Mom Twins

Mom Twins
bab 23



Ucapan Lia terputus karena suara ketukan pintu yang mengaget kan mereka bertiga, Shela yang berada di dekat pintu pun lantas membuka dan terdapat karyawan dengan membawa banyak kantong makanan, ia menjelaskan bahwa itu di kirim kan oleh supir Arzan untuk semua yang berada di butik. Tetapi khusus Reylana berada di paperbag, karena makanan itu banyak sekali gizi yang baik untuk calon anak nya, Mereka pun mengambil 2 kantong makanan di plastik dan 1 paperbag dan kantong yang lain di bagikan kepada semua karyawan yang ada di butik. Shela pun memuji suami dari Reylana, Reylana yang mendengar itu pun menjadi membayangkan jika ia menjadi istri seorang Arzan, Lia yang melihat lamunan serta senyuman Reylana pun menjadi mengajak Shela untuk menggoda Reylana.


" Hayooo mikirin apa kamuu " goda Shela, tetapi Reylana tidak mendengar perkataan Shela saking fokus nya kepada bayangan nya.


" Saking halu nya sampe engga dengerin nihh " ucap Lia dengan nada keras sambil menahan tawa. Reylana yang mendengar ucapan Lia pun jadi malu tetapi sesegera mungkin ia menyembunyikan dari Lia dan Shela yang terus meledek nya.


" Bau bau udah mulai sayang tapi gengsi " ucap Shela yang terus terusan menahan ketawa.


" Ishh ketawa ngeledek " ucap Reylana yang melihat ke dua sahabat nya itu terus terusan menertawakan nya atas tindakan nya tadi.


***


Setelah Arzan sampai di kantor ia pun langsung menuju ke ruangan meeting karena sudah di tunggu oleh klien.


" Maaf saya terlambat soal nya tadi menghampiri istri dan anak saya dahulu " ucap Arzan dengan menjabat tangan.


" Ii-stri " ucap seorang wanita yang ikut bersama klien nya, dan ternyata itu anak dari klien nya tersebut, yaitu pak Purnomo. Pak Purnomo sengaja membawa sang anak agar ia bisa menjodohkan Arzan dengan anak nya tetapi setelah ia mendengar bahwa rekan nya itu sudah menikah bahkan sudah di karunia i anak ia lebih memilih untuk membatalkan niat nya saja.


" Oh ya, pak Arzan perkenalkan ini anak saya Cintya " ucap pak Purnomo, dan di balas anggukan oleh Arzan tanpa berniat membalas jabatan tangan dari Cintya. Cintya yang melihat itu menjadi tambah terpesona dengan Arzan dan ia bertekad untuk mengejar meski sudah memiliki istri.


Meeting pun segera di mulai, dan sepanjang meeting Cintya selalu memperhatikan Arzan sampai ia di tepuk pundak nya oleh Tuan Abraham, tadi pada saat ingin memulai Tuan Abraham datang dan ia duduk di dekat Cintya. Tuan Abraham bertanya tentang Cintya yang selalu melihat anak nya dan karena hal itu Cintya menjadi salah paham terhadap Tuan Abraham ia mengira bahwa Tuan Abraham itu ingin menjodohkan nya dengan anak nya, tetapi Cintya hanya menjawab tidak papa sambil tersenyum. Tuan Abraham sebenar nya tau bahwa wanita muda di depan nya itu menyukai anak nya tetapi ia hanya bertanya untuk memancing saja ternyata wanita muda itu tidak jujur.


Beberapa saat kemudian Arzan selesai berpresentasi dan mereka saling berjabat tangan dan tak lupa sebagai tanda menjalin hubungan kerja Pak Purnomo mengajak Arzan sekeluarga untuk makan malam di ruamah nya tak lupa juga ia meminta Arzan untuk membawa istri Arzan. Arzan yang mendengar itu menjadi tersenyum bahagia tetapi beda hal nya dengan Cintya dia sangat kesal dengan rencana ayah nya, ia tadi sudah senang sekali karena Arzan akan kerumah nya tetapi setelah mendengar kalau sang ayah meminta Arzan untuk membawa istri nya pun senyuman tadi sirna seketika. Setelah selesai mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka termasuk pak Purnomo, ia pamitan pulang tetapi beda hal nya dengan Cintya dia mengikuti langkah Arzan untuk mengetahui nomor ponsel Arzan tetapi Arzan sadar bahwa ia sedang di ikuti oleh Cintya, ia pun berbalik arah.


" Untuk apa anda mengikuti saya? " tanya Arzan dengan nada dingin.


" Eumm, saya mau minta nomor telepon nya mas " ucap Cintya.


Parkiran mobil


" Siapa wanita yang sudah di nikahi oleh Arzan " ucap Cintya.


" Pasti istri nya sangat simpanan karena menikah saja tidak di publis " ucap Cintya sambil menyetir ke luar parkiran kantor.


***


Di butik


Reylana mengajak kedua sahabat nya untuk pergi makan siang karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, karena tiba tiba Reylana ingin nasi padang tetapi tadi Arzan mengirimkan makanan jadi mereka tidak jadi pergi untuk membeli melainkan pesan online. Reylana memesan menggunakan uang yang di berikan Arzan, sebenarnya tadi Arzan memberikan sebuah ATM dan uang cash untuk Reylana, ia terlalu gengsi untuk menggunakan card karena pasti kan terlacak jika ia menggunakan ATM tersebut. Setelah menunggu makanan pun datang, Reylana langsung memberikan uang dan masuk untuk bergabung dengan yang lain nya, setelah selesai makan para karyawan melanjutkan pekerjaan sementara Reylana dan Lia pulang kerumah.


" Ayo Shel kita pulang " ajak Lia.


" Eumm.. aku di sini boleh engga soalnya biar ada kerjaan sedikit gitu " ucap Shela.


" Okee boleh, nanti kamu pulang pakai mobil aku aja ya " ucap Reylana, dan dibalas anggukan serta ucapan terima kasih.


Reylana pun pulang dengan Lia menggunakan mobil milik Lia tetapi ada bahaya yang mengancam Shela, sebenernya bukan Shela sasaran mereka tetapi Reylana. Reylana mengajak Lia untuk mampir membeli makanan terlebih dahulu karena ia ingin makan siomay, tetapi karena Reylana sedang hamil dan ia khawatir dengan musuh yang mengincar nya ia memutuskan untuk membelikan saja meski harus berdebat terlebih dahulu. Lia pun membelikan dan pada saat Lia beli ada seseorang yang mengintai mobil nya ia sedikit tidak cemas karena kaca mobil ia ganti dengan kaca film, ia pun melanjutkan membeli seolah seperti tidak melihat, jauh di belakang nya ternyata yang di pantau bukan hanya mobil yang di dalam nya ada Reylana tetapi Lia juga ikut di awasi.


Kringg kringg suara dering telepon.


Lia tidak menyadari bahwa ada dering telfon di tas milik nya karena ia asik membeli makanan dan juga memang keadaan sekitar lagi ramai, ia memborong banyak makanan padahal tadi ia janji hanya membeli somay saja tetapi ia tergoda dengan banyak makanan.