
Setelah dilakukan pencocokan darah , akhirnya darah Andra dinyatakan cocok dengan darah Nayla,,
Andra diminta dokter berbaring dan diambil darahnya beberapa mili untuk di donorkan ke Nayla ,
Setelah itu Andra bangun dan menuju ke kamar Alfin untuk memberitahu keadaan Nayla yang sekarang bisa dibilang telah aman.
Saat Andra berjalan menyusuri koridor kepalanya terasa berat ,namun Andra berusaha keras menahannya untuk memberi kabar bahagia ini,,
Andra berusaha keras masuk ke kamar khusus\(VVIP\) Alfin ,,
Setelah masuk Andra berjalan tertatih tatih sambil memegang kepalanya yang terasa makin berat ,,
Andra berhasil duduk di samping tempat tidur Alfin,,
Melihat ada yang tak beres dari tingkah Andra ,,Alfin menyuruh Andra beristirahat terlebih dahulu ,,
Namun Andra tetap membandel ia lebih memilih mencritakan bagaimana keadaan Nayla tanpa mempedulikan kesehatannya ,,
Alfin menyimak dengan seksama setiap perkataan Andra ,,
" Fin aku tau lo akan kaget ...tapi inilah kenyataanya , Keadaan Nayla kemarin masih kritis dan membutuhkan banyak darah bila tak ditemukan darah yang sama nyawa nya akan terancam fin,, "
kata Andra sambil menitikkan air bening di pipi manisnya ,,
" Ya ,ampun Nay ,,...,Nay kamu pernah salah apa sampai kamu begini?"
kata Alfin sambil menutupi mukanya yang penuh dengan linangan air mata,,
" Jangan sedih fin ,, kebetulan tipe darahku dan darahnya sama \(A negatif\) ,,aku tau Nayla tengah berada di masa \- masa tersulitnya ,,aku harus menolongnya ,tanpa pikir panjang aku menyumbang beberapa Mili darahku agar bisa menyelamatkan Nyawa Nayla,,dan"
kata Andra mencoba menenangkan hati Alfin yang tengah gelisah,,
Sebelum Andra melanjutkan ceritanya ia terlebih dulu pingsan karna ia menahan sakit kepalanya terlalu lama ,,
"**Andra....ndraa .. kamu kenapaa**!!"
kata Alfin panik lalu memanggil dokter melalui alat yang ada di samping tempat nya dirawat ,
Karna ia sedang kekurangan darah saat ini yang mengakibatkan mudah cepat lelah,,
Sedangkan Saat Andra belum terbangun dari pingsannya , Nayla tengah menjalankan transfusi darah ke tubuhnya,,
Selang beberapa waktu Andra terbangun dan tersadar dari pingsannya ,,
Dokter memberikan beberapa suplemen tambah darah untuknya ,,
Dokter juga berpesan agar menjaga pola makan secara teratur, dan satu bulan ke depan ia dilarang keras untuk melakukan pekerjaan berat ,,
Setelah itu Andra diperbolehkan keluar ,,
Nayla habis menjalani transfusi darah masih terbaring lemas di kamar pasien ,,
Sedang Andra hanya bisa menatapnya dari kaca ,karna masih belum diperbolehkan masuk sebab kondisinya yang masih lemah ,,
Andra dipanggil dokter ke ruangannya ,, sedang Andra mengaku bahwa dia suami nya \(Nayla\)
Dokter berkata banyak hal mengenai kondisi kesehatan Nayla ,,kata Dokter Nayla terkena Gegar Otak Ringan ,yang bisa mengakibatkan dia Amnesia ,,
Namun kata dokter ,Nayla bisa mengingat kembali semua memorinya ,dengan cara dipulihkan ,seperti diajak ditempat tempat yang pernah ia datangi dan berharap ia bisa mengingatnya kembali,
Tak banyak yang bisa dibantu oleh para medis ,,
Sehingga Andra sudah diperbolehkan menjenguk Nayla yang masih terbaring lemah ,,
Andra berterimakasih kepada dokter tersebut dan berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ke kamar pasien yng ditempati Nayla ,,
Andra masuk ke kamar yang ditempati Nayla ,dan duduk di samping Nayla yang sudah menjalani transfusi darah ,,
"Nay tolong bangun ,, aku sangat menyesal tak menjelaskan siapa wanita yang ada di sampingku ,,"
kata Andra ,matanya mulai berkaca kaca. ,,
"aku sangat menyayangimu Nay , jadi tolong bangun ,jangan seperti ini aku tak tega melihatmu seperti ini ,, Nayla yang ku kenal bukan begini"
Lanjut Andra sambil menggenggam tangan Nayla dan mendekatkannya ke pipinya ,,
Mata Nayla terlihat mengerjap ngerjap ,,dan tangannya menggenggam erat tangan Andra ,,
Andra yang menyadari hal itu langsung menanyakan bagaimana keadaan Nayla ,,Andra agak terkejut dengan reaksi yang diberikan Nayla,,
"Siapa kamu ? kenapa saya berada di ruangan ini ?"
