
Dara, vino, ayu, dirga, zacky, viola, meika serta yang lain telah tiba dilobby rumah sakit dan menuju keruangan mauza disana. Vino menggandeng tangan kekasih itu menuju ruangan mauza dirawat. Terlihat midah dengan masha adik mauza sedang duduk didepan ruangam tersebut, masha melihat siapa yang datang dan langsung antusias berlari ke arah dara.
"Kak dara.. Masha kangen kakak.." memeluk erat tubuh dara sangat-sangat erat. Masha adik mauza yang masih duduk di kelas 5 SD dia sangat senang sewaktu tahu dara datang mengunjungi mauza.
"Tadi kakak manggil-manggil nama kakak.. Masha mau nelepon kakak tapi gak boleh sama ibu, kata nya kakak lagi belajar" ucap masha dengan manja
"Iya sayang tadi kakak lagi sekolah, masha tadi sekolah engga?" dara membungkukan tubuhnya
"Tadi masha gak sekolah soalnya gak ada yang anter masha, semua ke rumah sakit. Ohiya ini siapa kak?" tanya masha sambil tersenyum ke arah vino
"Kakak nama nya vino..."
"Kak vino?..." masha kaget mendengar nama vino
"Kata kak mauza kak dara punya pacar nama nya kak vino, kata kak mauza juga lebih ganteng kak mauza. Tapi kata masha lebih ganteng kak vino ahh" masha dengan polos nya berkata seperti itu membuat midah dan teman-teman dara yang lain ikut tertawa.
"Dek.. ajak masuk dong kak dara sama teman-teman nya masa harus berdiri terus" ucap midah sambil mengelus kepala masha
"Apa kabar tante? Gimana keadaan mauza?" Tanya dara
"Kabar tante baik sayang, mauza masih dalam pengobatan dia baru keluar dari ruang ICU, ayok masuk tapi maksimal 5 orang iyaa"
"Kamu masuk aja duluan aku tunggu diluar, siapa tau mauza mau nyampein sesuatu ke kamu" ucap vino
"Ayo kakak juga masuk aja, aku gak enak udah ngajak kakak kesini masa aku sendiri yang masuk"
"Aku gak apa-apa sayang.. kan ada ayu sama dirga" vino meyakinkan dara, bukan nya tidak ingin dia masuk. Tapi vino tidak ingin membuat mauza canggung dengan kehadiran vino disana. Vino memang orang yang lapang dada membiarkan kekasih nya menyelesaikan masalahnya tanpa harus ikut campur tangan.
"Ibu aku mau ikut sama kak dara.. boleh iya" pinta masha
"Tapi jangan bikin keributan iya sayang, suara nya harus pelan-pelan nanti kak mauza marah" masha pun mengangguk dan langsung berjalan menggandeng tangan dara. Masha dan dara terlebih dahulu berjalan memasuki ruangan mauza disusul oleh ayu dirga dan meika.
"Kakak liat siapa yang datang?"Mauza langsung melihat ke arah pintu yang terbuka
"Dara..." gumam dalam hati mauza
"Kak.. ka dara cantik iyaa, bener kata kak mauza kalo kak dara tuh kaya bidadari.. Kakak bohong kata nya kak vino gak ganteng, bukti nya itu ganteng nya lebih dari kakak loh " Mauza melihat ke arah dara yang tersipu malu karena di puji oleh masha dan mauza kecewa karena dara datang bersama vino.
"Gimana keadaan nya za? Udah enakan?" tanya dara. Mauza hanya terdiam membuang muka ke sembarang arah
"Kalo ditanya tuh jawab dong kak.."
"Tadi aja manggil-manggil nama kak dara, udah ada kak dara nya malah di cuekin"
"Dek kamu diluar aja kakak pusing dengerin kamu ngomong" ketus mauza. Masha langsung membungkam mulutnya rapat-rapat.
