
Lia terkejut mendengar cerita dari Reylana.
"Mengapa orang tua mu bisa tau tentang ini padahal hotel itu sangat privat bagi pengunjung??" tanya Lia heran.
"Aku juga tidak tau lia" jawab reylana.
"Ya sudah kamu tinggal disini saja, tidak usah dikost, bagaimana reylana kamu mau kan?" tawar Lia.
"Tidak usah lia biar aku tinggal di kost kost an kamu saja, nanti aku merepotkan mu" ucap Reylana.
"Tidak kok, kan kamu tau sendiri ini rumah pribadi jadi ya tidak apa apa" jawab Lia.
"Ya sudah kalau gitu aku mau itung itung nemenin kamu deh hehe" ucap Reylana sambil terkekeh.
"Kamu bisa aja " ucap Lia.
Hari sudah malam dan Lia menunjukkan kamar yang akan ditempati oleh Reylana. Ia sedikit mengobrol dan meminta Reylana untuk membantunya mengelola butik karena sekarang ia juga sedang menangani proyek perusahaan keluarga. Ia yakin Reylana bisa karena sebenarnya ia memiliki hobi mendesain tetapj karena paksaan dari Ibu tirinya meminta untuk berkuliah jurusan kedokteran mimpi menjadi desainer pun pupus.
Muhammad Arzan Abraham putra seorang CEO diperusahaan ternama, putra kedua dari tuan Abraham dan nyonya Ica, Arzan memiliki 3 bersaudara yaitu anak sulung yang bernama Abian putra dan yang ke tiga yaitu Neira liefie.
Arzan merupakan pewaris perusahaan sedangkan kakak sulungnya berprofesi sebagai dokter dan memiliki rumah sakit, sedangkan adik bungsunya masih mengenyam pendidikan kuliah. Arzan memiliki sifat yang dingin cuek dan tidak tersentuh oleh wanita, sedangkan sang kakak dan adik memiliki sifat yang humoris dan periang. Karena sifat sang anak yang tidak pernah dekat dengan wanita secara intens orang tua nya pun berencana menjodohkannya dengan salah satu rekan nya (latar belakang akan di ceritakan nanti ya wkwk), ia bernama Rinda wanita yang berprofesi sebagai model yang cukup terkenal.
Reylana putri adinda ia memiliki ibu tiri dan adik tiri, sang Ayah menikah dengan Ibu tirinya itu setelah Ibu kandung yang bernama Reni tiada, tetapi ibu dan adik tiri tidak menyukainya, dan selalu berbuat tidak baik, Reylana sangat membenci Ibu dan adik tiri nya karna Ibu tirinya lah yang membuat rumah tangga kedua orang tua kandung nya hancur dan membuat ibunya meninggal karena stres dan memiliki banyak tekanan dari ibu tirinya. Reylana berjanji dengan dirinya suatu saat akan membalas perbuatan mereka dengan cara apapun.
mansion
"Selamat datang tuan Arzan " ucap para pelayan didepan pintu mansion dan hanya dibalas anggukan oleh Arzan.
"Siapkan berkas untuk meeting nanti" ucap Arzan kepada asisten.
"Baik tuan akan saya siapkan" ucap asisten yang bernama David.
"Oh ya tolong suru pelayan untuk membuatkan kopi" ucap Arzan dengan datar.
Beberapa menit kemudian pekerjaan pun selesai.
"Menurutmu apakah aku harus bertanggung jawab untuk wanita itu?" tanya Arzan.
"Wanita?serketaris anda tuan?" tanya David.
"Apakah dimalam itu anda benar melakukan?" tanya David.
"Ya saya melakukannya" jawab Arzan. Itu membuat David terkejut dengan jawaban bos nya. Karena setaunya bos nya itu jarang menyentuh wanita kecuali ibu dan adik perempuannya.
"Maaf tuan menurut saya sebaiknya anda bertanggung jawab dengan lana" ucap David dengan hati hati.
"Saya minta kamu cari tau tentang serketaris itu sekarang juga" pinta Arzan.
"Baik tuan akan saya lakukan" ucap David dan dijawab dengan anggukan oleh Arzan dan David pun keluar dari ruangan tersebut. Beberapa menit kemudian datanglah seorang wanita yang memakai pakaian yang sangat terbuka dan itu yang membuat Arzan membuang nafas kasar.
"Haii sayangku" ucap wanita tersebut dengan nada centil.
"Mau apa" jawab Arzan dengan datar.
"Sekarang hampir waktunya pulang bagaimana kalau kita pulang bareng sayang" ucap wanita tersebut sambil bergelayut di leher Arzan. Dengan cepat pun Arzan melepaskan tangan wanita itu dari lehernya.
"Maaf saya banyak kerjaan dan akan lembur" ucap Arzan.
"Yaudah aku tunggu saja sampai kamu selesai" ucap wanita itu.
"Rinda keluar dari ruangan saya sekarang" ucap Arzan dengan tegas dan ya wanita itu adalah Rinda.
"Tidak,aku tidak akan keluar dari sini sebelum kita pulang bareng" ucap Rinda.
"Terserah"ucap Arzan dengan nada dingin.
Lama kelamaan Rinda pun jadi kesal karena diacuhkan oleh Arzan, dan memilih untuk menyerah setelah ia mendapat telfon dari manager nya karena ada pemotretan ' aku menyerah bukan berati berhenti mengejarmu Arzan ' Rinda di dalam hati. Dengan percaya diri ia yakin bahwa bisa mendapatkan dan membuat Arzan mencintainya.
"Aku akan pergi Arzan untuk pemotretan mungkin lain kali kita akan berkencan" ucap Rinda dengan menggoda Arzan.
"Hm" jawab Arzan.
"Ya sudah aku pergi dulu" ucap Rinda.
"Daa sayang" sambungnya.
"Akhirnya dia pergi juga, aku harus menemukan cara agar aku lepas dari dia" ucap Arzan dengan memikirkan bagaimana bisa lepas dari wanita penggoda seperti Rinda.