kata Nayla ,yang tengah berusaha melepaskan tangan Andra ,,
" Aku adalah orang yang paling menyayangimu ,, aku bukan orang jahat , tolong kamu percaya padaku!"
kata Andra menggenggam erat tangan Nayla supaya tak terlepas ,,
"bagaimana saya bisa mempercayaimu?"
kata Nayla seperti orang asing ,,
"Aku akan membuktikannya padamu ,, namun ini butuh waktu yang agak lama ,kamu bersedia melihat pembuktianku?"
kata Andra meyakinkan pikiran Nayla,
"iya,terimakasih, namun kenapa saya merasa tak ingat apa apa kecuali nama saya saja ,, "
kata Nayla tengah bertanya tanya ,,
"Braak.... "
pintu kamar rawat yang dipakai oleh Nayla di gebrak dengan keras sehingga orang tersebut bisa leluasa masuk,,
" Nay kamu kenapaaa!!! "
kata Hanin yang pakaiannya acak acakan karna terburu buru ingin menemui Nayla,dengan seorang lelaki yang tangan kirinya di perban dan mengenakan baju yang sama seperti yang dikenakan Nayla.
Flash Back On
*Pagi itu Hanin telah berada di kantor ,,
Hanin sengaja masuk lebih awal karna ada pekerjaan menumpuk. sebelumnya ia ambil cuti 2 hari karna ia harus menjaga ibunya yang tengah sakit ,,
Tiba tiba di tengah pekerjaan nya ia ditelfon Andra ,,dan Hanin langsung mengangkat panggilan itu ,,
Andra menyuruh Hanin segera berangkat ke Seoul tepatnya 'Rumah Sakit Han' di pusat kota Seoul ,,
Tanpa pikir panjang Hanin izin kepada atasannya karna dipanggil oleh pak Andra ke Seoul karna suatu alasan ,,
Hanin diperbolehkan pergi oleh atasannya karna ini perintah langsung sang ceo,,
Setelah itu Hanin segera bergegas menuju ke bandara ,, dan menghubungi orang tuanya bahwa ia berangkat ke Seoul,,
Hanin tak ingin membuat orang tuanya khawatir mengenai keadaannya ,,
Setelah Hanin sampai di Bandara IS \(Internasional seoul\) yang juga berada di pusat kota Seoul,,
Hanin tak mau berbasa basi dan ia memutuskan mencari 'Rumah sakit Han'
Saat di depan rumah sakit Hanin langsung nyelonong masuk aja ,tanpa minta bantuan dari perawat yang berdiri di sampingnya sambil mengetik sesuatu ,,
Hanin juga tak mau bertanya karna ia tak bisa bicara bahasa korea ,yang mengakibatkan Hanin males bertanya ,,
Akhirnya dia tersesat dan untungnya ia bertemu dengan Alfin,, dan Alfin membantu Hanin menuju ke kamar rawat yang disinggahi Nayla .
saat berada di lorong Alfin bertanya beberapa hal mengenai Nayla,,
Sehingga Alfin mulai mengerti bahwa Nayla dan Hanin adalah sahabat dekat,,
Flash Back Of*
"Siapa dia ?"
kata Nayla seperti orang asing,, yang membuat Hanin terkejut setengah mati ,,
"dan siapa orang yang ada di belakangnya itu?"
