Mom Twins

Mom Twins
bab 6



Nyonya Ica menyuruh suami nya untuk duduk terlebih dahulu, ia bertanya kepada Arzan bagaimana kelanjutan pencarian kepada Reylana dan Arzan pun bilang bahwa ia baru mencari, sebenarnya informasi sudah ia dapat tetapi saat ini ia tidak tau keberadaan Reylana, ia menghilangkan bagaikan di telan bumi. Tuan Abraham yang mendengar itu pun menjadi khawatir takut jika memang Reylana hamil cucu nya dan bagaimana keadaan cucu nya itu, ternyata kekhawatiran itu juga di rasakan oleh Nyonya Ica terhadap Reylana serta calon cucu nya. Perasaan Nyonya Ica adalah saat ini cucu nya sudah hadir di rahim serketaris sekaligus calon menantu nya, ia hanya bisa berdoa agar Reylana segera di temukan.


Nyonya Ica begitu terkejut mendengar perkataan Arzan bahwa Reylana di usir dari rumah nya, sang suami yang mendengar itu menjadi marah dan meminta Arzan untuk mencari dan di balas dengan tegas oleh Arzan ia akan mencarinya. Neira yang sedari tadi diam pun bersuara ia bertanya mungkin saja Reylana berada di rumah teman nya, tetapi Arzan sudah mencari tau tentang teman nya dan teman nya Reylana sedang berada di luar negri. Mendengar jawaban Arzan ia jadi berfikir apa Reylana sedang berada di luar negri menyusul teman nya tetapi itu juga sudah di selidiki oleh Arzan dan tidak ada jejak di bandara tentang kepergian Reylana ke luar negeri.


Karena lapar Nyonya Ica berencana untuk memasak dan ia menanyai sang suami ingin di masakan seperti apa,


" Mam aku bantu yaa? " tanya Neira sambil berharap Mama nya mengijinkan


" Boleh, kita ke dapur yuk " ajak Nyonya Ica.


 ****


Mereka akhirnya sampai di rumah, dan turun dari mobil, Reylana membawa desert itu ke dapur sedangkan Lia menaruh tas nya ke atas serta ganti baju karena memang Lia memakan pakaian formal dan ia akan mengganti dengan pakaian rumahan saja. Selang beberapa menit Lia turun dan menuju ke ruang keluarga untuk menyusul Reylana, Reylana yang melihat Lia pun menyerahkan desert lalu mereka makan bersama di ruang keluarga. Mereka menonton film sambil makan, hingga tiba di salah satu adegan yang cerita itu hampir sama pada kehidupan Reylana, yang di mana pemeran wanita di lecehkan oleh teman nya tetapi yang membuat beda adalah pemeran laki laki meminta maaf dengan tulus dan bersedia bertanggung jawab. Lia yang melihat adegan itu langsung menoleh ke arah Reylana, ia khawatir karena Reylana terlihat menangis, ia pun memeluk Reylana dan menyemangati karena dia tidak sendiri.


" Udah ah jangan nangis lagi " ucap Lia yang ikut menangis dan hanya di balas kekehan oleh Reylana.


" Oh ya Lan aku baru dapat kabar kalau besok aku harus keluar kota " ucap Lia.


" Oke deh, mau aku bantuin beberes yang perlu di bawa? " tawar Reylana. Lia pun menggeleng dan menyuruh Reylana untuk istirahat saja karena hari sudah malam dan Reylana hanya mengagguk pasrah karena tidak di perbolehkan untuk membantu.


****


call on


" Halo saya mau kamu melakukan sesuatu kepada orang kemarin " ucap lelaki misterius.


" Haha kerjaan lagi nih, boleh deh bos " ucap anak buah lelaki itu


" Haha hal yang mudah " jawab anak buah itu.


" Lakukan pada saat malam hari " ucap lelaki misterius.


" Ingat jangan sampai ketahuan " ucap lelaki itu.


" Siap bos lalu bagaimana dengan wanita nya? " tanya anak buah itu.


" Soal wanita itu biarkan saja, toh dia hanya wanita lemah " ucap lelaki itu.


" Baik kalau gitu bos " ucap anak buah itu.


klik telfon pun mati


Lalu datang seorang wanita berpakaian **** yang membawa minum, dia adalah pekerja di sana meski hanya seorang pembantu sang pemilik rumah tetap memperkejakkan seorang wanita yang **** dan masih muda untuk ia jadikan budak nafsu sekaligus pekerja di sana. Wanita itu mengantar kopi, ia sudah bekerja di sana kurang lebih sekitar dua tahun dan ia pernah hamil anak majikan nya tetapi ia tidak pernah cerita dan ia memilih menitipkan anak nya di panti asuhan, tetapi ia bukan ibu kejam sepenuh nya karena ia berpesan kepada ibu panti untuk tidak menerima adopsi dari orang lain karena ia akan sesekali mengunjungi anak kandung nya itu, setelah menaro kopi ia izin pamit ke belakan dan hanya di balas deheman oleh lelaki itu.


****


Sementara itu setelah selesai memasak Nyonya Ica memanggil anak serta suami nya yang saat itu sedang bermain golf di halaman belakang. Ia menyuruh Neira untuk menata makanan di meja makan, setelah semua berkumpul mereka pun menyantap hidangan itu, setelah nya seperti biasa mereka akan berkumpul di ruang tamu untuk sekedar berbincang.


" Oh yaa, Ra gimana kuliah kamu nak? " tanya Tuan Abraham sambil mengelus anak perempuan nya.


" Alhamdulillah pa, semua lancar kok ya meski ada beberapa kendala buat ngerjain nya tapi Neira bisa kok " ucap Neira dengan tersenyum.


" Kalau merasa kesusahan bisa minta bantuan kakak " ucap Arzan yang memang satu jurusan oleh Neira dahulu, karena sama sama mengambil management bisnis dan dibalas anggukan oleh Neira, setelah berbincang banyak hal mereka akhirnya ke kamar masing masing.