MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
LATIHAN BAND



Suara pintu studio terbuka dan berdecit, keluarlah midah dengan membawakan minuman serta makanan yang sangat menggugah selera teman temannya.


"Dara.. udah ada yang nunggu di depan.. tante suruh masuk dia nya gak mau.. coba sama dara di bujuk barang kali mau"


"Siapa bu?" tanya mauza


"Tadi bilangnya vino.. pacar nya dara iya" sambil mengelus rambut dara dan dara pun mengangguk


"Dara ke bawah dulu iya tante.. permisi"


"Iya sayang ayok tante temenin" dara keluar bersama midah dan disusul oleh mauza


"Ra..." dara menghentikan langkah nya dan melihat ke arah mauza bersama midah


"Gue kira lo bisa nge hargain nyokap gue dengan gak ngundang pacar lo kesini" ucap mauza sedikit keras


"Uza.. ibu gapapa kok.. ibu seneng kalo dara mau main lagi kesini.."


"Lo kenapa sih za.. gitu aja lo ributin.." ucap dara kesal


"Lo mau bawa pacar lo kemana pun gak masalah.. tapi jangan ke rumah gue.. hargain nyokap gue" dengan sedikit berteriak


"Uza gak boleh ngomong kaya gitu"


"Terus mau lo apa?"


"Kalo lo gak bisa latihan sampe selesai lo pulang aja.. jangan nyuruh pacar lo itu nginjek kaki dirumah gue.." ancam mauza


"Uza.. kamu kenapa kaya gitu.. gak boleh ibu gak suka"


"Udah gapapa tante dara udah biasa ko.. sekalian dara mau pamit iya tante..." sambil mencium tangan dan kembali ke studio untuk mengambil tasnya dengan sangat kesal, dara menatap sinis ke arah mauza sangat sangat membenci nya.


"Lo kemana ra?" tanya ayu dan semua menatap ke arah dara


"Ra lo mau kemana? kita ulangin sekali lagi aja ra.." aziz


"Ka vino yang nyuruh lo?" pertanyaan ayu sampai membuat dara berdiri dan langsung menatap ke arah mauza.


"Ay.. gue gak pernah gak nyeleseiin tugas gue.. tapi orang itu bikin gue muak ada disini.. gue gak suka kehidupan pribadi dibawa ke urusan kaya gini.. banci" ucap dara dengan sangat benci ke arah mauza. Dan mauza tidak berkomentar hanya diam menatap dara.


Dara pergi meninggalkan teman temannya disana, disaat dara hendak keluar tangan nya di cekal oleh mauza. Dara ditahan agar tidak keluar menemui vino, bukan alasan yang tepat jika mauza berkata tidak menghargai midah tapi yang lebih tepat dara tidak menghargai mauza.


"Gue bilang lo jangan pergi" cengkraman kasar mauza sangat erat


"Emang lo siapa gue? hah? Larang larang gue buat pergi dari sini?" mauza hanya menatap dara


"Jawab" mauza tersadar dia bukan siapa siapa bagi dara


"Lepas... gue gak suka lo pegang pegang gue" mauza melepaskan genggamannya dan langsung di tepis kasar oleh dara. Dara keluar bersama ayu untuk menemui vino dibawah sana. Mauza mematung menatap punggung dara yang semakin menjauh dari tatapannya


"Lo harus biasa aja ra.. jangan sampe ka vino curiga"


"Huh... "dara menarik nafas kasar. Dan langsung menemui vino yang sedang duduk di atas motornya yang tinggi itu. Vino tersenyum ke arah dara yang semakin mendekat.


