MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
MENYATAKAN CINTA



"Raa kamu gapapa ko pucet banget" vino melihat dara dan menepikan mobilnya sejenak


"Raa muka kamu merah merah" vino melihat wajah tangan dara yang memerah seperti ruam


"Ka cepet bawa aku pulang. Aku alergi dingin" ucap dara sambil menatap tangan dan kakinya


Vino langsung menancap gas kerumah dara. Sesampainya dirumah bi atun langsung membawa dara ke dalam kamar dan membantu dara membersihkan diri.


"Neng minum obatnya iya terus istirahat dulu" pinta bi atun


"Iya bi.. Dara mau nemuin ka vino dulu sebentar dibawah"


Vino yang melihat dara turun dari kamarnya langsung menghampiri dara


"Kamu gak kenapa napa kan ra?" sambil menggenggam tangan dara


"Aku gapapa ko ka nanti juga membaik" jelas dara


"Kaka balik lagi aja ke sekolah nanti dicari sama guru guru"


"Ra boleh aku disini sebentar aja, ada yang mau aku omongin" pinta vino


" ada apa ka?"


"tunggu disini aku mau ke mobil dulu sebentar"


Dara pun menunggu vino sambil meminum cokelat hangat buatan bi atun. Tak lama vino kembali dan langsung membungkuk didepan dara dengan se bucket bunga mawar merah yang sangat besar.


"Ra.. aku gak mau terlambat lagi untuk kesekian kali nya.. Kamu mau gak jadi pacar sekaligus perempuan aku" pinta vino sambil memberi sebuket bunga mawar yang indah


"Kapan kakak beli bunga nya? perasaan tadi aku gak liat di mobil" tanya dara


"Sebenernya kemaren pas pulang aku mau nembak kamu tapi aku keburu cemburu ra.. jadi gimana mau gak?"


"Harus sekarang banget di jawab ya ka?"


"Kalo besok dijawabnya, Aku takut tersaingi ra"


"Sama siapa?"


"Sama yang lain. Gak tau siapa ! "


"Jawab dong ra"


Jantung dara berdetak lebih kencang tak menentu, tanpa disadari dara pun menganggukkan kepala nya


"jadi?" tanya vino


"iya.. aku mau" jawab dara malu


Vino langsung berdiri dan lompat kegirangan seperti mendapatkan hadiah. Vino langsung mengecup tangan dan kening dara


"Makasih raa.. Aku sayang kamu" ucap vino sambil memeluk dara


"I-iya kaa.." dara malu malu


"Aku janji ra.. bakalan bikin kamu bahagia terus, Aku janji bakalan selalu ada buat kamu"


"Di pegang ya janjinya.." senyum dara melebar


Bi atun datang membawakan minuman untuk vino dan kaget melihat dara membawa bunga yang besar itu


"Mau bibi fotoin engga? Biar ada kenang kenangan nya" tawar bi atun


"Boleh bi fotoin ya bagus ya" pinta dara


"Sok 1...2..3..." kata bi atun


Mereka pun melihat hasil foto bi atun yang benar benar pas membuat kedua nya sangat serasi dan romantis


Vino yang sangat senang karena dara mau menerima nya sebagai kekasih vino terus memperhatikan dara tak henti henti. Mereka pun tertawa bersama dan bercanda bersama bi atun. Bi atun menceritakan kejadian lucu pada saat dara kecil hingga sekarang membuat dara malu wajahnya yang putih menjadi memerah.


"Kaa liat udah jam 12 loh kaka yakin gak mau balik lagi ke sekolah" tanya dara


"Nanti aja pas udah bubar sekalian ambil tas. Tadi udah nyuruh aduy buat ambilin barang2 kakak"jelas vino


"Mau mau nya ka aduy disuruh-suruh"


"Dia tuh udah kaya pacar kedua aku, apapun pasti mau, asal aja jatah makannya"


"Kasian.." ucap dara meledek


Dara akhirnya memberanikan diri bertanya pada vino tentang hubungannya dengan renata


"Kaa.. emang kakak pacaran berapa lama sama ka renata?" tanya dara ragu


"hemm 1 tahun kalo gak salah" sambil mengunyah makanan yang dimasak bi atun


"Ko bisa putus?"


"kaya tadi.. dia sok berkuasa.. dia gak mau tersaingi.. aku fikir dia orang yang baik tapi ternyata sifat nya membuat semua orang membenci nya" jelas vino


"Kalo nanti aku di ganggu sama kak renata gimana? apalagi kalo sampe tau aku pacar kakak sekarang" tanya dara


"Aku gak bakalan diem aja dong kalo kamu diganggu dia. Tenang aja sayang" ucap vino sambil mengelus lembut kepala dara


"Aku mau ganti status di facebook biar semua orang tau kalo kamu punya aku sekarang"


"Ih jangan kaa.. nanti fans kakak nyerang aku"


"Gak bakalan ra, mereka pasti ngedukung kita"


Banyak yang mendoakan mereka agar langgeng dan beberapa diantara mereka iri melihatnya.


