
Bik Sila yang melihat makanan milik pasien yang belum di makan pun berinisiatif untuk menyuapin Reylana karena ia khawatir Reylana tidak kuat untuk makan. Tetapi ternyata ia akan makan jadi ia menyuruh bik Sila untuk makan cemilan saja, biar ia makan makanan itu sendiri karena memang sakit di kepalanya perlahan hilang. Kebetulan sekali tadi Lia menyuruh bik Sila untuk membeli martabak di depan rumah sakit.
Beberapa menit kemudian terdengar adzan ashar berkumandang. Bik Sila yang saat itu sedang menonton tv pun menoleh ke arah Reylana dan bertanya apakah ia akan bertayamum atau berwudhu, karena Reylana merasa bahwa dirinya kuat jadi ia memilih untuk berwudhu saja. Setelah wudhu ia meminta tolong kepada bik Sila untuk mengambilkan mukena miliknya dan dengan segera mereka melaksanakan shalat. Sambil meneteskan air mata didalam shalatnya ia berdoa untuk memberinya kekuatan menghadapi semuanya yang terjadi dab menerima kenyataan.
Setelah mereka solat ternyata Lia kembali dan Lia yang melihat sahabat sekaligus saudaranya menangis pun ia langsung memeluknya, dan Lia pun ikut merasakan apa yang Reylana rasakan, ia bahkan ikut meneteskan air mata. Setelah adegan menangis itu ia menyuruh bik Sila pulang karena hari sudah sore dan tak lupa juga mengucapkan rasa terimakasih karena sudah menjaga Reylana sampai ia kembali.
" Ya sudah non bibik balik dulu yaa " ucap bik Sila.
" Iya bik " balas Lia dan Reylana.
****
Dikantor
Hari sudah menunjukan pukul 05.00 yang artinya sudah waktunya pulang kerumah, David yang masih di ruangan nya pun bergegas menuju ke ruangan Arzan untuk mengajaknya pulang sekarang karena hari sudah sore. Tetapi karena suasana hati Arzan sedang tidak baik baik saja jadi ia memutuskan untuk pulanh sendiri saja. Di perjalanan pulang Arzan, tiba-tiba ia menepikan mobil di pinggir jalan dan memikirkan dimana Reylana berada susah sekali ia mencarinya.
" huhftt aku harus cari kemana ya perempuan itu, meski dia pernah kerja denganku tapi susah sekali aku menemukan nya " lirih Arzan.
Karena sudah lama ia menepikan mobil ia pun langsung menancapkan gas mobil menuju ke toko roti langganan milik keluarganya. Sesampainya di sana ia langsung di suruh menunggu untuk mendapatkan pesanannya karena cake yang di pesan oleh Arzan ternyata laris terjual.
sementara di luar parkiran toko roti
Reylana dan Lia sampai di toko roti dan ia menyuruh Reylana untuk menunggu di mobil saja biar ia yang membelikan desert kesukaan mereka. Menurut Reylana itu desert enak sekali, jelas lah toko nya saja sampai buka beberapa cabang di seluruh Indonesia dan tidak heran jika banyak peminat nya bahkan dari keluarga teratas sekalipun. Pada saat di parkiran toko Lia teringat bahwa Arzan setelah pulang kerja pasti mampir ke sini untuk membeli cake kesukaan mama nya, Lia pun mengecek jam dan mencari mobil Arzan ternyata benar dugaan nya bahwa Arzan berada di dalam.
Reylana yang melihat Lia seperti mencari sesuatu pun bertanya dan ia terkejut sekaligus panik dan takut ketahuan oleh Arzan jika ia berada bersama lia, tetapi ia di tenangkan Lia supaya tetap berada di mobil dan ia menuruti perkataan Lia.
***
sementara di dalam toko
Pemilik toko menyambut kedatangan Arzan yang baru saja masuk, ia kelihatan nya memang sudah akrab dengan sang pemilik toko yang di ketahui bernama Rafa, ia berumur 25 tahun lebih tua 1 tahun dari Arzan, menurut kabar yang beredar Rafa sudah menikah dengan aktris dan di karunai 3 orang anak. Karena Rafa cukup akrab dengan Arzan, ia mengajak untuk ngopi sambil menunggu cake yang di pesan oleh Arzan, Arzan yang mendengar bunyi pintu pun menoleh ia terkejut melihat sepupu nya berada di sana, ia tidak terkejut dengan sepupu nya membeli di sana tetapi ia terkejut karena tumben sekali sepupu nya itu membeli cake di jam segini, biasanya memang Lia membeli pada saat siang karena padat nya jadwal kantor, ia pun tidak ambil pusing dengan itu. Ia berinisiatif untuk bertanya tapi jawaban Lia membuat ia terkejut, tumben sekali ia judes tetapi ia mikir mungkin saja dia lagi kedatangan tamu.
" Baik mba silahkan tunggu dulu " jawab karyawan itu
Lia mencari sofa yang tidak dekat dengan Arzan. Arzan pun menyuruh Lia untuk duduk di dekat nya tetapi Lia tidak ingin jadi Arzan hanya cuek meski di dalam hati ia bertanya tanya. Lia pun pergi ke tempat paling pojok untuk berchatingan dengan Reylana.
room chat
sibumil: gimana Lia dia ada disana?
^^^**liaaa: iyaa ada nihh^^^
sibumil: tapi dia ga curiga kan?
^^^liaa: engga juga sih palingan heran aja^^^
sibumil: ya udah deh, oh ya masih lama
^^^liaa: engga kok ini udah^^^
sibumil: aku tunggu deh
^^^liaa: okeee**^^^
room chat off
beberapa saat kemudian ia di panggil karyawan karena desert milik nya sudah siap, dan Arzan juga sudah selesai tetapi ia terkejut melihat Arzan menuju ke mobil nya. Liapun lari sampai terbirit-birit dan ia meneriaki Arzan bahwa ia salah mobil, Arzan yang kaget pun mengecek plat nomor mobil ternyata berbeda tetapi ia heran buat apa lagi seperti itu kayak ada apa aja deh di mobil pikir Arzan. Lia menjawab dengan gugup ttapi justru itu yang buat Arzan mikir kalau di dalam mobil ini ada lelaki tetapi pernyatan itu di bantah oleh Lia, Lia yang kesal pun mengusir Arzan setelah melihat Arzan pulang ia mengecek keadaan Reylana.
Pintu mobil terbuka dan dengan panik Reylana bertanya tentang kaca mobil dan Lia pun bilang bahwa mobil ini tidak terlihat dari luar akhirnya Reylana lega dan mengajak Lia untuk pulang saja.
****
Arzan yang sampai di rumah pun mengucap salam dan di sambut oleh Nyonya Ica, ia menyerahkan cake kepada Nyonya Ica, Nyonya Ica pun ke dapur untuk membuat kan minuman, ia terdiam mengingat wajah Reylana, saat itu Neira yang jahil ia pun mengagetkan kakak nya yang membuat ekspresi lucu di wajah Arzan. Tawa seorang lelaki menggelegar tetapi ia malah menyalahkan Abian kakaknya sendiri, Abian yang tidak terima di tuduh pun melempar kan bantal dan akhirnya dia duduk di samping Arzan bersama Neira dan Nyonya Ica datang membawa minuman sekaligus cake mereka menyantapnya, kemudian Tuan Abraham datang dan bertanya tentang kelanjutan perjodohan atau nikahin, suasana yang tadi ceria pun menjadi tegang dan dingin, semua nya menjadi terdiam termasuk Arzan yang saat itu menjadi orang yang di tanyai.