Mom Twins

Mom Twins
bab 11



Arzan memegang paket dengan bingung karena setau nya ia tidak memesan apa pun di online, Arzan pun bertanya kepada Abian dan Abian menyuruh nya untuk membuka saja jadi ia mengambil gunting dan membuka nya. Setelah mereka membuka alangkah terkejut nya melihat isi dari paket itu yaitu kertas dengan tulisan ' jauhi Reylana atau kamu saya hancur kan ' Arzan dan Abian pun saling pandang, Arzan dengan bergegas mengambil hp dan menelfon anak buah nya untuk mengetahui siapa pengirim dari paket tersebut.


" Apa kamu punya musuh Zan ? " tanya Abian.


" Atau ada seseorang yang menyukai Reylana dan dia tau kalau kamu ingin bertanggung jawab? " sambungnya.


" Soal musuh aku sudah menyelesaikan urusan itu kak , tetapi untuk yang menyukai Reylana sebetulnya dikantor banyak " ucap Arzan.


" Terus sekarang rencana kamu bagaimana, apa kamu akan menyelidiki ini? " tanya Abian.


" Sepertinya iya tetapi sembari aku menyelidiki aku juga memperjuangkan Reylana " ucap Arzan.


" Ya sudah kamu lanjutkan pekerjaan saja aku akan kerumah sakit soalnya lagi ada pasien " ucap Abian, dan dibalas anggukan oleh Arzan.


kringg kringg


" halo siapa inii " tanya Arzan.


" Maaf bos ini saya mau melaporkan tentang paket tersebut " ucap laki laki itu.


" Oh yaa, bagaimana? " tanya Arzan.


" Paket itu tidak dapat di lacak dan kata kurir paket itu ia ambil di sebuah rumah kosong dan tidak tau siapa pengirim nya " terang lelaki itu.


" **Y****a sudah biarkan aja nanti kalau ada teror lagi selidiki cepat " ucap Arzan dengan nada tegas.


" Baik bos " ucap laki-laki itu**.


klik telfon pun mati


" Huhh siapa yang buat sih, apa dia masih memiliki dendam denganku? " tanya lirih Arzan.


" Hah tapi kan sepertinya sudah selesai " sambungnya.


___


Reylana ingat dengan siapa wanita yang suka datang ke kantor dan ia ingin sekali tanya kepada Lia dengan apa yang sebenarnya terjadi karena ia melihat bahwa lagat Arzan selalu tidak nyaman jika ada Rinda. Awal nya Lia lupa dengan Rinda tetapi setelah ia ingat ingat Rinda adalah tunangan paksa untuk Arzan, ia bingung dengan pertanyaan Reylana mengapa ia menanyakan hal itu? Ternyata tadi Reylana chatingan dengan teman yang masih kerja di sana, Rinda membuat keributan di kantor.


Lia memberi tau Reylana bahwa Arzan tidak pernah tertarik kepada Rinda, justru Rinda lah yang mengejar ngejar Arzan. Reylana selama kerja ia tidak pernah melihat Rinda, Lia pun menjelaskan bahwa pada saat Reylana kerja di sana Rinda berada di luar negri untuk pemotretan.


" Ya sudah deh jangan bicara in soal dia mending kita nonton film sambil nyemil " ucap Reylana.


" Ya dehh bumil gendutku " ucap Lia sambil terkekeh dan Reylana pun cemberut mendengarkan itu


___


" Bagaimana apa kamu sudah melakukan yang aku suruh? " ucap Tuan x.


" Belum karena tadi ada David " ucap Rinda.


" Ya sudah tidak papa, saya tidak buru buru memintanya " ucap Tuan x.


" Iya deh " ucap Rinda.


__


FLASHBACK RINDA DIKANTOR ZAIN


setelah Rinda turun di loby kantor ia menuju ke resepsionis dan bertanya apakah Arzan ada disana dan resepsionis memberitahu bahwa Arzan sedang tidak ada, itu membuat senyum kemenangan Rinda karena ia bisa melakukan dengan mudah dan rinda pun ke atas, sang resepsionis yang curiga terhadap rinda langsung menelfon David dan segera David menuju ke ruangan Arzan.


" Untuk apa anda kesini nona " ucap David datar.