"Za kalo lo gak mau ngobrol sama kita gak apa-apa ko, kita langsung cabut aja" ucap meika namun mauza hanya tetap diam tidak membalas ucapan meika
"Gue tau.. lo pasti cuman pengen ngobrol sama dara kan.." Timpal ayu
"Za.. ini dari kita semua buat lo, maaf kalo kehadiran kita bikin lo gak suka. Gue gak maksa, mungkin lo butuh waktu untuk penyembuhan lo. Maaf udah ganggu kita pamit dulu.." Pamit dara beserta teman-teman yang lain. Melihat mauza yang masih terdiam tidak berbicara ayu dan meika mengumpat dalam hati atas perlakuan mauza.
"Gue balik za.. cepet sembuh" dara membalikan badan nya bersama yang lain untuk giliran menjenguk mauza.
"Ko udah lagi?.." tanya midah saat memergoki dara bersama yang lain keluar dari ruangan inap, seketika vino menoleh langsung ke arah dara.
"Kakak gak mau ngomong apa-apa ibu jadi aja kak dara nya pulang.." ucap masha kecewa
"Maafin mauza iya sayang.. mungkin dia masih belum terima kecelakaan ini" midah merasa malu terhadap dara
"Iya gak apa-apa tante.. mauza butuh waktu untuk istirahat, maaf tante kita ngerepotin"
"Kami semua pamit iya tante.. makasih banyak" pamit dara
"Kita yang makasih udah di tengokin.." dara bersama yang lain pun pamit pulang kepada midah.
Waktu dara sampai pada lobby rumah sakit menunggu vino yang sedang mengambil mobil di parkiran. Datang cahya bersama susan yang akan menjenguk mauza saat itu langsung melihat ke arah dara dan tersenyum.
"Ra.. gue mau ngomong sama lo, tapi gak disini.." pinta cahya
"Gue capek, gue mau istirahat.. kalo mau lo kerumah gue aja iya.."
"Iyaudah nanti malem gue kerumah lo.. gue duluan iya mau jenguk mauza" dara mengangguk dan cahya pergi meninggalkan dara.
"Ra.. lo harus hati-hati sama cahya" ucap ayu khawatir
"Tenang ay, kan ketemu nya dirumah"
"Iya tapi tetep aja ra..."
"Udah gak apa-apa ko ay.."
"Tuh mobil kak vino, gue duluan iya mau langsug cabut sama dirga juga" pamit ayu kepada dara dan vino
"Hati-hati ay.." ayu hanya tersenyum dan mengangguk ke arah dara. Vino melajukan perjalanan menuju rumah dara.
"Mau makan dulu gak?" ajak vino
"Ayo ka.. makan baso yuk kaa yang di depan taman kota itu"
"Emang suka?"
"Suka kan.. dulu sering banget makan disana sama ayah kalo kita pulang sepedahan"
"Iyaudah ayo.."
Mereka pun tiba di depan taman kota dan langsung memesan baso yang mereka pesan. Dara sangat menikmati permandangan sore itu bersama vino mereka banyak bercerita tentang kesibukan mereka di sekolah.
"Nanti minggu kamu ada acara gak ra?"
"Hem kaya nya engga deh ka, emang kenapa kak?"
"Aku mau undang kamu ke ulangtahun oma di hotel luxury.. gmn mau gak?"
"Aku malu kak.."
"Gak usah malu kan ada aku, sekalian ngenalin calon istri ke keluarga besar.."
"Apaan sih kaa.. geli tau ihh"
"Mau iya sayang... please.." vino mengatupkan kedua tangannya
"Aku minta izin ibu dulu iyaa"
"Nanti aku bantu ngomong sama ibu iyaaa"
"Iya kaaa...." vino langsung memeluk dara didepan penjual bakso
"Malu tau kak diliatin tuh"
"Gak apa-apa neng, mang mah udah biasa" Mereka pun tertawa melihat penjual baso yang tersipu malu