
Caca pun mengangkat telepon Nayla,
"Nay ,kamu gapapa ,ada bagian tubuh kamu yang dia sentuh , yang mana ,apa kamu luka luka ?"
kata Caca agak berlebihan mengkhawatirkan Nayla,
"emm,engga ca aku ga diapa apain"
kata Nayla sambil agak tertawa mencairkan suasana walaupun suasana hatinya juga buruk,
"Nay ,aku kerumahmu yaa"
"iya ,Ca mumpung mama sama papa lagi dinas keluar kota !"
"oke tunggu aku Nay",
kata Caca sambil mematikan telepon genggamnya ,dan mengambil tas bersiap siap menuju ke rumah Nayla ,
Sementara itu Nayla sedang duduk termenung dan teringat ingat oleh kejadian tadi pagi , ia bangun di sebuah bar dan dia tak memakai sehelai benangpun di tubuhnya hanya ada selimut yang menutupi tubuh Nayla , yang tak kalah mengejutkan ada d**** di sekitar kasur itu ,Nayla pun menangis dan menjerit tatkala ia tau bahwa ia tak ******* lagi ,
ia tak menyadari bahwa caca memasuki halaman rumahnya ,
Ia pun melihat Caca memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Nayla yang lebar ,dan melambaikan tangannya ke arah Caca ,
" hai Nayy, disini dibawah"
"iya bentarr"
Naylapun turun dari lantai 2 rumahnya ,dengan berpakaian dress selutut yang warnyanya biru kelautan ,dan ditambah lagi rambut Nayla yang tergerai sampai bawah menambah kesan anggun wanita berparas cantik itu ,
"udah nunggu lama ya ?"
kata Caca yang tengah melihat bagaimana Nayla sedang mengusap lendir bening yang ada di hidungnya ,
"eh..engga kok,"
kata Nayla,
Caca dan Nayla pun berbincang bincang mengenai masalah kemarin tentang Nayla yang habis putus dengan Rendra terlebih lagi Caca menanyakan Nayla ********** oleh sang pria yang membawanya ke sebuah kamar di bar malam,
" Kamu sumpah ga dia apa apa in sama dia ,aku agak ga percaya soalnya ,gabakal semudah itu lolos dari penjahat kelamin itu , tapi btw penjahat yang kemarin. gantengnya minta ampun ,jadi aku tega meninggalkan kamu berduaan ,meski aku dihadang oleh bodygoddesnya :v "
kata Caca agak kayak ibunya Nayla kalok ngomong ,
" emm, aku ngga perawan lagi Ca , karna kemarinn emmmm... "
Nayla masih ragu untuk membicarakan hal itu,
Cici yang awalnya hanya cengar cingir kini menjadi diam dan sangat marah pada dirinya sendiri,
" APAAAAAAA...... Kamu ga ******* lagi!!!"
"hush , agak dipelanin apa volumenya ,mulutnya jadi kek emak emak "
"hehehe ,iya maap kebiasaan lama ,sans ajaa ,"
setelah berbicara panjang dengan Caca ,Cacapun memutuskan pulang ,
Di waktu yang bersamaan , Andra sedang berbicara dengan anak buahnya yang ingin melapor kepada Andra soal Nayla,
"Apa kamu sudah menemukan perempuan itu ?"
"Sudah tuan , kemarin lusa ia melamar kerja disini tuan dan sekarang ia sedang menunggu menerima ia di terima apa ditolak kerja disini, "
"apa...."
mata Andra seolah berbinar tatkala Nayla ternyata melamar di perusahaan X ,yaitu perusahaannya sendiri ,memang perusahaannya begitu besar ,ia telah merambah dalam dunia perhotelan,perhiasan ,dan fila
. Andrapun langsung mencari bagian penerimaan kerja di kantornya , ia mencari pengajuan Nayla , dan akhirnya menemukan foto Nayla di lembar terakhir dan menerima Nayla sebagai asisten pribadinya ,
"mbak ,tolong hubungi orang ini ,dan bilang dia diterima kerja di perusahaan X, dan menjadi asisten pribadi Ceo"
kata Andra dengan dingin namun hatinya serasa dialiri kebahagiaan yang tiada tara . . .
