MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
MERASA BERSALAH



Dara sarapan bersama silvy dan membuka ponselnya yang dari tadi terus bergetar. Sontak saja kaget dengan mulut yang terbuka lebar juga mata yang membulat sempurna melihat ke aras ponselnya.


"Sayang makan nya pelan-pelan jadi ke sedak kan" silvy memberikan satu gelas air minum penuh dan langsung habis seketika oleh dara.


**CHEERFULL (7)


Ayu**: Guys tadi aku dapet kabar dari dirga katanya si mauza kecelakaan. Tangan nya patah tengkorak kepala nya retak sama motor nya hancur. Dia tabrakan sama mobil truck, kecelakaan nya sekitar jam 12 Malam.


Mela: Ya ampun dia ngapain malem-malem masih keluyuran.


Meika: Ay lo nanti di kelas tagihin kas buat nanti pulang sekolah nengok mauza bareng-bareng


Ayu: Si dara pasti belum baca deh maka nya gak bales


Viola: Di silent kali ponselnya


Ayu: @meika iya mey gue mau ambil kas biar bisa nengokin langsung


Pesan belum terbaca sebelumnya (149)


Dara langsung menutup ponselnya dan bergegas pergi ke sekolah untuk memastikan kabar yang dia terima tadi pagi.


"Lalu maksud cahya ngirim pesan ke gue apaan?" gumam dalam hati dara sambil bertanya-tanya


"Kamu kenapa sayang?" silvy memastikan keadaan anaknya yang dari tadi di meja makan mendadak diam seperti sedang berfikir


"Dara dapet kabar dari temen-temen katanya mauza kecelakaan bu.. semalem dara perlakukan mauza kasar.." ucap dara menyesal


"Kasar gimana sayang?"


"Iya gitu bu.. Dara ngerasa risih kalo mauza terus datang dengan harapan mau maafin dia, padahal dara udah maafin dia bu. Dara gak mau dekat sama mauza malah jadi seakan-akan dara ngasih harapan bu.. dara gak mau nyakitin siapapun.." dara lemas


"Ibu tau sekarang.. tapi nak kalau kamu engga mau ngasih harapan apapun sama mauza, kamu harus ngomong baik-baik jangan malah mengacuhkan gitu aja. Gini aja, nanti pulang sekolah kami tengokin mauza dan minta maaf atas sikap kamu sayang" dengan mengelus rambut dara dengan lembut.


"Sekarang masuk dulu gih jangan jadi pikiran nanti belajarnya gak konsentrasi"


"Iya bu.. ibu juga hati-hati iya.. dadah" dara turun dan melambaikan tangan kepada silvy. Dara segera berjalan dengan cepat menuju kelas nya, dilihat kelas dara sedang berkumpul pada satu titik di bangku zacky yang memperlihatkan keadaan mauza semalam.


"Dara, lo harus liat deh.." ucap meika


"Gak mau gue ngebayangin nya aja udah ngeri.." dara merinding membayangkannya.


"Ra.. kemaren gue nganterin mauza beli bunga sama kado buat lo, terakhir gue telepon dia masih nungguin lo pulang.. Bukan elo kan yang ngebuat mauza kecelakaan" tanya zacky sedikit menyelidiki. Semua mata tertuju pada dara yang masih terdiam mematung di meja nya, dan dia mengeluarkan ponsel menunjukkan isi pesan dari cahya.


"Gue gak tau ky.. sikap gue yang mana yang ngebuat mauza marah, gue cuman gak mau dia terus ngerasa bersalah sama apa yang udah dia lakuin waktu dulu. Gue cuman gak mau ada kesalah fahaman antara gue sama ka vino. Gue pengen berdamai sama masa lalu dan gue gak mau mauza pun terus ngerasa bersalah terhadap gue"


"Kalo emang kecelakaan mauza itu akibat gue, dan terbukti itu karena gue. Lo semua boleh benci sama gue tanpa alasan" dara berlari keluar kelas karena dia tidak tahan dengan pandangan se isi kelas seakan menduga dara penyebabnya.


