
" ishh kamu ini ngagetin aja deh " ucap Lia
" ya habis nya kakak malah bengong " ucap neira
" ya deh maaf " ucap lia.
" oh ya tadi kamu tanya apa? " ucap lia
" ishh kann, aku tanya kakak tau engga kak lana dimana? " ucap neira
" ee-ngak soal nya terakhir kali di kabarin sama reylana itu udah lama banget " ucap Lia
" oalah, aku kira tau kan kakak tuh temen dekaet nya kan " ucap neira
" iya" balas lia
" ya udah yuk mending kita bikin cemilan buat lanjutin ngedrakor nya " ajak lia
" oke deh, buat puding sama pancake " ucap neira
" oke, kita bagi dua aja biar engga kelamaan " ucap Lia
" oke kak " balas neira
mereka pun turun ke bawah untuk membuat pancake dan puding, setelah itu mereka menuju ke dapur khusus membuat semacam cemilan, di rumah ini ada tiga dapur yaitu dapur utama(tempat sekarang untuk memasak nyonya ica), dapur kotor dan dapur khusus membuat cake. karena memang di keluarga ini nyonya ica dan neira sangat suka membuat cake jadi tuan Abraham membuat kan nya dapur baru.
" ini baru ya dapur nya? " tanya lia
" heeh kak, biar kalau bikin cemilan aku engga ganggu bibik masak " ucap neira
" kalau yang dapur kotor buat apa? "tanya lia
" kalau yang dapur kotor itu juga kadang di buat masak juga, kalau ada tamu di rumah dapur utama kan di buat pajangan aja " terang lia
" oo begitu yaa " balas lia
" kan di rumah kakak juga ada dua dapur kan? " ucap neira
" heeh cuma yang di pake dapur kotor aja " ucap Lia
" yang dapur utama buat pajangan? " tanya lia
" yess, ya udah yok kita bagi ya, kamu buat puding dulu nanti kalau udah siapin topping buat pancake nya " ucap lia
" siapp " balas neira
saat mereka sedang asik mengerjak kan abian yang baru pulang pun mengaget kan mereka
" haloo guyss " ucap abian setengah teriak
" ishh berisik amat " ucap lia
" widihh tumben nih lia ada di sini " ucap abian
" kenapa?terserah aku dong " ucap lia
" ya dehh, pada buat apaan sih " ucap abian
" pancake sama puding " ucap neira
" ya deh nanti kasih ya " ucap abian
" sekali kali bantu in napa " ucap neira
" engga ah mau nge game aja " balas abian
" yayaya " ucap lia
beberapa menit kemudian semua adonan siap di masak.
" kamu udah selesai masukin puding nya ke kulkas? tanya lia
" udah kok " balas neira
" ini aku masak pancake dulu deh kamu udah selesai kan motong topping nya? " tanya lia
" udah kok, terus aku ngapain ini " ucap neira
" kamu ke atas aja deh, biar ini aku yang ngelanjut in " ucap lia
" oke deh " balas neira
setelah semua nya mateng lia meminta tolong bibik buat bantu anter ke atas, sesampai nya di atas di sana juga ada abian
" eh mau ngapain " ucap abian saat mau mencomot puding
" itu puding " balas abian
" bikin sendiri lah " ucap neira
" alah pelit amat " ucap abian, dan abian langsung mencomot kembali dan lari ke luar kamar
" HIHH KAKAKKKKK, rese banget deh " ucap neira dengan nada kesal
" hahah, engga rese engga kakak kamu " ucap lia
" udah yok kita lanjut nonton " ucap lia
" kuy " balas neira, mereka ber dua lanjut menonton dan tidak berasa malam pun tiba, nyonya ica membangun kan mereka dan heran karena ia menyuruh lia ke sini untuk membantu nya malah sampai semua sajian udah selesai anak ini tidur, ia hanya geleng geleng dan tersenyum.
" heyy ayo bangun" ucap nyonya ica.
" aduhh susah amat deh" gerutu nyonya ica sambil menghidup kan lampu, lia dan neira pun merasa tidak nyaman karena lampu terang akhir nya mereka bangun.
" udah sana cuci muka terus bantuin mama buat nata makanan " ucap nyonya ica
" iyaa " ucap neira dan lia serentak, setelah mereka cuci muka mereka ke bawah untuk membantu mama dan tante nya.
" kamu ini lia, tak suruh buat bikin adonan kue malah tidur" ucap nyonya ica.
" kan lia engga bisa masak " ucap lia
" lah ini kue cari siapa kalau engga kamu " ucap nyonya ica sambil heran, lia yang tersadar akan omongan nya pun sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
" maaf tante efek tidur dan mimpi ketemu pangeran " ucap lia
" pangeran dari mana? " ucap abian dengan menahan ketawa
" ishh jangan ketawa " ucap lia
" udah udah kalian bantuin mama gih buruan " ucap nyonya ica
mereka menyusun makanan di ruang tamu yang sudah di tata secara rapi, dan ternyata ada zain juga yang sudah pulang dari kantor.
" assalamualaikum " ucap zain
" waalaikumsalam " balas mereka dengan serentak
" capek nak? istirahat dulu " ucap nyonya ica
" iya mam " balas zain sambil mencium tangan sang ibu dan memeluk nya
" ya udah zain ke atas dulu ya " ucap zain
"iyaa " balas nyonya ica
" tan ibu nya Rinda ikut arisan juga " tanya lia
" iya ikut " balas nyonya ica
" fiks ini pasti ulet keket juga iku " ucap neira
" ya mau gimana lagi ra nama nya juga caferr pasti ntar dia cari muka dehh " ucap lia
" pokok nya nanti kita harus jagain kak zain, supaya engga ketemu wanita itu " ucap neira .
" oke deh " balas lia
" kakak engga ikut ikut deh mau nge game aja " ucap abian
" terserah " balas neira.
___
" bik bisa minta tolong buatin jus jambu " ucap reylana
" aduh bisa non bentar yaa " ucap bik sila
" aku tunggu di halaman belakang aja bik " ucap reylana
" oke non " balas bik sila
reylana pun ke halaman belakang dan membuka cemilan yang tadi udah ia pesan di online.
" eum enak juga " ucap reylana sambil membuka basreng
" ada beberapa desain gaun yang belum selesai, aku lanjutin deh biar cepat selesai " ucap reylana
ia mulai membuka tab dan men desain sesuai pesanan, sambil ia membalas chat dari costumer, karena ia juga menjual produk nya di beberapa market place
" Alhamdulillah banyak juga yang mau order " ucap reylana
" permisi nom silahkan di minum " ucap bik sila
" iya bik makasih yaa " balas reylana
" huh aku harus menabung buat lahiran nanti " ucap reylana
" sabar ya non, bibik tau kok non kuat " ucap bik sila sambil menyemangati reylana
" makasih bik " ucap reylana
" iya non, bibik balik ke dapur dulu ya " ucap bik sila
" iya bik " balas reylana
reylana tersenyum dan bersyukur meski ia harus berjuang untuk anak nya, tetapi ia mempunyai sahabat dan pekerja di sini yang sudah ia anggap seperti keluarga