
" Apaan sih dek kamu itu loh " ucap Evelyn sambil tersipu.
" Jadi ini mau ngelupain atau tetap suka " ucap Reylana, Evelyn yang pada saat itu pernah di tolak mentah mentah bahkan di ejek pun bertekad untuk melupakan dan ia bagaimana pun cara nya harus melupakan meski Dito sedang tidak pacaran dengan Reylana, ngapain juga terus terus an suka sama orang yang engga ngehargai kita pikir Evelyn.
FLASHBACK END.
Mereka berdua tertawa riang setelah mengingat peristiwa itu dan tentu nya Evelyn sangat malu jika mengingat itu. Ia dulu sudah pernah berjanji buat engga suka sama Dito tapi apa daya pada saat ia menempuh kuliah ternyata ia satu universitas sama Dita dan cinta yang sudah ke kubur dalam muncul kembali. Awalnya ia tidak tau bahwa dia Dito karena tampilan yang begitu berbeda karena Dito sebagai Dosen nya jadi ia tidak begitu memperhatikan, ia baru menyadari pada saat ada kegiatan di kampus dan kebetulan yang memimpin adalah Dito, ia pun jadi terkejut tetapi harus bersikap biasa saja sampai akhirnya mereka kembali dekat dan Dito memutuskan untuk menikahi Evelyn.
" Oh ya kak, mau gaun yang seperti apa? " tanya Reylana.
" Eumm... Pengen nya sih yang kayak gaun kesukaan ku dulu, kamu masih ingat dek? "tanya Evelyn.
" Bentar aku ingat ingat dulu soalnya itu udah lama banget " ucap Reylana sambil mengingat.
Pada saat Reylana mengingat tiba tiba Nyonya Niken berbicara, ia bertanya dimana suami nya tetapi ia menangkap hal yang berbeda, ia sepertinya mengejek diri nya. Reylana hanya terdiam dan itu semakin membuat Nyonya Niken mengejek nya tetapi ia di bela oleh Evelyn, pada saat itu datang seorang lelaki, Reylana yang melihat itu terkejut karena itu adalah Arzan. Arzan berteriak sambil memanggil "my wife " untuk Reylana dan segera merangkul Reylana, Evelyn yang tadi nya berada di samping Reylana ia reflek pindah melihat suami dari Reylana datang.
" My wife kamu aku cariin ternyata udah berangkat ke sini " ucap Arzan, ntah bagaimana ia bisa ke sini yang pasti Reylana sedang terkejut sekaligus bingung.
" Kamu udah sarapan kan sayang? " tanya Arzan sambil merangkul Reylana.
Arzan berbisik untuk mengikuti rencana nya agar Reylana tidak malu jadi dengan terpaksa Reylana mengikuti semua rencana Arzan. Nyonya Niken yang melihat hal itu menjadi malu apalagi kejadian tadi di lihat oleh seluruh karyawan dan ada beberapa pembeli dibutik. Evelyn terkejut dan ia mengamati muka dari suami sang adik ternyata itu adalah teman nya pada saat menempuh pendidikan SMA.
" Kamu Arzan bukan? " tanya Evelyn, dan dibalas anggukan oleh Arzan, Reylana yang melihat itu mencubit Arzan karena menurut nya balasan Arzan sangat dingin dan cuek.
" Heii aku Evelyn teman SMA kamu " ucap Evelyn.
Arzan yang mendengar itu pun mengingat ngingat siapa perempuan yang mengaku sebagi teman SMA nya ini sekaligus calon ipar nya, ia mengingat nama Evelyn tetapi banyak sekali nama itu di otak nya dan ia baru sadar Evelyn di depan nya adalah wanita yang dulu pernah ia sukai. Tetapi rasa suka itu tak bertahan lama di karenakan ternyata Evelyn menyukai sahabat nya, ia pun memilih untuk melupakan Evelyn.
" Oohh ya aku ingat " ucap Arzan.
" Ternyata kamu adik ipar aku " ucap Evelyn sambil tersenyum, dan di balas anggukan oleh Arzan.
