
"Kamu udah makan?" tanya vino
"Makan siang tadi udah di sekolah" jawab dara
"Laper gak sekarang?"
"Hemm kaka mau ngajak makan?" selidik dara
"Engga.. ngajak bercinta"
"Ehhh... maksudnya?" dara heran
"Iya ngajak makan dong masa laper jalan jalan sih ra" ucap vino sambil mengelus kepala dara
"Hayu aja sih ka.. tapi makan dirumah aku aja yuk masakan bi atun enak loh" ajak dara
"Kamu suka banget sama masakan bi atun iya sampe sampe gak mau makan diluar" ucap vino heran
"Bukan gitu ka.. aku tuh punya alergi makanan salah makan dikit aja aku bisa merah merah sama gatel gatel jadi kalo makan diluar iya di tempat yang biasa aku sama keluarga makan gak bisa sembarangan tempat ka.. maaf iya" jelas dara sambil mengatup kedua tangan nya di dada
"oh gitu.. aku kira kamu gak mau makan bareng" jawab vino
Tak terasa mereka pun sampai dirumah dara, disana terlihat ada seseorang yang berdiri di atas motornya.
"Dirga...." sontak dara kaget ternyata dirga yang berdiri disana
"Ngapain dia disana?" tanya vino heran
"Aku gak tau ka.. dia gak ngasih tau aku kalo mau kerumah" jelas dara
"Emang ada berapa cowok yang tau rumah kamu?" dengan nada tinggi vino bertanya
Dirga melihat dara dan vino beradu mulut namun dia enggan terlibat dalam masalah mereka
"Kaa aku gak tau maksud dia kesini ada apa.. Aku gak pernah nyuruh datang atau pun pergi dari rumah aku.. Mereka datang sendiri.. siapa tau mereka ada urusan penting" jelas dara
"Kenapa gak lewat telepon atau SMS? laki laki datang kerumah cewek iya pasti ada tujuan" selidik vino
"Kita gak pernah tau ada maksud apa dia datang ka, aku gak pernah ngelarang siapa pun. lagian aku gak tau kalo dirga mau kesini" jelas dara
"Aku turun dulu"
Dara pun turun di ikuti vino menghampiri dirga yang berdiri memperhatikan mereka
"Dir ada apa?" tanya dara
"Gue mau bikin pernyataan ke..." sebelum ucapan dirga selesai vino langsung masuk kedalam mobil tanpa berbasa basi dan menancap gas sekencang kencang nya sampai benar benar tak terlihat lagi
Dara mematung heran menatap sikap vino saat itu, dara bingung harus bersikap seperti apa.
"Ra sorry gara gara gue lo jadi berantem" ucap dirga dengan memelas
"Udah gapapa dir.. tadi kamu bilang apa" tanya dara
"Gue mau bikin pernyataan ke ayu ra.. lo bantuin gue iya tapi nanti aja gue nyusun dulu rencana nya kaya gimana biar enak gitu" pinta dirga
"Iyaudah aku bantu ko tenang aja" jawab dara sambil mengacungkan jempolnya
"Iyaudah gue balik dulu iya ra. Makasih loh"
"iya sama sama dir"
Dara pun masuk ke dalam rumah dengan penuh tanda tanya. Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur sejenak melepaskan beban tubuhnya. Sesekali dara melihat hp nya yang tidak ada notif pesan dari Vino biasa nya jam segini hp dara penuh notif dari vino.
"Aaaarrgghhh kesel deh kenapa jadi kepikiran gini" sambil menepuk nepuk kepalanya. Berjalan mondar mandir dengan hati yang gelisah.
Dara pun memberanikan diri mengirim pesan untuk vino
Dara
Kaa maafin aku
1 jam sudah dara menunggu vino tidak membalas pesan nya, dara bingung harus berbicara bagaimana kepada vino
**********
Sesampai disekolah dara langsung menghampiri ayu dan mengajaknya keluar kelas karena dara tidak mau perbincangannya di dengar banyak teman temannya
"Ada apa sih ra.. sakit tau narik narik kaya gini" tanya ayu sambil mengelus tanya nya yang sakit
Dara pun mulai menceritakan kejadian kemarin termasuk menceritakan perasaan dirga kepada ayu. Ayu bahagia bukan main, namum disatu sisi dia melihat sahabatnya menjadi merenung dan terdiam.
"Ka vino gak bales bales pesan aku dari kemaren" dara bersedih
"Aku gak tau harus gimana cara ngejelasinnya"
Ayu yang merasa iba melihat sahabatnya itu langsung memeluk dan mencari cara agar sahabatnya terhibur.
"Yaudah kita masuk aja dulu biar aku yang mikirin gimana caranya" jelas ayu
Disaat bel istirahat berbunyi dara dan ayu memberani kan diri mencari vino di kantin, karena biasa nya vino berkumpul bersama teman teman nya di sudut kantin paling ujung. Dara melihat vino disana bersama teman temannya, vino pun melihat keberadaan dara namun sekilas dia membuang muka tak menatap dara seperti biasa yang langsung menghampiri jika terlihat dara dikantin dan langsung menggodanya. Tetapi berbeda dengan hari ini dara merasa kehilangan sosok tersebut bahkan seperti orang asing baginya. Vino benar benar membuang muka tak menatap wajah dara.
