
Setelah mengemasi beberapa barang yang ada di Rumah zakit,dan hotel , Mereka memutuskan kembali ke Indonesia saat Siang hari di Korea,
Alfin dan Nayla kembali pulang ke Indonesia dengan cara menaiki pesawat terbang kelas A yang sudah dipesan sebelumnya ,,
Bahkan Andra dan Hanin juga memutuskan untuk ikut kembali ke Indonesia bersama Alfin dan Nayla ,tentunya dengan barang barang yang mereka bawa,,
Sebelum pesawat lepas landas ,Alfin menghubungi kedua orang tuanya yang ada di Bandung ,,
Semata mata hanya untuk mengabari bahwa mereka , sementara waktu akan tinggal di Bandung dulu ,,
Namun Alfin sengaja tidak menjelaskan alasannya terlebih dahulu agar mamah dan papanya tak kaget bilamana Nayla terkena Amnesia,,
"Kalok gitu nanti mama akan menjemput kamu ke bandara ya ,,fin "
kata mamanya antusias menyambut anaknya pulang ke rumah ,,
"tak perlu repot \- repot menjemput Alfin sama Nayla mah ,"
kata Alfin menolak dengan nada sopan,,
"kalok gitu kamu di jemput sama Pak Yusuf ya !!"
kata mamanya terlihat memaksa ...
"tapi maa...."
"gak ada tapi tapi ,,kamu harus mau... tutt..."
kata mamahnya tanpa bantahan dan langsung ditutup telfonnya,,
Sedangkan Alfin hanya bisa menghela nafas panjang karna sikap mamanya...
Akhirnya pesawat yang ditumpangi Andra ,Nayla ,Alfin,dan Hanin lepas landas dari Bandara Internasional Seoul.
Setelah beberapa jam perjalanan yang panjang dan melelahkan ,, Akhirnya mereka sampai di Bandara Bandung .
" Wahh aku sangat rindu ,Bandung..."
kata Alfin , senang karna bisa ke kampung halamannya lagi. Karena hampir setiap hari Alfin, tak sempat pulang kampung karna pekerjaannya yang tak bisa ia tinggal di ibu kota( //Jakarta//)
" Kak apa Bandung sebelumnya adalah tempat tinggal Nayla saat ,Nayla masih kecil?"
kata Nayla yang mencoba bertanya kepada kakaknya , karena tempat ini serasa tak asing baginya,,
"iya ,Nay sebelum kamu ke jakarta, 4 tahun lalu kamu masih tinggal di Bandung bersama Caca "
kata Alfin menjelaskan kepada Nayla berharap Nayla bisa mengingat sesuatu ,,
Nayla terlihat berpikir keras tentang tempat ini,dan seseorang yang bernama Caca.
"kamu ingat sesuatu , Nay"
kata Alfin sambil menatap mata Nayla dengan penuh pengharapan,,
"Ummm...."
kata Nayla sambil menggelengkan kepalanya,,
" Tak apa ,Nay mungkin kamu bisa mengingat sesuatu saat di rumah "
kata Andra mencoba menenangkan Nayla,,
"iya ,Nay jangan sedih ,suatu saat kamu pasti bisa mengingat semuanya "
kata Hanin mendukung perkataan Alfin,,
"jangan sedih ya Nay "
kata Alfin sambil memberikan senyuman manis kepada Nayla,,
♥♥♥♥
Tiba tiba ada sebuah mobil ferarri tua ,yang menghampiri mereka berempat ,, kaca mobil ferarri itu terbuka dan seperti ada seseorang di dalam sana ,,
"Den ...Alfin .... mbak Naylaa .... disini..."
