MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
MASA ORIENTASI SISWA



Hari pertama 'Masa Orientasi Siswa' SMA 112 dimana seluruh murid baru kelas 10 harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang ada. Semua berbaris dilapangan dengan pakaian lengkap dan aksesoris yang menempel pada diri masing-masing, dimana seluruh siswa memakai badge nama panggilan berupa karton yang di ikatkan menyambung kebelakang. Selain itu, murid laki-laki menggunakan penutup kepala yang terbuat dari bola plastik yang digunting membentuk topi sedangkan murid perempuan mengikat rambutnya menjadi berkucir dua dengan tali berwarna warni sebagai hiasannya.


Panas yang terik mulai naik ke atas permukaan disaat ketua osis membacakan satu persatu nama murid baru untuk kemudian dibagi menjadi 8 kelas sesuai urutan.


"Andara putri ayulandari masuk ke 10-2" ucap Ketua OSIS.


Dara mengacungkan tangan dan berjalan ke arah teman-temannya yang telah lebih dulu dipanggil. Disaat Dara berjalan banyak pasang mata yang terpesona oleh kecantikan wajahnya, namun Dara tidak menyadari hal itu.



Nama : Andara Putri Ayulandari


Nama panggilan : Dara


Tanggal lahir : 17 januari


Karakter :


Cantik


Feminim


Care


Modis


Gak enakan


Moody


Kaku


"Artika Ayuningtyas masuk kelas 10-2" lanjut Ketua OSIS setelah memastikan Dara tidak salah masuk kelas.


Ayu mengacungkan tangannya dan segera berlari senang menghampiri Dara.


"Asiknya kita sekelas lagii!" seru Ayu, sahabat Dara sejak SMP. Ayu dan Dara memang berencana masuk ke SMA yang sama agar bisa bareng-bareng terus. Dara juga sangat senang ketika dia mendengar nama Ayu di panggil dan ternyata mereka satu kelas lagi di sekolah yang baru.


"Harus banyak belajar ya sekarang jangan nyontek mulu" bisik Dara.


"Yaelah sama temen gitu banget ra, gue gini-gini juga kan rajin. Rajin nyontek maksudnya hahaha. Tapi untung ya gue lulus UN dan masuk sekolah yang sama kaya lo" ucap ayu menahan tawa nya sambil berbicara pelan-pelan.


"Gue juga doain deh semoga lo secepatnya bisa move on ya" balas Ayu menggoda Dara sambil mengedipkan kedua matanya dan tersenyum


"Sssttt.. udah gak usah banyak ngomong" Dara menutup mulut Ayu yang tak berhenti bicara.



Nama: Artika Ayuningtyas


Nama panggilan: Ayu


Tanggal lahir: 20 juli


Karakter


Baik


Bacot


Blak-blakan


Gak suka basa basi


Penolong


Berani


Sahabat dara


**


Hari kedua MOS


Dara dan Ayu mempunyai teman baru yang duduk dibelakangnya bernama Meika dan Viola. Mereka cepat akrab karena Dara juga Ayu tidak pernah memilih-milih teman apalagi kalau ternyata mereka merasa nyaman dan cocok. Selain itu, Dara dan Meika pernah bertemu disalah satu olimpiade matematika se-kota waktu SMP dulu. Lantas saja mereka menjadi akrab dan langsung klop saat ini.


Banyak sekali kegiatan yang berjalan, sepanjang hari tidak ada jeda untuk istirahat. Hari kedua MOS mereka berkumpul di lapangan sesuai kelas masing-masing untuk menyaksikan penampilan dari seniornya 'Demo Extrakulikuler' karna setelahnya seluruh murid baru diwajibkan untuk mengikuti 3 dari banyaknya eskul yang ada.


"Lo mau ikutan eskul apaan Yu?" Tanya Meika sambil mengunyah makanan, yap Meika memang suka makan tapi yang bikin iri sebanyak apapun dia makan badannya tidak gemuk-gemuk.


"Gue sih kaya nya mau ikut paduan suara" jawab Ayu.


"Emang suara lo bagus?" ejek Meika kemudian.


"Lo gak percaya sama gue?" Ayu tak terima diremehkan begitu.


"Percaya tuh cuman sama Tuhan" Meika tak henti meledek Ayu.


Perdebatan Ayu dan Meika menjadi sorotan, pasalnya hanya mereka yang membuat kegaduhan di siang itu. Viola dan Dara hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.


"Kalian istirahat dulu di kelas masing-masing setelah ini. Jam 1 siang kita berkumpul lagi di lapang dan kembali tertib seperti semula" ucap kakak senior.


Disaat hendak berdiri, tiba-tiba Dara merasa tubuh nya lemas dan matanya pun berkunang-kunang. Dara pun memegang tangan Ayu untuk meminta bantuan berdiri. Namun tiba-tiba….


Brukkk!


Dara terjatuh tak sadarkan diri, menimpa Ayu dibawahnya. Viola dan Meika kaget karena Sara jatuh begitu saja.


