
Pagi itu dara datang dengan membawa 2 tas jingjing yang berisikan perlengkapan untuk tampil nanti siang. Dara sangat mempersiapkan semuanya dengan matang membawa baju yang akan di pakai yang sangat cocok digunakannya, masuk ke dalam kelas keadaan kelas sudah ramai dan gaduh. Sedangkan di lapangan sudah banyak para panitia mempersiapkan untuk memulai acara nya.
"Bawa apaan ra ampe banyak gitu" tanya ayu
"Gue bawa perlengkapan make up rambut sama baju aja udah kok gak banyak"
"Nanti gue mau lo dandanin iya ra"
"Lo bawa baju ganti?"
"Bawa dong.. kan biar samaan sama lo"
"Ra... gue gak mau pake dress iya.. pake kaos senada aja warna nya" viola memang tidak mau feminim
"Iya gapapa ko yang penting warna nya samaan"
"untung warna item.. kalo pink lo pasti gak mau pake kan" sanggah ayu
"Langsung mending gue izin gak masuk aja sekalian"
viola
Dara dan para sahabatnya berkumpul di satu baris meja bersamaan melihat dara sedang GR dengan hendri, semua mata tertuju pada pintu melihat seseorang dengan wajah baru nya begitu tampan tidak seperti biasa nya. Wajahnya benar benar fresh rambut yang rapih bergaya potongan old school memakai baju polo shirt hitam dan celana pendek dengan membawa gitar di belakang punggung nya benar benar sangat tampan.
"Tumben lo mandi za" tanya meika
"Biasa nya lo kucel lusuh engga fresh" viola. Mauza mengabaikan setiap pertanyaan teman teman dara itu. Dara yang belum sadar dengan kehadiran mauza yang mencuri perhatian teman temannya itu karena dia sedang berbincang dengan hendri.
"Buat lo" mauza memberikan box cokelat yang sangat terkenak dengan rasa enak nya itu kepada dara, dara hanya melirik tanpa menerima ataupun menolak pemberiannya.
"Ambil" sambil mendorong box itu merapat ke tubuh dara
"Gue gak butuh cokelat dari lo" dara berdiri berniat meninggalkan mauza
"Oh lo mau nya di paksa kaya gini" mauza mencengkram lagi tangan dara sampai mendekati tubuhnya, mereka sangat dekat hingga dara tak bisa bernafas. Dara mendorong tubuh mauza kasar sampai hampir terjatuh
"Ke satu gue gak suka cowok kasar kaya lo" sambil menunjuk ke arah tangan dara yang memerah
"ke dua gue gak suka cowok yang gak tulus minta maaf padahal dia salah"
"Ketiga gue gak suka cowok yang ngulangin kesalahan yang sama"
"Ke empat maaf gue gak bisa lo beli sama barang. Ngerti?" dara benar benar marah saat itu kepada mauza. Mata nya membulat dan merah menahan tangis oleh sikap kasar mauza.
"Ra..." mauza memanggil dara yang pergi entah kemana bersama ayu dan teman temannya
"Za udah za bentar lagi kita mau manggung gue gak mau penampilan kita berantakan cuman gara gara masalah kaya gini" mauza berdecak kesal. Dan menenangkan dirinya, mauza kesal karena telat bersikap kasar kepada dara lagi.
Dara pergi bersama teman temannya ke kantin untuk menjauh dari mauza. Mencari tempat yang lebih aman dan tenang untuk sementara. Dara sangat kesal atas sikap mauza yang seperti itu.
"Baru gue puji dia ganteng ehh malah banyak tingkah.. heran gue dia bucin banget sama dara" meika
"Nama nya juga penyesalan iyaa datengnya terlambat" ayu
"Lagian nih iya ra.. cowok kaya mauza tuh gak bakalan ada cewek yang bertahan lama.. mantan aja dikasarin apalagi pacarnya kalo punya salah.." viola
"Kaya nya dia masih sayang banget sama lo" meika
"Gak tau dan gue gak mau tau. Bodo amat lah.. sikap dia tuh ngeganggung banget" ucap dara sambil memijat keningnya
"Udah udah jangan bahas si kadal bintit yang ada malah gak selera makan" ayu
"Abis ini kita make up an kan" meika
"Dandan terus....." viola
"Biarin" meika merucut kan bibir nya. Disaat mereka sedang menikmati makannya aziz dan dwicky datang menghampiri mereka.
