MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
SIAPA DIA?



Siapa dia? kenapa begitu manja kepada vino? Apa dia bagian dari masalalu nya? Entahlahh....


"Ra ngelamun aja sih.. kenapa? masih mikirin perempuan itu?" tanya ayu yang baru datang ke kelas


"Apa aku tanya langsung iya? Tapi malu ay.. malem aja aku curhat ke kamu ragu takut di ledekin"


"Yaelah ra.. pake malu segala"


"Kalo menurut gue sih wajar aja nama nya cewek kalo cemburu.. hal biasa ra.. apalagi sikap tania yang genit gitu ke ka vino.. wajar raaa.. cuman kita harus bisa ngontrol emosi kita jangan kepancing ra.."


"Kalo kepancing emang nya kenapa?"


"Kalo lo sampe kepancing kesenengan lah tu cewek.. ngerasa menang dari lo.. dia tau kelemahan lo dimana.. jadi sebisa mungkin lo harus jaga emosi lo didepan dia"


"Ohgituu iya aku ngerti"


"Jangan bikin sesuatu yang bisa bikin lo rugi sendiri"


"Iya iya" sambil mengangguk dan melanjutkan menulisnya


Mauza datang bersamaan dengan zacky, mauza tak henti menatap dara yang sedang asik menulis.


Cantiknyaa dalam hati mauza


"Awas lo kesambet za.. lama lama liatin dara kaya gitu" ucap ayu sambil melotot ke arah mauza yang berjalan menuju meja nya


"Gapapa kesurupan.. biar gue bisa nyekik leher lo itu"


"Ihh serem..." ayu bergidig dan memutarkan bola matanya


"Ay pulang sekolah ke gramed yuk" ajak dirga


"Ayo.. aku mau beli novel"


"Suka banget sih baca novel" ucap dirga sambil mengelus rambut ayu


"Gue ikut boleh gak?" sambung dara


"Lo pergi sama siapa?"


"Mei lo mau kan ikut bareng gue sama dara dirga juga kita ke gramed" ajak ayu


"Emang lo ga sama ka vino?" tanya dirga


"Ka vino ada bimbel"


"Iyaudah jadi lo sama meika?" ucap ayu


"Gue ikut dong sama chandra" pinta viola


"Gue juga mau dong sama mela" ucap elysha


"Jadi ikut semua nih?" tanya ayu


"Sorry iya dir lo gak jadi kencan berdua" kata meika sambil terkekeh


"Iya gapapa ko kan ada malam minggu"


Mereka tertawa bersama, diam diam mauza mendengar pembicaraan para sahabat nya itu. Dan mengajak zacky untuk menemani nya ke mall tempat dara dan sahabat nya itu akan pergi kesana.


Sepulang sekolah mereka pun pergi bersama, tidak membutuhkan waktu lama sudah sampai di tempat yang dituju. Satu persatu dari mereka berpencar ke setiap sudut mencari buku yang mereka cari. 1jam sudah mereka berpencar sampai akhirnya ada di barisan yang sama yaitu di kasir menunggu pembayaran.


"Ra.. lo gak bilang lagi disini?" tanya meika. Dara hanya diam dan memperhatikan gerak gerik kedua orang yang sangat dia kenal itu


"Ra samperin raa..." pinta viola sambil mengguncangkan tubuh dara. Dan dara hanya menggeleng kepala nya


"Ka vinooooo" teriak ayu menghebohkan seisi mall hingga membuat kedua nya membalikan tubuhnya melihat ke arah suara yang memanggilnya. Vino membulatkan mata nya tak berkedip melihat dara dan teman teman nya ada disana.


Dara melanjutkan makan nya tak menghiraukan apa yang telah dia lihat meskipun hati nya sangat sakit saat itu, semua sahabat nya melihat tak percaya atas sikap dara waktu itu. Vino langsung berlari ke arah tempat dara duduk meninggalkan tania yang berdiri mematung disana.


"Ra.." dara menoleh ke arah vino sambil tersenyum. Vino merasa benar benar sangat bersalah.


"Ra.. aku bisa jelasin semua nya" ucap vino sambil membungkuk kan tubuh nya ke arah dara.


"Aku yakin ka vino bakalan bilang kaya gini, karna semua nya aku terlanjur melihat. Aku baik baik aja ka.." sambil tersenyum dara mengatakan itu. Hati vino benar benar sangat menyesal. Sebenarnya dara ingin sekali marah tapi dia ingat perkataan ayu bahwa dia harus menahan emosi nya.


"Vin.. ayo" ucap tania sambil menarik tangannya


"Raa.. plis jangan gini"


"Gini gimana ka? kan aku gak pernah ngelarang kakak mau pergi sama siapa pun. Jadi pergi lahh ini waktu aku sama sahabat sahabat aku"


"Engga.. aku mau disini"


"Vin.. lo yang nyuruh buat ketemu disini iya.. dan sekarang lo malah cuekin gue" teriak tania


"Lo bisa diem gak?" sentak vino


"Kakak beresin dulu aja sama tania"


"Ra.. please...."sambil mengatupkan kedua tangannya


"Mau kakak yang pergi atau aku yang pergi?"


"Ayolah vin lo udah di usir kaya gitu pun masih aja gatau malu" sambil menarik tangan vino keluar kafe itu. Vino pun pergi meninggalkan dara yang masih fokus menyantap makanan nya itu.


Dara melihat ke arah luar vino dan tania pergi menjauh dari kafe sampai tak terlihat lagi .


"Hahhhhh" dara membuang nafas panjang


"Lo gapapa ra?" tanya ayu. Tangan dara memukul dada nya berupaya untuk menguatkan hati nya


"Ra.. ko elo bisa tegar gitu sih? kalo gue jadi lo udah gue abis tuh cowok.. gereget gue daru tadi liat sikap cewek nya.. manja kaya p*rek" hina mela


"Gue gapapa ko santai aja" ucap dara sambil tersenyum. Viola ingin berbicara lagi namun ayu langsung menahannya berbisik jangan terlalu ikut campur sebelum dara bercerita. Semua terdiam memperhatikan dara yang nampak biasa saja tidak menunjuk kan rasa sakitnya itu bahkan dia masih bisa bercanda dan tertawa bersama para sahabatnya.


"Dir gue balik ikut mobil viola iya.. gue mau ngobrol sama dara" pinta ayu sambil memelas kepada dirga


"Iya ay.. gue ngerti ko"


"Iyaudah gue duluan iya" ucap dirga sambil mengecup kepala pacarnya itu. Mereka berpencar di parkiran mobil. Dara dan yang lain masuk kedalam mobil viola, viola membawa semua teman nya ke salah satu taman yang dekat dengan rumah dara.


"Kalo lo mau keluarin semua nya cerita ke kita kita.. kita siap dengerin ko ra.. lo gak sendirian.." ucap ayu. Seketika tangis dara yang ditahan itu pecah, tangis yang tak pernah dia perlihatkan kepada teman temannya itu mereka tahu kalau dara pun bisa terluka. Mereka memeluk dara erat menenangkan sahabatnya itu menangis sampai dia lelah menangis sampai dia mau menceritakan semua nya. Ayu melihat sahabatnya menangis menahan kekesalan kepada vino yang tak bisa menjaga perasaan sahabatnya itu.


visual


Tania \= Awkarin


Mauza\= chand kelvin


Zacky\= tara budiman