
Pagi itu dara di antar silvy pergi sekolah dara terburu buru karena dia bangun kesiangan, tidak sarapan dna untungnya bi atun siap siaga langsung bikinin dara sarapan yang bisa di bawa ke sekolah.
"Di bangunin dari tadi malah bilang nanti nanti jadi nya gini kan de.. kesiangan untung belum siang banget" celoteh silvy
"Iya buu abis nya enak tidur sih"
"Pelan pelan makan nya nanti keselek sayang"
"Hem" dara sambil mengunyah makanannnya. Tidak butuh lama mereka sampai di depan sekolah dara pa dede dan juga bu santi yang bertugas di bagian depan mengatur siswa siswi nya untuk berpakaian rapih dan langsung masuk mengikuti barisan untuk segera melakukan upacara pertama setelah libur panjang.
"Dara.. tumben telat.. cepet masuk rapihin rambutnya jangan lupa topi dan dasi nya" Ucap bu santi. Dara mengangguk dan berlalu melewatinya
"Ra.. ayok buruan udah mau dimulai nih" sahut ayu. Dara pun berlari menuju kelas dengan tergesa gesa untuk menyimpan tasnya dan langsung masuk ke barisan bersiap upacara.
"Tumben banget lo telat ra" tanya meika
"Tadi aku bangun telat keenakan tidur" jawab dara sambil terkekeh
"Tadi pangeran lo nyariin.. gue jawab lo telat aja"
"Makasih iya mei"
1 jam berlalu mereka berdiri dilapangan, satu persatu murid masuk ke dalam kelas masing masing. Vino berdiri di depan kelas dara menunggu kekasihnya itu.
"Ko telat?" tanya vino
"Bangun nya telat" ucap dara sambil mendudukan dirinya di kursi depan kelas
"Iyaudah nih" sambil menyodorkan 2 buah coklat kesukaan dara
"Loh? Buat apa?"
"Buat kamu lah.. abis buat siapa lagi?"
"Makasih iya ka" ucap dara riang karena dara sangat menyukai cokelat
"Aku balik dulu ke kelas iya.. ada bu mira mau praktek.. nanti aku kesini lagi pulang sekolah"
"Iyaa.. iya.. sana ke kelas dulu"
"Sun jangan?"
"Ih kakak ini sekolah iya"
"hahaha bercanda sayang.. dadah"
"Iya"
Dara tersenyum melihat vino berlari meninggalkan nya, terlihat wali kelas nya berjalan dikolidor bersama siswa yang tepat berada di belakang nya. Dara berlari menuju kursi nya.
"Ada apa sih buru buru amat"
"Ada bu ros tuh udah dateng"
Bu ros masuk bersama dengan siswa baru, disaat bersamaan dengan masuk nya siswa baru mata dara ayu dan teman teman dekat dara otomatis langsung melotot tidak berkedip sangat sangat kaget melihat siapa yang datang.
"Pagi anak anak"
"Pagi bu..."
"Pagi ini kalian semua dapat teman baru dia pindahan dari SMA angkasa. Ayo nak kenalkan diri kamu dulu"
"Haii semua nya.. Kenalin nama aku Mauza Alfatih Ramadhan.. Semoga kalian bisa jadi teman baik saya" Ucap mauza sambil melihat dara. Dara mengalihkan pandangan nya yang kaget itu kearah yang lain
"Hah gila gila dia nekad banget ra sekolah disini" ucap ayu bisik bisik
"Bisa bisa mati berdiri aku.. aduh" Balas dara sambil ketakutan
"Mulai deh drama nya kalo tuh anak disini pasti macem macem"
"Mudah mudahan sih engga"
"Kamu duduk disana iya" tunjuk bu ros berada di paling belakang barisan dara
"Makasih bu" ucap mauza
Mauza berjalan ke arah barisan dara, ayu melotot ke arah mauza memberi ancaman jangan macam macam disini. Mauza berjalan sambil tersenyum membenci ke arah dara dan juga ayu. Mauza duduk tepat di belakang viola dan meika, bersebelahan dengan zacky teman sebangku nya.
