Mom Twins

Mom Twins
bab 8



Setelah makan malam Reylana kembali melanjutkan pekerjaan dan setelah itu ia pun tidur. Keesokan paginya Reylana bangun lebih awal karena ada pekerjaan mendadak yang baru diberi tau oleh asistennya. Reylana bersiap siap untuk ke butik diantar oleh pak Rahmat. Sesampainya disana ia langsung mengerjakan pekerjaannya.


" Permisi buk ini ada pesanan untuk buat gaun pernikahan" ucap asisten Reylana.


" Oh ya taro sini saja " ucap reylana sambil tersenyum.


" Baik buk , kalau begitu saya permisi dulu untuk melanjutkan pekerjaan" ucap asisten Reylana.


" Okee " Jawab Reylana.


__


Keesokan paginya Abian dan Arzan yang berencana untuk ke rumah Lia pun akan segera berangkat, sebelum itu mereka sarapan terlebih dahulu, Neira yang bertanya soal mereka mengabari sang pemilik rumah atau tidak. Arzan yang memikirkan kalau ia mengabari Lia, dan jika memang benar Reylana ada di sana ada kemungkinan Lia menyembunyikan keberadaan Reylana, mending ia tidak usah mengabari saja. Abian bertanya siapa yang akan mengantar Neira karena biasa nya Abian lah yang mengantarkan, ia sempat khawatir tidak ada yang mengantar Neira tetapi untung saja ada sang Papa.


Arzan heran dengan Papa nya keluar rumah, karena Tuan Abraham jarang sekali keluar rumah, ternyata setelah mengantar Neira dia akan main golf.


" Ya sudah kalian makan dulu nanti lanjut ngobrolnya " ucap Nyonya Ica setelah selesai menghidangkan makanan.


setelah selesai makan mereka melanjutkan kegiatan mereka, Arzan dan Abian pun sudah berangkat sedangkan Neira ia menunggu sang papa yang sedang mandi sembari itu ia memainkan hp miliknya.


sesampainya dirumah Lia


Arzan bertanya kepada Pak Rahmat mengenai Lia di rumah atau tidak, ternyata Lia sedang di luar kota, sedangkan Abian terlihat celingak celinguk untuk mengecek. Arzan pun bertanya lagi apakah di dalam ada teman Lia yang menginap jawaban Pak Rahmat terlihat gugup, awal nya Arzan dan Abian curiga tetapi ia pura pura percaya saja dengan apa yang mereka sembunyikan. 'untung saja mereka tidak curiga kalau non Lana tinggal disini , huhff amann ' ucap pak Rahmat dalam hati. Pak Rahmat memang tidak diperbolehkan memberi tau siapapun kalau reylana tinggal dirumahnya.


" Ya sudah pak kami permisi dulu " ucap Arzan.


" Iya den " ucap pak Rahmat.


mobil yang dikendarai mereka pun melaju menuju ke kantor, sembari mendiskusikan dimana sebenarnya reylana berada jika dirumah lia dia tidak ada.


kantor


" Pagi pak " ucap karyawan dikantor keluarga Arzan


dan dibalas anggukan oleh Arzan dan Abian, mereka kemudian masuk kedalam lift untuk menuju ke ruangan Arzan . Sesampainya diruang Arzan , Arzan meminta tolong salah satu office boy untuk membuatkan kopi.


" Dek, apa kamu mencintai Reylana? " tanya Abian dengan hati-hati, Arzan terlihat menghelakan nafas dengan pertanyaan Abian.


" Untuk persoalan mencintai belum kak, tetapi jika dia sudah menikah denganku, aku akan belajar mencintainya " ucap Arzan bijak.


" Kalau kakak sendiri bagaimana? " sambung Arzan.


" Huhh dia hanya mengharapkan uang kakak saja Zan" ucap Abian sambil menatap ke arah jendela.


" Sabar kak pasti ada gantinya " ucap zain sambil menepuk pundak sang kakak.


