My Ceo Is My Perface Husband

My Ceo Is My Perface Husband
Masa lalu Nayla,



" kamu ada di mana ?"


kata Caca diliputi rasa takut,


" di jalan ke kantor kenapa?"


kata Nayla dengan bertanya tanya ,sedangkan Andra hanya mendengarkan pembicaraan dua gadis itu ,


 


" Nay ,tadi aku dapet kabar dari Lauren ,katanya Leon mau dateng ke kantor jemput kamu ke KUA"


 


Kata Caca dengan sangat cemas,


" kenapa Leon dia gila apa ngajak aku nikah,?"


kata Nayla, dengan santai ,


"Pokoknya kamu gak boleh ke kantor , orangnya Leon sama Leonnya ada disanaa ,atau kamu akan diseret paksa ke pelaminan"


Kata Caca,


"Mantanku pikirannya buteq ya ,atau karna ortuku dia ke kantor "


Kata Nayla,


"Tapi Ca aku habis ini ada rapat di kantor ,"


Kata Nayla,


" Nggak papa ,izin ke CEO ny aja dah ,semoga Leon nggak ketemu sama kamu ,aku akan doain kamu agar selamat Nay "


Kata Caca sambil mengakhiri teelponnya dengan Nayla,


"gimana mau ke kantor apa langsung pulang?"


Kata Andra dengan Nada membara seakan ia diliputi amarah di dadanya ,


" aku gak akan pulang Ndra aku harus nemuin si Leon ,"


Kata Nayla ,tanpa rasa takut .


Andra terlihat berpikir sejenak ,dengan raut wajah cemas ,


"aku akan ada di sampingmu ,"


Kata Andra ,


"awakmu gak melu rapat to Ndra?"


Kata Nayla dengan logat jawanya,


" ora aku ndek pinggir mu wae , ngelawan mantanmu seng njaok awakmu rabi kro dkne seng wes gak awakmu sayang!"


Kata Andra juga tak mau kalah ...


" hmm. iya deh,"


kata Nayla .jadi sepanjang perjalann mereka membahas mantannya Nayla(Leon) , Nayla agak curiga dengan Andra ,kenapa ia bisa sekepo ini,


 


setelah sampai di kantor mereka langsung disambut oleh Leon sendiri, tanpa basa basi leon manarik paksa tangan Nayla ,


 


Nayla hanya bisa meronta dan diam melihat mantannya itu,


 


Andra terkejut dengan Leon ini ,dada Andra terasa penuh amarah di dalamnya,


 


" Jangan tarik tangannya, kamu tidak lihat dia sangat kesakitan!!!!"


Kata Andra dengan nada membentak serta tatapan tajam yang menghiasi matanya,


" huh...siapa kamu ? pacar barunya , suaminya ,cih ...bukan siapa siapa saja ,ayo Nay kita pergi,"


Kata Leon dengan nada menyombongkan diri,


" cih lihat dirimu amat sangat sombong,"


Kata Andra sambil menarik tangan Nayla ,dan langsung memeluknya ,


" Naylaaa,kamu harus memilih antara aku dan dia "


Kata Leon dengan penuh amarah ke Nayla,


" Aku pilih Andra"


Kata Nayla ,


" apa kamu pacarnya Andra?"


Kata Leon menyelidik,


" Ya , aku pacar Nayla!"


Kata Andra dengan Lantang,


" coba kamu buktikan bila kamu memang pacarnya Nayla!"


kata Leon dengan senyuman liciknya,


"oke siapa takut.."


 


Andra mengedipkan mata ke arah Nayla ,


 


Naylapun setuju dengan rencana Andra ,namun ia agak ragu untuk menciumnya,


Andra mendekat ke arah Nayla , dan bersiap siap menciumnya sedang Leon hanya bisa melihat nya saja .