" Ya suka suka aku lah ini kan kantor calon suami aku " ucap Rinda dengan nada gugup.


" Anda kenapa gugup sekali nona " ucap David heran


melihat gerak gerik Rinda David jadi yakin ada yang tidak beres dan ia langsung kembali ke ruangannya untuk menelfon Arzan.


" Huh lega akhirnya dia pergi juga " ucap Rinda


Rinda pun masuk keruangan Arzan dan ia mencari sesuatu yang disuruh oleh tuan X beberapa menit berlalu tetapi surat itu belum juga ketemu


" Dimana sih surat itu " ucap Rinda sambil menggerutu.


Klekk


" APA YANG KAMU LAKUKAN RINDA " ucap Arzan dengan teriak


" KELUAR SEKARANG DARI RUANGANKU " ucap Arzan


Rinda yang memang sejatinya keras kepala pun tidak mau pulang dan ia memilih untuk tetap berada di sini.' ini pasti resepsionis itu yang memberitahu, awas saja ' ucap rinda dalam hati sambil memikirkan apakah ia ketahuan Rinda pun akhirnya turun kebawah usai hampir diseret oleh David, sesampainya diloby ia langsung memarahi resepsionis itu dan resepsionis yang tidak terima di bentak pun membalas marah.


" KAMU YA BAWAHAN ENGGA TAU DIRI, PASTI KAMU YANG SUDAH MEMBERI TAHU KALAU SAYA KEMARI " ucap Rinda teriak.


" MANGSUD ANDA APA YA, SAYA TIDAK MEMBERITAHU TUAN ARZAN " balas resepsionis itu


seluruh karyawan mencoba melerai karena mereka menjambak rambut satu sama lain dan pertengkaran itu berhenti setelah Arzan turun.


" RINDA STOP " ucap Arzan, Arzan yang muak dengan omongan itu lebih memilih untuk membantu karyawan nya yang terjatuh akibat dorongan Rinda, Rinda yang melihat itu menjadi kesal tapi ia tidak bisa berbuat apa apa karena itu akan menurunkan harga diri nya.


" Sayang kamu lihat bawahan kamu ini dia Jambak Jambak aku " ucap Rinda, resepsionis itu ketakutan ia berfikir kalau ia akan dipecat karena hal ini, Rinda dengan percaya diri nya meminta Arzan untuk memecat resepsionis itu karena ia percaya bahwa dia lah yang sudah memberitahu Arzan.


" Maaf nona anda salah besar, sayalah yang sudah menghubungi tuan Arzan untuk datang kemari " ucap David


" Apaa jadi kamu yang suruh " ucap Rinda dengan kaget serta malu.


" Iya David yang menyuruh dan kamu Rinda cepat minta maaf dengan dia " ucap Arzan dengan tegas, Rinda yang mendengar penuturan Arzan pun menjadi malu sekaligus gengsi 'engga banget, masa calon nyonya di suruh minta maaf sama bawahan sih ' pikir Rinda dengan percaya diri.


" Tidak sayang dia lah yang seharusnya minta maaf karena sudah bersikap seperti ini dengan calon istri kamu " ucap Rinda dengan manja.


" MINTA MAAF RINDA " ucap Arzan, Rinda pun kaget dan tersentak dengan terpaksa ia meminta maaf kepada resepsionis itu dan Rinda pun diusir dari kantor, Arzan meminta seluruh Karyawan melanjutkan pekerjaannya dan ketika sudah boleh pulang. Arzan pun menanyai Resepsionis itu karena ia melihat dia di dorong kuat oleh Rinda, tetapi beruntung sekali resepsionis itu mengatakan bahwa diri nya tidak apa apa.


" Ya sudah kamu boleh lanjut kerja " ucap Arzan kepada resepsionis itu.


