Mom Twins

Mom Twins
bab 14



" amiinn " ucap Lia sambil mengamini doa lia dan mengelus perut reylana


" kamu tidak balik kekantor lia? " tanya reylana


" iya ini mau balik, kebetulan tadi zain meminta aku untuk datang ke kantornya " ucap Lia


" pak Zain? " tanya reylana


" heumm, engga tau sih buat apa aku jadi lumayan was was " ucap Lia


" ya udah sana deh, oh ya titip bekal buat pak Zain " ucap reylana


" tumben banget kamu udah mulai suka yaa " ucap Lia sambil menggoda


" ihh apaan sih bukan aku sepertinya anaknya nih " ucap reylana


" anaknya atau bundanya " ucap lia sambil menggoda


" udah udah tungguin aku masukin bekalnya dulu " ucap reylana sambil berjalan ke dapur


" iyaa dehh bumil " ucap lia


reylana pun memasukan bekal dan cemilan untuk zain, ia tidak tau kenapa ingin membawakan bekal mungkin saja anaknya yang ingin, dia perhatian sekali dengan papanya pikirnya


" nihh bekalnya " ucap reylana


" okee aku duluan yaa, kemungkinan nanti agak telat pulangnya " ucap Lia


" iyaa dehh " ucap reylana


disisi lain


kringg kringg


" haloo " ucap Lia


" halo lia, udah dijalan? " tanya zain


" udah nih, ada apa? " ucap lia


" titip martabak kayak biasa dua bungkus yaa " ucap zain


" manis or telur " tanya lia


" dua duanya " ucap zain


" okee " balas lia


telfon pun dimatikan oleh Lia


beberapa saat lia menuju ke tempat jual martabak langganan keluarga mereka, sesampainya disana Lia memesan martabak itu


" pak seperti biasa ya, " ucap Lia


" oh iya neng, silahkan tunggu dulu ya " ucap penjual itu


" iya pak " ucap Lia


Lia menuju ke tempat tunggu dan ketika mengedarkan pandangan ia melihat rinda, Rinda yang tau bahwa itu lia ia mencari muka didepannya


" haii lia" ucap rinda tersenyum


lia menoleh dan ia membatin 'geli amat sih, apaan coba pasang muka sok baik gitu ' dan ia membalas dengan terpaksa


" eh iya " ucap lia tersenyum terpaksa


" oh yaa kamu apa kabar Lia? " tanya rinda


" eum baik " ucap Lia heran


" oh ya, kamu tau engga sih.. " ucap rinda terputus karena pesanan lia sudah jadi.


" oh maaf ya Rinda aku pamit dulu " ucap lia


" oh iya " ucap rinda tetap tersenyum


Lia menuju ke mobil dan beberapa saat kemudian ia sampai di kantor zain


" maaf zain nya ada? " tanya lia


" ada mb silahkan" ucap resepsionis yang sudah mengetahui bahwa lia adalah sepupu bos nya, lia pun membalas dengan senyuman


tokk tokk


" MASUK " teriak zain dari dalam


Lia pun masuk dan menyerahkan martabak sekaligus bekal


" tumben banget dek, kamu bawain zain bekal " heran abian


" eum, lagi pengen aja " ucap Lia.


" oh ya, kalian tau engga sih tadi aku ketemu sama rinda " ucap Lia


" ya dia biasa cari muka " balas lia


abian mendengar itu geleng geleng kepala saja


" oh ya ada apa nih kalian nyuruh aku buat kesini " ucap Lia


" kita mau minta bantuan " jawab zain


" bantuan apa, tumben banget " tanya lia


" cariin reylana, kita tau kamu bersahabat dengan dia sudah lama " ucap zain


lia pun terkejut mendengar penuturan zain dan berpura pura tidak tau keberadaan reylana


