My Ceo Is My Perface Husband

My Ceo Is My Perface Husband
Degub jantung Nayla...



Mentaripun bersinar ,burung burung berkicau dengan merdu tanda pagi telah tiba .Andra terbangun terlebih dulu sengaja untuk melihat lebih dekat wajah perempuan itu(Nayla).Jantung Andra seolah berdetak lebih cepat daru biasanya setelah melihat Nayla , iapun berusaha membuang muka yang sudah merona itu kearah yang lain .


Andra bangun dan segera mandi ,ia berusaha mengontrol alam bawah sadarnya agar tak memikirkan hal hal seperti itu,


"arghh... sadar Andra"


kata Andra sambil memukul dinding , dan meninggalkan bekas luka di bagian tangannya.


 


Nayla membuka matanya karna suara gemercik air , namun ia tak langsung bangun untuk melihat siapa itu , dengan mengerjap ngerjap matanya sebentar Nayla sadar jika ini bukan rumahnya ,


 


'Ya ampun di mana aku , kenapa seperti di hotel,' Nayla langsung melihat ke arah bajunya ,


"huft... selamat..."


kata Nayla sambil tersenyum .


 


Saat suara gemercik air itu berhenti ,dan seseorang keluar dari kamar mandi yang tak jauh dengan tempat tidur, alangkah terkejutnya Nayla bahwa itu adalah Ceonya sendiri\(Andra\).Andra baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya tidak menutupi bagian dadanya sehingga ia tak sengaja memperlihatkan otot yang atletis itu kepada Nayla.


Nayla sempat tertegun melihat keindahan otot atletis sang ceo ,namun kemudian ia menyadari bahwa Andra juga tengah memperhatikannya maka dari itu ia mengalihkan pandangan ke arah lain ...


"puft .... " kata Andra melihat tingkah Nayla yang sedang malu dan gelagapan....


 


Andra mendekat ke arah Nayla ,tanpa aba aba Andra melu*** bibir Nayla tanpa ijinnya , Nayla yang saat itu sedang tak siap ,kaget dan seketika itu mendorong dada Andra supaya bisa melepaskan ******nya .


Andra melihat mata Nayla tengah berkaca kaca ,sehingga laki laki itu membiarkan Nayla berlari ke arah kamar mandi dan menenangkan diri serta bersiap berangkat ke kantor. ...


 


"Sudah selesai ganti bajunya?"kata Andra dengan suara beratnya ,


 


"Sudah ," balas Nayla, "aku akan mengantarmu ke kantor !",kata Andra dengan nada penekanan di setiap kata nya ,"tidak, aku ingin naik angkutan umum ",balas Nayla dengan sopan namun masih dalam arti penolakan . Andra menghela panjang nafasnya lalu menarik tangan Nayla untuk mengikuti nya ,ternyata ia ingin Nayla naik mobilnya tak hanya itu ia juga hendak memasang sabuk pengamannya," saya bisa sendiri pak " dengan raut muka tersenyum . Andra akhirnya mengalah dengan Nayla , dan pergi ke kantor bersamanya.


 


Keadaan kantor pun masih lenggang karna banyak pekerja kantor yang belum datang,Andra memang sengaja untuk pergi ke kantor lebih pagi untuk menyelesaikan masalah dan juga menghadiri rapat yang sudah di jadwal kan sekertarisnya, (sebenarnya yang menjadwal Nayla ,tapi Nayla masih baru dan belum tau apa apa )


 


Andra menuju ke ruang rapat ,dengan di dampingi oleh Nayla ,setelah sampai Andra menyuruh Nayla membuat laporan ,


 


" Pak ,apa ini tidak terlalu mendadak ,karna 20 menit lagi rapat akan segera dimulai" Kata Nayla yang tak memahami pemikiran bosnya ,


" Tidak , kamu tidak bisa kan membuat laporan ,sini saya ajarin, tapi sebelum itu kamu harus duduk di pangkuanku ,ini perintah" kata Andra dengan tegas walau di hatinya ia terkekeh dengan raut wajah Nayla yang seketika memerah , Andrapun mengajari bagaimana cara membuat laporan dengan memangku badan Nayla yang tidak berat baginya ,


