MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
JANGAN PERNAH BERSEDIH LAGI



Vino terlebih dahulu mengantarkan ayu dan dirga kerumah mereka masing-masing. Saat ini mereka berdua telah berada dalam perjalanan menuju rumah dara, vino tak melepaskan genggaman tangan dara selama perjalanan pulang.


"Masuk dulu ayo ka.." ucap dara yang hendak membuka pintu mobil namun vino mencegahnya


"Kenapa kak?" dara menyerngitkan dahi nya


"Tunggu dulu, aku punya sesuatu buat kamu" vino mengambil paper bag yang ada di bawah kaki nya dan memberikan kepada dara.


"Apa ini?..." sambil membuka paper bag itu dan dara pun terkejut melihat isi dari bungkusan nya.


"Ini buat siapa?"


"Buat bi atun" jawab vino kesal


"Serius? Ko kakak baik banget sama bi atun?..." tamya dara heran


"Dara..dara..kamu gemesin banget sih.. masa buat bi atun" dengan gemas vino mencubit kedua pipi dara


"Jadi?.."


"Buat kamu sayang.." sambil mengelus puncak kepala dara


"Kak.. ini kan mahal banget. Kenapa ngasih ke aku.."


"Poko nya pake iya jangan sampe engga, biar kamu inget aku terus" vino melingkarkan jam tangan nya di tangan dara.


"Bagus banget ka.. Makasih iya.." ucapan yang terdengar sangat senang dan langsung memeluk vino.


"Jangan pernah kaya gini lagi.. kamu harus bisa maafin ibu, gimana pun ibu udah berjuang buat kamu.. jangan benci sama ibu, ibu punya alasan tersendiri untuk melakukan itu. Jangan pernah ngerasa sendiri ra, ada aku ada sahabat-sahabat kamu yang bakalan ada buat kamu"


"Iyaudah masuk gih sana udah malem.. istirahat iya.. besok ketemu di sekolah.." vino mengecup bibir dara sekilas


"Aku masuk dulu iya ka.. kakak hati hati dijalannya" dara turun dari mobil vino dan langsung masuk ke dalam. Pintu rumah terbuka setengah, dara kaget melihat ada seseorang yang duduk membawa bunga juga bungkusan terbalut kertas kado.


"Za.. ngapain kamu disini?"


"Nunggu kamu.. kata bi atun kamu lagi pergi, jadi aku tunggu sampai kamu pulang?"


"Neng udah pulang? tadi bibi telepon ponsel neng mati" Dara memang sengaja mematikan ponsel nya.


"Den mauza dari sore disini nungguin neng"


"Kamu ngapain za, kalo ada apa-apa kan bisa bilang sam bibi gak usah nungguin aku" dara tidak enak karena mauza menunggu nya lama.


"Selamat ulang tahun ra..Tahun kemarin aku gak bisa ngasih kamu apa-apa ra.. aku malah bikin kamu kecewa, kali ini aku mau balas semua kesalahan aku yang kemarin ra.." terdengar penyesalan dari mulut mauza, dan mauza memberikan bunga serta kado untuk dara.


"Makasih za.. " dara meletakan pemberian mauza di tepi sofa


"Za.. tapi aku mohon iya, jangan kaya gini lagi. Jangan pernah ungkit masalalu lagi, kita berteman baik aja za.. aku gak mau nyakitin siapa pun. Aku gak mau ka vino kecewa sama aku.."


"Segitu cinta nya kamu sama dia?"


"Bukan gitu za.."


"Baiklah.. aku ngerti.. Sorry udah ganggu waktu kamu dan bikin kamu risih" mauza berlalu pergi meninggalkan dara yang masih berdiri disana. Dara menatap kepergian mauza dengan heran, apa yang di maksud ucapan nya? dan untuk apa dia datang juga menunggu selama itu?


Vino


Lagi apa?


Dara


Baru beres mandi ka


kakak lagi apa?


Tadi ada mauza datang kerumah


Sebenarnya tadi waktu pulang vino ingin menberikan hadiahnya didalam rumah, namun vino melihat ada motor yang dia kenal terparkir didalam garasi dara. Dia tidak ingin membuat keributan di hari ulangtahun dara, meskipun hati nya sangat kacau melihat mauza dengan berani datang kerumah dara malam itu.


