Mom Twins

Mom Twins
bab 12



Lia terkejut ternyata yang memanggil nya adalah Nyonya Ica, ibu nya Arzan Nyonya Ica pun memeluk Lia sambil menanyai kabar ponakan nya itu, karena sudah lama Lia tidak main ke sana ia pun di ajak oleh Nyonya Ica dan hal itu di tolak halus oleh Lia. Nyonya ica juga bertanya tentang seseorang yang ada di mobil nya, Lia yang mendengar itu kaget dan was was takut jika Nyonya Ica tau kalau itu Reylana tetapi beruntung sekali Nyonya Ica tidak tau itu adalah Reylana. Karena Nyonya Ica terburu buru jadi ia menyuruh Lia untuk ke sana besok malam dan hal itu di iya kan oleh Lia, Lia pun kembali ke mobil, pada saat di mobil Reylana bertanya apakah tadi Nyonya Ica karena melihat teman nya yang cemas kalau Nyonya Ica tau, ia pun memberitahu kalau tante nya itu tidak mengetahui sama sekali kalau yang di dalam mobil itu adalah Reylana.


Lia pun mestarter mobilnya dan menuju ke rumah sakit, beberapa menit kemudian mereka sampai diparkiran rumah sakit dan masuk ke loby untuk mendaftar ke dokter kandungan. Ia bertemu dengan suster yang berjaga di sana dan Reylana di suruh mengisi formulir pendaftaran dan di arahkan untuk antri di poli kandungan, beberapa saat kemudian nama Reylana pun di panggil dan kedatangan mereka di sambut oleh dokter itu yang bernama dokter Ningrum. Dokter nigrum pun lantas bertanya dimana suami Reylana, Reylana yang bingung ingin menjawab apa pun jadi Lia yang mewakili.


" Suaminya sudah tidak ada Bu " ucap Lia


" maaf buk saya tidak tau " ucap dokter itu dengan perasaan bersalah karena melihat wajah sedih reylana.


" Yang sabar ya buk, ibu harus kuat demi bayi nya " ucap dokter itu menyemangati.


" Iya dok sama sama " ucap Reylana dengan tersenyum.


" Ya sudah silahkan naik ke tempat tidur saya USG dulu " ucap dokter Ningrum dan di balas anggukan oleh Reylana.


" Belum terlalu jelas ya buk, insyaallah nanti kalau USG ke 2 mungkin lebih jelas " ucap dokter Ningrum.


" Ini usia kandungan 4 bulan buk " ucap dokter itu, Reylana kaget karena sepertinya kejadian itu 3 bulan yang lalu kenapa usia kandungan 4 bulan yang lalu dan dokter mengerti ekspresi reylana kemudia menjelaskan


" Ibu tidak usah kaget karena kehamilan dihitung dari hari terakhir haid " ucap dokter Ningrum, Reylana pun mengerti dengan itu.


" Sudah buk, silahkan " ucap dokter Ningrum.


" Oh ya pola makan harus dijaga ya, terus juga olaraga seperti jalan pagi, karena kandungan umur segini masih rentan, ini saya kasih vitamin diminum ya buk " ucap dokter Ningrum sambil menjelaskan.


" Iya dok makasih " ucap Lia.


" Ini foto hasil USG nya buk " ucap dokter Ningrum.


" Wahh belum kelihatan ya ponakan aku " ucap Lia.


" Iya, mungkin saja malu hehe " ucap dokter Ningrum sambil terkekeh.


" Kalau begitu kamu permisi dulu buk " ucap Reylana.


" Oh yaa buk " ucap dokter Ningrum.


Mereka pun keluar dari rumah sakit dan Reylana lapar jadi mereka memutuskan untuk ke restoran langganan mereka. Sesampainya di resto mereka segera memesan makanan, mereka pun mengobrol ringan sambil menunggu makanan datang, di pertengahan obrolan Lia bertanya kepada Reylana persoalan 4 bulanan dan Reylana pun menjawab minggu depan tetapi tidak acara mewah hanya mengundang tetangga dekat mereka saja. Beberapa saat kemudian makanan datang dan mereka menyantap, setelah selesai Lia dan Reylana pulang ke rumah.


***


Nyonya Ican dan Tuan Abraham pun bersiap siap menuju ke rumah Rinda, tetapi Arzan tidak bisa ikut karena ada sebuah kepentingan dan itu tidak menjadi masalah buat Nyonya Ica dan Tuan Abraham. Karena Arzan akan mewakili meeting dan tuan Abraham menyuruh Arzan untuk mengambil berkas di ruang kerja, Arzan juga mengajak sang Adik Neira untuk berangkat bersama nya karena kebetulan Abian sedang ada operasi jadi ia di minta untuk mengantar adik mereka. Beberapa saat kemudian mereka sampai di halaman kampus Neira dan Neira turun setelah berpamitan dengan Arzan, mobil Arzan pun melaju menuju ke kantor rekan nya untuk mewakilkan sang papa karena papanya itu bertemu dengan keluarga Rinda. Ia sampai dan segera ke resepsionis, setelah diantar resepsionis Arzan disambut oleh rekan nya dan meeting dimulai tak lupa juga ia meminta maaf atas keterlambatan nya.


***


Di mobil Tuan Abraham.


" Pa kira kira apa setelah rinda tau kalau kita kesana untuk membatalkan pertunangan, apa mereka terima gitu saja ? " ucap nyonya Ica.


" Nahh papa engga tau ma, mama tau sendiri kan bagaimana sifat keluarga mereka, mereka pasti punya segudang cara buat mempertahankan pertunangan ini, kalau saja dulu papa tidak terpengaruh oleh mereka pasti pertunangan ini tidak ada " ucap tuan Abraham menyesal.


(flashback nya nanti yaa )


" Ya mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur pa " ucap nyonya Ica.


" Ya udah yuk kita turun " ucap nyonya Ica, mereka pun turun dari mobil dan menuju ke meja yang sudah dipesan oleh tuan Abraham.


" Wahh besan silahkan duduk " ucap tuan Reymond.


" Iya pak " ucap tuan Abraham.


" Santai saja lah tidak usah begitu " ucap tuan Reymond.


" Silahkan besan " ucap nyonya Rita.


" Iya " balas nyonya ica sambil tersenyum terpaksa.


" Haii papa dan mama calon mertua " ucap Rinda


dan hanya dibalas senyuman oleh tuan Abraham dan nyonya Ica.


" Jadi begini... " ucap tuan Abraham, saat akan melanjutkan pembicaraan makanan pun datang.


" Besan makan dulu nanti kita lanjut bicara " ucap tuan Reymond.


" Iya terimakasih " ucap tuan Abraham, mereka pun menyantap makanan dan setelah selesai mereka melanjutkan pembicaraan, Nyonya Ica pun ingin segera pergi dan menyelesaikan semua karena terlihat sekali bahwa keluarga itu cari perhatian saja. Ia teringat dengan perkataan teman sosialita nya bahwa Nyonya Rita ibu dari Rinda itu sering menggunakan perhiasan yang mencolok bahkan ia menggunakan cicin permata yang harga nya mahal, ia tidak percaya karena saat ini kondisi perusahaan nya sedang tidak baik baik saja, ia juga mendapat informasi dari orang suruhan nya bahwa Rinda sering ke clubbing dan ia pulang ke apartemen dengan lelaki lain.