" baik tuan " ucap resepsionis Arzan pun langsung pergi dari kantor dan ia kembali kerumah


FLASHBACK OFF


__


malam hari pun tiba


Nyonya ica meminta Neira untuk memanggil Arzan yang saat ini sedang di kamar, Neira ke atas dan mengetuk pintu kamar kakak nya sambil berteriak kalau dia di suruh makan oleh mama mereka dan hal itu di iya kan oleh Arzan yang saat itu sedang ganti baju. Neira pun turun dan ia memberitahu bahwa Arzan akan segera turun, tiba tiba terdengar suara Abian mengucap salam dan di balas oleh mereka Arzan yang berada di tangga pun protes dengan teriakan sang kakak karena menurut nya berisik tetapi hanya di acuh kan oleh Abian dan Arzan yang melihat itu menjadi kesal. Neira pun dengan dewasa melerai Kakak nya dan menyuruh nya makan saja, setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga karena memang sudah menjadi rutinitas untuk mereka mengobrol ringan.


Nyonya ica menanyai perihal Reylana dan dengan lesu Arzan menjawab Reylana menghilang ntah kemana ia pun tidak tau, adik teman Neira yang bernama Lola kebetulan adalah teman dari adik nya Reylana, kata Lola seperti nya dia tidak peduli dengan Reylana sama sekali. Semua yang mendengar penuturan Neira terkejut dan Neira juga menerangkan bahwa mereka saudara tiri, Nyonya Ica yang mendengar itu jadi tidak tega dengan Reylana dan ia segera meminta Arzan untuk cepat selesai kan urusan dengan Rinda dan menikahi Reylana. Hal itu pun di iya kan oleh Arzan tetapi beda hal nya dengan Tuan Abraham, ia hendak berbicara mengenai pembatal pertunangan Rinda dan Arzan tetapi di potong oleh Nyonya Ica karena mereka di jodohkan karena bisnis dan jika keluarga Rinda tidak terima dan memilih untuk memutuskan hubungan kerja perusahaan milik keluarga Abraham tidak akan rugi, dan Tuan Abraham hanya bisa menuruti perkataan sang istri tercinta.


___


Lia ke atas memanggil Reylana untuk makan, saat keluar ia sudah bisa menebak bahwa saat ini pasti Reylana sedang memakai skincare yang tadi sudah ia beri.


"Nyaman banget masker wajah nya " ucap Reylana.


" Ya dongg kan itu skincare untuk bumil " ucap Lia.


" oh ya " ucap Reylana.


" iya dong, ya udah yok kita turun buat makan " ucap Lia. mereka pun makan dan setelah makan berbincang bincang tidak terasa jam menunjukkan pukul 9 malam dan Lana pun pamit buat tidur begitu juga dengan Lia


___


Tuan Wibawa ayah dari Rinda memberi tahu bahwa Tuan Abraham ada rencana untuk bertemu dengan keluarga, dan hal itu membuat Rinda senang sekaligus percaya diri karena ia mengira itu untuk membahas kelanjutan pertunangan nya dengan Arzan. ' aku akan meminta papa nya Arzan mempercepat pernikahan kita supaya tidak ada kerikil yang mengganggu '' ucap Rinda dalam hati nya sambil tersenyum miring dan segudang rencana pun ada di dalam benak nya, Rinda pun menuju ke kamar nya.


Di kamar


" aku harus menyusun rencana agar mereka mempercepat pernikahan ku " ucap Rinda.


" Apa aku minta bantuan kepada x saja ya " lirih Rinda.


" iya aku akan meminta bantuan kepadanya " ucap Rinda dalam hati.


___


Keesokan hari nya


Reylana mengetuk pintu kamar Lia untuk mengajak nya makan pagi, setelah membuka pintu Lia menanyai tentang kapan dia akan USG dan Reylana mengatakan bahwa ia ada janji jam 9 pagi. Mereka pun menuju ke ruang makan, beberapa menit setelah selesai makan mereka langsung bersiap siap untuk ke rumah sakit, dan sebelum itu seperti biasa mereka mampir ke toko roti karena Reylana ingin dessert. Hari ini jalanan sangat macet sekali dan sambil menunggu macet mereka mengobrol santai dan membahas soal rencana Lia untuk membuka cabang.


" Eh Lia menurut kamu gimana kalau kita buka cabang butik? " tanya Reylana kepada Lia.


" Boleh deh nanti kamu tinggal atur saja deh " ucap Lia dengan senyum.


Beberapa menit kemudian mereka sampai disana, sesampainya disana Lia masuk kedalam dan ketika dipintu ada seseorang yang memanggil nya.


" Liaa " ucap wanita itu.