
Dara kembali ke dalam kelasnya bersama yang lain, dia disambut hangat oleh teman kelas yang lain dan sosok dara sekarang menyapu seluruh penjuru sudut sekolah. Dia sekarang menjadi pusat perhatian semua nya mengetahui bahwa dia milik vino membuat patah hati seluruh barisan pengikut dara yang mengetahui kepastian bahwa dara adalah kekasih dari vino baehaqi rachman. Ketua basket yang sama-sama mempunyai penggemar wanita terbanyak karena ketampanan nya dan kepiawayan nya dalam bermain basket berhasil mencuri perhatian para wanita di penjuru sekolah.
Vino
Keren sayang..
Makin cinta sama kamu :*
Dara
Makasih ka ;)
Kaka dimana?
Vino
Lagi breefing sama anak-anak yang lain buat tampil penutupan acara
Dara
Oh abis magrib iya?
Vino
Iya sayang
Bentar iya aku lanjutin dulu
Dara membaca pesan terakhir dari vino tanpa membalasnya dan langsung berkumpul bersama teman-temannya yang lain.
"Ra..." dara menoleh ke belakang terlihat mauza sedang berdiri sambil membawa box isi cokelat tadi yang belum dara ambil. Dan langsung membuang muka mengalihkan pandangannya.
"Gue mau minta maaf ra.. sikap gue sering bikin lo muak. bikin lo risih.. bikin lo kesel dan juga marah.. gue gak tau harus minta maaf kaya gimana lagi ra.. gue sadar sikap gue terlalu bikin lo gak suka.. cuman gue gak tau harus bersikap apa disaat di depan lo.. gue gak tau ra.. hati gue ke tutup sama rasa cinta gue ke lo.." mauza menunduk menyesali semua nya dara hanya melihat tanpa mengambil box itu.
"Gue tau ra dari awal semua salah gue.. gue yang salah gue yang udah nyia nyiain lo selama ini.. gue yang bego udah nyakitin hati lo.. please ra terima hadiah gue.. gue janji beres ini gue gak bakalan ganggu lo.. gue pengen kita baik-baik aja ra tanpa ada hubungan kaya gini.. bisa kan ra?" pinta mauza dengan memelas. Ayu yang sedang duduk dengan dara hanya diam mendengarkan semua penjelasan mauza saat itu, tidak seperti biasa nya dia yang akan jadi orang pertama yang menghabisi nya jika dia mengganggu para sahabatnya itu.
"Za.. gue udah maafin lo kok.. udah lama banget bahkan cuman..lo nya aja yang gak tahu.. gue maafin za.. cuman lo harus jadi diri lo sendiri jangan terpengaruh omogan orang lain" ucap dara santai
"Jadi lo mau kan terima cokelat gue ra"
"Iya boleh.. siniin" dara pun mengambil box itu
"Makasih ra.. gue harap lo bisa berteman baik sama gue"
"Sama-sama za.. gue temenan gak pernah milih milih.. dan tergantung temennya mau temenan kayak gimana" jelas dara dan mauza hanya mengangguk
"Lo juga ay jangan terus musuhin gue"
"Za kalo lo baik gue lebih baik.. kalo lo jahat gue lebih dari iblis" Mereka bertiga pun tertawa. Dara sangat rindu masa-masa mereka saat masih dibangku SMP dulu.
Sore pun tiba mereka beristirahat sebelum acara terakhir tiba, makan di pinggir lapangan bersama yang lainnya membuat mereka senang bercanda tawa bersama-sama dan bercerita tentang kelasnya yang selalu begitu ramai. Setelah selesai makan seluruh siswa siswi merapatkan tubuhnya di tengah tengah lapangan sangat sangat rapat. Rangga dan nada segera naik panggung untuk melakukan penutupan acara hari ini.
"Hallo semua nya"
"Gimana udah siap belum sama penampilan terakhirnya"
"Udaaahhh..."
"Baik.. kita sambut band kesayangan kita semua... NERF..." Satu persatu anggota band nerf naik ke atas panggung . Terlihat jelas vino mencuri banyak perhatian khususnya para wanita dia sangat tampan malam itu dibalutkan blazer senada dengan penampilan casualnya.