"Ko lama sih"


"Iya kaa tadi aku beresin 1 lagu dulu" sambil tersenyum manis sekali


"Nih pake dulu jaketnya..." dara memulai dengan tangan kanan nya dan vino memperhatikan tangan dara yang memerah seperti cengkraman seseorang, ayu yang melihat vino sedang memperhatikan lengan dara langsung berinisiatif


"Aduh ra.. sorry iyaa.. karna gue megang lo nya kekencengan jadi merah gini" Dara baru tersadar ayu berkata seperti itu


"Gapapa ko ay.. kan karna gue yang ceroboh gak liat liat anak tangga"


"Gue duluan iya ay" pamit dara dan melambaikan tangannya ke arah ayu. Dara melihat di atas jendela ada seseorang sedang memperhatikannya dengan 2 tangan bersiku didepan dadanya. Ayu kembali ke atas menemui teman temannya itu dengan kesal kepada mauza.


"Za.. lo bisa gak sih.. gak libatin masalah hati lo dengan keadaan kaya gini.. jadi susah kan mau latihan juga.. lo kaya gak tau dara aja"


"Yang libatin hati tuh gue atau temen lo?"


"Za.. emang bener iya.. lo gak punya otak juga gak punya hati.. saat kaya gini aja lo masih egois za.."


"Udah udah gak usah berantem.. kita latihan aja aransemen nya si dara pasti bisa lah ngikutin nya" oki


"Za pliss.. jangan rusak lomba kita.. belakangin dulu urusan hati lo" dirga


"Emang lo putus sama dara kenapa sih" oki


"Si kadal ini selingkuhin dara" ayu


"Jirr secantik dara lo selingkuhin?" oki


"Ayok mulai" mauza menghidar pertanyaan oki dan langsung tak bersemangat karena dara tidak hadir disana. Mereka memulai latihan ayu merekam semua aktivitas disana untuk di kirim kan kepada dara agar bisa mengikuti. Mauza sangat menyesal dengan perlakuan tadi kepada dara, mereka menyelesaikan latihannya dan langsung berpamitan pulang untuk menyiapkan pentas besok.


"Sampaiiii tuan putri" ucap vino senang


"Terimakasih pangeran" dara membalas dan memberikan helm serta jaket nya kepada vino yang masih duduk di atas motornya


"Besok jam berapa tampilnya?"


"Beres dzuhur kaa.. nonton iya tapi jangan deket deket harus jauhan"


"Kenapa malu?"


"Iyaaa"


"Jangan malu dong" sambil mencium kening dara


"Masuk dulu yuk ka.."


"Aku langsung iya sayang.. udah mau magrib.."


"Iyaudah.. hati hati iyaa..dadah" dara melambaikan tangannya dan vino semakin menjauh darinya. Terdengar suara motor semakin mendekat ke arah rumah dara dan dara pun berbalik melihat siapa yang berhenti tepat didepan rumahnya


"Ra.." panggil mauza


"Mau apa lo?"


"Gue mau minta maaf kejadian tadi"


"Oh.." dara meninggalkan mauza yang berdiri mematung diluar sana


"Gue pengen berdamai sama lo.. gue gak mau jadi kaya gini" ucapannya membuat dara berbalik badan


"Kan lo yang buat semua nya kaya gini.. Udah iya cue capek mau istirahat" kali ini dara benar benar meninggalkan mauza diluar sana. Tubuh nya sangat lelah karena vino mengajak nya berputar putar menyusuri jalanan sore itu.


Mauza pergi dengan rasa bersalah yang sangat tinggi iru, dia mengurungkan niatnya untuk menjauhkan vino dari dara.


"Jangan sekarang.. nanti saja kalau sudah porseni berjalan" gumam dalam hati mauza


"Gue yakin raa.. lo pasti jadi milik gue lagi.. gue janji gak bakalan buat lo sedih lagi.. gue janji ra.." mauza berteriak kencang di atas motornya membuat semua pengendara lain memperhatikan mauza sangar frustadi saat itu


"Dara putri ayulandari.. maafin gue" mauza berucap itu berulang kali untuk sekian kali nya dan tak berhenti menyebut nama dara tersebut


lanjut jangan nih?...