" cari reylana? " tanya lia


"memangnya kamu tidak tau soal berita itu? tanya abian


" berita?berita apa kok aku engga tau " ucap lia


" nih kamu liat aja " ucap zain sambil menyodorkan tab kepada lia, jujur sekali lia tidak tau mengenai berita tentang zain dan reylana tetapi ia bersyukur bahwa identitas reylana tidak dibongkar


" apa kamu tidak tau reylana ada dimana? " tanya zain


" tidak, lagian no hp reylana tidak bisa dihubungi" ucap Lia


" huh aku bingung mau cari dimana, disisi lain aku ingin bertanggung jawab disisi lain juga aku tidak tau dimana, ditambah rumitnya lepas dari jeratan wanita itu " ucap zain lesu


" ya mau gimana lagi zain kamu kan harus nyelesaikan dulu urusan kamu sama rinda, kalau belum selesai saran aku jangan bertanggung jawab dulu deh " ucap Lia, karna sebenernya ia tidak mau kalau zain menikah dengan reylana rinda masih mengganggu kehidupan mereka.


" kira kira tempat atau kota yang biasanya dikunjungi lana kamu tau dek? " tanya abian


" eum, sepertinya reylana itu jarang sekali keluar kota " ucap Lia


" iya kak bahkan pada saat masih kerja Lana jarang cuti kecuali kalau ada urusan keluarga " ucap zain


" huh apa kita perlu bantuan detektif? " tanya abian kepada zain


" ee sepertinya tidak dulu deh kak soalnya kan zain belum selesai in urusan sama rinda " ucap lia


" tapi bener juga yang dibilang lia, nanti rumah tangga ku juga kan taruhannya kak " ucap zain


" ya sudah kita bahas nanti mending makan cemilan dulu " ucap lia


" yee kamu kalau soal cemilan mah masuk terus lia " ucap abian


mereka pun mengobrol ringan sambil menikmati cemilan sedangkan zain makan bekal buatan reylana dengan lahap.


" enak banget nih, tumben kamu masak seenak ini " ucap zain


" kamu ngomong gitu seakan akan ngeremehin " ucap lia sambil membuang muka


" yee malah ngambek, kan biasa juga kamu jarang masak, sekalinya masak pasti dapur udah seperti kapal pecah " ucap zain sambil terkekeh


" ihh au ah mending makan " ucap lia sambil cemberut, abian yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala saja.


___


" halo guyss " ucap rinda kepada temannya


" hai ladies tumben sekali kamu kesini " ucap teman rinda yang bernama bela


" iya nih, lagi bete banget " ucap rinda sambil meneguk minuman yang beralkohol


" aku denger kabar kalau si zain calon kamu ngehamili seseorang ya? " tanya bela


" HM dan aku berencana balas dendam dengan wanita murahan itu " ucap rinda dengan sinis


" apa yang akan kamu lakukan? " tanya bela


" mencelakainya " ucap rinda sambil tersenyum miring dan mulai kehilangan kesadaran akibat kebanyakan meminum.dan beberapa saat benar Rinda pingsan.


" ih nih anak nyusahin aja deh " ucap bela


" mana berat lagi " sambungnya sambil memapah untuk kekamar.


___


" permisi bos ada apa memanggil saya " ucap anak buah dari tuan x


" hentikan teror untuk keluarga zain" ucap tuan x


" tapi untuk apa bos? " tanya anak buah tersebut


" kita kasih mereka waktu untuk menikmati hidup hahah, baru setelah itu kita serang mereka habis habis an " ucap tuan x dengan tertawa licik


" baik bos " ucap anak buah itu, setelah itu anak buahnya pun pergi meninggalkan ruangan itu


" kalian boleh bersenang senang tapi ingat hanya sementara hahaha " ucap tuan x tertawa dengan licik


" aku harap kalian merasakan apa yang aku rasakan disaat kalian bersenang seneng kalian malah membuat ku merasakan luka, dan menyebabkan orang yang aku sayangi meninggal, DAN ITU SEMUA PERBUATAN KELUARGA ABRAHAM " ucap tuan x dan diakhiri dengan emosi