"Awww" dara meringis karna ditabrak sengaja oleh seseorang
"Makanya lo kalo jalan tuh liat liat"
"RENATA T.A 12 IPS 1" guman dalam hati dara dan melihat badge nama serta jurusan orang tersebut
"Harus nya kakak yang liat liat kalo jalan jelas jelas kaka yang nabrak kita lagi diem" sentak ayu
"Ma-maaf ka kita gak sengaja" lirih dara sambil menunduk
"Lo jadi junior gak ada hormat hormat nya sama kaka kelas" bentak renata. Renata yang sombong angkuh juga ambisius sifat yang sangat tidak disukai oleh vino.
"Apa yang harus di hormatin? kita bayar sama kan? gue disini sekolah bukan cari panggung kaya lo. senior gila hormat" ketus ayu berani kepada renata
"Berani iya lo sama gue hah !! lo gak tau siapa gue?" teriak renata
"Harus iya gue tau siapa lo?" balik teriak ayu
Dara pun menarik ayu dari kakak kelas itu dan mencoba pergi dari sana. Karena dara tidak suka keributan dara faham ayu bukan orang yang diam saja jika dia digertak orang lain.
"Apaan sih ra" ayu sambil melepaskan tangan dara
"Aku gak mau iya kita berurusan sama mereka, mereka anak cheers yang kemaren labrak madina kelas 10-6 cuman gara gara rambut madina yang blonde" jelas dara. Ayu pun sangat ingat cerita itu karena cukup menjadi pembicaraan teman teman nya saat itu.
Tiba tiba didepan gudang dara di tarik masuk kedalam oleh 4 senior yang tadi menabraknya di kantin. Ayu mencoba menobrak pintu tetapi pintu tersebut dikunci. Usaha ayu menyelamatkan dara sia sia karna ayu hanya sendiri sendangkan seniornya berlima di dalam.
Ayu langsung berlari mencari bantuan untuk menyelamatkan dara
Didalam gudang
"Oh ini cewe yang di incer sama vino" ucap renata sembari mengangkat dagu dara yang tersungkur dilantai
"So cantik ya lo.. Berani nya tebar pesona ke mantan gue hah" bentar renata
Dara hanya terdiam menutup mata nya tidak berani menatap renata dan teman temannya.
"Liat mata gue" dara pun menatap renata
"Aku gak ada apa apa sama ka vino"
"Alaahh kalo lo gak ada apa apa kenapa lo sering jalan sama vino? lo tau cuman gue satu satu nya cewe yang vino suka di sekolah ini" teriak renata
"SIRAM" teriak renata kepada teman temannya
"Lo yakin ta?" tanya jessica
"Kenapa gue harus ragu.. buruan siram terus cepet pergi dari sini" gertak renata
Mereka pun menyiram dara hingga basah kuyup membuat dara menangis menatap dirinya sendiri.
Ayu berlari menghampiri vino yang sedang duduk bersama teman-temannya meminta bantuan untuk menolong dara.
"Ka.. dara dikunci di gudang" Vino kaget mendengarnya dan langsung berlari ke arah gudang.
"Ata lo keterlaluan.. Lo sok berkuasa.. ini yang gue gak suka dari lo.. lo gila hormat.. dan lo ngeganggu semua orang yang deket sama gue" Teriak vino sangat marah
"Ini hukuman lo karna udah berani mutusin gue" jawab renata sambil berlalu pergi
"Ta.. gue gak akan tinggal diem liat lo lakuin ini" ancam vino
Renata berlalu pergi meninggalkan vino tanpa menoleh sedikitpun
Ayu membantu dara berdiri, vino memberikan jaketnya untuk dipakai. Vino melihat air mata dara keluar dari mata nya dan mengusap air mata itu diwajah dara.
"Raa maafin aku yaa" sambil memeluk dara
"Ka jagain dara dulu disini yaa aku mau ke loker dara ambil baju olahraga" ucap ayu sambil bergegas pergi meninggalkan mereka
"Maafin aku raaa maafin aku" ucap vino memohon sambil menggenggam erat tangan dara merasa bersalah dengan kejadian ini.
"Iya gpp ka"
"Kaka kenapa kemaren langsung pergi dan gak bales SMS aku?" vino terdiam
"Kemaren dirga dateng kerumah mau minta bantuan aku buat nembak ayu, aku mau jelasin ke kakak tapi malah pergi" ucap dara lemah sambil menjelaskan
Vino tersentak mendengar pernyataan dara, jelas vino sangat menyesal karena terlalu cemburu. Vino mengira dirga menyukai dara dan kemaren dirga ingin menyatakan cintanya. Vino pun langsung memeluk erat dara merasa bersalah telah bersikap kasar kepadanya.
"Aku cemburu ra.. cemburu ra" ucap vino menyesal
Ayu pun datang bersama meika
Meika kaget melihat kondisi dara yang basah kuyup dari atas sampai bawah
"Mendingan lo izin pulang deh ra, belajar pun kaya nya gak mungkin sama keadaan lo yang basah semua" Ucap ayu
"Iya raa mending lo izin aja, biar gue sama ayu yang bikin laporan kalo lo disiram sama ka renata dan geng nya" pinta meika
Dara pun mengangguk karena tidak memungkinkan dia untuk melanjutkan belajar dengan keadaan seperti itu. Diantar vino yang ikutan izin untuk mengantarkan dara pulang.