"Ra.. abis ini latihan lagi iya.. buat ngepasin semua nya" aziz
"Vi.. bagi dong.. suapin" dwicky
"Beli lah..."
"Pelit amat vi.."
"Gak mau bekas mulut lo"
"Wangi ko vi.."
"Ogah ah mulut lo bau wipol" ayu menyemburkan minuman nya karena tak kuat menahan tawa
"Emang gue lantai vi.."
"Iya lantai kamar mayat.."
"Kalo gue lantai kamar mayat.. lo keranda nya iya"
"Iya gue keranda nya.. tapi lo mayat pertama yang gue bawa.. gue buang lo di tengah jalan.. hanyut hanyut.."
"Jahat banget vi.."
"Bodo ahh" sambil mengunyah makanan nya. Dara pun kembali ke kelas untuk latihan bersama yang lainnya. Dara fokus bernyanyi mauza terus memperhatikan dara.
Sedang apa dimana...
dan bersama siapa...
bila kau tiada
hampa dan sepi yang kurasakan..
"Fokus woy fokus" bisik dirga kepada mauza. Mauza hanya melirik ke arah dirga.
"Yuk siap siap kita mulai persiapan untuk tampil" dirga berteriak.
Dara menutupi pakaian yang ia kenakan nanti dengan jaket berbalut panjang dan mulai merias dirinya bersama teman teman yang lain, rambutnya yang lurus di buat bergelombang. 2 jam berlalu dara sudah menyelesaikan riasan nya memakai perlengkapan untuk tampil dengan sempurna, teman temannya merasa takjub dengan polesan tipis natural namun tetap cocok dengan wajah dara rambut yang sedikit bergelombang membuat kesan menarik hari ini balutan dress dibawah lutut dengan sopan dan sepatu flatshoes yang sedana dengan dress tersebut. Mauza tak berhenti menatap dara yang sangat cantik siang itu, dia mencoba mendekati dara yang berdiri berjalan ke arah pintu untuk bertemu seseorang. Vino yang datang ke kelas ingin melihat dara terlebih dahulu dan mauza membelokan arah jalan nya menuju zacky yang sedang duduk di meja guru sambil mendengarkan musik.
"Cantik banget..." puji vino
"Nanti banyak yang naksir lo.."
"Gak mungkin.. kan ini di jidat udah ada tulisannya.. punya vino baehaqi rachman"
"Bisa aja.."sambil mencubit pipi dara
"Menjijikan" ucap dalam hati mauza sambil menatap dua sejoli itu.
"Aku tunggu di atas diruang multimedia iya sama yang lainnya"
"Aku malu kaa..."
"Jangan malu.. cantik gini masa malu.." sambil mengecup kedua tangan dara
"Aku duluan iya ra.. mau bawa kamera dulu mau fotoin bidadari.."
"Apa sih kaa.. iyaudah dadah"
"Kalo mau pulang kabarin"
"Iyaaa..." ucap lembut dara sambil melambaikan tangannya
"Dara.. 10-2 manggung 10 menit lagi iya.. kita tunggu di back stage" ucap shinta panitia osis
"Makasih iya"
"Guys kita udah di tungguin di back stage sama panitia" panggil dara kepada yang lain. Semua teman temannya berhamburan keluar untuk mendukung perwakilan kelasnya tersebut.
"Kita berdoa dulu guys biar semua nya lancar..." ucap dirga
"10-2" teriak dirga
"Sukses"
Dara sangat nervous tangan nya dingin bercampur malu namun teman temannya memberi semangat untuk tidak gugup.
"Lanjut gak nih.." ucap Nada dan rangga sebagai MC
"Lanjut" teriak semua siswa
"Band selanjutnya ada dari 10-2 nih.. ada yang tau gak siapa coba nanti yang bakalan nanyi.."
"Dara? Emang kalian tau?"
"Tau....."
"Oh siswi 10-2 yang cantik itu iya"
"Iyaaaa....."
"Iyaudah tanpa menunggu waktu lama kita sambut... 10-2 ada dwicky aziz hendri mauza dan.... spesial guest kita... DARA ....." semua bersorak memanggil nama dara
Dara...dara...dara...dara...dara...dara...
