan suara nya


"Mau kemana?" bisi dara diam diam


"Udah ayo ikut aja, beresin barang barang kamu" ajak vino


Dara pun membereskan barang barang sekolahnya, hingga tak tersisa 1 pun barang diatas meja. Ayu kaget melihat temannya yang sama sekali gak pernah melanggar aturan kini dia melihat ada yang berbeda.


"Lo mau kemana ra? kenapa diberesin semua?" bisik ayu


"Aku bosen dikelas terus kali kali nguji adrenaline" jawab dara pelan


"Semenjak lo pacaran sama ka vino otak lo geser ra" ucap ayu sambil menahan tawa


"Yang ada kamu !! Semenjak pacaran sama dirga jadi bucin hihihi"


"Udah belum" sambil bisik bisik vino bertanya


"ini udah ko !! terus ngapain lagi?" tanya dara


"Keluarin tas kamu biar aku yg bawa. Nanti izin ke bu patricia kamu mau ke belakang" suara vino pelan pelan agar tidak ketahuan. Meika dan viola bergeleng geleng melihat kelakuan teman nya itu. Karena mereka baru melihat dara bertingkah aneh.


"Aku pergi dulu iya dadah" pamit dara ke semua temannya


"Gue jawab apa kalo ditanya lo gak ada" tanya ayu panik


"Bilang aku ke UKS mencret" kedua nya pun menahan tawa


Dara berdiri pamit ke bu patricia untuk ke belakang, untung guru yang mengajar tidak menyadari kebohongan yang dara buat. Vino dan dara pun bergegas ke area gudang belakang untuk dapat keluar dari sekolah karena disana akses satu satunya yang bisa dilalui keluar tanpa harus melewati ruang piket ruang satpam juga gerbang sekolah. Namun tetap saja butuh perjuangan untuk melewatinya yaitu bekerja sama dengan cleaning service sekolah agar di bukakan pintu belakang akses yang dapat dilalui oleh mereka yang biasa nya membuang sampah agar lebih cepat.


"Mang jangan bilang bilang iyaa.. nih ada uang buat tutup mulut" Kata vino memberi satu lembar uang ratusan kepada penjaga sekolah itu


"Siap den rahasia terjamin.. jangan lupa oleh oleh den" ucap mang ujang dengan lantang


Vino dan dara pun segera keluar berlalu pergi menuju tempat parkir mobil di sebrang sekolah karena vino menyuruh aduy untuk memarkirkan mobilnya tepat disana. Mereka merasa lega disaat sudah sampai didalam, jantung dara berpacu kencang karena ini pengalaman pertama dara bolos sekolah. Dara anak yang sangat patuh terhadap tata tertib sekolah tapi berbeda dengan hari ini dia ingin merasakan hal hal yang baru.


"Ka kita mau kemana? tanya dara


"Ke bukit bintang tempatnya bagus banget pasti kamu suka deh" jawab vino semangat


"Pake baju sekolah kaya gini?"


"Mau ganti?" tawar vino


"Kita beli baju baru aja dulu, nanti pas di distro nya kita tutup pake jaket aku bawa jaket ko di belakang coba deh cek" dara pun mengambil 2 jaket yang ada di jok belakang


"Aku mau telepon ibu dulu iya boleh gak aku pake kartu kredit nya satu kali lagi" dara baru mengeluarkan hp nya langsung di rebut kasar oleh vino


"Sayang.. kalo kamu telepon ibu nanti ketauan dong kalo kita lagi bolos" jelas vino. Dara pun baru ingat dan langsung menepuk jidat nya


"Biar pake uang aku aja iya kamu jangan pusing mikirin nya dehh" ucap vino sembari memberikan hp dara


"Nanti aku ganti iya ka"


"Gak usah sayang"


"Aku gak mau jadi hutang"


"Siapa yang mau minjemin, aku mau ngasih ko. Udah ya jangan berdebat tentang siapa yang harus bayar. kita ke distro temen aku dulu okey"


Dara pun mengangguk dan ikut perintah vino, sepanjang perjalanan vino menceritakan pengalaman belajarnya bersama bu patricia dari mulai tidur izin WC tapi gak balik lagi lalu gantiin kacamata nya biar rabun dan mereka pun tertawa terbahak bahak.


Disaat bersama vino dara merasa jadi dirinya sendiri tak perlu menjaga image, berbicara apa adanya seperti tak ada jeda diantara kedua nya. Mereka pun tiba di distro milik teman vino langsung disambut oleh pemiliknya tersebut.


"Gila gila pas lo nelpon gue langsung buru buru dateng ke distro man, tamu agung mau berkunjung hahahaha" sambut james kepada vino


"Lebay banget" sahut vini sambil tertawa


"Kenalin jams ini cewe gue dara.. Jangan jabatan tangan nanti suka"


"Cantik banget.. ko mau sih sama berandal ini" goda jams


"Sialan emang iya. Gue masuk dulu tuan putri mau pilih baju" ajak vino. Dara mulai memilih baju yang akan di kenakan sekarang. Vino berbincang dengan james di kursi tunggu khusus tamu


"Emang lo mau kemana? Bukannya belajar malah bolos"


"Mau jalan jalan lah.. bosen gue belajar terus enek ampe mau muntah" vino pun tertawa


Dara keluar dari ruang ganti memakai celana skiny jeans biru dan kaos berwarna tosca dengan rambut yang di urai serta kaki yang jengjang memakai sepatu kets sekolahnya sangat cocok sekali dengan style dara. Vino pun menyukai nya simple namun tetap keren dan stylish. Mereka pun berpamitan kepada james untuk melanjutkan perjalanannya.


"Hati hati bawa anak orang lo" teriak james


Vino hanya mengacungkan jempolnya ke atas pertanda oke. Mereka melewati jalan perumahan yang sangat besar besar namun tetap asri karena kelilingi oleh pemandangan hijau yang sangat indah, dan melewati hutan pinus yang sangat sejuk. Dara sangat menikmati setiap perjalanan nya, karena dara sangat suka pedesaan dan gunung gunung.


"Menyejukkan sekali" tangan dara terulur keluar dan menghirup aroma nya dalam dalam


"Suka?" tanya vino


"Suka banget" tangan dara melingkar pada vino dan kepalanya menyender dibahu


"Nanti kalo libur panjang aku mau ajak temen temen kesini deh.. soalnya mereka juga suka sama pemandangan kaya gini ka. Terakhir aku ke tempat kaya gini tuh pas SD deh kalo gak salah.. lama banget kan" dara bercerita


"Nanti kalo libur panjang jangan kesini, tapi kita ke villa keluarga aku aja. Disana tambahan nya deket sama pantai pasti seru banget. Gimana? Mau?" Ajak vino


"Aku mau banget kaaa.. boleh kan ajak temen temen yang lain?" pinta dara


"Boleh sayang" Dara pun mengecup bibir vino


"Mulai nakal ya sekarang"


Mereka pun tertawa bersama seakan lupa bahwa mereka sedang bolos sekolah. Tanpa memikirkan hal itu mereka bersenang senang dan menikmati setiap perjalanan disana.