My Ceo Is My Perface Husband

My Ceo Is My Perface Husband
#penjelasan Ardian2



jawaban Cici ke Ardian membuat Ardian memeluk Cici dengan erat ,seakan Cici akan pergi jauh dari mata memandang ,tanpa disadari Ardian yang selalu cuek dengan orang lainpun menangis walau tak bersuara , Cicipun melepaskan pelukannya dari Ardian dan menyeka air mata Ardian ,dengan cepat dan kata dan suara ,Ardian memegang tangan Cici yang sedang menyeka air matanya dan kemudian ia mencium bibir Cici dengan lembut ,


"umm,ukh..."


suara Cicu yang sedang kehabisan napas dimulutnya itu ,Ardian pun mengakhiri lumatannya , lalu tersada bahwa wanita dihadapannya itu hanyalah teman sekarang ,


"maaf , aku... aku sangat minta maaf ,"


kata Ardian sambil menundukkan kepalanya ke arah Cici lalu menyandarkan kembali kepalanya ke bahu Cici seakan itu pertemuan terakhir diantara keduannya,


"sudah ,jangan menangis lagi dian ,"


kata cici kepada Ardian yang tengah menitikkan air mata ,


"yang lalu biarlah berlalu,"


lanjut Cici ,


Cici merasa tenang bila dipeluk dengan Ardian seakan Cici terlindungi dengan sosok manusia yang aman bila didekatnya ,Cicipun memeluk Ardian seraya menangis walau agak bersuara , dan suara itu juga didengar oleh Ardian ,Ardian sedikit ragu bila ingin memeluk Cici lagi karna ia tau wanita yang ada dihadapannya saat ini adalah wanita yang tak bisa ia dapatkan lagi, dan akhirnya Ardian pun memeluk Cici dengan hangat lalu melepaskannya ,dan kembali ke lapangan basket seraya diikuti oleh langkah yang tegap dibelakangnya( Ardian ) , Cici tidak mengetahui bahwa Hendra diam-diam mengikuti mereka berdua ,dan bersembunyi di balik pohon besar yang agak dekat dengan mereka ,bahkan kedengaran bahwa Ardian dan Cici memiliki hubungan spesial yang Hendra tak ketahui , Hendra juga mendengar mereka berciuman tapi agak samar-samar, setelah Ardian dan Cici hendak kembali kelapangan basket Hendrapun segera berlari memutar agak tak diketahui oleh mereka bahwa Hendra mendengar semuanya baik dari mulut Ardian dan mulut Cici sendiri,


"hai ,Ci !"


sapa Hendra agar Cici percaya Hendra tak mengetahui apa apa tentangnya ,


"sudah selesai ngomongnya sama Ardian?"


tanya Hendra yang kebingungan walaupun aslinya engga ,


"iya,udah kok ndra ,"


jawab Cici sambil menunduk ke arah bawah berharap Hendra tak melihat lebam karna habis menangis diwajahnya,


"kamu gapapa Ci?"


tanya Hendra ingin tau kenapa ia menundukkan kepala ,


" iya gapapa kok ndra buktinya aku sehat,"


"okay ,aku khawatir soalnya sama kamu!"


jawab Hendra menjelaskan maksud pertanyaannya ke Cici,


"kenapa khawatir ndra ?"


tanya Cici kepada Hendra kebingungan ,


" aku khawatir semisal kamu cidera karna tadi habis maen basket ,btw bolanya tadi agak berat wajar aku kalah!"


jawab Hendra dengan besar kepala dan cekikikan ( canda mkstnya)


" oo, iya engga kok aku kan ga selemah itu ndra ,aku aja kena bola hampir 10 kali , dan ga cidera apa apa kok , iya sih bolanya tadi agak berat ,"


jawab Cici agak panjang ,


" oo ,iya Ci"


jawab Hendra singkat, padat, dan jelas.


Setelah mengobrol agak lama akhirnya Pak Iyan pun datang,


"hai anak-anak,perkenalkan saya Pak Iyan guru basket kalian ,"


kata Pak Iyan memperkenalkan diri kepada anak anak kelas 10 yang baru,


"iya, pak...."


jawab anak - anak kelas 10 dengan serempak ,setelah perkenalan yang dilakukan oleh pak iyan akhirnya senior seniornya memperkenalkan diri ,ada 1 senior yang menurut anak basket kelas 10yang paling cuek namun gantengnya sampe kehabisan kata kata siapa lagi kalok bukan, 'kak Ardian'(mantan Cici) tak luput juga Cici menjadi incaran adik kelasnya karna kecantikannya ,namun Cici tak merasa bahwa dirinya cantik , menurut Cici cantik bukan hanya dari luar namun cantik juga harus dari dalam hati .


Tunggu eps selanjutnya ya(。・ω・。)


jangan lupa vote dan jadiin novel ini novel kesukaanmu ,kalok kalian ingin authornya updatenya rajin ,insyaalah dengan kamu vote maka kamu udah suport authornya, author sangat bertrimakasih kepada kalian....