Kata Pak Yusuf (supir di rumah kediaman mamah dan papanya) sambil membuka pintu mobil dan melambai ke arah Alfin dan Nayla,,
" Iya pak ,,"
kata Alfin dengan Spontan,,
Mereka segera pergi ke rumah mamah nya yang ada di daerah Bandung selatan ,,
Setelah sampai di rumah mamahnya Alfin ,, mereka berempat dipersilakan masuk ke dalam rumah ,,
Betapa terkejutnya mereka melihat dekorasi mewah nan artistik yang telah di persiapkan untuk kedatangan mereka ,,
Terlihat mamah Alfin tengah membantu Bi Inah menyiapkan makanan di dapur,,
"Eh ,Alfin, Nayla ,sudah sampai anak anakku , ayo ajak teman temanmu untuk duduk ,jangan berdiri saja ,nanti kakimu sakit nak "
kata Mamah Alfin dengan penuh perhatian dan senyuman ,,
" iya terimakasih bu ,,"
kata Andra dan Hanin serempak,,
Mereka menuju meja makan lalu duduk dikursi meja makan ,,
Andra ,berbincang bincang dengan Alfin mengenai rumahnya
,sedang Nayla asyik bercanda dengan Hanin ,, mengenai bias baru yang dibicarakan oleh Nayla ,, terlihat Nayla sangat antusias dengan lelaki tampan yang sangat digemarinya,, (biasnya )
Mamah Alfin datang membawa berbagai cemilan dan minuman di tangannya ,, lalu mamah Alfin menaruhnya di atas meja maka.
"di makan ya ,, jangan sampai tersedak "
kata mamah Alfin sambil tersenyum manis dan berjalan ,,kembali ke dapur
"makasi mamah ,,"
kata Alfin dan Nayla serempak,,
"makasi tante ,,"
kata Andra dan Hanin,,
Nayla dan Hanin kembali melanjutkan cerita mengenai bias mereka dan melupakan bila disana masih ada Alfin dan Andra,,
"Ciee... Nayla kepincut ya sama idol laki di korea ,Andra punya saingan nih !!"
" Andra harus sabar ya bila Nayla berbagi hati hihihihi sama idolnya"
Kata Hanin melanjutkan perkataan Alfin ,,
Sedangkan papanya baru saja sampai di rumah ,,
Sedangkan Andra tengah meminum air mineral sambil melirik tajam ke arah Alfin dan Hanin,,
" jangan gitu dong Alfin ,kasian teman kamu !!!"
kata Mamah Alfin dengan membawa makanan untuk mereka dan duduk di samping Nayla ,,
"tak apa tante "
kata Andra dengan sopan ,,
" maaf ndra tadi itu emang sengaja "
kata Alfin sambil cekikikan,,
"siapa namamu ?"
kata Mamah Yeti sambil melihat ke arah Andra dengan senyuman ,
"Nama saya Andra ,tante "
kata Andra dengan sopan , yang membuat Mamah Yeti suka dengan sikap Andra,,
" hai istri tercintaku ,, waah anak anak juga pulang ya ,sama teman temannya"
kata papi yang baru saja pulang dari kerja,,
" Mah ,,Kayaknya Andra akan menjadi menantu mamah deh,,"
kata Alfin yang berbisik kepada mamahnya , namun tetap terdengar oleh Andra dan Nayla dan papinya yang baru duduk di sebarnag mamanya ,,
" Andra itu siapa mih"
kata papa Nayla yang penasaran,,
" iniloh pi ,anak nya sangat sopan "
kata mamih Yeti yang membuat Andra tersipu malu,,
"Wahhh , Calon Mantuku udah dateng ,, sabar ya nak dapetin hati Nayla pelan pelan aja ya , kamu tau kan Nayla itu agak cerewet ,rewel ,dan gampang Nangis "
kata papi Nayla dengan senyuman ke arah Andra yang membuat Andra agak malu,,
Sedang Nayla hanya tersenyum simpul ke arah Mama dan Andra,,
Mereka berbincang bincang setelah memakan hidangan yang disiapkan mamah Alfin,,
" Kak ,siapa tante yang ada di sebelahku ini, apa dia mamahku,,"
kata Nayla sambil berbisik ke arah Alfin yang ada di depannya,,
Namun suara bisikan Nayla itu seolah menjadi pukulan terberat kepada Yeti .Anak yang sangat ia sayangi tiba tiba seperti orang asing di depannya ,,
"BRAKKKKK........."