" Permisi, Lan ini ada telfon dari Lia " bisik Shela.
" Oh yaa, maaf saya angkat telfon dulu" ucap Reylana.
Di sisi lain
" Eh iyaa, aku ini mau pulang kamu di rumah atau di butik? " ucap Lia.
" Di butik, ehhh kebetulan di sini ada Arzan, dan ternyata dia sudah tau kalau aku hamil anak dia " ucap Reylana.
" Apaa! Terus gimana dong " ucap Lia dengan nada teriak.
" Ya mau gimana lagi dia udah terlanjur tau tapi kalau dia ingin menikahi kamu harus susah pokok nya " ucap Lia.
" Yaa dehh " ucap Reylana**.
Setelah itu telfon pun mati karena saat ini Lia sedang berada di jalan dan ingin menuju ke butik. Setelah telfon mati Reylana kembali ke depan untuk menemui Evelyn dan juga bertanya tentang gaun yang akan di pesan. Reylana pun menanyai gaun apa yang ingin di buat kan dan itu ternyata gaun kesukaan Evelyn semasa kecil, dengan senang hati Reylana akan membuatkan untuk sang kakak yang sudah ia anggap seperti saudara kandung nya. Setelah beberapa konsultasi Evelyn dan Reylana akhirnya mereka pun pamit untuk pulang dan dari tadi Nyonya Niken pun terlihat diam mungkin saja malu dengan tindakan nya.
Setelah pamit Reylana pun mengusir Arzan tetapi Arzan tidak mau dan lebih memilih untuk tetap berada di sana. Reylana yang mendengar itu menjadi kesal dan ia ke ruangan nya.
" Hati hati sayang, ingat ada anak aku di sana " ucap Arzan. Reylana yang mendengar itu menjadi kesal dan ia berkata bahwa ini adalah anak nya bukan anak Arzan, rasa kesal Reylana bertambah ketika Arzan mengikuti sampai ke ruangan.
Beberapa saat kemudian Lia pun sampai dan ia masuk ke butik tetapi ia mendengar suara Arzan yang menggoda dengan nada tengil nya kepada Reylana. Akhirnya ia pun membuka dan yang di dalam pun terkejut melihat kehadiran Lia, Lia pun terkejut juga dengan interaksi mereka.
" Kalian ngapain ihh " ucap Lia yang seperti nya salah paham dengan Reylana dan Arzan.
" Ehh Liaa kamu jangan salah paham dong " ucap Reylana, tetapi jawaban itu berbeda dengan jawaban Arzan, Reylana yang mendengar itu pun memukul tangan Arzan dan membuat Arzan berteriak.
" Ehh, Arzan mending kamu pulang aja deh pahit banget liat muka kamu "ucap Lia dan di balas anggukan oleh Reylana.
" Bodo amat, gua mau di sini nemenin jodoh gua " ucap Arzan dengan gaya yang tengil dan itu yang membuat Shela serta Reylana kaget dengan sifat asli Arzan.
" Kalian engga usah kaget sama kelakuan anak satu ini, emang di luar keren tapi di dalem kayak hello Kitty" ucap Lia dengan mengejek.
Arzan yang merasa diri nya di ejek pun lantas mengambil bantal dan menutup muka Lia dengan bantal, Arzan yang mendapat pesan dari David karena akan ada meeting pun segera pamit. Reylana bingung dengan ATM yang di beri Arzan, Arzan cuma bilang bahwa ini sebagai nafkah dari nya untuk anak nya dan ibu nya, juga Reylana bebas menggunakan jika habis, akan di isi oleh Arzan. Lia pun lantas duduk dan Reylana pun memaksa Lia untuk mengembalikan ATM milik Arzan karena ia sangat sungkan untuk memakai ATM ini, tetapi karena Lia seperti nya sedang memikirkan sesuatu pun jadi tidak mendengar perkataan dari Reylana.
" Liaa kamu mikirin apa? " tanya Reylana dengan nada sedikit teriak.
" Akuu.... " ucap Lia dengan nada terputus karena ada suara ketukan dari pintu.