 


Andra ******* bibir Nayla , ia sengaja melakukan itu bukan untuk apa apa melainkan untuk menyelamatkan Nayla ,Andra mendorong tengkuk Nayla supaya bisa memperdalam lumatannya ,


 


"mmmmm"


Kata Nayla sambil menahan rasa yang tiba tiba ada di hatinya ,


Leon hanya bisa terpaku , sebab ia tau Nayla takkan mungkin melakukan hal seperti ini , Leon hanya bisa berpegang teguh pada keyakinannya supaya bisa mendapatkan Nayla kembali dan menebus kesalahannya yang dulu ,


 


"Baik kita pergi !"


 


Kata Leon lesu kepada anak buahnya,


sedang Andra masih dalam keadaan ******* bibir Nayla yang manis itu , dan untung saja kejadian ini tidak menarik perhatian para karyawannya ,


" mmmmmm"


Nayla mendorong dada bidang Andra karna ia kehabisan Napas alhasil Nayla hanya bisa terengah engah ,


" Makasi Ndra ..."


Kata Nayla sambil tersenyum sangat manis ke arah Andra.


" Ya ,sama sama"


Kata Andra,


sambil mengangkat Nayla ke ruangan tempatnya bekerja ,sedang Nayla hanya bisa terdiam dan menutup matanya ,Nayla juga menyandarkan kepalanya ke dada Andra .


 


setelah sampai di ruangan Andra , tubuh Nayla direbahkan diatas sofa ,dan diselimuti jas Andra ,sehingga Nayla terlelap.


Tanpa sadar Andra terus menerus melihat wajah Nayla yang putih itu , lalu Andra mencium kening Nayla ,


 


'tunggu sejak kapan aku begini ke Nayla , sudahlah biarin dia tidur dia mungkin lelah '


Setelah itu Andra mengerjakan pekerjaannya sebagai CEO, Andra tak tega membangunkan Nayla sehingga Andra menelpon Justin (asisten ke 2 setelah Nayla) untuk membatalkan rapatnya . Andra tidak pernah membatalkan rapat tanpa alasan ini adalah kali keduanya ia membatalkan rapat sepenting ini,


Justin sangat ingin bertannya kepada Andra kenapa ia membatalkan rapat untuk para pemegang saham .Namun Justin tau Andra membatalkan rapat ini karna alasan tertentu .


 


Malampun tiba waktu menunjukkan pukul 21.00 ,sedang Nayla semakin terlelap dalam tidurnya . Andra sudah selesai mengerjakan tugasnya , Andra melihat Nayla masih terlelap dalam tidurnya . Andra duduk di lantai tepat di samping sofa yang ditiduri Nayla ,


Tiba tiba Nayla bangun ,dan menyadari ada orang di sisinya ,dan ternyata itu Andra ,


 


"Andra jangan tidur ayo bangun,"


Kata Nayla ,sambil memakaikan jas Andra walau tak tepat di badan nya (Andra),


"hemm?"


Kata Andra sambil mengucek matanya ,


" Ayo pulang ini sudah larut malam!"


Kata Nayla ,sedikit mengeraskan suara merdunya ,


" hoaammmm, oke"


Kata Andra sambil mengerjap ngerjapkan matanya ,


" Nay, "


Kata Andra , lalu menggandeng tangan Nayla ,dan menariknya ke arahnya sehingga Nayla terjatuh ,dan alhasil,


" Brugh....."


Nayla jatuh tepat di atas tubuh kekar Andra , mereka sedang dalam keadaan canggung ,dan dalam suasana hening di ruangan itu,


"deg ...deg...deg.."


Jantung Andra dan Nayla berpacu seperti derapan langkah kuda yang tengah berlari ,,


tiba tiba ,


"cupp..."


Nayla ******* bibir Andra , dan membuat Andra terkejut ,sehingga Andra hanya bisa menikmati lumatan Nayla ... yang sangat manis baginya ,


"mmmmh"


lalu Nayla melepaskan lumatannya tapi Andra meraih tengkuk Nayla terlebih dahulu dan melumatnya lagi ...,


Nayla hanya bisa terdiam dan mengikuti gerakan Andra,


" mmmmm..."


Kata Nayla yang tak diberi Andra kesempatan menghirup oksigen, sehingga nafasnya seperti hendak habis .