" Iya deh " balas Abian.


tokk tokk


Suara ketukan membuyarkan Lamunan mereka OB itu disuruh menaruh kopi di meja. Arzan menyuruh Abian untuk meminum kopi terlebih dahulu, setelah ia menyeruput kopi itu Abian mengungkapkan kecurigaan terhadap para pekerja di rumah sepupunya itu. Ternyata kecurigaan itu tidak terjadi pada Abian saja Arzan merasa ada sesuatu yang disembunyikan para pekerja di sana, dugaan mereka Reylana di sana dan disembunyikan keberadaannya secara rapi oleh pekerja dan pemilik rumah.


" Nanti biar aku yang menyuruh anak buahku untuk di sana " ucap Arzan.


Malah ia berencana agar salah satu orang suruhannya bekerja di sana tetapi ia masih rencanakan sementara ini ia menempatkan di luar saja.


Mereka pun melanjutkan mengopi dan makan cemilan, tiba-tiba Abian bilang bahwa ia tidak suka dengan Rinda yang bersikap seenaknya kepada adiknya. Ia berharap adiknya bisa lepas dari wanita seperti Rinda Arzan pun meminta doa semoga Reylana cepat bertemu karena dengan itu ia bisa lepas dari jeratan Rinda.


" Ya sudah ini Neira WhatsApp kakak katanya suruh jemput dikampus " ucap Abian.


" Ya sudah Kakak jemput neira pake mobil aku aja " ucap Arzan.


" Kamu nanti pulang nya bagaimana? " tanya Abian.


" Oke deh, kakak permisi dulu jemput Neira " ucap Abian.


_____


Sebenarnya Reylana sangat capek tetapi dia tidak boleh menyerah karena ingin membangun cabang butik yang sudah ia rencanakan dengan matang. Ia pun melanjutkan pekerjaan setelah menyemangati diri nya, di saat ia mengerjakan pekerjaan suara dering telfon berbunyi dan ia cek ternyata itu adalah Bik Sila.


kringg kringg


" **Assalamualaikum non " ucap Bik sila.


" Waalaikumsalam Bik " ucap Reylana**.


" Maaf non, saya mau ngasih tau kalau tadi Tuan


Arzan dan Tuan Abian datang ke sini " ucap Bik Sila.


" Seriusan Bik? " ucap Reylana dengan nada tak percaya.


" Iya non, tapi tadi Pak Rahmat bilang tidak ada teman non Lia yang tinggal di sini " ucap Bik Sila.


" Huhh syukurlah kalau begitu " ucap Reylana dengan lega.


" ***Makasih ya Bik, sampaikan juga kepada Pak Rahmat yang sudah menyembunyikan aku dari pak Arzan " ucap Reylana.


" Sama sama non, itu udaj menjadi tugas kami buat jaga non Lana " ucap Bik sila***.


" Bibik bisa saja, ya sudah saya lanjutkan pekerjaan dulu kemungkinan nanti malam saya akan pulang " ucap Reylana.


" ***non akan lembur?saya masak makan malam atau tidak usah non? " tanya Bik Sila.


" Tidak usah masak untuk saya, untuk bibik dan pak Rahmat " ucap Reylana.


" Saya lembur soalnya banyak sekali pesanan hari ini jadi harus segera di kerjakan " ucap Reylana.


"Wahh Alhamdulillah ya non , semangat deh buat non " ucap Bik Sila***.


" ***Hehe makasih ya bik " jawab Reylana.


" Ya sudah assalamu'alaikum bik " pamit Reylana.


" Waalaikumsalam " ucap Bik Sila***.


klik telfon pun mati


" Huhh semoga saja pak Arzan dan pak Abian tidak bisa menemukan aku " lirih Reylana.


" Lanjut lagi lah, biar cepat selesai " sambungnya.


tokktokk


" Permisi buk mau pulang sekarang atau nanti saja?" tanya asistennya.


" Nanti saja, kamu pulang duluan tidak papa " ucap Reylana.


" Tapi gapapa buk, kalau saya tinggal sendiri " ucap asisten yang diketahui bernama Dewi.


" Gapapa dew kamu tenang saja " ucap Reylana.


" Ya sudah buk saya permisi dulu " ucap Dewi.


" Assalamu'alaikum" sambungnya sambil menutup pintu dan dijawab oleh Reylana .