"Waw... pantesan iya kalian gak sabar nungguin 10-2 manggung orang cantik gini vocalis nya"
"Jangan di ganggu ka rangga.. udah punya doi loh.. itu tuh vocalis band nerf"
"Haduh vino.. lo saingan gue"
"Gak level" teriak vino dan mereka tertawa
"Jadi kalian mau bawain lagu apa aja?"
"Kita mau bawain lagu ku cinta nanti sama berharap tak berpisah"
"Sok atuh di mulai iya dari sekarang... 3...2...1..." suara drum memulai diketuk, musik mulai bergema dan suara teriakan dibawah sana terdengar dengan jelas.
*Cintaku inginkan kau menjadi milikku
Cintaku tak perlu ku ungkap kepadamu
Namun perasaan ku jadi tak menentu
Karena kau selalu ada di benakku
Sedang apa dimana
Dan bersama siapa
Bila kau tiada
Hampa dan sepi yang kurasa
Bila tak bersamanya
Hati ini selalu bertanya
Adakah rasa ini sama
Mungkinkah kau juga cinta
Andaikan rasa ini bisa ku ungkapkan
Mungkin akan membuatmu luluh dan berkesan
Tapi ku tahu ini belum lah saatnya
Cukup kupendan dan merindu dalam diam*
Dara membawakan lagu penuh dengan penghayatan dan sukses menghipnotis semua penonton yang ada disana. Vino mengacungkan jempol diatas sana bersama aduy dan rian yang tersenyum ke arahnya.
"Lagu kedua aku pengen kalian ikut menikmati lagu nya iya"
*Ingatkah kan dirimu
Yang pernah menyakiti aku
Kau kecewa kan aku
Tapi ku maafkan salahmu
Kini berganti kisah
Ku menyakiti dirimu
Namun apa yang terjadi
Kau meninggalkan ku
Izinkan aku
Untuk terakhir kali nya
Semalam saja bersama ku
Mengenang asmara kita
Dan aku pun berharap
Semoga kita tak berpisah
Dan kau maafkan kesalahan
Yang pernah ku buat
Ku tau kau begitu mudahnya
Berfikir hanya dalam waktu yang sekejap mata
ku tau hanya bibirmu yang bicara
Tapi hati kecilmu
Masih mencintaiku*
Semua siswa berlompat menikmati alunan musik nya dara pun tanpa canggung mengeluarkan semua suaranya. Sangat ramai dan seru saat mereka di atas panggung, dara fokus ke arah vino yang tersenyum kepadanya.
Lagi..lagi..lagi..
Sorak dari penonton saat musik sudah berhenti, rangga dan nada kembali ke atas panggung dengan penuh ceria
"Menghibur banget iyaaa... terimakasih kepada dara dan teman teman yang 10-2.. Byeee" dara pun turun langsung disambut oleh teman temandan memeluknya penuh dengan rasa bangga
"Goodjob raaa.. gue bangga sama lo" meika
Dara balik ke dalam kelas disana sudah berdiri vino sambil membawa kamera nya memberi tepuk tangan atas penampilan yang menakjubkan itu.
"Keren..keren.. sumpah.. semua yang ada disana bergoyang kaya goyang karawang"
"Kakak rekam semua nya?"
"Iya dong..."
"Aku nanti minta iya.."
"Ada syaratnya..." bisik vino
"Apa kak?"
"Cium..."
"Ih mesum". dara pun membuka satu persatu hasil jepret vino yang hanya fokus kepada dara.
"Pulang ini mau kemana?" tanya vino
"Hem aku pengen nonton"
"Ayo.. Aku bilang dulu sama bunda"
"Iyaudah aku masuk kelas dulu iya kaa.. gak enak sama yang lain"
"Iya udah sana gih.. dadah"
Dara masuk dalam kelas yang ramai berkat penampilan tadi yang sangat memukai perhatian. Mauza hanya diam seribu bahasa tanpa berbicara sedikitpun
"Akhirnya kita udah menyelesaikan semua perlombaan hari ini .. mau menang atau kalah kita tetep solid iya" ucap dirga
"Terimakasih dara aziz dwicky hendri dan juga mauza yang telah bekerja keras buat kita semua"
"Makasih juga buat kalian yang nenangin hati aku" ucap dara lirih dan teman teman dara memelum dara dengan erat