Tak terkecuali teman teman dara yang langsung menyakan perihal statusnya dengan vino mereka terbawa suasana disaat dara menceritakan vino menyatakan cinta nya, dan mereka menganggap vino sangat romantis.


Disaat yang bersamaan juga dirga menyatakan cinta kepada ayu didepan teman sekelas nya dan cukup menghebohkan dikelas ditambah berita dara dan vino.


"Jadi dirga sama ayu pacaran sekarang?" tanya vino kepada dara yang mengantarkan ke depan gerbang


"Iya kaa sama kaya kita ya jadian nya"


"iyaa sayang" sambil mengecup tangan dara


"Aku pulang dulu ya.. besok pagi aku jemput sekolah. salam buat ibu dari calon menantu nya" sambil tertawa


"Iyaa hati hati dijalan" ucap dara


"Eh kaa.. besok kan hari sabtu sekolah libur"


"Ohiya besok hari sabtu.. Yaudah gimana kalo besok kita jalan aja?" tanya vino


"hemm besok aku kabarin iya ka.. soalnya besok ada kak fandy dirumah" jawab dara


"iyaudah besok kabarin aja ya" sambil mengecup kening dara


"Iyaa ka"


"Iya apa?" tanya vino


"Bukan"


"Bukan? terus apa?" tanya dara heran


"Masa gak tau"


"Oh.. iya sayang" jawab dara sambil tertawa


"Nah gitu dong" sambil melambaikan tangan vino pergi meninggalkan dara


Dara dan vino pun terus chatting dan video call hingga larut malam serasa dunia milik mereka berdua. Bercerita dari mulai keluarga vino yang hanya menjadi anak satu satu nya betapa kesepiannya dia dirumah sama hal nya dengan dara lalu lanjut bercerita tentang mauza yang dara memergoki nya sedang berciuman dengan teman dekatnya. Bercerita tentang kekonyolan mereka berdua dan vino bercerita kenapa dia menyukai dara.


Tokk tokk tokk


Suara ketukan dari luar kamar dara


"Kakak... kapan sampai?" tanya dara memeluk fandi


"Barusan saja kakak sampai langsung nyari ade, waktu kakak tanya ke bi atun katanya ade dikamar lagi kasmaran"


"Emang lagi kasmaran sama siapa de? mauza?" tanya fandi


"Bukan ka.. aku udah putus sama mauza" jelas dara


"Terus sama siapa?" selidik fandi


"Nama nya vino dia kakak senior aku disekolah" jawab dara


"Suruh dong kerumah kenalin ke kakak"


"Besok deh iya kak sekalian aku mau minta izin mau main sama kak vino" pinta dara


"Iyaudah sekarang istirahat dulu gih.. udah malem jangan chattingan terus" sambil mengecup kening dara


************


Keesokan hari nya


Vino datang siang hari untuk mengajak jalan dara ke sebuah mall. Mobil vino pum terparkir didepan gerbang rumah dara, saat hendak masuk fandi keluar menghampiri vino


"Kamu siapa?" tanya fandi


"Permisi ka" sambil menyalami fandi


"Saya vino teman dara ka"


"Oh kamu pacarnya dara?"


"I-iya kaa"


"Mau jalan kemana?"


"Mau ngajak dara jalan sambil nonton bioskop ka. setelah nonton langsung pulang ka"


"Saya titip adik saya sama kamu iya.. Jangan sampai kamu sakitin adik tersayang saya.. jangan buat dia menangis" pinta fandi penuh penekanan


Fandi sangat menyayangi adik perempuan nya itu, karena fandi tau dara dibesarkan tidak sepenuhnya dengan orangtua yang utuh


"Baik ka.. saya bakalan jaga dara dan gak bakalan bikin dara menangis ka"


"Saya pegang omongan kamu. Iya udah masuk dulu dara lagi siap siap. Saya panggilin dulu" sambil masuk menuju kamar dara


Vino pun bersalaman kepada silvy, mereka mengobrol berdua diruang tamu. Silvy meminta vino agar menjaga dara karena dia tau dara sangat kesepian akan kesibukan dirinya. Silvy sangat mempercayai vino karena vino terlihat anak yang sangat baik.


"Ibu..Kakak.. dara pergi dulu iya" pamit dara


"Saya pamit dulu iya bu.. kak fandi" pamit vino juga


Mereka pun masuk ke mobil dan menuju bioskop yang akan mereka datangi. selesai menonton mereka langsung kembali pulang dan vino mengantarkan dara kerumahnya.