"Ra bangun ra!” ucap Ayu, namun Dara tak juga sadarkan diri. “Viola, Meika bantuin gue angkat Dara dong kita bawa dia ke UKS” Ayu benar - benar sangat khawatir melihat kondisi Dara.


"Ada apa ini?" Ucap salah satu senior yang melihat keributan.


"Ini Dara tiba-tiba jatuh ka, udah dibangunin tetep aja ngga sadarkan diri" jawab Ayu. Lalu Senior itu pun membungkukkan tubuhnya dan mencoba untuk mengangkat dara. Namun, disaat tangannya mulai mengangkat tubuh Dara, Ayu menahannya dengan mata yang benar-benar tajam membulat ke arah kakak seniornya itu.


"Jangan pegang-pegang!" seru Ayu sambil menyingkirkan tangan nya dari tubuh Dara. Kakak senior itu lantas menyerngitkan dahi nya heran.


"Kamu mau dibantuin bawa temennya ke UKS gak? Atau mau dibiarin aja tiduran dilapangan?" tanya Kakak senior


"Iya tapi jangan pegang-pengang. Aku gak suka!” seru Ayu.


"Terus gimana cara ngangkatnya? Pake kekuatan sihir? Suka ngaco deh" heran Kakak Senior.


"Iyaudah. Tapi jangan macem-macem" ancam Ayu.


"Gimana mau macem-macem sih" Kakak senior menggelengkan kepalanya sambal kembali mencoba mengangkat tubuh Dara. Kakak Senior berjalan ke arah UKS disusul oleh Ayu Meika dan juga Viola.


"Emm Kak makasih ya udah bantuin bawa Dara ke UKS" ucap Ayu memecah keheningan.


"Hm" jawab Kakak Senior tersebut singkatnya. Ayu pun kemudian membantu Meika untuk mengambil minyak kayu putih dan teh panas untuk Dara dikarenakan petugas UKS saat ini sedang istirahat.


"Maaf udah ngerepotin kakak. Oh iya nama kakak siapa?" tanya Viola penasaran


"Rian kelas 12 IPA 3. Kalian kelas berapa?" tanya Kakak Senior itu.


"Kita kelas 10-2 ka" jawab Viola. Rian pun mengangguk


"Kalau gitu aku duluan balik ke lapangan ya. Kabarin aja kalo temen kalian udah siuman" ucap Rian setelah melihat Ayu dan Meika kembali ke samping Dara. Mereka pun mengangguk dan mempersilahkan Rian untuk kembali ke lapangan.


Tidak lama dari itu Dara terbangun sambil memegang perutnya yang kesakitan. Dara teringat bahwa ia tidak sarapan tadi pagi karna bangun kesiangan. Dara memang mempunyai maag akut sehingga telat makan sedikit pun ia langsung merasa lemas dan tidak bergairah seperti biasanya. Mereka semua menemani hingga Dara merasa sudah enakan dan tak terasa kegiatan MOS hari kedua telah selesai.


***


Hari ke 3 MOS


"Hari ini adalah hari terakhir kalian MOS dan kalian harus segera mengumpulkan tanda tangan para panitia OSIS dan ketua eskul yang sudah tertera pada buku. Untuk dapat segera mengenali nya kami memakai pita berwarna orange untuk panitia OSIS dan ketua ekstrakulikuler memakai pita berwarna biru. Kita mulai dari 1... 2... 3...sekarang!" seru panitia MOS dan semua siswa siswi baru pun berlari berpencar dari mulai dari lapangan hingga sudut sekolah, mencari senior yang dituju.


Dara berpisah dari sahabatnya. Dia tertinggal jauh dengan yang lain, yang mengharuskan dia sendiri mencari senior yang tertulis di dalam buku.


"Capek banget udah 3 jam mintain tanda tangan kakak-kakak senior sampe sekarang tinggal 1 lagi nih Ketua eskul basket hufffttt.." keluh Dara ketika dia melihat Ayu yang sudah duduk santai di samping lapang.


"Ketua basket? Tuh dia duduk di ujung sekolah deket sama tower greenzone" ucap Ayu


"Seriusan? Serem banget di ujung" balas Dara


"Udah cepet sana keburu habis nih waktu nya" peringat Ayu sambil setengah mendorong Dara untuk meminta tanda tangan yang terakhir. Dara berjalan dengan sangat berhati-hati dan menutup muka nya karena melewati lorong yang panjang itu.


Disudut paling ujung sebelahan dengan tangga yang menuju ke arah kelas 12 ada seorang kakak senior berpita biru dan terlihat badge nama nya 'VINO BAEHAQI RACHMAN'


"Nah itu dia ketua basket" ucap Dara dalam hati sembari berjalan mendekatkan diri kepada kakak kelas tersebut.


"Permisi Kak saya Dara kelas 10-2 mau minta izin buat minta tanda tangannya" ucah Dara sambil menyodorkan buku nya ke arah vino yang sedang terduduk membenarkan tali sepatunya.


Vino pun mengangkat wajahnya melihat siapa adik kelasnya yang meminta tanda tangannya.