"Ra.. gue serem dia dibelakang gue" ucap viola. Namun dara tidak berani melihat ke belakang dan menanggapi celoteh viola.
Dara
Ka.. ada murid baru di kelas aku
Vino
Cewek atau cowok?
Dara
Cowok
Vino
Vino merasa aneh karena tumben sekali dara melaporkan hal yang tidak begitu penting
Dara
Kenal
Kaka juga tau :(
Vino
Siapa?
Dara
Mauza :((
Vino kaget membaca pesan terakhir dari dara
Vino
Kamu gak usah takut sayang
Kan ada aku :*
Dara tersenyum membaca pesan dari vino
"Dara kamu kenapa menunduk?" Ucap bu ros. Sontak dara kaget langsung menyimpan HP nya ke kolong meja
"Ini bu tali sepatu saya lepas"
"Benarkan dulu kalo begitu"
"Iya bu" jawab dara sambil membetulkan tali sepatu nya yang memang kebeneran lepas dan melanjutkan belajar.
teeetttt teeetttt teeetttt
Bel istirahat berbunyi
Dara dan teman teman nya memilih didalam kelas karena jam istirahat pertama kantin pasti penuh dan sesak. Mauza berdiri dari kursi nya dan menghampiri meja dara dan ayu disana ada meika viola dan dirga juga yang sedang menikmati bekalan dara dari bi atun tadi pagi.
"Ra.." Panggil mauza
"Iya" jawab singkat dara
"Gue mau minta maaf" ucap mauza tulus sambil memperhatikan dara. Dirga melihat heran kenapa anak baru itu seperti nya sangat akrab dengan dara.
"Udah gue maafin" jawab dara tanpa melihat mauza
"Gue gak mau lo musuhin gue"
"Aku gak pernah musuhin siapa pun"
"Kalo lo gak musuhin gue dan maafin gue kenapa lo gak bales pesan gue"
"Karena dara udah punya cowok lahh" Ucap ayu dengan kesal dan mauza menyerngitkan dahinya. Dan dirga makin penasaran kenapa ayu pun ikutan kesal kepada anak baru itu.
"Ra.. Gue mau ngomong" pinta mauza
"Ngomong aja disitu ngapain harus izin segala.. kan dari tadi lo udah banyak omong" Putus vino sambil masuk kedalam kelas dan berjalan menghampiri dara. Dara berdiri dan langsung menghampiri vino, mauza hanya mematung disana.
"Kata nya mau ngomong.. sok aja mau ngomong apa?" ketus vino
"Gue cuman punya urusan sama dara"
"Urusan dara berarti urusan gue juga"
Mauza sadar dia akan tetap kalah karena dara lebih memilih vino saat itu, dan dia sadar vino adalah kakak kelas nya. Mauza yang kalah telak dia langsung pergi keluar. Vino duduk bergabung bersama teman teman dara yang lainnya.
"Ayy kamu kenal sama anak baru itu" tanya dirga
"Kenal lah dia dulu satu sekolah sama aku"
"Ko dia cuman pengen ngobrol sama dara bukan sama kamu juga"
"Kan mereka yang punya urusan"
"Urusan apa?"
"Urusan hati.. Si kadal bintit itu mantannya dara" ucapan ayu membuat dirga kaget
"Oh yang kamu ceritain itu dia orangnya"
"Iya mantan dara kan cuman 1 iya dia doang"
"Udah deh ngapain bahas yang gak penting" sambung dara
"Ada yang cemburu nih kaya nya" goda meika kepada vino
"Enggak lah ngapain cemburu sama yang bukan level gue" sambil mengangkat bahu nya vino meledek mauza. Dara hanya tersenyum melihat kelakuan sahabat dan pacarnya yang sangat konyol itu. Mereka tertawa lepas sambil bercerita kejadian kejadian dirga pada saat kecil dan hidup di desa.
Berbeda dengan kondisi mauza yang sedang kesal karena jauh dari kata dia bisa mendapatkan hati dara kembali. Dilihat dara semakin dekat dengan vino dan vino selalu mengawasi dara setiap hari nya.