My Ceo Is My Perface Husband

My Ceo Is My Perface Husband
kesempatan ke 2



 


setelah memperkenalkan diri dengan anak anak kelas 10, Cicipun mulai bencengkrama dengan salah satu adik kelasnya itu ,


 


"hai ,dek nama kamu siapa ?"


tanya Cici kepada adik kelasnya itu (kebetulan yang disapa laki laki )


" nam ... nama .. saya ... Risky kak..."


jawab Risky agak gugup karna seniornya yang bertanya , Btw menurut risky senior Cici juga Cantik ,baik kok , daripada senior yang lain ...,


" sans aja ,ky anggap kaka sendiri ..."


kata Cici sambil tersenyum manis agar cepat akrab dengan adik kelasnya ,


"iya,kak makasi udah nenangis risky ,karna selama ini risky suka takut kalau bicara sama senior.."


jawab adik kelasnya yang lugu itu ,,


"oo,gitu ... ,so sekarang risky gausa takut sama kaka kakak ya!! "


pesan Cici kepada risky ,


" Ci , bisa kemari sebentar?"


panggil Ardian kepada Cici ,Cicipun meninggalkan Risky di lapangan basket dan menuju ke pinggir lapangan tempat Ardian berada,


' ada apa Ardian memanggilku,apakah ada hal yang penting ?' perang hatidan pikiran pun mulai , Cici membatin sambil mengadukan matanya dengan Ardian,


" Ci , aku masih suka sama kamu, apa aku boleh mengejarmu lagi ,aku tak ingin wanita lain hadir dihidupku selain ibu,kamu ?"


kata Ardian , sambil menatap wajah Cici dengan penuh harapan ,agar Cici tau Ardian berkata serius kepada Cici , Ardian tau ia menanyakan ini untuk ke duakalinya ,tapi ia ingin mengulanginya lagi agar Cici tau Ardian sangat mencintainya ,


" bila, Ardian ,mau agar aku mencintai Ardian juga harus berusaha lebih keras karna Cici akan serius dengan orang yang berhubungan dengan Cici maka dari itu seriuslah dalam berusaha , Ardian..."


jawaban Dari Cici membuat Ardian bersemangat ,tersenyum dengan sekaligusnya , ia juga tak sadar saking senangnya , Ardian yang sangat jutek dan cuek ,sampai berani memeluk Cici dihadapan adik kelasnya , sebelumnya memang Ardian tak pernah begini pada Cici ,Ardian memeluk Cici dengan erat sambil membisikkan kata katanya,


" Ci , aku pernah menyukai seseorang selain kamu tapi aku tidak akan mungkin mencintai orang selain kamu ,karna orang seperti kamu hanya ada beberapa di dunia ,dan salah satunya akan menjadi seseorang yang sangat berarti bagi hidupku , "


kata Ardian dengan hati yang terisak , Ardianpun mengecup kening Cici ,


"Cup..."


Cicipun kaget dengan prilaku Ardian , baru kali ini Ardian berani mencium keningnya dan memeluknya didepan umum ,muka Cicipun merah seakan mau meledak setelah diperlakukan seperti itu , Ardian yang menyadari Muka Cici memerah karnanya hanya bisa tertawa karna perubahan drastis tubuh Cici ,


"Dian !!!"


Teriak Cici membuat kaget siswa dan siswi yang lain,,


" apaa?"


kata Ardian santai ,sambil menyandarkan dirinya ke bahu Cici , karna mereka sekarang sedang duduk di pinggiran lapangan basket ,


"aa.. udahlah dian ,aku mau latian basket ngajarin adik adik ,malu tau dilietin adik adik!"


kata Cici menggerutu sambil.memajukan bibirnya ,


" jangan marah Ci , iya iya habis ini ayo ke lapangan ngelatih adik adik main basket ,aku temenin deh mau?"


tanya Ardian kepada Cici , membuat Cici sedikit menahan tawa dengan menggigit bibirnya , tak sadar ia telah mengeluarkan darah dari bibir manisnya ,


kata Cici agak meringis kesakitan


"kenapa Ci , ?" tanya Ardian kepada Cici,


" bibirku ke gigit ,"


kata Cici , dengan cepat Ardian mengusap bibir berdarahnya dengan tangannya ,


" jangan aw"


kata Cici lagi ,


"kenapa , nanti lama ambil sapu tangan ,kalok darah kamu nanti beku ,darahnya bakal sulit dihilangin oleh sapu tangan , mending sama tangan ,"


kata Ardian menjelaskan panjang dan lebar .


 


Ardian melihat darah di celana basket Cici, saat Cici berdiri dan hendak ke lapangan ,


 


"Ci kamu belum haid ya bulan ini?"


tanya Ardian kepada Cici , Cicipun kaget dengan pertanyaan Ardian kenapa Ardian menanyakan hal intim? batin Cici ,


" belum ,dian kok tau ?"


tanya Cici heran,


" tu liet ,belakang celana kamu!"


perintah Ardian , dengan cepat Cici melihat belakang celananya yang emang dari tadi sudah basah tapi Cicinya yang engga sadar,


"oh my goodes , dian don't see!!"


Cicipun kaget melihat belakang celananya yang putih sudah merah karna darah ,(sebelumnya baju basketnya warna putih) ,.


" ya ,ampun gimana aku mau ganti , ?? aku gak bawa gantinya , aku ga bawa roti omg , celannya juga !!!"


teriak Cici panik menarik perhatian Hendra ,


" Ci ,kenapa emangnya , "


tanya Hendra ,


" plis jangan liet Hendra ga baikkk !!"


sebelum Cici membungkam mulutnya , Hendra udah liet ada darah merah yang banyak di celana Cici ,


" Ciii, kamu mens ya ,trus gimana ini apa kamu izin aja ke pak iyan ?"


tanya Hendra ,


"engga ga ,usah "


kata Cici , dengan cepat Ardian menggandeng cici menuju ke Uks untuk mengambil pembalut ,celana ganti dan juga da****nnya , Cicipun keluar , dengan cepat Ardian mengenakan jaketnya kepada tubuh Cici agar siswa lain tidak curiga ia kebo****n,Ardianpun mengatarkan Cici menuju ke toilet ... selama perjalanan ke toilet Ardian banyak berubah ,ia tak terlihat cuek saat dihadapannya tak seperti dulu ,ia semakin perhatian kepadanya ,tapi Cici tak boleh menaruh hatinya sembarangan lagi


nantikan cerita selanjutnya jangan sampai ketinggalan:")