
Lanjutan eps3
Setelah menaruh tas diantara bangku penonton Cicipun mengambil baju basketnya dan pergi ke toilet cewe ,5 menit kemudian Cici selesai ganti baju dan menuju ke arah lapangan basket untuk menaruh baju sekolahnya , dan alangkah terkejutnya Cici setelah ia mengetahui ada Ardian dan Farhan dilapangan basket ,ya Cici mengetahui kehadiran Ardian di tempat Cici berdiri ,begitu pula dengan Ardian mengetahui keberadaan Cici karna sebelumnya ia menanyakan banyak hal mengenai Cici keteman teman Cici ,
"hai ,Ci "
,sapa si Hendra yang tengah memegang bola basket ditangannya ,
" hai ,ndra ngapain di sini ?"
tanya Cici pada Hendra yang tengah melangkah ke arahnya ,
" engga ,cuma mau latian basket ,"
jawab Hendra sambil tersenyum kepada Cici,Cici tak tau bahwa senyuman itu ditujukan kepadanya Cici pikir senyuman itu ditujukan kepada orang lain yang berada di lapangan,toh juga banyak cewe cantik di lapangan ,batin Cici,lalu Cici membalas senyuman Hendra ,dengan sekejap Hendra pun salting ,
"mau tanding?"tanya Hendra ke cici,
"okelah " jawab Cici dengan langsung merebut bola dari tangan Hendra,
"siyap ,mulai" kata Hendra , sambil memulai permainan ,setelah itu Cicipun memulai aksinya dengan merrebut bola yang ada ditangan Hendra ,lalu Hendra pun berbalik merebut bola dari tangan Cici dari arah belakang, lalu Hendra melakukan shooting untuk mengenai ring basket lawan(Cici)
Cicipun tak mau kalah ia memasukkan bola sebanyak 3 kali setelah itu ,permainan berlanjut dengan sangat sengit dan penuh tawa ketika dapat poin ,terkadang Hendra menganggap ini sebagai keseruan bersama doi(Cici) walau Cici hanya menganggapnya sahabat.
Cici tidak mengetahui bahwa saat ia bertanding ia diawasi oleh selaku mantan Cici\(Ardian maksutnya\)
saat mau selesai Ardian pun membeli minuman untuk diberikan kepada Cici setelahnya , setelah itu Ardian menyodorkan minuman itu kepada Cici ,Cicipun bingung dengann prilaku Ardian ,kenapa Ardian masih perhatian kepadanya bila dikehidupannya sudah ada wanita lain yang siap menjadi pendamping hidupnya , kenapa,batin Cici.
"Ci ,ikut aku sebentar kita bicara 4 mata, " kata Ardian dengan menatap penuh Cici ,sama seperti tatapan saat iya meyakinkan Cici agar ia jaga dengan baik,
jawabnya singkat karna Cici merasa tak perlu banyak basa basi diantara mereka ,
" Hendra ,disini aja ya , aku mau bicara sama Ardian,"
kata Cici kepada Hendra yang tengah minum dipinggiran lapangan ,
"iya ,Ci" jawab Hendra agak jutek , namun Cici tak menghiraukan itu, setelah itu Ardian berjalan didepan Cici menuntun Cici agar kejalan yang tepat sesuai dengan yang ditunjuk oleh Ardian ,disepanjang perjalanan,yang terdengar oleh mereka hanya napas mereka dan lawan bicaranya nanti, Cici tak mau berbasa basi lagi ia kumpulkan kebranian kemudian ia mengatakan beberapa patah kata untuk mencairkan suasana ,
"emm kita mau kemana?"
seketika pertanyaan itu terlontar dari mulut Cici , Ardian pun berbalik ke arah Cici dan seketika memeluk dengan hangat ,Cicipun terkejut dengan prilaku Ardian tapi ia memilih untuk tak bersuara ,
"maafin aku ,aku salah "
Cici mendengar suara berat Ardian , kemudian Cici membalas pelukan hangat Ardian dengan pelukannya yang tak kalah hangat,
" kamu maafin aku ?"
Tanya Ardian kepada Cici ,kemudian Cici melihat sisi lain dari Ardian yang dari luar kelihatannya keras dan Cuek serta Jutek,tapi didalam hatinya ada kelembutan yang terasa ,Ardianpun menyandarkan kepalanya ke bahu Cici ,
"iya ,aku maafin kamu dian , namun akan berat bila hubungan kita seperti dulu lagi,bukan karna aku punya yang lain ,namun karna dirimulah yang terindah yang pernah kumiliki dan dirimulah yang sekaligus telah meretakkan hatiku!"
kata Cici sambil agak menahan tangisnya ,
nantikan Cerita selanjutnya yang lebih seru :)
see yiiu^ω^