Pegawai itu keheran heranan ,dan melihat berkali kali pada lembar penerimaan pegawai , padahal perempuan ini tak ada ijazah di bidang yang akan dia masuki ,namun ia sudah diterima menjadi asisten pribadi ceo, aneh . Pikir pegawai itu .
Dengan sigap pegawai itu menghubungi Nayla , disaat Nayla hendak makan , Nayla mendengar telepon genggamnya berbunyi dan mengangkat telepon itu ,
" Ya ,ada yang bisa saya bantu?"
kata Nayla,
"Selamat ,anda diterima bekerja di perusahaan X .Besok kamu harus datang jam 7 dengan menggunakan seragam kantoran dan saya beritau besok kamu menjadi bagian apa di perusahaan itu , "
kata pegawai magang itu dengan senyum dipaksakan, karna masih ada Pak Andra di sana yang tengah mengawasinya ,,
"iya,makasi mbak ..."
jawab Nayla dengan haru di wajahnya ia pun tak sadar ia menangis saking bahagiannya ,,ia beruntung baru selesai kuliah dan langsung diterima kerja .
Andra masih diruang kerjanya menunggu sekertaris lamanya ,dan saat sekertaris lamanya datang ia hanya diam sembari mengetik laporan dan tugas tugas yang harus dilaksanakan dengan seksama .
"emm,Pak. ....Andra ada yang perlu dibicarakan ?"
ucap ,asisten pribadinya yang lama ,
Ucap Andra yang bersikap seolah acuh tak acuh kepada pegawainya itu ,
"baik pak,saya pamit "
Andra tak menjawab dan hanya terdengar pantulan suara Sisi yang tergiang di seluruh ruangan,
Andra kemudian hanya menghela nafas panjang kemudian melanjutkan mengetik pekerjaan , pasalnya Sisi ada perempuan pertama yang berhasil meluluhkan hatinya kemudian membuangnya disaat perusahaan lamanya bangkrut ,Sisi dengan teganya meninggalkan Andra yang sebelumnya bergelimanng harta dan tak mau melihat Andra lagi tetapi keajaiban terjadi ,Andra membangun bisnisnya dan berkembang jauh lebih cepat daripada perusahaan nya yang dulu .Iapun menghilangkan luka di sanubari nya . Sierapun masuk ke dalam ruangan Ceo ,dengan membawa data data dan berkas berkas yang harus ditandatangani oleh Ceo itu sendiri ,setelah selesai Siera pamit dengab mengambil beberapa *lembar berkas yang bersangkut paut dengan **Nayla*** .
" Ini berkas berkas tentang Nayla yang berhasil kami kumpulkan Andra." kata Siera dengan santai karna mereka berdua adalah teman akrab sejak kecil.
"makasi siera" dengan nada dingin , tetapi untungnya sierra tak peduli
Pagipun tiba Nayla bergegas berangkat ke perusahaan X untuk berkerja,dengan tatanan ramput yang dikuncir kuda dan baju kantoran yang pas di bodynya membuatnya terlihat menawan ,iapun segeran bergegas masuk ke perusahaan dan ingin tau apa pekerjaannya , iapun bertanya kepada wanita yang dulu pernah mewawancarainya ,
"mbak saya kerja di bagian apa ya ,?"
tanya Nayla dengan sopan,
"oh,mbak Nayla ya , mbak bekerja di bagian asisten pribadi ceo , harap mbak Nayla segera ke kantor ceo untuk menemui nya karna pak ceo ingin menemui anda segera ,letak ruangan ceo berada dilantai paling atas mbak,"
jelas wanita itu dengan rinci ,Naylapun membungkukkan badannya pertanda terimakasi karna ia tak mau lagi berbasa basi .
