Mom Twins

Mom Twins
bab 10



Keesokan harinya.


Seorang wanita tengah bersiap siap untuk pergi menemui seseorang, ia membuka bagasi dan mengeluarkan mobil kesayangan.


" Aku terima kali ya penawaran orang itu " ucap wanita tersebut.


Sesaat sebelum ia keluar dari gerbang sang ibu memberinya kotak bekal untuk makan, dan ia menjalankan mobilnya itu, mobil itu perlahan meninggalkan perkarangan rumah. Beberapa menit kemudian ia sampai di sebuah bangunan tua semacam gedung dan ia menunggu seseorang didalamnya.


" Hahahaha akhirnya kau menerima tawaranku untuk bekerja sama " ucap lelaki itu.


" Ya aku datang kesini untuk menerima tawaranmu, jadi apa aku bisa mendapatkan kekayaan keluarga Arzan? " ucap wanita itu.


" Rinda Rinda tentu bisa tetapi kamu harus melakukan sebuah cara " ucap lelaki itu.


(kita sebut saja tuan x )


" Cara apa itu ? " tanya Rinda, ya wanita itu Rinda setelah ia mendapat telfon dari lelaki misterius ini yang memberitahu tentang informasi Arzan dan serketarisnya ia langsung menyewa seseorang untuk memantau Reylana dan malah ia mendapat informasi dari orang yang ia sewa bahwa sekarang Reylana sedang hamil anak Arzan dan itu membuat Rinda murka lalu menerima tawaran lelaki itu. Lalu lelaki itu tersenyum miring dan membisikan rencananya kepada Rinda dan dibalas anggukan oleh Rinda, sebenarnya ia tidak tau untuk apa dia menyuruh melakukan itu tetapi ia hanya mematuhinya demi bisa mendapatkan harta sekaligus Arzan.


" Baik saya akan melakukan itu tetapi beri waktu karena Arzan sangat susah untuk diajak bertemu " ucap Rinda.


" Hm " ucap lelaki itu dengan dingin dan meninggalkan Rinda , Rinda pun juga meninggalkan tempat itu menuju ke kantor Arzan.


___


" Aku harus cepat selesaikan pekerjaan ini supaya bisa cepat pulang " ucap lia.


" Aku tidak tenang meninggalkan lana sendirian " sambungnya. Lia pun menelfon lana untuk memastikan kalau dia baik baik saja.


kringg kringg


" Halo Lia " ucap Lana dengan riang.


" **Gimana kamu? baik baik saja kan? " ucap Lia sambil memberondong banyak pertanyaan.


" Iyaa Lia aku baik baik aja kok, kamu tenang aja " ucap Reylana sambil tersenyum**.


" **Huhh syukurlah karena tadi bik Sila nelfon aku " ucap Lia


" Katanya dirumah ada Arzan dan kakaknya " sambungnya


" Iya aku juga dikasih tau tadi sama bik Sila, untung pada saat itu aku di butik " ucap Reylana.


" Iya iya, eh btw udah makan?kacian lohh nanti Dede bayi nya laperrr " ucap Lia.


" Udah kok hehe " ucap Reylana.


" Ya sudah aku lanjutin pekerjaan ku lagi kemungkinan dua hari lagi aku pulang, kalau proyek nya bisa ditinggal" ucap Lia.


" Kamu selesaikan pekerjaan mu dulu, ga perlu khawatir ada bik Sila sama pak Rahmat kok yang jagain " ucap Reylana.


" Iya deh bumill gendut " ucap Lia sambil tertawa.


" Ishh liaaa aku ga gendut loh yaa,cuma lebih berisi aja " ucap Reylana sambil nada cemberut.


" Haha apa bedanya sih, orang kamu ngirimin foto tadi pagi aja aku udah kaget kok kamu gendutan " ucap Lia.


" Ishh liaaa " teriak Reylana.


" Haha aduhh kenceng banget ya dehh ga gendut " ucap Lia.


" Awas ya nanti kalau kamu punya anak kamu bakal ngrasain ini " ucap Reylana.


" iyaa bumilll " ucap Lia.


" Tapi kan bagus soalnya itu artinya bayi kamu engga kekurangan gizi " sambung Lia


" Iyaa, ga tau ya aku tuh bawaannya pengen makan mulu " ucap Reylana.


" Emang gitu kata mami " ucap Lia.


" Ya sudah aku lanjutin pekerjaan dulu daa assalamu'alaikum " ucap Lia.


" Okee waalaikumsalam " jawab Reylana.


klik telfon pun mati**


___


" Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ini biar Arzan dan kak Abian tidak curiga dengan ku " ucap Lia.


Beberapa menit lia menelfon sekretaris untuk melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit dan Lia berdoa semoga proyek bisa ditinggal, dan Alhamdulillah Lia mendapatkan kabar bahwa proyek bisa ditinggal dan akan diserahkan ke serketarisnya.


" Besok saya akan kembali kamu bisa melanjutkan pekerjaan ini " ucap Lia yang berbicara dengan serketaris secara langsung karena tadi ia sudah memanggil untuk datang kesini.


" Tidak perlu saya sudah memesan tadi pagi " ucap Lia


" Ya sudah buk, saya permisi dulu " ucap Dona serketaris lia.


