
Dara yang sedang duduk bersama teman-teman nya menyaksikan aktivitas disana tiba-tiba melihat vino berlari ke arahnya dengan terburu-buru sambil tersenyum manis.
"Nih buat kamu.." ucap vino sambil memberikan setangkai bunga mawar merah kepada dara
"Loh ko buat aku?"
"Ucapan terimakasih aku buat kamu.. Udah bikin hari-hari terakhir aku disini makin indah"
"Uwuuuu so sweet...." ucap dari para sahabat dara
"Sama-sama kaa..." sambil mengambil bunga itu dan tersenyum malu
"Vin....." panggil seseorang disebrang sana
"Bentar iya ra.. aku kesana dulu" vino pergi meninggalkan dara bersama para sahabatnya untuk menghampiri seorang wanita yang berdiri disebrang lapangan
"Siapa?" Gumam dalam hati dara
Dara melihat vino memeluk perempuan itu yang sedang menangis berbicara seperti benar benar memang serius sekali, terlihat vino mengelus airmata nya dan menepuk pundak perempuan itu. Entah apa yang mereka bicarakan dara tak berfikir negative karena dara tau vino pasti tau apa yang harus dia lakukan untuk menjaga hati dara, terlihat vino berdiri lalu perempuan itu memeluk vino sambil duduk dan vino terus menenangkannya.
"Dia siapa ra? Lo kenal?" Tanya ayu dan dara pun menggeleng
"Mungkin teman nya yang dekat dengan ka vino" sambil menatap ke arah mereka
"Itu kan ka riri ko sama ka vino? Itu loh ra.. yang oki ceritain waktu main truth or dare di villa" ucap viola
"Kok lo tau vi?" Tanya ayu
"Waktu itu gue lagi makan sama aduy di kantin.. tiba-tiba cewek itu nyariin ka vino nanya ke aduy pas gue liat name tag nya nama nya "Riri Azzahra" gue tanyain siapa nya ka vino terus si aduy bilang kalo riri tuh suka banget sama ka vino cuman gara-gara sesuatu mereka gak mungkin bisa bareng-bareng.. dulu sebelum ka vino pacaran sama dara.. ka vino sering banget ngobrol sama riri" jelas viola
"Kok lo baru bilang sekarang..." Tanya ayu heran
"Gue baru keingetan hari ini.. sorry" sambil mengatupkan kedua tangannya
"Oh cuman teman.. gue sih gapapa cuman pengen tau aja siapa.." ucap dara
"Tapi ra.. semua anak-anak band NERF tau banget ka vino sayang banget sama lo.. Mereka gak pernah ngeliat ka vino setotal itu sama cewek kecuali ke elo"
"Dan.. lo tau gak ra.. ka ryan suka sama lo.. waktu itu pernah bilangkan dia suka sama seseorang dan itu elo ra.. Ka vino pun tau sebenernya ryan suka sama lo udah lama cuman karena ka vino emang udah jadian sama lo.. Ka vino pura pura aja gak tau padahal dia tau biar tetep ngejaga pertemanannya aja.. gue tau semua dari ka aduy" Dara langsung terdiam mendengar itu, bukan karena dia tidak bisa bersama ryan hanya saja dia tidak membayangkan betapa hati vino terluka dan menahan semua itu ditambah lagi dara sekarang satu kelas bersama mauza.
"Lo udah jadian vi sama ka aduy" tanya meika
"Engga.. gue sama aduy iya gini aja.. enakan temenan sih dari pada ada ikatan kaya nya"
"Friendzone dong vi"
"Gapapa lah gue males berkomitmen..."
"Jahat emang lo..."
"Lah dia nya aja gak pernah nanyain apa-apa ngapain gue harus repot iya kan.."
"Iya juga sih.."
Mereka masih berlanjut bercerita tertawa dan bercanda di pinggir lapang sampai dara terlupa dengan ka vino. Vino yang selesai berbicara dengan riri langsung menghampiri dara dan tersenyum ke arahnya.
"Ra.. pulang yuk..udah malem ini" aja ka vino dan dara pun mengangguk
"Aku ambil tas dulu di dalem kelas iya.."
"Gue duluan balik iya guys.. sampe ketemu hari senin" pamit dara kepada para sahabatnya itu.
Dara dan vino pun langsung menuju ke tempat parkiran untuk mengambil kendaraannya.
"Mau makan dulu atau langsung pulang nih?" Tanya vino sambil menggenggam erat tangan dara
"Pulang aja yuk ka.. aku cape.." Dara terdiam sepanjang perjalanan, vino yang sadar atas diamnya dara langsung menjelaskan secara detail kepada dara
"Tadi itu nama nya riri.."
"Iya tau..dia yang suka sama kakak dari dulu" potong dara dengan ketus
"Tapi kita gak ada hubungan apapun ra.."
"Kok bisa ciuman kalo emang gak ada apa-apa?"
"Aku sama dia terbawa suasana ra..gak ada hubungan apapun.. Aku gak pernah ngelakuin itu.. cuman sekali seumur hidup dan gak akan pernah lagi ra.."
