My Ceo Is My Perface Husband

My Ceo Is My Perface Husband
Masa lalu



Cici menitikkan air mata ,


"kau mau tau namanya?" tanya farhan agak bentak,


"mendingan aku ngga tau nama cewe itu ,ketimbang nanti aku melabraknya!" jawab Cici mendengus kesal sambil menangis,


"okelah,aku tau perasaanmu" jawab farhan mulao mengerti keadaan Cici ,


" makasi farhan :)" jawab Cici sambil tersenyum ke farhan ,


melihat Cici tersenyum Farhanpun iku tersenyum pula "maaf ,han selama ini aku banyak ngebentak kamu ,iya karna bukan kamu penyebabnya namun karna Ardian !" jelas Cici ke farhan agar farhan bisa tenang "iya,ci aku ngerti kok..." jawab farhan sambil memeluk cici


" makasi farhan udh ngasi banyak informasi Ardian ke aku " balas Cici berterimakasih


"sama sama ,ci"


"oh ,ya farhan katain ke Ardian kita udahan aja ,soalnya aku ga kuat !"jelas Cici ke farhan ,berharap agar farhan mengerti Cici


" iya Ci ,nanti aku katain ke Ardian , boleh aku kasih saran?" tanya farhan


"boleh , apa emangnya?"


" emm,kamu boleh aja udahan sama Ardian ,namun kamu harus nyari cara bagaimana kamu dan Ardian tetap nyambung dan ga kayak orang asing ,saranku gitu aja si ,bisa diterima?"


tanya Farhan dengan nada agak ditinggikan


"bisa,si han tapi aku agak ragu ."


jawab Cici dengan ragu


"kenapa ragu,?"


tanya farhan


"soalnya ga terbiasa kayak gitu ..."


jawab Cici sederhana


"coba kamu biasain aja ,nanti juga bisa ,"


jelas farhan ,


" baikhlah aku usahain" jawab Cici berkobar kobar.


saat itu juga Ardian kabarin farhan bahwa dia sedang berada di kafe itu , farhan pun kaget dan ia menyuruh cici untuk pulang aja karna bahaya kalok ia disini ,akhirnya cici pulang tanpa alasan yang jelas ,soalnya farhan ga kasih tau ada Ardian di tempat itu .


"hwi,anak anak nama saya bu rini ,saya akan menjadi wali kelas kalian yang baru ."


sorak sorai para murid pun terdengar dari beberapa sudut di kelas Cici ...


"iya bu" jawab teman teman cici ,dan jawaban itu seakan membuyarkan lamunan Cici tentang masa lalunya bersama Ardian


"saya akan memulau pelajaran.....",selama pelajaran berlangsung Cici tidak mendengarkan bu rini berbicara dan terus melamunkan serpihan kenangan tentang Ardian,bel istirahat pun berbunyi ,anak anak pun berhamburan keluar kelas untuk membeli snack, minuman /yang lain,


" baikhlah anak anak , kita istirahat dulu ya,nanti kita lanjutkan pelajarannya ." pengumuman dari mulut bu rini membuat Cici membuyarkan lamunannya dan membereskan buku buku yang ada di atas Mejanya, melihat Cici,Lina bergegas menuju bangku Cici ,


"ci ,maafin aku ya ,tentang em... Ardian tadi."


jelas Lina meminta maaf ,


" iya gapapa lin ,aku hanya masih kepikiran Ardian ,"jawab cici sambil tersenyum simpul dan terlihat sedih,dengan cepat Lina memeluk Cici,dan menenangkan sahabatnya yang pikirannya tengah kacau sekali,


"ayo ,ci ke kantin ,sekalian liet cogan hehehe sambil cuci mata"


tawar Lina sambil bercanda agar sahabatnya tertawa,


" okay ." jawba Cici sambil agak tersenyum walau terlihat lesu, mereka berjalan keluar kelas ,menuju kantin melewati lorong lorong kelas ,mereka juga melewati kelas hendra,namun cici sama sekali ngga menghiraukan kelas hendra ramai atau sepi ,setelah sampai di kantin Cici dan Lina memilih tempat duduk di depan toko yang akan ia beli jajanannya ,


" ci,mau makan apa?" tanya Lina


" MAKAN HATI!!!" jawab cici agak ngegas


"si cici ditanyain malah ngebucin."


jawab Lina ketus,


"aku ngga mood makan ,lin"


"karna udh banyak makan hati?" tanya Lina


" ya begitulah " jawab Cici,Lina pun tertawa terbahak bahak


"wah sahabatku bisa juga sedih!"


"yed, kamu orang sedih diketawain"


"biarin," ledek ,Lina


cerita berlanjut di eps setelahnya.