"Kita gak tau kan apa yang terjadi sebelumnya, lo semua gak berhak nge intimidasi dara dengan tatapan kaya gitu. Itu murni kecelakaan karena mauza sendiri, gak usah ngehakimim dara seolah jadi pelaku utama nya. Dan lo zacky.. lo juga gak perlu nanya kaya gitu ke dara di depan semua orang, sama aja lo nuduh dara" teriak ayu dan menunjuk zacky. Semua yang berada disana langsung bubar kembali ke meja masing-masing.


Dara berlari menuju toilet untuk menenangkan dirinya, ayu dan yang lain menyusul mencari dara. Namun, mereka berpapasan dengan vino. Vino menanyakan keberadaan dara dan mereka bungkam karena memang tidak tahu keberadaan nya dimana sekarang. Ayu menceritakan sesuatu yang terjadi pada dara dan juga mauza, vino menarik nafas nya dalam-dalam dan pergi meninggalkan ayu berserta yang lain.


"Ka vino.. dara ada didalam lagi nangis di lorong 2" ucap salah satu siswi bernama melati


"Makasih iya.." vino berlari menuju toilet lorong 2 dan langsung mengetuk pintunya, terdengar isakan tangis dara yang tak henti.


"Ra..dara..ini aku sayang" ucap vino sambil mengetuk pintu toilet itu


"Keluar dulu.. kita ngobrol diluar jangan disini aku malu diliatin cewek cewek" vino menjadi pusat perhatian karena dia satu-satu nya cowok yang ada disana. Dara pun keluar dengan menundukkan wajah nya lalu di susul oleh vino dibelakangnya. Vino membawa dara ke kantin untuk menenangkan hatinya.


"Minum dulu ra.." vino menyodorkan teh manis yang telah dipesannya itu


"Udah jangan di pikirin ra.. kan bukan kesalahan kamu, apa yang terjadi sama mauza itu murni kecelakaan bukan karena kamu ra.." vino menggenggam tangan dara


"Iya ka.. tapi aku ngerasa jadi pelaku nya waktu teman-teman sekelas ngelihat kebarah aku kaa.."


"Gak usah ga enak gitu ra.. kan kamu emang gak salah, beda cerita nya kalo mauza bunuh diri.. udah jelas itu penyebabnya kamu. Tapi kan ini murni kecelakaan" dara hanya terdiam mendengarkan vino


"Iyaudah habisin minum nya udah gitu kita ke kelas, bentar lagi bel masuk tuh"


Vino mengantarkan dara menuju kelasnya, memastikan keadaan dara baik-baik saja. vino tidak mau terjadi apa-apa pada kekasihnya itu.


"Makasih iya kaa..."


"Sama -sama.. iyaudah masuk sana, nanti pulang sekolah kita jenguk mauza kerumah sakit"


"Gak usah ka.. Aku sama yang lain aja, kakak kan ada bimbel aku takut ganggu"


"Gak apa-apa ko ra.. sehari gak bimbel gak bakalan rugi.. Tunggu dikelas jangan kemana mana nanti aku kesini.. bye" vino melambaikan tangannya dan dara pun masuk ke dalam kelasnya.


Semua murid menunduk saat dara masuk kedalam kelas merasa bersalah telah menatap dara tadi seakan dara penyebabnya.


"Ra.. maafin gue, gue gak maksud kaya gitu tadi" zacky mengulurkan tangannya seraya minta maaf


"Iya gak apa-apa ky.. gue aja yang baper" dara pun membalas uluran tangan zacky


"Lepasin kali.. lama amat" ucap ayu melepaskan tangan zacky dari dara.


"Pantesan si mauza tergila-gila sama lo, tangan lo lembut banget"


"Gue timpuk juga nih pake buku" teriak ayu


"Dir.. serem amat cewek lo" setengah berlari menuju meja nya, dirga hanya tersenyum ke arah ayu yang sedang melototi dirinya.


"Pulang sekolah gue mau jenguk mauza bareng ka vino, lo mau ikut?"


"Kita semua mau kesana ra.. sama zacky juga dirga, emang ka vino gak kenapa-napa ra? tadi gue ngeliat tatapan marah dari mata ka vino. Mungkin dia khawatir sama lo"


"Gak apa-apa ko, justru ka vino yang nawarin diri buat ngejenguk mauza"


"Iyaudah ayo bareng-bareng aja iya"