MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
LIBURAN PART 2



Angga menatap dirga karena botol menunjuk ke arahnya. Dirga membuka kertas yang diambilnya dalam botol


"Eliysa"


"Waahhh lo salah orang dir kalo mau ditanya sama gue" Ucap eliysa


Dirga menajamkan penglihatannya ke arah eliysa dan menunggu eliysa memberi pertanyaan


"Siapa diantara kita semua yang lo benci?" tanya eliysa


Dirga membuang nafas nya kasar dan melihat ke arah ayu, ayu menatap heran kenapa dirga memperhatikan nya seperti itu


"Untuk saat ini gue benci ka angga. Karna gue baru tau kalo dia mantan ayu" ucap dirga terdengar seperti benar benar ssngat membenci angga


"Woohhh santai adik.. gue udah gak ada apa apa kali.. lo baper amat" sambil memetikan jari ke arah dirga. Ayu mentap heran mengapa dirga sebegitu membenci angga padahal jelas jelas itu hanyalah masa lalu.


Permainan dimulai dirga memutarkan botolnya dan berhenti tepat di depan viola


"Sial deh kaya nya gue ko dapet nama lo sih" ketus viola sambil melempar kertas nya ke depan aduy


"Oh dapet nama gue"


"Hemm pertanyaan yang sangat simple.. Lo udah pernah pacaran belum? Kalo udah sama siapa? Kalo belum lo pernah jatuh cinta sama siapa?"


"Tuhkan sebel gue.. pertanyaan lo tuh iyaa" sambil memijat dahi nya


"Gue gak pernah pacaran dan gue gak pernah jatuh cinta. Puas lo"


"Gak mungkin lo gak pernah.. Atau jangan jangan lo jatuh cinta sama gue?" Sahut aduy


"Gue pilih pilih kali cari cowo juga bukan modelan kaya lo kodok zuma"


"Asemm emang iya itu mulut"


Semua yang ada diruangan tertawa terbahak bahak melihat tingkah mereka berdua


"Awas ya nanti lo jatuh cinta lagi sama aduy" ucap angga.


"Amit amit" sambil mengetuk tangannya ke dahi


Viola memutarkan botol nya dan berhenti ke arah ryan


"Ayu"


"Gue? Aduh apa iyaa gue belum kenal ka rian"


"Kakak pernah naksir sama adik kelas gak? kan angkatan kita tuh banyak yang cantik cantik" tanya ayu


"Hemm pernah.. Gue suka sama cewe waktu itu ketemu pas dia lg di UKS dan gue ada sebelahnya. Gue suka pandangan pertama cuman gue mundur pas tau dia udah punya pacar. Disaat gue tau mereka udah putus terus gue cari tau tentang dia ternyata gue kalah start.. dia udah deket sama cowok lain"


Rian menatap ayu.


Ayu tau siapa cewek yang ka rian suka karena pada saat itu ayu melihat ka ryan ada di tempat yang sama. Dara.. iya dara cewek yang ka rian suka, di ruang UKS ayu melihat ka rian bersebelahan dengan dara dan pada saat dara memutuskan mauza, rian berdiri dibelakang vino menyaksikan kejadian itu.


Ayu mengangguk kepada rian mengerti siapa yang di maksud. Dara tidak mengetahui itu dia hanya menatap vino dan tersenyum.


"Tragis sekaliiii gue ikut prihatin yaa rian" ucap oki sambil terkekeh


"Sialan"


Rian pun memutar botolnya dan berhenti didepan mela


"Chandra"


Lama mela berpikir ingin menjadi siapa saat itu.Dan..


"Gue pengen jadi ayu.. Dia tuh bener bener periang gak pernah nunjukin kalo dia sedih mental nya kuat banget.. kalo ngomong berani gak mandang usia.. Gue pengen jadi ayu karna dia apa ada nya gak terlalu kaku kaya dara yang cantiknya kebangetan.. gak **** kaya elysa.. gak polos banget kaya meika.. gak pedes kaya viola.. dan gak cengeng kaya lo" jawab mela sambil menunjuk chandra


"Gue lagi yang kena hemm" sambil memutar bola matanya


Mela memutarkan botol nya dan berhenti tepat kelada vino, vino tersenyum melihatnya


"Meika"


Meika kebingungan mendengar nama nya disebut


"pertanyaan nya gini.. Gimana reaksi kakak kalo kakak tau ada orang yang kakak kenal suka sama dara" ucap meika sambil menatap vino lalu ke dara dan berhenti di rian. Yapss meika orang yang sangat pandai membaca karakter orang dia gampang menebak situasi dengan cepat.


"Gue gak pernah ngelarang siapapun untuk suka atau benci sama dara..Malah gue seneng kalo banyak yang suka sama dia" ucap vino menatap dara dan meraih tangannya


"Cuma gue mau siapa pun boleh suka tapi.. jangan pernah ambil dara dari gue. Karna gue gak suka berbagi dan gue gak akan ngelepas dara gitu aja dari hidup gue" jelas vino


"Hidup bucin.. hidup bucin" teriak aduy dengan tangan kanan ke atas lantang


Vino memutar botolnya dan berhenti kepada oki


"Dirga"


"Dir tanya dir"


"Hal terbodoh apa yang pernah lo lakuin ka" tanya dirga


"Banyak banget.. Tapi yang gak pernah gue lupain itu tahun lalu waktu kita lagi manggung di sekolah, gue ngeliat vocalis gue lagi ciuman sama riri di dalam kelas padahal dia lagi di cari cari sama si renata" oki melihat ke arah vino yang melotot sampai benar bulat bulat hampir keluar


"Sorry sorry tapi kan itu hal terbodoh gue, gue gak bisa bohong vin" sambil tertawa geli oki mengingatnya


Vino menatap ke arah dara namun dara tampak biasa saja karena dia tau itu adalah bagian dari masalalu nya


"Aku gak apa apa ko kaa" dara meyakinkan vino


"Ra tangan lo kenapa?" tanya ayu heran


Dara melihat seluruh badannya merah merah dan bentol bentol sontak vino melihat ke arah dara dan kaget


"Kamu kenapa ra?" tanya vino panik


"Dara punya alergi dingin" jawab ayu


"Hayu ra gue bantu lo ke kamar" ajak ayu


Vino melepaskan jaket nya dan membalutkan ditubuh dara yang benar benar dingin. Dara hanya terdiam sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar.


"Lebih baik dara tidur dikamar 4 supaya selimutnya bisa dia pakai sendiri" Ayu dan mela pun mengangguk mengantarkan dara ke kamar


Vino yang panik langsung memakai kan kaos kaki tebal di kaki dara menyelimuti dara dengan selimut yang tebal. Ayu datang membawa air hangat serta obat. Dara memucat kedinginan dan mulai tertidur efek dari obat, teman teman yang panik satu persatu ke kamarnya masing masing termasuk para lelaki yang tertidur pulas dibawah, sekarang hanya tersisa ayu dan juga vino


"Yu lo tidur aja biar gue sama dara"


"Gue disini aja ka"


"Lo gak percaya sama gue? Gue gak bakalan macem macem"


Ayu pun mengalah dan menitipkan dara kepada vino. Ayu meninggalkan mereka berdua dan masuk kamarnya untuk istirahat. Pikiran vino kalut dan gelisah memikirkan kondisi dara yang nampak nya masih kedinginan.