"kamu tau siapa saya?" tanya Vino menyerngitkan dahi nya


"Tau, Kak Vino ketua ekskul basket. Saya tadi dikasih tau temen saya kalo kakak ada disini “ jawab Dara polos.


"Oh dari temen? Bukan karna usaha sendiri?" tanya Vino. Dara jadi salah tingkah dan hanya bisa diam tidak menjawab pertanyaan tersebut.


"Kamu tahu kan ini area kelas 12 dan anak baru kaya kamu engga boleh ada diwilayah ini?" lanjut Vino.


"Tapi Kak, saya cuman menjalankan tugas dari panitia MOS buat minta tanda tangan seluruh Ketua Ekskul. Please Ka bantuin" pinta Dara sambal mengatupkan kedua tangannya memelas supaya Vino mau menandatangani buku nya.


"Nama kamu siapa tadi?" Tanya vino sambil mengambil buku milik dara


" Saya Dara kelas 10-2 Kak" jawab Dara "Please iya kak, tolong aku" kali ini dara memasang tatapan puppy eye untuk meluluhkan hati seniornya itu. Vino pun menandatangani buku Dara dan segera memberikannya kembali kepada dara.


"Terimakasih Kak. Saya permisi" ucap Dara senang namun tetap sangat sopan.


Vino memperhatikan Dara yang tengah meninggalkannya dan tanpa disadari kedua bibirnya terangkat membentuk sebuah senyum yang indah diwajahnya yang tampan.



Nama: Vino Baehaqi Rachman


Nama Panggilan : Vino (Normal) Empin (teman-temannya yang manggil seperti itu)


Tanggal lahir: 31juli


Karakter


Cool


Ganteng


Baik


Tajir


Bucin kalo udah sayang sama orang


Famous


***


Masa orientasi siswa pun telah selesai seluruh siswa pulang sore itu. Dara berjalan bersama Ayu dan Meika ke arah jalan raya. Disana dia melihat Vino bersama teman-teman nya sedang berkumpul di toko mahmud tempat berkumpulnya untuk menghabiskan waktu sepulang sekolah disana. Tak sengaja mereka beradu pandang dan Vino tersenyum tipis hingga membuat Dara menjadi canggung. Vino menyadari Dara menjadi pusat perhatian karna teman-temannya yang sedang berkumpul bersama nya pun terus bersuara menanyakan siapa gadis cantik itu.


Vino terus memperhatikan Dara yang berjalan semakin jauh, sampai melihat ada sebuah motor yang berhenti tepat didepan Dara. Dan Dara pun pergi bersama dengan laki-laki yang tidak pernah Vino tahu siapa.


*****


Sebuah motor yang sangat dara kenal berhenti tepat didepannya, dara pun terpaksa menghentikan langkahnya. Dan melihat ke arah lelaki yang sedang membuka kaca helm fullface nya, membuat ayu mengernyitkan dahi nya memperlihatkan sikap tak suka kepada lelaki yang berada didepannya.


"Lo ngapain kesini?" Tanya ayu kesal sambil menajamkan kedua matanya ke arah lelaki itu.


"Ra, ayo pulang bareng gue" ajak lelaki itu kepada dara yang masih mematung melihat siapa yang megajaknya berbicara.


"Gak bisa! dara pulang sama gue" sela ayu.


"Gue ngomong sama dara bukan sama lo. Jadi masalah?" Tanya lelaki itu kepada ayu yang terus melarangnya.


"Iya dong jadi masalah. Lo udah bukan siapa-siapa nya lagi ****" ayu menaikan suaranya sampai menjadi pusat perhatian yang lain. Banyak yang berjalan sambil menyaksikan perdebatan ayu.


"Ayu suara lo" dara membungkam mulutnya dengan tisu agar tidak banyak berbicara lagi.


"Gue balik sama mereka. Lo duluan aja" dara sambil menaikan kedua ujung bibirnya hingga melengkung ke atas.


"Ra, ada yang harus gue selesain sama lo. Please kali ini gue yang anterin lo pulang. Kali ini doang ra. Udah itu gue janji gak bakalan ganggu-ganggu lo lagi"


"Gak boleh. Sekali gak bisa iya gak bisa" potong ayu sangat kesal.


"Ra, sekali ini aja" lelaki itu menghiraukan ucapan ayu. sambil mengatupkan kedua tangan nya, memohon agar dara mau ikut dengannya untuk menjelaskan maksudnya. Dan dara pun menganggukan kepala nya seraya setuju untuk mengikuti mau nya sekali ini saja.


"Kali ini aja dan gak ada alasan lagi" dara menerima permintaan lelaki itu, untuk memastikan apa yang akan dia bicarakan kepadanya.


Ayu sangat kesal kepada dara, tapi dia tidak bisa berbuat banyak lagi. Selagi dara menerimanya dan tidak keberatan, ayu pun berhenti mencegahnya.


Lelaki itu memberikan sebuah helm kepada dara, lalu pergi meninggalkan ayu dan meika terdahulu, dara tidak tau apa tujuan mantan kekasih nya itu ingin mengantarkan pulang dan apa yang akan di selesaikan terkait hubungannya yang telah berakhir.