MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
TERLAMBAT



Dara dan vino pun berpamitan pulang kepada mauza karena langit sudah gelap dan dara takut bi atun merasa khawatir. Vino mengantarkan sampai di depan rumahnua untuk memastikan semua baik-baik saja.


"Aku langsung pulang iya ra. Bunda udah telepon.."


"Iya ka. Aku juga mau langsung istirahat"


"Duluan iya ra.. Besok aku jemput pagi-pagi" sambil mengelus lembut pucuk rambut dara


"Iya ka hati-hati" dara melambaikan tangan nya ke arah vino.


"Neng dari mana aja bibi telepon engga aktif terus nomornya" bi atun gelisah


"Telepon aku lowbet bi belum di carger dari pagi"


"Iyaudah atuh sok mandi dulu terus makan langsung istirahat pasti cape pisan iya neng"


"Iya bi.. Dara ke atas dulu iya"


"Iya neng"


Selesai mandi dan makan dara pun membuka buku tugasnya untuk di kumpulkan besok sembari menyalakan ponselnya. Terdapat pesan dari cahya yang belum dara buka, dara membaca pesannya dengan rasa yang cukup kaget dan melemas hingga meneteskan airmatanya.


Cahya


Ra, mungkin lo disaat baca pesan ini gue lagi ada dirumah sakit atau mungkin gue udah lagi menuju dikuburkan. Gue emang lemah engga beresin apa yang udah gue lakuin, gue nyerah ra. Cape rasa nya terus dimanfaatin oleh andro dengan tubuh gue, seakan gak punya harga diri dan gak ada harganya.


Ra, makasih lo masih tetep baik dan peduli sama gue. Lo baik-baik disana apapun yang terjadi lo terep sahabat terbaik gue ra. I love you Dara putri ayulandari. by: Cahya


Tanpa basa-basi dara langsung menelpon cahya dan menanyakaƱ maksud dari isi pesannya tersebut. Namun tak kunjung ada yang mengangkat teleponnya tersebut. Dan dara pun turun langsung menghampiri silvy yang baru saja pulang dari kerjanya. Setengah berlari dara meminta silvy untuk mengantarkannya menuju rumah cahya, silvy terkejut membaca isi pesan nya dan juga mendengar cerita yang di alami oleh cahya. .


Sesampai dirumah cahya, banyak sekali orang memadati rumahnya bendera kuning berkibar didepan dan orang-orang yang berada didalam menangis tersendu. Dara berjalan masuk menemui sinta ibu cahya untuk menanyakan apa yang terjadi, namun bukan jawaban yang dara terima melainkan tangisan serta pelukan yang mengerat.


"Nak dara cahya telah pergi meninggalkan kita semua" ucap sinta sambil menangis dan memeluk dara. Seketika itu dara pun langsung melemas dan menangis sambil menutup wajah nya.


"Maafkan dara tante.. dara telat ambil tindakan.. maafkan dara tante.."


"Gak apa-apa dara semua tidak terlambat, cahya telah dapat keadilannya. Andro telah ditangkap oleh pihak berwajib, karena sebelum cahya mengakhiri hidupnya dia telah melaporkannya"


"Maafin dara tante.. harusnya dara nahan cahya untuk pulang"


"Sudah nak dara jangan disesali semua nya sudah terjadi. Kita doakan saja kepergian cahya agar diterima disisi tuhan"


Dara memeluk erat sinta yang kembali menangis mengingat cahya anak kesayangannya. Silvy menenangkan sinta untuk mengikhlaskan kepergian cahya.


Tak lama vino datang bersama ayu juga dirga mereka mengantarkan cahya ke tempat peristirahatan terakhir. Suasana nya begitu haru banyak yang tidak menyangka dan merasakan kesedihan kehilangan perempuan yang sangat periang itu.


Andro mendapatkan hukuman atas perbuatannya, dia sangat menyesali sekali. Kehilangan cahya wanita yang sangat dia cintai atas perlakuan tidak baik yang telah dia lakukan, keluarganya meminta maaf atas kejadian yang terjadi pada cahya. Namun hukum tetap berjalan untuk menebus kesalahan yang telah dia perbuat.


Sepulang dari pemakaman, dara dan vino menghampiri mauza yang masih terbaring dari rumah sakit. Memberitahu kejadian yang di alami cahya kepada mauza, lelaki itu mendadak diam merasakan kesedihan yang mendalam atas kehilangan cahya.


Mauza pun menyesali telah terlambat membantu cahya, namun dara dan vino menenangkan dan membantu mauza untuk mengikhlaskan cahya.


"Gue selalu kasar sama dia, gue selalu nganggap rendah dia" mauza meneteskan air matanya


"Maafin gue cahya, semoga lo tenang di atas sana"


"Za, Udah istirahat aja dulu biar lo cepet sembuh" Ucap vino


"Iya za, kita pamit iya udah malem"


"Makasih ya ra, ka vino udah main kesini"


"Sama-sama za. Kita duluan iya"


Dara dan vino pun berpamitan dan segera pulang menuju rumah nya dia antar oleh vino. Mata dara sangat sembab menangis sedari pagi hingga malam itu.


"Kamu istirahat ya ra. Kalo besok belum sanggup sekolah mending istirahat aja dulu dirumah"


"Aku gak apa-apa kok kak aku baik-baik aja. Jadi besok aku pasti sekolah"


"Iya aku tau ra. Tapi jangan lupa jaga kesehatannya banyak makan jangan mikirin yang engga-engga" sambil mengelus kepala dara


"Iya ka. Aku masuk duluan iya"


"Kakak hati-hati dijalannya"


"Iya ra." sambil mengecup kening dara


*************************************************


Pagi-pagi sekali dara kembali ke sekolah dengan mata yang masih sembab dan badan yang lemas.


Teman-teman dara berkumpul untuk memberi dara semangat dan tidak menyesali apa yang telah terjadi.


Beruntung sekali dara mempunyai sahabat yang sangat setia, ada disaat keadaan seperti apapun.


Mauza kembali ke sekolah dengan menggunakan kursi roda di dorong oleh zacky, tampak bahagia pagi itu wajah mauza yang berseri kembali ke kelas bisa bercanda dan bermain bersama yang lain.


"Muka lo seneng amat sih za" tanya viola


"Gue garang di bilang jahat, gue seneng gak boleh. Terus bolehnya gimana?"


"Bercanda kali za, serius amat"


"Padahal nih bocah kangen za sama lo" timpal zacky


"Dih bohong" ketus viola


"Bukan kangen sama gue tapi sama lo"


"Ogahhh...." teriak viola


"Jadi lo kangen sama gue? kenapa gak bilang aja sih hahaha"


"Najis.."


"Emang gue bulu b*bi"


"Bukan bulu tapi idung lo mirip noh"


"Berantem mulu tau rasa kalo jadi cinta" ucap ayu


"Cinta sama dara sih mau, kalo sama modelan kaya dia mah ogah gue" jawab zacky


"Siapa juga yang mau sama lo, pentungan hansip"


"Mulut emang jahat dia ya ampun"


Mereka pun tertawa bersama melihat zacky dengan viola saling mengejek.


Belajar mengajar pun dimulai tak terasa sebentar lagi ujian akhir sekolah dan perpisahan kelas 3. Dara sibuk dengan les nya bersama para sahabatnya untuk fokus mendapatkan nilai agar hasilnya memuaskan.


Vino pun sama, dia fokus untuk menghadapi ujian nasional agar masuk ke fakultas negeri yang dia inginkan. Membuat kedua nya jarang bertemu dan bersama hingga akhir semester berakhir.