
Beberapa menit kemudian
tokk tokk
"Masuk" ucap Arzan.
"Permisi tuan apakah anda akan pulang sekarang juga?" tanya David.
"Ya tetapi mampir ke toko roti untuk membeli kesukaan mama saya" pinta Arzan.
"Baik tuan silahkan" jawab David.
Ketika sampai di lantai dasar David memerintahkan semua karyawan nya untuk segera pulang jika pekerjaan sudah selesai. Sesampainya di toko roti ia disambut hangat oleh karyawan disana.
" Selamat datang tuan Arzan " ucap salah satu karyawan disana.
" Saya ingin memesan seperti biasa " pinta Arzan.
" Baik tuan dan silahkan ditunggu sebentar tuan " ucap karyawan itu dan dijawab dengan anggukan oleh Arzan.
" Oh ya David apakah kamu sudah mendapatkan informasi tentang Lana? " tanya Arzan.
" Belum sempurna tuan , saya baru mendapat informasi mengenai pekerjaan dan alamat rumah nya " jelas David.
" Baik nanti informasinya kasih ke saya saja dan kamu tetap lanjutkan mencari informasi soal Lana " ucap Arzan.
" Nanti saya akan kirim lewat email saja tuan " jawab David dan seperti biasa dijawab dengan anggukan.
" permisi tuan ini roti nya sudah jadi " ucap karyawan ditoko roti. Setelah membayar mereka pun langsung pergi dari toko itu dan melanjutkan perjalanan menuju ke mansion milik orang tua Arzan. Beberapa menit kemudian mereka sampai disana, dan disambut oleh sang mama.
" Assalamu'alaikum ma " ucap Arzan sambil masuk kedalam mansion.
" Waalaikumsalam anak ku " balas nyonya ica.
" Welcome sayang " ucap nyonya ica.
" Hai ma, ini aku bawa roti kesukaan mama " ucap Arzan.
"Makasih sayang, duduk dulu sini biar mama suruh maid untuk bikin kan kamu minum " pinta nyonya ica.
" Ya mam " jawab Arzan. Nyonya ica pergi ke dapur untuk memotong roti dan membuatkan minuman kesukaan anak nya.
" Tuan saya permisi terlebih dahulu " ucap David.
" Ya silahkan dan jangan lupa besok laporan itu taro diruangan saya " pinta Arzan.
" Apakah kamu sedang mencari informasi tentang Lena? " tanya nyonya ica. Ia bisa kenal dengan Lena karena beberapa kali Lena diajak ke mansion jika Arzan ada keperluan tentang pekerjaan jadi jangan heran jika nyonya ica tau tentang Lena.
" Ya, ma Aku memang sedang mencari informasi tentang dia, karena setelah kejadian itu dia tidak pernah tampak lagi kantor " ucap Arzan.
"Heum mama akan suru orang juga untuk mencari informasi tentang Lena " jawab nyonya ica.
" Lena cukup masuk untuk kriteria idaman menantu dikeluarga ini " sambungnya.
Arzan yang mendengar ucapan sang ibu pun hanya menghelakan nafas.
" Assalamu'alaikum loh ada kakak juga disini, tumben sekali biasanya tidak pernah pulang? " tanya sang adik dengan heran.
" Waalaikumsalam " jawab zain dan nyonya ica secara bersamaan.
" Ya kakakmu akan menginap disini" ucap sang mama.
" Ya aku akan menginap disini " jawab Arzan.
" Oh ya kak aku tau tentang kakak dan kak lena " jelas Neira. Neira tau dari beberapa temannya yang membicarakan kakak dan serketarisnya itu.
" Kamu tau dari mana Nak? " tanya nyonya ica.
" Teman mam mereka tadi membicarakan soal berita itu" balas Neira.
" Aku akan menyuruh orangku untuk mencari tau kenapa informasi ini bisa menyebar dengan cepat " ucap Arzan. Arzan langsung menelfon seseorang.
" Halo " ucap Arzan
" Halo tuan " ucap si penelpon yang diketahui sebagai anak buah Arzan.
" Saya minta kamu cari sekarang informasi siapa yang sudah menyebar berita tentang saya **dan saya tunggu sampai besok siang " pinta Arzan.
" Baik pak saya akan segara mendapatkan informasi itu" ucap anak buah dari Arzan**. Sambungan telfon terputus.
" Bagaimana nak apakah sudah mencari informasinya? " tanya nyonya ica setelah melihat sang anak selesai menelfon anak buah nya.
" Sudah ma " jawab Arzan.
" Ya sudah kamu istirahat saja nanti mama bangunin untuk makan " ucap nyonya ica karena ia tidak tega dengan anak nya itu karena masalah berita itu, dan ia bisa melihat jika anaknya itu kelelahan meski tidak menunjukan didepannya.
" Ya mam, dimana Neira? " tanya Arzan karena tidak melihat sang adik setelah selesai menelfon.
" Dia sudah ke atas tadi waktu kamu telfon " ucap nyonya ica.