 


Ia hanya tertawa saat mengajari Nayla membuat laporan karna Nayla berlagak seperti orang yang baru saja kenal\(canggung\)


Tak lama laporan yang dibuat selesai dan rapat segera di mulai . Nayla agak ragu saat ingin mempresentasikan hasil laporannya ,


" jangan ragu , atau kecantikanmu menghilang"


kalimat Ceonya yang membuat seluruh ruangan rapatpun terdiam dan seketika menatap Nayla dengan heran ,


 


Tak lama Nayla bangkit lalu mempresentasikan hasil laporannya , tak ayal itu membuat hati sang ceo tergerak karena kecepatannya dalam memahami setiap kata yang ada dalam laporan sekalipun ia bukan lulusan manajemen ,selesai dengan acara menjelaskan ,semua orang nampak berdiri dan bertepuk tangan atas penjelasan Nayla yang sangat rinci .


Setelah semua orang penting, pergi dari ruang rapat ,hanya tinggallah Sang ceo dengan dirinya yang tengah duduk bersampingan ,


 


"emm.. pak" sebelum membalas perkataan Nayla ,Andra sengaja mencium pipi Nayla karna gemas dengan dirinya


"cup...."


pipi Nayla merona seketika bak bunga sakura yang tengah mekar di musim panas ,


"ststst diam "


kata Andra dengan lembut ke Nayla


 


Andrapun beranjak dari tempat duduknya semula hendak keluar dari ruang rapat ditemani Nayla, entah kenapa Nayla merasa jantungnya itu berdegub sangat kencang sesaat setelah dicium pipinya oleh sang ceo ,


 


"deg...deg..deg..."


degub jantung Nayla sampai ke telinga Andra ,karna kebetulan ruangan itu hening ,


"kenapa kamu?" Tanya Andra dengan nada menyelidik,


'ya ampun dia sangat cantik saat gugup' batin Andra , ia menuju ruang ceo ,setibanya di sana ia duduk di kursinya lalu memberi tugas kepada Nayla ,Nayla dengan serius mengerjakan tugas.


 


Malampun tiba Nayla izin pamit kepada ceonya lalu pergi ke rumahnya ,namun baru selangkah ia meninggalkan ceo nya sendiri ,


 


"Hei , coba kamu kesini dulu"


dengan menghela napas panjang Nayla dengan wajah tersenyum menghampiri ceonya itu ,


"ada yang bisa saya bantu ,pak?"


 ,kata Nayla dengan sopan,


"jangan panggil aku pak ,tapi panggil aku Kak Andra .Lalu dimana alamat rumahmu? berapa nomermu ? apa kamu nyaman di sini ?"


kata Andra yang sengaja menghujani Nayla berbagai pertanyaan agar ia tak segera pulang ,(tujuan Andra)


 


Nayla memberi tahu alamat rumahnya ,nomer telepon genggam ,dan sengaja tak ingin menjawab pertanyaan Andra yang terakhir ,


 


"baik pak ...eh kak saya undur diri "


"iya , " kata Andra sambil melihat ke arah layar ponselnya yang tengah menyimpan nomor Nayla.


 


Nayla pulang dengan berjalan kaki, walau jarak rumah kosnya agak jauh dengan jarak Kantor X .Tiba tiba ada mobil b\*k keluaran terbaru berhenti mendadak saat melihat Nayla ,dan alangkah terkejutnya bahwa yang ada di mobil itu ada kakaknya Kak Alfin.


 


"loh kak ,kok ngga bilang mau ke sini?" kata Nayla antusias kepada Alfin ,


"kakak kan ngga punya nomor barumu !" jawab Alfin sambil menyilangkan dua tanggan diperutnya ,


" iya iya ,maaf kak ngga beri tahu," seketika Alfin memeluk adik tirinya itu dengan pelukan yang dibalas oleh dengan kehangatan dirinya,sehingga membuat Alfin tak tahan jika berlama lama bersama Nayla bukan tak suka tetapi menahan naf**nya


,yang setiap kali akan merasa bagian itu ****gang saat bertatap muka dengan Nayla ,ya karna Alfin punya alasan ia memang menyukai Nayla walaupun mereka sudah bersaudara ....