"Hallo teman teman apa kabar nih..."
BAAAAIIIKKKKK
"Seneng gak aku sama temen-temen manggung di atas sini?"
"Mungkin terdengar cukup aneh rasa nya iya.. kita mau ngasih persembahan terakhir buat kalian yang ada disini.. kita engga bubar atau pun band NERF berpisah.. hanya saja masing masing dari kita ingin fokus untuk pendidikan terlebih dahulu..Kami harap kalian bisa mengerti iya.." vino melihat dara tersenyum kepada nya di antara banyak teman teman nya yang lain.
Tiba-tiba lampu dilapangan itu mati keadaan gelap sekali hingga ada beberapa diantara yang menonton menjerit karena kaget dan ketakutan, beberapa detik kemudian muncul cahaya-cahaya kecil berasal dari pinggir lapangan mengelilingi himpunan penonton disana terlihat kelas 12 siswa siswi SMA 112 berdiri mengelilingi sekitar lapangan tersebut membawa cahaya berasal dari ponselnya dan saling merangkul satu sama lain. Musik mulai berbunyi mereka bernyanyi bersama sangat merinding serta haru yang dirasakan.
SAMPAI JUMPA
Datang akan pergi
Lewat kan berlalu
Ada kan tiada bertemu akan berpisah
Awal kan berakhir
Terbit kan tenggelam
Pasang akan surut bertemu akan berpisah
Hey!
Sampai jumpa dilain hari
Untuk kita bertemu lagi
Kurelakan dirimu pergi
Meskipun
ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap tanpa dirimu
Ku harap terbaik untuk mu
"Terimakasih teman teman semua.. kalian yang terbaik.. pertemuan kita 3 tahun yang lalu lewat masa-masa orientasi sungguh sangat manis.. kita bercanda tertawa sedih haru duka pun sudah kita lalui.. 3 tahun bersama sama tidak terasa semua nya berlalu sangat cepat.. sebentar lagi kita akan meninggalkan sekolah tercinta kita.. sekolah yang menjadi kebanggaan kita semua.. kenangan yang tak mungkin terlupakan.. terimakasih kawan sahabat.. Tanpa kalian kita tidak berdiri disini tanpa kalian hari hari kita terasa kosong.. kawan berjuanglah demi masa depan.. jangan lupakan kami.. terimakasih guru guru ku tersayang.. berkatmu kami bisa melewati semua ini.. berkat usaha mu kami bisa tegak berdiri sampai hari ini.. maafkan kami yang sering lalai mendengar perintahmu.. maafkan kami yang tidak patuh aturan mu.. terimakasih atas semua yang telah kalian korbankan.. guru ku.. kami mencintaimu.. menyayangimu.. terimakasih guru guruku..." musik yang bernuansa harmoni saat vino berucap seperti itu membuat semua yang mendengarkan menangis meneteskan air matanya. Semua siswa siswi 112 tak henti menangis dan saling berpelukan.
Lampu pun kembali menyala sangat terlihat jelas ada kesedihan di mata vino dan teman temannya di atas sana. Begitu cepat perpisahan yang ada di antara mereka. Vino dan seluruh kelas 12 berkumpul berbaris di depan panggung dengan kompak mereka membungkukkan badannya dan mengucapkan terimakasih guru guruku. Mereka keluar dari barisan dan menghampiri setiap guru yang ada dibawah tenda memberikan sebuah bunga mawar pada setiap guru tersebut, terlihat sangat jelas kesedihan dimata semua guru-guru ada yang memeluk menangis tertawa dan terharu.
"Perpisahan bukan lah akhir dari segala nya, perpisahan adalah awal dari segalanya... melangkah lah anak-anakku sukseslah kalian semua diluar sana.. Banggakan almamatermu.. jangan pernah lupakan kami yang pernah menghiasi hari hari kalian.. terimakasih murid murid ku berkatmu hari kami sangat indah.." ucap seorang guru yang berdiri di atas panggung