"Kan bisa aja terjadi karena memang terbawa suasana"
"Ra.. aku kalo udah ada komitmen sama seseorang pasti ngejaga jarak dengan siapapun ra.."
"Jaga jarak tapi peluk-pelukkan iya"
"Dia minta di peluk untuk terakhir kalinya ra.. karena dia baru saja kehilangan ibu nya.. dia gak bisa cerita sama oranglain kecuali ke aku..karna gak ada orang yang bisa dipercaya sama dia ra.." mereka pun sampai di depan rumah dara
"Ra.. kamu gak percaya sama aku?"
"Mending di depan kali ra.. dari pada di belakang nama nya pengkhianat dong"
"Iya deh.. Aku masuk dulu iya ka.. capek nih pengen istirahat dulu.."
"Iya sayang.. aku pamit duluan iyaa.." vino mencium kening dara dengan sangat lembut dan dara pun masuk ke dalam rumahnya dengan begitu lelah setelah beraktivitas seharian.
**********
Vino
Ay buat rencana besok udah pada siapkan?
Ayu
Udah gampang
Anak-anak udah dirumah gue sekarang
Vino
Sip kalo gitu
Ini aku lagi mau telepon ibu nya dara
Ayu
Baik
Vino langsung merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel miliknya, dia sempat mengambil nomor silvy di ponselnya dara. Meneleponnya untuk memberi tahu rencana nanti malam yang dibuat oleh vino dan temannya meminta silvy membantunya memberikan kejutan kepada dara
************
Dara masih kesal dengan perilaku vino tadi bersama dengan riri, dia cemburu hanya saja tak berani mengatakan yang sebenarnya. Seusai membersihkan diri dara turun untuk menemui silvy yang sedang duduk di meja makan bersama bi atun.
"Bu besok kita jadikan pergi ke puncak bersama?" Ajak dara
"Jadi dong sayang... bener cuman kita berdua aja disana?"
"Bi atun mau ikut juga ayok.."
"Engga ah neng bibi besok mau beresin gudang biar rapihan dikit"
"Hem.. berarti cuman kita aja nih iya bu.. ka fandy gak akan pulang?"
"Kaya nya sih nyusul coba nanti ibu tlp lagi iya sayang..." dan berlalu meninggalkan dara disana bersama bi atun
"Bu.. malam ini dara pengen tidur sama ibu" dengan suara manja nya. Dan disambut peluk hangat oleh silvy. Mereka tidur bersama dalam pelukan hangat ibu dan anak, seperti kembali pada masa dahulu.
Silvy melihat dengan penuh kesedihan, dara yang dibesarkan nya sudah se dewasa ini menjadi anak yang baik cantik juga pintar anak yang sangat kuat mandiri serta rendah hati. Dara dari kecil sangat tidak bisa jauh dari silvy sekarang dia besar menjadi anak yang dewasa mengerti akan keadaan ibu dan kakak nya. Dara anak kecil kesayangannya tumbuh dengan cepat, tak terasa bulir air mata turun dari mata silvy membayangkan kepedihan dahulu dia harus membangun semua nya dari nol bersama anak-anaknya menjadi wanita super kuat demi bertahan.
"Dara maafkan ibu.. maafkan ibu nak..suatu saat nanti kau akan mengerti mengapa ibu berlaku seperti ini.. hanya untuk kalian anak-anak ibu.." gumam dalam hati silvy dan mencium kening dara.
****************
Dara bangun sudah tak melihat silvy disisinya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, Dara pun turun mencari silvy.
"Bi... ibu kemana?"
"Ibu ada di kamar neng lagi beres-beres..."
"Beres-beres?" Dara langsung menaiki tangga dan menuju ke kamarnya
SUUPPRRIIEESSSSS
Teriak dari para sahabatnya vino dan juga silvy. Dara benar-benar kaget tidak terfikirkan akan mendapatkan kejutan dari mereka semua.
Saat pagi buta tadi ayu vino dan yang lain menuju kerumah dara untuk menjalankan misi membuat kejutan kepada dara, ayu mendekor kamar dara menjadi banyak lampu LED kerlap kerlip banyak foto yang dia pasangkan di sudut tembok berisikan foto kebersamaan mereka kurang dari 1 tahun ini, balon yang terbang dilangit langit kamarnya ada kue cokelat kesukaan dara tidak lupa sebucket bunga mawar merah besar dari vino dan banyak hadiah di atas tempat tidur dara dari vino dan juga para sahabatnya itu.
"Tiup dong lilinnya.. malah jadi patung" ucap ayu. Dara pun mendadak jadi lupa karena dia benar-benar kaget sekali,Dia meniup lilin dan juga berdoa dalam hatinya.
"Selamat ulangtahun ra..Nih ambil dong ra berat..." ucap vino kewalahan.
"Makasih..Gede banget ka..."
"Ini mah kecil ra.. yang besar tuh cinta aku ke kamu"
Uwuuuu sayang sayang
Yang lain ikut bersorak kepada vino
"Ibu juga ikutan?"
"Nih.. kesayangan kamu nelpon ibu buat bantuin bikin kejutan buat kamu.. selamat ulangtahun iya sayang..." sambil mencium pipi dan kening dara. Dara dan para sahabatnya bergantian berpelukan.