 


"Nay ,yuk naik ,kaka mau ke rumah kamu !" kata Alfin dengan senang . Nayla memilih untuk duduk di bagian tengah agar ia nanti bisa tertidur dengan posisi yang nyamab .tiba tiba Alfin masuk ke dalam mobil lalu memakaikan sabuk pengama Nayla,"kakaaa aku bukan anak kecil lagii!" rengek Nayla pada kakaknya ," engga kamu masih anak kecil dimataku , anak kecil tolong duduk dengan manis yaa " goda Alfin kepada adiknya ituu


 


"ih kakak apaan si!" kata Nayla yang terdengar mendengus kesal karna perlakuannya (alfin),


selama diperjalanan Nayla lebih memilih diam karna ia sangat mengantuk ,dan akhirnya ia merebahkan diri dengan bantal leher yang ada di mobil Alfin.setelah 20 menit di dalam mobil ,Alfin turun dan membuka pintu mobilnya yang ditempati Nayla ,ia sangat terkejut melihat Nayla tertidur seperti itu ,ia kelihatan lelah karna pekerjaannya ,jadi


Alfin tak tega untuk menbangunkan Nayla ,ia memilih menggendong Nayla ke rumahnya ,


dia memencet tombol pengaman pintu dengan kode yang Nayla beritahu,


"cklekk..." ,


Alfin segera merebahkan tubuh mungil Nayla ke atas kamar empuknya dengan pelan pelan ,supaya Nayla tak terbangun dari tidurnya ,


 


Setelah merebahkan tubuh Nayla.Alfin melihat dusuk di samping tempat tidur Nayla sambil melihat wajah Nayla yang putih dan manis . Alfin menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Nayla , Alfin mengecup pelan dahi Nayla ,ia memutuskan tinggal semalaman untuk menjaga Nayla di rumahnya .


Di waktu yang hampir bersamaan , Andra tengah mengirim sms kepada Nayla ,"selamat tidur,Nay semoga mimpiin aku, salam sayang kak Andra" pesen singkat itu dikirim Andra ke ponsel Nayla , Andrapun pulang ke rumahnya dan istirahat ,


Pagi pun tiba alarm Nayla membangunkannya dari tidur nyenyak semalam , ia mencari ponselnya dan tak sengaja mendengar seseorang mandi di kamar mandi pribadinya ,dengan spontan Nayla mengambil panci , sotel ,dan wajan ,untuk melindungi dirinya saat saat penjahat itu keluar dari kamar mandinya ,


Saat suara kran berhenti ia langsung memakai panci dikepala ,tangan kiri memegang wajan dan tangan kanan memegang sotel , ia bersiap siap memukul dan ,


"bugh..." pukulan sotel itu berhasil ngenai dada bidang kakaknya yang baru mandi ,


"eh ... maaf kaka alfin aku.ngga tau kalok yang tadi mandi itukakak,mohon maafku kak"


kata Nayla dengan nada menyesal,


" iya akh maafin , kakak tak terluka kok pukulan kamu seperti tak beneran mau mukul orang, jadi ga sakit!"


jawab Alfin sambil menjulurkan lidah ,ia sengaja hendak membuat adiknya marah...


yak guys author punya tebak tebakan lagii...


Apakah selanjutnya Nayla memilih Andra ataukah Kak Alfin?


a.jelas Andra dong ,kan Andra yang bukan saudara nya dan deket sama dia...


b.Kak Alfin lah ,kan ia mencintai Nayla dengan tulus ...


c. jawaban kalian sendiri (tulis di koment:)💕


terimakasi bagi yang udah mau baca novel author ,author akan sangat senang karna kalian menghargai karya nya :) thaks guys , arigato :)