suara gebrakan meja terdengar,itu berasall dari meja papi Nayla
Mamah Yeti berusaha menarik Nafas dengan kasar ,,karna terkejut sekaligus marah dengan apa yang dikatakan Nayla ,,
Seketika itu Alfin merasa sangat bersalah karna tak mencritakan kebenaran tentang keadaan Nayla yang sebenarnya ke mamahnya,,
Makan Malam tetap dilanjutkan namun tanpa candatawa dan kehangatan di sana , hanya ada keheningan yang menyelimuti di sana ,,
Nayla cukup peka bilamana wanita itu terlihat sangat marah kepadanya setelah ia bertanya siapa dia kepada kakaknya ,,
sedang ka npapinya ia terlihat lebih terkejut dan marah,
. Nayla ingin sekali bertanya kepada Alfin , kenapa dengan tante yang marah ,,namun Nayla mengurungkan niatnya karna keadaan yang tak memungkinkan .
Setelah itu Alfin mengantar Hanin dan Nayla untuk sekamar ke lantai 2 tepatnya di kamar Nayla ,,sedang Alfin sekamar dengan Andra di kamarnya tepatnya kamar Alfin di samping kamar Nayla,,
Hanin dan Nayla membereskan barang barang mereka mereka terlelap ,setelah berbincang bincang tentang masalah yang ada di bawah ,,
Alfin menyuruh Andra membereskan barangnya terlebih dahulu ,,sementara Alfin beralasan hendak membantu Yetidibawah.
Alfin turun ke lantai 1 untuk menjelaskan semuanya ke mamahnya,,
Alfin melihat mamahnya tengah mencuci piring sendirian sedangkan Bi Inah sudah tidur karena di suruh oleh Yeti sendiri,,
"Mah Alfin bisa jelasin ke mamah kenapa Nayla bisa bersikap seperti orang Asing kepada mamahnya,,"
kata Alfin mencoba mendekati mamahnya yang tengah menangis sambil mencuci sisa piring yang kotor
Setelah Alfin membantu mamahnya mencuci piring,,setelah itu mencoba menjelaskan semua nya kepada mamahnya di taman yang ada di luar rumah,,
"Jadi begitu ,, ya ampun Fin kenapa kamu merahasiakan itu pada mamah ,mamah sangat sedih kamu merahasiakan kesehatan adikumu"
kata Mamah Yeti diiringi tangisan lirih yang kembali mengucur pipi mamahnya,,
"maaf ma ,sebelumnya ,, keadaan Nayla sebelumnya buruk,sangat buruk sekali,, hingga Andra menolong Nayla yang sangat butuh darah ,karna ia kehilangan banyak darah saat kecelakaan itu terjadi,, dan Andra juga juga kebetulan memiliki tipe darah yang sama dengan darah Nayla ,karna itu Andra memilih menyelamatkan nyawa Nayla walaupun berisiko pada dirinya,,"
kata Alfin dengan serius ,yang membuat hati mamahnya terasa terenyuh karna perbuatan Andra,,
"iya maafin mamah ,karna tadi malem ya ,dan masih juga telah menjelaskan semuanya nak,,"
kata mamah Yeti sambil merangkul Alfin dengan erat .
"sama sama mah "
Begitu juga dengan Alfin yang balik merangkul mamahnya ,,
💜💜💜
Hanin bangun terlebih dahulu dan mandi di kamar mandi samping kamar Nayla , namun tak tepisah dengan kamar Nayla(kamar mandi dalam)
Setelah mandi Hanin hendak pergi ke kamar Nayla lagi untuk berganti baju dan merias diri.
Saat setelah dirinya selesai berganti baju tiba tiba ia melihat Nayla tengah bercucuran keringat dingin ,,
Ia seperti habis mimpi yang sangat panjang dan menyeramkan,,
To Be Continue...