kata Nayla lagi yang membuat Alfin terkejut ,dan merasa bersalah karna Alfin seharusnya melindungi Nayla bukan Nayla yang melindunginya ,,
"dia adalah Hanin ,,dia sahabat kamu saat kamu sebelumnya,, dia orang yang baik ,dan dapat dipercaya"
kata Andra menjelaskan Orang yang ditunjuk Nayla pertama kali,,
"Dan dia adalah kakakmu ,namanya Alfin , dia juga orang yang baik ,dan ramah serta sopan ,tapi kelihatannya kamu sering digoda oleh dia "
kata Andra terlihat menyindir Alfin yang berada di belakangnya,,
"hai Hanin hai kak Alfin,maaf sebelumnya menyakiti perasaan kalian berdua ,namun sekarang aku ingat apa apa tentangmu dan kakak Alfin juga ,,orang yang ada di sampingku ini"
kata Nayla pelan dan agak berbisik supaya Andra tak mendengarnya ,,
" aa...oke aku akan bantu kamu mengingat semuanya,kamu setuju Nayla?"
kata Hanin penuh semangat,,
"ya ,tentu,"
kata Nayla yang diselimuti rasa bahagia yang sepertinya pernah ia rasakan sebelumnya ,,
"Untuk mensyukuri kesehatan Nayla yang lambat laun telah pulih ,Saat Nayla sudah pulang mari kita adakan makan malam bersama ,,tentu kak Alfin yang teraktir,,"
kata hanin yang berusaha menghibur Nayla kembali,,
"aku nin? aku tinggalnya dimana ya ,,kalian ngga ngasi tau aku ?"
kata Alfin ,sengaja pura pura lupa ingatan ,,
"Haiz ,kak Alfin jangan pura pura dong!!,jadinya ga seruuuuu huuu, "
kata Hanin berteriak menyoraki Alfin ,,
"iya ,iya
Hal ini membuat semua orang merasa hening lalu memberitau dimana tempat tinggal Nayla ,
Di waktu yang sama Yongki tengah rapat bersama beberapa pemegang saham yang hendak menjual sahamnya ke perusahaan /'Shen Chen' miliknya ,,
Yongki rapat selama 2 jam dengan para pemegang saham itu ,,Yongki berusaha meyakinkan bahwa perusahaannya akan lebih maju lagi dan berusaha mengembangkan produk produk berkualitas tinggi ,dan bermanfaat,,
Yongki adalah seorang pendiri perusahaan 'Shen Chen' salah satu perusahaan terbesar nomor 3 teratas di Korea ,walaupun ia masih muda diantara para pendiri perusahaan yang lain,,
Yongki mewarisi bakat Ayahnya yang bergelut di bidang politik perusahaan ,,
Tak hanya itu Yongki juga sangat tampan,dan berbakat ,itu yang membuat para wanita yang ada di dekatnya selalu dibuat klepek klepek walaupun Yongki hanya diam saja ,,
Saat itu setelah mengakhiri rapat bersama para pemegang saham dan selesai pada pukul 6 malam ,,Andra duduk termenung di ruang rapat sendirian ,,
Sekretarisnya kebingungan dengan sikap atasannya itu,,
"Mr. Yoong kii ,are you okay?"
kata sekertarisnya yang berasal dari inggris itu,,
" i'm okay don't worry ,,"
kata Yoong kii sambil mengode bahwa ia ingin sendirian dulu,
Sekretarisnya mengangguk dan pergi meninggalkan Yoong kii sendiri diruang rapat ,,
Yoongki masih memikirkan bagaimana keadaan Nayla ,,
"Nay,bagaimana keadaanmu sekarang,, aku sangat cemas saat memikirkanmu"
kata Yongki sambil mondar mandir di ruangan rapat ,,
Yongki berpikir apa dia perlu menyelidiki Nayla masih hidup atau tidak,,
Yongki pun menelfon anak buahnya yang bernama Raka untuk mencari tau keberadaan Nayla,
Saat Nayla sudah penat bertanya banyak hal Nayla pun tertidur pulas , Andra menyuruh Hanin menjaga Nayla sesaat setelah ia tertidur , sedang Andra menjaga Alfin
Beberapa hari berlalu ,, tak terasa Nayla dan Alfin sudah diperbolehkan pulang ,,tentu saja mereka semakin akrab daripada kemarin kemarin,,
To Be Continue.....
Maaf bila ada typo atau kesalahan lainnya 🙏🙏🙏
Ayo dukung author dengan cara like ,vote ,dan koment bila kalian suka dengan Novel ini¯(ツ)/¯
\( • ̀ω•́ \) ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤\( • ̀ω•́ \)
o(〃^▽^〃) #Dirumah.aja (〃^▽^〃)o