" Heumm ya " jawab lia.


dona pun pamit untuk melanjutkan pekerjaan dan Lia kembali ke hotel untuk kemas kemas, sesampainya dihotel lia melaksanakan ibadah solat dan ia berkemas lalu ia pergi ke toko oleh oleh. Ia menjalankan mobil milik Dona yang ia pinjam tadi,


sesampainya disana Lia memarkirkan mobil dan berjalan menuju pintu toko dan tidak sengaja bertabrakan dengan seorang laki laki ia memakai pakaian serba hitam dan memakai masker, terlihat seperti mencurigakan tetapi pikiran itu ditepis oleh lia dan ia melanjutkan untuk memborong oleh oleh. setelah selesai ia kembali ke hotel karena tidak terasa hari sudah malam.


***


Sesampainya di hotel karena rasa capek yang menyerang tetapi ia ingat bahwa ia belum shalat jadi ia memutuskan untuk shalat terlebih dahulu setelah itu ia tertidur. Pagi nya ia bangun, dan bersiap siap untuk ke bandara karena 3 jam lagi jadwal keberangkatan ia kesana di antar oleh Dona serta teman Dona yang sudah ia kenal. Tak lupa ia menitipkan proyek kepada Dona dan jika sudah selesai ia boleh kembali dan juga kemungkinan ia akan bolak balik ke sini.


Lia masuk ke dalam pesawat dan beberapa jam kemudian ia sampai dikota kelahirannya, dan ia menelfon pak Rahmat untuk menjemputnya dan bilang untuk tidak memberitahu reylana soal kepulangannya untuk surprise saja. beberapa menit kemudian pak Rahmat sampai dan membantu lia menaro koper di bagasi mobil, lalu setelah pak Rahmat selesai ia menjalankan mobil menuju ke rumah, sembari menyetir lia berbicara dengan pak Rahmat tentang Arzan dan juga Abian dan jawaban pak Rahmat membuat ia lega, ia juga menanyai keberadaan Reylana sekarang dan ternyata Reylana ketiduran di ruang tamu. Ia meminta bik Sila untuk menaro koper di kamar dan tak lupa khusus koper warna pink itu untuk bik Sila dan Pak Rahmat, Lia masuk dan duduk di sebelah Reylana, sembari menunggu ia menonton tv dan memakan cemilan beberapa menit kemudian Lana bangun dan terkejut melihat kehadiran Lia.


" Liaa kamu sudah pulang ? " ucap Reylana sambil terkejut.


" Belum, udahlah kalau belum aku masih disana kali " ucap Lia dengan nada konyol.


" Ishh kamu ini " ucap reylana


" oh yaa aku bawain kamu banyak oleh oleh aku tadi suru bik Sila buat taro dikamar " ucap Lia.


" Makasih loh yaa " ucap Reylana.


" Ya sama sama " balas Lia.


" Oh ya mumpung kamu udah pulang besok temenin aku nihh buat periksa in ponakan kamu " ucap Reylana.


" Wahhh mau dongg " ucap Lia.


" Sipp " jawab Reylana.


___


Nyonya Ica yang mendengar kabar dari beberapa karyawan nya kalau ada keributan langsung bertanya kepada sang anak Arzan karena dia lah yang berada di kantor. Ternyata keributan itu di sebab kan oleh Rinda.


" Pasti gegara ulet keket itu ya " ucap Neira


" Ulet keket?siapa itu nak ? tanya nyonya Ica heran.


" Itu si Rinda kan dia kegatelan mulu sama Kakak " ucap Neira.


" Hahah kamu tuh dek ganti nama orang masa ulet keket " tawa Abian.


" Habisnya kegatelan kayak ulet mana nempel mulu lagi Ama kakak " ucap Neira.


" Udah ish dek ga boleh gitu " ucap nyonya Ica


" Iya deh ma, ya sudah deh aku berangkat ke kampus dulu " ucap Neira sambil menyalami nyonya Ica dan para kakak-kakak nya.


" Salim dulu dek sama papa, dia ada di belakang " ucap nyonya Ica.


" Iya ma " jawab Neira.


Neira menyusul tuan abraham dan Salim lalu tuan Abraham mengecup kening sang anak dan diprotes oleh Neira tetapi tuan Abraham hanya tertawa melihat keprotesan sang anak.


" Dianter supir atau sama kakak kamu? " tanya tuan Abraham.


" Dianter supir pa " ucap Neira.


" Ya sudah " ucap tuan Abraham. Neira pun langsung bergegas ke mobil dan perlahan meninggalkan perkarangan rumah.


Sementara di rumah.


" Oh ya kamu sudah bertemu dengan Reylana ? " tanya Abian kepada Arzan.


" Sudah kak, tetapi dia malah lari " ucap Arzan.


" Muka kamu serem kali makanya dia lari " ucap Abian sambil tertawa.


" kak, kok malah ngatain sih " protes Arzan.


" Permisi tuan ini ada paket " ucap satpam dirumah.


" Dari siapa pak? " tanya Arzan.


" Engga tau den tadi ada kurir yang nganter " ucap satpam itu.


" Ya sudah makasih ya pak " ucap Abian.