
Hanin bangun terlebih dahulu dan mandi di kamar mandi samping kamar Nayla , namun tak tepisah dengan kamar Nayla(kamar mandi dalam)
Setelah mandi Hanin hendak pergi ke kamar Nayla lagi untuk berganti baju dan merias diri di ruang rias Nayla,,
Saat setelah dirinya selesai berganti baju tiba tiba ia melihat Nayla tengah bercucuran keringat dingin ,,
Ia seperti habis mimpi yang sangat panjang dan menyeramkan,,
Flash Back On
Nayla bermimpi datang ke tempat yang belum pernah ia datangi ,, ia datang tak sendirian melainkan bersama seorang wanita,,
Tempat itu terlihat ramai ,namun agak gelap dan berlampu warna warni ,, Ada banyak wanita cantik dan pria tampan di sana
Wanita itu omongnya agak banyak namun tiba tiba setelah mencium bau sesuatu yang membuatnya mual dan izin ke Nayla pergi dulu sebentar,,
Nayla duduk sendirian sambil menenggak habis sebuah botol bertuliskan 'Wine'
Nayla terlihat mabuk setelah wanita itu sampai di meja ,betapa terkejutnya ia melihat Nayla yang di luar kendali(mabuk)
Wanita itu berusaha menyadarkan Nayla ,namun ia gagal karna ada seorang laki laki datang dengan pengawal yang menyertainya di kanan dan kiri,,
Entah apa yang ada di pikiran Nayla,sehingga perempuan berdarah campuran itu menarik dasi si lelaki yang baru datang bersama pengawalnya ,,
Nayla berkata sesuatu kepada lelaki itu ,dan ia dibawa pergi ke sebuah kamar ,,
"Hay tampan bisakah kamu menciumku"
kata Nayla yang terdengar jelas di kegelapan malam ,,
" apa kamu tak takut kucing nakal?"
kata lelaki itu sambil mengunci badan Nayla yang berada di bawah,,
" tidak "
kata Nayla dengan semangat,,
Lelaki itu menyalakan lampu tidur yang sengaja disiapkan di meja ,,
Betapa terkejutnya Nayla saat lampu tidur itu dinyalakan terlihat jelas wajah Andra yang penuh dengan gairah ,,
Andra akhirnya melakukan hal itu meskipun tadi sempat tersendat oleh beberapa alasan,,
"aaaaaa...."
kata Nayla sambil menutup mulut kecilnya yang tengah mengeluarkan suara ganas,
"apa sakit kucing nakal?"
kata Andra sambil mel*m*t habis bibir Nayla agar tak bersuara ,,
Flash Back Off
"aaaaaa.... jangan....sakit...."
kata Nayla berteriak seperti menahan sakit di area tertentu,,
"Nay kamu kenapa?? "
kata Hanin sambil berusaha menggoyangkan goyangkan tubuh Nayla ,agar Nayla lekas bangun dari tidurnya ,,
" Nin .... aku takut...."
kata Nayla sambil memeluk erat tubuh Hanin yang ada di sampingnya ,,
" huhuhuuuu..... "
Nayla menangis karna kejadian tadi yang ada di mimpinya terasa jelas mimpi itu seperti bukan mimpi,,
Seperti pecahan masa lalunya yang pernah ditutup rapat rapat olehnya,,
"huhuuuuhuuu...Nin dia tega banget sama akuuu,, huhuu...."
kata Nayla yang dimaksud adalah Andra ,,
" Nay kamu mau cerita kan samu aku ?"
kata Hanin berharap agar ia bisa memberikan solusi ,,
" huhuuuuuu ..."
tangis Nayla sambil mengangguk,,
"tak apa keluarkan saja Nay,,lebih baik kita menangis daripada membalaskan dendam".kata Hanin bak seorang pencipta puisi,,
Kemudian Naylapun tenang dan bergegas mandi ,,
Setelah mandi Nayla bergegas berganti baju dan tengah melihat Hanin sibuk dengan kelanjutan mimpinya,,
"Nay ayok turun , tadi bibi manggil kita untuk sarapan "
kata Nayla yang baru saja naik ke lantai 2,
" ngga mau , Nayla mau sarapan di luar ajah !"
kata Nayla sambil menggembungkan pipinya ,,
"Ayolah Nay,habis sarapan kita pergi ke Resto deh "
kata Hanin sambil menunjukkan jari telunjuk ke mulutnya,
"ya deh "
kata Nayla malas ,,
Setelah itu mereka sarapan di bawah,mereka bercanda dan tertawa hanya Nayla yang dari tadi terus diam ,,
Andra menyadari hal itu,,
"Nay kenapa diem aja?"
kata Andra sambil menatap wajah Nayla yang suram,,
" ngga papa ,, mah Nayla udah kenyang ,,Nayla mau keluar sama Hanin"
kata Nayla sambil bangkit dan menarik lengan Hanin,,
Sedang Alfin,Andra ,Mamah Yeti ,dan Papi pun bertanya tanya ,ada apa dengan sikap Nayla hari ini,,
Hanin dan Naylapun berjalan menyusuri trotoar dekat rumah Nayla sambil berbincang bincang mengenai tadi pagi,,
" apaaa,, kamu pernah di ituin sama dia ?"
