MY ENDLESS LOVE

MY ENDLESS LOVE
KHAWATIR



Mata vino terus terjaga melihat dara yang sedang tertidur, tangan dara pun tak lepas dari genggaman vino yang terus ada dalam kepalannya. Vino khawatir sangat sangat khawatir melihat kondisi dara seperti itu. Dia takut terjadi apa apa pada dara, dia ingat pesan dari silvy yang terus menerus mengirimnya pesan untuk selalu jaga dara tetap disisinya.


"Ka gantian.. biar gue yang jaga dara.. kaka istirahat aja" Ucap ayu sambil melangkah ke arah vino yang duduk di pinggir dara sambil menunduk


"Lo belum tidur?" tanya vino


"Gak bisa tidur.. gue yakin lo gak bakalan tidur dan ternyata bener kan"


"Biarin gue disini"


Ayu menatap vino yang terus terjaga untuk dara, entah apa yang dirasakan oleh vino kenapa dia enggan pergi dan memilih diam disana tanpa memejamkan mata sedikitpun. Ayu dan vino menoleh disaat dirga datang membawakan chocolate hangat untuk mereka, dirga yang di hubungi ayu untuk membuatkan minuman dan menemani vino untuk sekedar mengobrol. Mereka bertiga duduk di balkon diluar kamar yg ditempati dara saat itu, dirga duduk berhimpitan dengan ayu dan vino berada di depan mereka.


"Emang segitu cinta nya ya ka lo sama dara" tanya ayu


"Bucin banget iya gue" jawab vino sambil tertawa


"Gue baru liat dara jadi diri dia sendiri semenjak sama elo ka.. dia tumbuh ngikutin hati bukan karena lingkungannya.. gue seneng liat dia kaya gitu" sambil melihat ke arah dara yang sedang tertidur lelap


"Gue kalo udah sayang sama orang tuh gini.. ngejadiin dia prioritas setelah keluarga gue.. gue bisa dapetin apa yang gak gue dapet dari keluarga itu iya dari dia.. dara sama ada di posisi yang gue rasain.. kesepian.. tumbuh di keluarga yang sibuk.. gue ngerasa keluh kesah selama ini denger sama dia.. dara ngerti maksud gue.. dara tau apa yang harus dia lakuin buat gue.. begitu pun sebaliknya" jelas vino


"Gue kemarin kehilangan diri gue sendiri.. berdiri gak tau mesti kemana gue jalan.. buntu.. semenjak kakek gue meninggal hidup gue bener bener sendiri.. bukan gak ada orang yang gak mau temenan sama gue tapi karna gue yang terlalu tertutup waktu itu.. setelah gue ikut gabung sama nerf hidup gue sedikit demi sedikit bangkit dan gak terlalu sendiri, mau terbuka meskipun sedikit dan ngerubah warna hidup gue.. Dara jadi pelengkap kesempurnaan gue.. gue sayang banget sama dia meskipun gue gak tau sampe kapan kita kaya gini.. gue berharap selamanya" sambil memastikan dara masih tertidur


"Kaa.. gue harap lo gak pernah nyakitin dara" pinta ayu


"Pasti.. lo juga berdua bahagia terus iyaa" harap vino


"Iya kaa.. gue juga pengen selama nya sama ayu" dirga sambil memegang tangan ayu


Vino terus menguap tak tertahankan tapi dia masih ingin menjaga dara agar baik baik saja. Tapi rasa kantuknya mengalahkan niatnya dia tertidur di sofa dekat dengan tempat tidur dara, tidak kurang dari 2 menit vino sudah terlelap. Ayu dan dirga masih berbincang berdua diluar sana.


"Maaf iya tadi aku berlebihan.. Aku masih belum terima kalo kamu mantan nya ka angga"


"Iyaa aku ngerti ko.. kamu pasti kaget.. tapi itu cuman masa lalu gak usah khawatir" ucap ayu menenangkan dirga


"Gue sayang lo.. gue gak tau harus gimana ngungkapinnya tapi beneran gue sayang lo"


"Gue juga.. tapi boong" ayu pun tertawa


"Boleh gak gue peluk lo" pinta dirga dan ayu pun mengangguk. Dirga melepaskan pelukannya dan menatap ayu melihat mata coklat nya bulu mata yang lentik kulit kuning langsat yang sangat lembut bibir yang sangat merah hidung kecil yang selalu dirga bilang mirip seperti kucing persia karena saking kecilnya


"Gue mau cium lo iya" ucal dirga. Tanpa meminta persetujuan ayu dirga langsung mengecup bibir ayu sekali dua kali tiga kali dan ayu membuka mulutnya langsung melumat bibir dirga. Mereka berciuman malam itu ciuman pertama bagi dirga, cukup lama mereka larut dalam balutan nuansa romantis dengan angin yang sangat dingin malam itu.


Ayu dan dirga kembali ke kamar mereka masing masing melanjutkan beristirahat ditinggalkan nya dara dan vino dalam satu ruangan. Dara terbangun melihat dirinya tertidur sendiri dan dia melihat vino tertidur lelap di atas sofa, dia tersenyum senang karena vino menjaga nya malam itu. Dara turun dari tempat tidurnya dan memberikan selimut yang ada dalam lemari untuk menyelimuti vino.


"Terimakasih ka" ucap dara pelan dan mencium kening kekasih nya itu.


"Iya aku terbangun ingin ke air tapi malah liat kakak tidur disini"


"Makasih iya ka udah jagain aku" ucap dara. Vino langsung memeluk dara dengan erat


"Jangan bikin aku khawatir lagi iya"


Disaat dara ke kamar mandi vino turun untuk membuatkan chocolate hangat dan membawakan beberapa roti untuk dara.


"Ini buat aku?"


"Buat berdua dong masa kamu mau habisin sebanyak itu"


"Ko tau sih aku laper" dengan lahap dara memasukan roti ke mulutnya.


"Kakak ko gak tidur sih malah nungguin aku"


"Khawatir tau.. soalnya tangan kaki kamu merah merah banget kaya ke bakar"


"Enak aja.. emang gini kalo kedingingan.. salah aku lupa pake mantel dan minum obat jadi gini deh"


"Aku juga lupa ngingetin lagi" sesal vino


"Udah ka gapapa ko. Bukti nya ini udah hilangkan" tunjuk dara


"Malem ayu sama dirga disini nungguin juga dia khawatir banget"


"Dia emang gitu dari dulu.. Aku yang sakit dia yang gak bisa tidurnya" sambil mengunyah dan menelan rotinya


Vino membersihkan mulut ayu dengan tisu karena belepotan. dara terdiam melihat vino yang sedang membersihkan mulutnya, vino pun menatap dara dan langsung mencium bibir dara.


Dara membalas ciumannya, tangan dara berada pada bahu vino tangan vino memeluk dara. Vino merapatkan tubuh dara pada tembok terus menciumnya tangannya memegang pinggang dara dan mereka berhenti saat terdengar suara kaki mendekat menuju kamar. Vino pun membuka pintu tersebut dan terdapat ayu dengan muka bantalnya rambut yang berantakan langsung masuk kedalam.


"Ganggu aja" guman dalam hati vino


"Ra gue minta pembalut" pinta ayu sambil merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur


"Ada di tas aku yang warna pink disitu keperluan P3K aku.. Lagian tas nya kan di kamar ngapain kamu kesini"


"Ohiya gue lupa ra.. ngapain gue kesini ya" ucap ayu bingung


"Iyaudah gue balik lagi iya ke kamar.. Kalian mau kemana pagi pagi gini?"


"Mau jogging sekalian bantuin bi ami nyiapin sarapan" jelas dara