Vino


Oh iya??


Mau ngapain dia?


Aku lagi tiduran mau siap siap tidur sayang


Dara


Ngucapin selamat ulangtahun sama ngasih kado


Iyaudah kakak istirahat duluan aja pasti capek banget ;*


Vino


Emang harus banget iya kerumah?


Dia ngasih apa?


Dara


Vino


Iyaudah sekarang tidur


Besok kan sekolah


Nite..


see you love


Dara


Iya kaa


See you too


I love you


Vino tidak membalas pesan terakhir yang dara kirim, dia sangat senang karena dara jujur atas kedatangan mauza kerumahnya. Ingin sekali marah kepada mauza, namun dia berfikir akan memperkeruh keadaan dan merugikan dirinya sendiri saja.


Dara tidak bisa tertidur karena menunggu balasan dari vino, dia berfikir bahwa vino ketiduran sampai lupa membalas pesan terakhir yang dia kirim. Ponsel dara pun mendapati pesan, segera di ambil ponsel dengan sangat cepat


Cahya


Ra..


Please tolongin gue


Ra bantu bujuk mauza ra..


Dara


Lo kenapa?


Ada apa?


Cahya tak kunjung membalas lagi setelah mengirimkan pesan, dara semakin bingung apa yang terjadi namun dia tidak berani untuk menanyakan langsung kepada mauza.


Dara pun memutuskan untuk pura-pura tertidur disaat terdengan bunyi langkah seseorang menuju kamarnya. Silvy membukakan pintu kamar dara, terlihat putri cantiknya sedang tertidur disana. Silvy mendekatkan wajahnya dan mencium kenig dara.


"Selamat tidur sayang.. maafin ibu, ibu belum jadi orangtua yang baik untuk kamu nak" tangis silvy pecah dengan air mata terus mengalir ke pipi nya itu. Dara ingin sekali membuka matanya dan memeluk silvy saat keadaan seperti ini, namum dia mengurungkan niatnya agar silvy mempunyai waktu untuk menenangkan hatinya.


"Nak.. sayang ibu tidak pernah berkurang sedikit pun.. nanti disaat ibu punya tabungan lebih kita jalan-jalan ber empat iya kita susulin ka epan"


"Good night sayang.." silvy mencium kening dara.


Dara mendengar semua perkataan ibu nya itu dan menangis dengan rasa sakit telah bersikap seperti itu. Dara sangat sayang kepada silvy, hanya saja amarahnya tidak dapat terkontrol jikalau silvy sudah tidak mempunyai waktu untuk dirinya sendiri.


Dara tertidur nyenyak hingga pagi tadi, dia melihat banyak pesan yang masuk kedalam ponselnya. Namun, belum sempat dia buka karena harus mempersiapkan keperluan sekolah nya dan mengeringkan rambutnya yang panjang sangat lurus itu.


CHEERFULL (7)


109 PESAN


Dara melihat angka yang terdapat pada grup tersebut, tidak seperti biasa pesan yang masuk sangat banyak. Dara pun melanjutkan aktivitas nya dan pergi ke bawah menemui silvy juga bi atun


"Sayang sarapan dulu.."


"Iya bu.." dara mengangguk dan duduk disamping silvy


"Itu kado dari mauza ko belum di buka?"


"Nanti aja pulang sekolah"


"Nih.. ibu beliin kamu hadiah.." ucap silvy dengan menyodorkan bingkisan kecil.


"Apa ini..." dara membuka nya


"Wahh berkilau banget bu... bagus bagus.."


"Kamu suka sayang?"


"Suka banget bu.."


"Sini ibu pakaikan..." dara membelakangi silvy yang tengah memakaikan kalung berbentuk hati untuk dara.


"Makasih banyak bu..." dara memeluk ibu nya


"Maafin dara kemarin iya bu"


"Iya gapapa sayang.." silvy mengecup kening dara, terlihat jam tangan mahal melekat pada tangan dara.


"Dari vino?"


"Iya bu.. bagus gak?"


"Bagus dong.. anak ibu pake apa-apa juga bagus terus"


"Ibu nih bisa aja"