kata Hanin sambil membulatkan matanya karna terkejut mendengar penjelasan Nayla,,
" iyalah ,, cuman mimpi yang tadi pagi itu berasa nyata banget,,kayak pernah beneran terjadi ,aku sekarang jadi agak trauma bila ada di deketnya ,"
" Sumpah kalok ni anak berani ngelakuin gitu sama loe ! Habis dia sama aku!!!"
kata Hanin berkata kasar tentang Andra ,,
"habis apaan?"
kata Alfin yang menyaut perkataan Hanin dari belakang ,,
" ehhh engga kok kak,, .....kak Alfin makan yuk kak . .ke restoran ,lumayan deket loh dari sini"
kata Hanin sambil berbasa basi ,,
" ikut dong "
kata Andra yang menyusul dengan mobil mamah dari belakang ,,
" iyaaa ..."
kata Alfin semangat,,
" Naik yuk,aku yang mengemudi"
kata Andra antusias,,
Setelah semua sudah naik mobil ,, mereka menuju restoran yang dimaksud Hanin ,
Setelah sampai Andra memarkirkan mobil ,sedang Alfin,Nayla ,dan Hanin pergi duluan ke restoran itu,
Setelah berada di dalam restoran bukannya duduk manis di bangku yang telah dipersiapkan ,,
Namun Hanin malah langsung menuju ke meja pemesanan dan memesan makanan agak banyak ,,
Alfin yang tertawa terbahak bahak melihat prilaku Hanin ,,akhirnya memutuskan untuk menyusul Hanin kesana agar ia tak berulah,,
Sedangkan Nayla duduk termenung sendirian ,sambil menatap pot bunga kecil yang ada di sampingnya ,,
Tiba tiba Andra duduk tepat didepan Nayla ,,saat Nayla masih melamun ,,
" Nay ,kamu tau siapa asistenku yang bawel dan cerewet"
kata Andra tiba tiba menanyakan itu kepada Nayla,,
"nggak tau!"
kata Nayla sambil tetap memandang bunga itu,,
"Ayolah Nay tebak,,"
kata Andra memaksa sambil mencubit pipi Nayla,,
Seketika itu pula Nayla memegang tangan Andra dan menjauhkannya dari pipinya,,
" kamu kenapa sih Nay !"
kata Andra agak membentak ,,
"aku baik baik aja kok"
kata Nayla mengalihkan pandangannya ,,
"hai teman teman ,,Aku bawain banyak makanan buat kalian "
kata Hanin yang baru saja datang dengan makanan yang bwanyak,,
" Maaf ya Andra , aku harus duduk sini ,,"
kata Hanin sambil menarik lengan baju Andra ,,
Andra tak menolak saat Hanin menarik lengan bajunya ,Hanin pikir ia tak mau meninggalkan Nayla disini,,
" Ayo ndra kita makan ke sana aja "
kata Alfin,,
Setelah memakan makanan Mereka ,, Andra dan Alfin pulang terlebih dahulu karna Nayla dan Hanin ingin jalan jalan ,,
Seharian Nayla dan Hanin berjalan jalan mengelilingi komplek rumah Nayla yang agak besar,,
Mereka juga berkunjung ke taman bunga di tengah tengah komplek perumahan ,,membeli dagangan pedagang yang ada di luar komplek,,
Bermain ayunan ,jungkat jungkit di taman ,tak lupa perosotannya ,,
Tak terasa hari telah menjelang sore mereka berdua kembali ke rumah ortu Nayla,, dengan berjalan kaki,,
"Hanin ,, sepertinya Nayla pernah bermain di taman itu ,tapi saat Hanin masih kecil ,,"
kata Hanin menggemaskan ,,
"Seriusan?"
kata Hanin meyakinkan,
"iya ,, saat itu ada teman kecilku ,aku bermain hampir setiap hati di sana ,, namun orang tuanya pindah sehingga ia harus pindah juga ".Kata Nayla sedih,,
"Jangan sedih Nay ,,".
Kata Hanin mencoba menenangkan
Setelah sampai di Rumah ,,mereka berdua mengambil makan dari dapur dan memakannya di kamar ,karna Hanin malas berbincang bincang(tenaga bicaranya. terbatas karna tadi udah ngoceh sama Nayla)
"loh bi Inah ,mana Nayla kok ngga di sini"
kata Mamah Yeti yang baru saja selesai dari luar ,,
" mbak Nayla makan di atas nyonya ,,"
kata Bi Inah dengan sopan,,
"iyah,biar saya aja ke kamarnya ,,"
kata Mamah Yeti sambil melangkah menuju lantai 2 kamar Nayla,,
"tok....tok...tok....Nayla sayang buka ini mamah "kata Mamah Yeti,,
"Nay buka"
kata Mamah Yeti sekali lagi,
Kemudian mamah Yeti membuka pintu kamar Nayla yang tak terkunci betapa terkejutnya ia melihat putri kesayangannya tengah terlelap tidur dengan temannya,
Tak hanya itu Mamah Yeti juga melihat 2 piring yang sudah kosong di kamar Nayla,,segeralah Mamah Yeti mengambil piring itu dan mencucinya ,,
To Be Continue...