Iapun menaiki lift yang tersedia dan menekan tombol angka paling atas yaitu 55, sesaat setelah sampai di depan ruangan ceo ,ia mengambil nafas dalam dalam dan membersihkan rasa takutnya ,Iapun masuk dan melihat sang ceo sedang bekerja ,dan alangkah terkejutnya Nayla melihat sang Ceo sangat mirip dengan laki laki yang pernah \* dengannya waktu ia mabuk berat ,
'Omg diaaaaa seorang Ceooooo!!!'
batin Naylapun tersentak ,sedangkan Andra yang sibuk bekerja hanya santai saja,
" Pak,saya akan menjadi asisten bapak yang baru harap kerjasamanya , "
Kata Nayla dengan tersenyum manis ke arah Andra ,Andrapun langsung menatap Nayla dan berdehem menetralkan perasaanya yang tak karuan,
"Ya, siapa namamu , bagaimana saya akan memanggilmu bila kamu tak memberi tau namamu ,"
kata Andra agak dingin dan tegas ,
"e....Nama saya Nayla putri kencana saraswati ,pak"
"nama yang bagus ,"
kata ceo agak memelankan suaranya ,tetapi masih terdengar jelas di telinga Nayla ,Pipi Naylapun berwarna merah kemerahan karna telah dipuji oleh atasannya ,
" Saya akan menjalankan tugas dengan baik pak "
kata Nayla dengan ucapan sungguh sungguh dan berkobar ,
"Ya , jadi tugas pertamamu adalah menemaniku disini sepanjang waktu , "
"emm pak ,..."
sebelum Nayla melanjutkan kata katanya terlebih dulu Ceo tampan itu membungkam mulut nayla dengan telunjuknya sambil tersenyum sanggat manis.
Selama 1 jam Nayla menemani sang ceo dengan duduk di sofa yang disediakan dia tampak hanya mencuri pandangan sang Ceo\(Andra\) , Dan Andra menyadari hal itu ,
"Ehm,, Nayla apa kamu lelah?".
kata sang ceo ,
" emm,sedikit pak karna saya tak melakukan apapun..." jawab Nayla terus terang ,
"Nayla bisakah kamu duduk di pangkuanku saat aku bekerja ,"
Kata Andra sedang menggoda Nayla,
"err. . . pak ini sudah di luar pekerjaan ,"
kata Nayla,
" Eemm..kalau ini masih di dalam pekerjaan ?"
"baikla ..."
'bagaimana ini apa aku harus duduk dipangkuan bosku sendiri ,apa yang akan dia lakukan kepadakuuuu. '
"Aku takkan melakukan lebih ,jadi jangan ragu!"kata ceo itu dengan tegas ,.
"iya pak dengan segera ia duduk dipaha sang ceo dan memperhatikab dengan seksama bagaimana ceo ini bekerja dengan giat.
"kenapa memandangku?"
tanya sang ceo sambil memamerkan senyumnya,
"tidak ada"
kata Nayla sambil mengalihkan pandangan. ,
setelah beberapa jam iapunn tertidur di dada bidang milik sang ceo ,Andra yang baru saja menyadari hal itu langsung membawa Nayla ke Hotel bintang 5 yang ada di kota J ,kebetulan letak hotel itu herdekatan dengan kantornya ,iapun memesan satu kamar dan meletakkan perempuan itu diranjang dengan posisi seperti kucing saat tidur ,
"kamu kalau tidur sangat menggemaskan , "
kata Andra smabil mengecup pipi Nayla dengan mesra , .Merekapun terlelap dengan keadaan berpelukan,
Maaf guys bila author ada typo ●︿●, nikmati ceritanya :)jangan lupa beri saran dan keluh kesah bila ada yang ingin kalaian sampaikan,harap koment🙏😇😇😇