My Ceo Is My Perface Husband

My Ceo Is My Perface Husband
Penjelasan Ardian ...



"ih,kenapa harus ada Ardian,samw si farhan pulaaa,"


batin Cici ,


"hai,Ci ikutan basket juga?" tanya Hendra


"iya,kan tadi di kantin aku beri tau,kalok ikut extra basket,lupa ?" tanya Cici,


"engga ,ehh..iya deh lupa hehehe,"kekeh Hendra,


"Ci ,mau aku ajak tanding basket,mumpung pak iyan belum dateng," tanya Hendra,


"boleh," Hendra mengambil bola dipinggir lapangan dan membawanya masuk ke tengah lapangan ,


"are you ready?"


"yes ,why not?" tanpa aba-aba Cici mengambil bola yang tadi habis dilemparkan Hendra ke langit langit lapangan (indoor),dalam keseruan bertanding Cici diperhatikan oleh Ardian , Cici seakan tak menggubris tatapan tajam sang mantan yang pernah menyakitinya itu(Ardian),.


"ih,Hendra bolanya manaaa?"


" Di,aku hehehehe," Cicipun merebut bola itu dan melakukan tembakan kearah ring Hendra,


"yee,kena ..aku menang,"kata Cici sambil tertawa terbahak bahak .


Ardian memikirkan masalalunya saat itu juga,


Ardian merasa bersalah kepada Cici,karena telah meninggalkan Cici dalam kesendirian ,setelah itu Cici bertanding ,Ardian pun memberi Cici sebotol minuman ,Cicipun kaget dengan prilaku Ardian itu,


"Ci,aku mau bicara sama kamu,"cicipun heran kenapa Ardian masih mau berbicara kepadanya kalau ada perempuan lain yang lebih cantik dan baik yang mau menerima Ardian dan juga wanita itu sekarang ada dikehidupan Ardian,


"eh,ndra ngapain ngelamun?" tanya Cici,


"eh,enggak kok cepat kembali ya ci,"jawab hendra tak seperti biasanya yang selalu semangat tpi kali ini ia ngga sama sekali semangat malah murung,


"ya ,ndra bye..." dalam hati Cici merasa sesak bila melihat Hendra murung ,dan bertanya tanya kenapa Ardian mengajaknya untuk kedua kalinya ia menanyakan hal yang sama kepada dirinya mungkin Cici bingung.


Cicipun mengikuti langkah Ardian ,langkah kaki yang begitu berat jika dilihat , dan ringan bila dirasakan ,sepanjang jalan mereka hanya bisa terdiam ,hanya ada suara sepatu mereka yang sesekali terdengar , hanya ada hening diantara mereka hingga Cici pun membuka suaranya yang sedari tadi ia buntu ,


"emm kita mau kemana ?" ketika Cici selesai membuka pertanyaan dan menghilangkan kehening diantara mereka,tiba-tiba Ardian memeluk Cici dengan hangat dan sangat erat , Cicipun terkejut tapi tak bersuara ,Ardian mengucapkan kata katanya dan langsung membuatnya menangis ,


"maafin aku ,Ci aku salah ,mungkin aku udah terlambat untuk minta maaf ke kamu ," tangis Ardian tapi tak bersuara ia hanya mengalirkan air matanya kepundak Cici yang lebih pendek sambil masih memeluknya ,saat Cici mendengar suara berat Ardian,Cicipun membalas pelukan hangat Ardian ,


"kamu maafin aku?" tanya Ardian kepada Cici


"iya aku maafin kamu Ardian tenang kita kan teman:)" Cici bisa melihat sisi lain dari Ardian ,Ardian menitikkan air matanya lagi dan kali ini dengan lebih deras dari yang sebelumnya,


"namun akan berat bila kita menjalin hubungan seperti dulu lagi ,karna dirimulah yang terindah sekaligus dan juga yang meretakkan hatiku dengan amat sangat "jawaban Cici membuat Ardian melepaskan pelukannya ,dan langsung mencium Cici dengan hangat , karna ia tau wanita yang ada dihadapannya tak mungkin menjadi milikknya lagi,


"umm...ukh... ," Ardian ingin sekali tak melepaskan ciuman ini ,namun ia tau cici kehabisan napas sekarang ,


"ukh, biarkan aku bernafas walau sebentar, " Ardian melihat Cici bernafas dengan tersenggal senggal dengan cepat Ardian salting dan merasa bersalah lagi ,


"maaf,ci aku ga bisa kontrol diri ,maafin aku" Ardian mengucap maaf ke Cici sambil memeluknya sebentar dan melepaskannya lagi ...


nantikan episode selanjutnya , have a nice day:) see you later ....