" Baik mam , aku ke atas dulu " ucap Arzan.
" Ya nak " jawab nyonya ica sambil tersenyum.
kamar zain.
" Huhfft, siapa yang menyebar berita soal diriku di publik " tanya zain kepada dirinya sendiri.
" Siapa ini... " lirih zain sambil mengeluarkan hp dari saku jas nya.
" Halo siapa ini " ucap Arzan.
" Bagaimana kerjaku bagus tidak " ucap si penelpon.
" Hah? mangsud kamu? " ucap Arzan dengan nada terkejut mendengar menuturan dari seseorang disebrang sana
" Ya aku lah orang yang sudah menyebar berita itu HAHAHAH" ucap si penelpon.
" Siapa kamu " ucap Arzan dengan dingin dan geram.
" Kamu akan habis Arzan Abraham " ucap si penelpon itu. Telfon pun dimatikan secara sepihak oleh lelaki itu.
" Siapa laki laki itu berani sekali macam macam denganku " ucap Arzan sambil menelfon seseorang untuk mencari nomer yang tadi menerornya. Karena ia kecapean ia pun tertidur.
tokk tokk
" Nak, makan dulu kebawah " ucap nyonya ica sambil teriak karena anaknya itu tidak mendengar ucapannya.
Klekk pintu pun terbuka
" Iya mam aku turun sekarang " jawab Arzan sambil tersenyum dengan wajah yang mengantuk, lalu nyonya ica menyuruh untuk mencuci muka, dan setelah itu Arzan turun kebawah.
" Malam kak " ucap Neira.
" Malam dek " balas Arzan
" Oh ya mam papa dimana? " tanya Arzan.
" Papa mu sedang keluar, biasa mungkin main golf " jelas nyonya ica. Arzan pun hanya mengangguk-angguk karena ia tau hobi sang papa setelah pensiun dari perusahaan.
" Ini makanannya nyonya " ucap salah satu maid yang diketahui bernama ratna.
" Makasih bik Ratna" jawab neira dengan nada ceria.
sedangkan Arzan dan nyonya ica hanya tersenyum melihat anak nya dan adiknya yang sangat cerita.
" Sama sama non " balas neira, bibi Ratna pun pergi.
" Tumben dek kamu ceria gitu mukanya " tanya Arzan sambil heran.
" Hehe lagi seneng aj soalnya kan kakak bakal nginap sini, semenjak Abang netap di apartemen aku kesepian disini tau " terang neira. Ya setelah lulus dari universitas kedokteran Abian memutuskan untuk tinggal di apartemen milik nya yang sudah ia beli sejak lama.
" Ya sudah Kakak akan menginap disini seminggu deh buat nemenin kamu " ucap Arzan dengan nada perhatian.
" Ya sudah makan dulu deh nanti lanjut ngobrolnya " titah nyonya ica.
" Baik mam " jawab serempak
Beberapa menit kemudian makan pun selesai dan mereka berkumpul di ruang keluarga, sekedar ngobrol biasa.
" Assalamu'alaikum " ucap seorang laki laki.
" Waalaikumsalam " ucap serempak yang ada diruang keluarga.
" Papaaa " teriak Neira sambil memeluk sang papa.Neira memang manja sekali dengan papa nya dari kecil hingga ia tumbuh dewasa.
" Haii princess papa " jawab tuan Abraham sambil mengecup pipi sang anak.
" Pa " ucap Arzan sambil mencium tangan ayahnya.
" Hmm " jawab tuan Abraham dingin.
nyonya ica pun menghela nafas mendengar respon suaminya terlihat dingin kepada anaknya setelah peristiwa itu menjadi perbincangan publik.
" Mas tadi sudah makan? " tanya nyonya ica.
" Sudah ma, bikinin mas kopi aja " jawab tuan Abraham.
" Iya mas " ucap nyonya ica sambil berjalan ke dapur.
" Oh ya pa besok teman-temanku mau kesini ya " ucap Neira.
" Ya boleh kok, nginep juga boleh " jawab tuan Abraham.
" Beneran pa " ucap neira lagi karena memang teman temannya itu jarang sekali main atau bahkan menginap disana.
" Iyaa princess papa " terang tuan Abraham.
" Wahh makasih paa " ucap neira dengan nada senang.
" Aku ke atas dulu ya pa, kak sekalian mau ngabari temen temen aku " ucap Neira
" Iyaa " jawab Arzan dan tuan Abraham secara bersamaan.
Suasana pun hening beberapa saat setelah itu muncullah nyonya ica membawa minuman untuk suami dan anaknya serta cemilan ringan lainnya.
" Dimana neira" tanya nyonya ica.
" Dia sudah ke atas ma " jawab Arzan.
" Ehemm kapan kamu akan menikahi Lena serketaris kamu itu " ucap tuan abraham dengan nada tegas dan dingin. Mendengar pertanyaan sang papa ia pun jadi bingung harus menjawab seperti apa.
" Eumm.... " jawab Arzan.