 


Andra yang sadar akan hal itu dan segera melepaskan lumatannya yang sejak tadi ia tancapkan bibirnya di bibir Nayla ,


 


Andra menarik tangan Nayla dan merubah posisinya menjadi di atas Nayla ,


" Ndra..."


Kata Nayla dengan Nada seperti ketakutan ,.


" baik aku gak akan menyentuh/ n


itu ,tapi bolehkan yang lain? "


Kata Andra,dengan mimik senyuman aneh di mukanya ,


"Ndra ,kamu jangan aneh aneh deh ..."


Kata Nayla dengan mendorong dada Andra supaya menjauh dari dirinya ,


" sebegitu takutnya dirimu ke aku , memang kenapa apa kamu bisa cerita ke Andra yang baik ,polos dan manis ini"


Kata Andra dengan senyuman yang sangat manis yang tak pernah terbayang di depan Nayla sebelumnya,


 


" huft ...kamu mau ngedengerin ceritaku?"


 


Kata Nayla dengan nada menyelidik ,


" Ya kenapa tidak?"


Kata Andra dengan mata berbinar binar ,dan logat tubuh yang bersemangat,


" besok aja ,aku ngantuk banget hoaamm.."


Kata Nayla sengaja ingin cepat cepat pulang ,


" ya sudah ,tpi aku antar kamu pulang karna ini sudah malam, "


"ya .."


kata Nayla ,


 


sepanjang perjalanan Nayla ketiduran lagi ,Andra hanya melihat Nayla sesekali karna ia juga harus fokus menyetir ,


 


setelah sampai di rumah Nayla , Andra menginstruksikan kepada satpam untuk membukakan pintu gerbang untuknya , setelah pintu gerbang terbuka ,Andra memarkirkan mobilnya di halaman Nayla , lalu melepaskan jasnya lagi dan dipakaikan ke Nayla supaya ia tak kedinginan ,


setelah itu Nayla di gendong menuju ke kamarnya dan diletakkan dengan lembut supaya tak menimbulkan suara , Andra menarik selimut Nayla dan menyelimuti tubuh Nayla , sedang jasnya ia pakai kembali .


Andra pun pulang ,dan tidur di atas kasur apartemen nya...


Pagipun tiba Nayla terbangun dari tidurnya , dan menyadari dia telah sampai di kasurnya sendiri . Nayla bertanya tanya kepada dirinya sendiri ," apa aku kemarin melayang ? "


katanya ,


Lalu Nayla mandi dan berganti baju yang kemarin ia pakai seharian penuh, Nayla turun lalu menyantap hidangan yang dimasak oleh bi Inah,


"bi Inah ,kemaren liet Nayla dianter siapa ya?"


Kata Nayla kepada bi Inah yang tengah membersihkan piring kotor di dapur,


" ooh yang kemaren nganter nona ke kamar ya ? seorang lelaki non, dia tinggi dan pake kemeja dan jas ,kayaknya orang kantoran ,tapi saya nggak bisa liet wajahnya dengan jelas non ," Kata bi Inah menjelaskan,,


" ,bibi nggak pernah liet dia kemari?"


Kata Nayla lagi sambil menyantap makanan nya ,


" maaf mon baru pertama kali kayaknya ke rumahnya nona "


Kata bi Inah ,


" makasi bi makanan nya ,enak banget , Nayla pamit ke kantor ya ..."


kata Nayla ..


" iya non ,hati hati"


Kata bi Inah dengan agak setengah berteriak...


tiba tiba ada panggilan masuk ,dan itu tertera' nomor tak dikenal '


Nayla memutuskan mengangkat panggilan itu ,


"halo ,siapa ya?"


Kata Nayla,


"masak nggak kenal ?"


kata orang yang bersebrangan telepon dengab Nayla ,


" coba kamu keluar rumahmu sekarang!"


kata orang itu debgan suara yang samar samar ,


siapakah orang itu , ?


Author juga akan merangkai cerita wkwkwk ,


tolong beri semangat pada aurhor dengan cara like dan koment sebanyak banyaknya,dukungan darimu sangat sangat author hargai 😇😇😇


We lope you guys😘😘😘💯