Mom Twins

Mom Twins
bab 7



Keesokan harinya Lia pamit kepada Bik Sila, Pak Rahmat dan kepada Reylana, ia juga menitipkan Reylana kepada Bik Sila dan Pak Rahmat agar di jaga dari sepupu nya sampai ia kembali, Reylana yang mendengar itu menjadi terharu karena Lia sangat amat menjaga nya dan tak lupa ia mengucapkan rasa terimakasih kepada Lia. Lia pun pamit kepada semua dan tak lupa ia memeluk sahabat sekaligus saudara nya itu, mobil yang di kendarai Lia pun meninggalkan perkarangan rumah dan menuju ke kota yang akan ia tuju. Sementara itu Reylana juga kembali masuk ke dalam untuk melanjutkan pekerjaan nya sebagai desainer serta pengelola butik, kebetulan memang dulu Lia sangat gemar mendesain tetapi ia tidak melanjutkan cita cita nya itu karena harus meneruskan perusahaan keluarga dan sekarang butik itu ia serahkan kepada Reylana.


Reylana ke dapur untuk menyusul Bik Sila kebetulan ia memang sedang ingin memakan sesuatu yaitu susu dan salad sayur jadi ia meminta tolong kepada Bik Sila untuk membuatkan dan mengantarkan ke kamar nya. Reylana kembali ke kamar untuk melanjutkan desain an tadi, dan pada saat melanjutkan ia menjadi ingat bahwa gaun itu ia akan kenakan pada saat ia menikah nanti dengan seseorang yang ia cintai tetapi itu semua jauh dari apa yang ia harapkan, ia kembali mengingat kejadian yang membuat nya menjadi hancur dan di usir dari rumah. Ia menghapus air mata nya selang beberapa waktu bunyi ketukan pintu terdengar dan ternyata itu Bik Sila yang membawakan pesanan makanan tadi dan Reylana mengucap kan terima kasih dan Bik Sila pamit.


***


Di kediaman keluarga Abraham


" Assalamualaikum " ucap Abian yang pada saat itu baru pulang dari rumah sakit, dan di jawab oleh orang tua serta adik nya dan Neira pun langsung memeluk manja sang kakak, karena mereka cukup lama tidak bertemu, sebenarnya Abian sesekali datang tetapi pada saat datang Neira sedang ada kelas jadi memang jarang bertemu.


" Zan aku harap kamu menyelesaikan masalahmu " ucap Abian sambil menepuk pundak sang adik, melihat Arzan yang bingung dengan perkataan sang adik pun ia menjelaskan bahwa tadi ia di kejar oleh wartawan untuk menggali informasi soal kabar miring tentang Arzan dan Serketaris nya.


" Iya kak, aku sedang mencari nya aku curiga dia di sembunyikan oleh seseorang " ucap Arzan. Semua bingung dan heran dengan jawaban Arzan, karena melihat hal itu ia menjelaskan.


" jadi gini mam, lana kan sudah diusir oleh orang tuanya jadi tidak mungkin kan kalau lana tinggal dirumahnya, sementara itu lana tidak punya sanak saudara diluar kota, dan aku juga sudah mencari di bandara dan stasiun maupun terminal tetapi tidak ada nama reylana terdaftar disana jadi kemungkinan reylana masih dikota ini " jelas Arzan. Abian yang mendengar itu menyuruh Arzan untuk segera mencari Reylana karena musuh masih berkeliaran dan belum ketemu pelakunya apalagi jika Reylana hamil anak Arzan malah itu akan membahayakan Reylana juga calon keponakan nya.


Nyonya Ica bertanya tentang siapa seseorang yang dia curigai dan jawaban Arzan membuat kaget yaitu Lia keponakan nya sendiri. Arzan menjelaskan bahwa Lia dan Reylana berteman dekat, mendengar hal itu Nyonya Ica menyuruh Arzan untuk mencari ke rumah Lia.


***


Suara ketukan pintu di kamar Reylana, Reylana pun membuka dan ternyata ada Bik Sila yang memberi tau bahwa ada paket di luar, Reylana ingat bahwa ia memesan paket itu. Tetapi setelah ia cek paket nya masih di jalan engga mungkin cepet banget karena ia pesan baru saja kemarin tapi ia tidak ambil pusing, ia langsung turun untuk mengambil paket itu.


" Oh ya pak, paket nya belum di bayar kan ini uang nya " ucap Reylana sambil menyerahkan uang.


" Maaf non paket non udah bayar kok " ucap Pak Rahmat, Reylana terkejut mendengar penuturan Pak Rahmat karena seingat nya paket nya belum ia bayar, tapi ia tidak ambil pusing dan segera menuju ke kamar untuk memastikan kepada kurir.


Reylana pun bimbang mau menceritakan kepada Lia atau tidak, tetapi jika ia cerita pasti Lia akan khawatir dengan nya, jadi ia simpan aja dulu surat nya.selama ini ia merasa bahwa terlalu banyak menyusahkan lia jadi ia berfikir bahwa tidak ada orang yang tau saja.


" Sebaik nya aku turun aja deh " ucap Reylana. Reylana turun dengan bersikap biasa saja, ia menyusul Bik Sila untuk membantu nya tetapi Bik Sila malah menguruhnya untuk menonton TV saja, ia berjalan ke ruang keluarga reylana duduk sambil memikirkan siapa yang mengirimkan teror tersebut kepadanya. Beberapa menit kemudian Bik Sila memanggil Reylana untuk makan dan ia menyuruh Bik Sila untuk memanggil Pak Rahmat.


kringg (suara telfon )


" H****aii Lanaa " ucap Lia


" Haii jugaa Lia " jawab Reylana


" Gimana disana baik baik aja kan ? " tanya Lia


" Iyaa baik kok, kamu sudah makan ? " ucap Reylana


" Ini lagi makan, eh udah dulu ya aku mau lanjut makan nanti lagi " ucap Lia


" Oke deh " jawab Reylana.


klekk (telfon pun mati).


setelah menunggu beberapa saat pak Rahmat dan bik Sila pun tiba di meja makan, Reylana mempersilahkan mereka untuk makan bersama.