
Air mata nya mulai menetes mengingat luka yang di berikan oleh sang mantan atasan hingga hadir lah bayi tidak ber dosa ini. Ia membenci kenapa itu semua terjadi tapi ia tidak bisa melawan takdir tuhan, ia juga bersyukur adanya bayi ini malah memberi jya rezeki yang tak terduga.
" Mama tidak pernah membenci kamu nak, meski kamu hadir atas kesalahan dari ke dua orang tua kamu " ucap Reylana sambil mengelus perut nya.
" Mama yakin kamu bisa menjadi pelipur lara untuk mama, meski tidak ada papa kamu " ucap Reylana dengan perlahan air mata mulai mengalir. Mengingat peristiwa itu membuatnya kembali merasakan sakit hati yang luar biasa.
Saat ia sedang menangis Bik Sila datang dengan membawa paket Reylana yang merasa tidak memesan pun membuka dan ia terkejut melihat isi paket itu adalah bantal hamil sebenarnya ia berencana untuk membeli tetapi tidak jadi karena satu dan lain hal jadi ia mengundurkan untuk membeli bantal itu. Reylana pun menelfon Lia untuk menanyai tentang bantal itu tetapi ia bilang bahwa ia tidak memesan apapun tentang nya dan Lia bilang mungkin saja itu rezeki adek bayi, Reylana pun tidak ambil pusing dengan itu.
" Kira kira dari siapa yaa? " tanya reylana kepada diri nya sendiri.
sementara di sisi lain
" Aku sudah tau rencana kalian, dan kalian tidak bisa menghalangi aku untuk ber tanggung jawab kepada anak kandung ku " ucap Arzan
ya Arzan memang sudah mengetahui rencana Lia, ia tau karena pada saat ia datang ke rumah Lia, ia menyuruh mata mata untuk ia taro di depan rumah Lia, dan pada saat Reylana pulang pun mata mata nya masih di sana hingga malam.
Reylana menaro bantal tadi di kamar dan ia mengambil laptop untuk menonton film drama Korea kesukaan nya, di pertengahan adegan ada adegan yang di mana pemeran laki laki memberi perhatian kepada istri nya yang sedang hamil dan itu membuat Reylana terharu serta iri tentang keharmonisan hubungan itu. Ia jadi ber angan angan jika nanti Arzan mau bertanggung jawab terhadap nya maka mungkin saja impian nya akan tercapai. Suara ketukan pintu membuat angan angan nya menjadi buyar, ia membuka dan ternyata itu adalah Bik Sila dia membawakan brownies buatan nya untuk di cicipi Reylana.
" Heum enak Bik, jual aja nih mayan loh nanti biar aku yang promosi in " ucap Reylana. Bik Sila menolak karena takut tidak fokus kerja di rumah ini, dan lagipula Reylana tidak memaksa, bik Sila pun ke bawah untuk mengantarkan kepada Pak Rahmat sedangkan Reylana melanjutkan menonton film tadi.
Suara notifikasi email di hp nya berbunyi, ada pesan dari seseorang dia baru mengirim pesan kepadanya, Reylana fikir bahwa itu mungkin saja klien yang ingin memesan gaun. Lalu ia bales, karena lama menunggu jawaban ia tinggal melaksanakan ibadah shalat terlebih dahulu di mushola rumah, setelah selesai shalat ia melihat taman mini milik nya dan Lia ia ber inisiatif untuk mengirami karena jam ini adalah jadwal untuk mengiram tanaman. Bik Sila yang melihat Reylana di belakang segera memanggil dan menyerahkan sekantung makanan dari kurir makanan , Reylana heran siapa yang mengirimi ia takut jika makanan itu ada racun tetapi di dalam nya ada surat, ia menyerahkan makanan itu kepada Bik Sila dan menyuruh untuk membuka nanti saja sementara ia membuka surat itu di sini.
Ia perlahan membuka dan membaca surat itu dan isinya adalah " ini tidak ada racun kamu tenang saja, saya tau dari kemarin kamu ingin rendang jika kamu tidak percaya bisa cek di tempat resto rendang nya " isi surat tersebut, Reylana malah mikir apa Arzan tetapi dari mana dia tau kalau aku ingin rendang dan jika Arzan tau ia ingin rendang berati dia tau bahwa ia hamil anak nya. Reylana pun turun dan ternyata di meja makan ada Pak Rahmat yang dengan lahap memakan rendang, Bik Sila jadi tidak enak kepada Reylana karena telah makan dahulu, sebenarnya Reylana masih khawatir dengan makanan itu tetapi setelah Bik Sila dan Pak Rahmat makan biasa saja jadi ia mengambil piring dan makan bersama mereka.
" Enak banget non, saya teh jarang makan beginian " ucap Pak Rahmat sambil makan rendang dengan lahap.
" Ya sudah lanjut makan aja pak hehe " ucap Reylana sambil tersenyum. Setelah selesai makan Reylana membantu Bik Sila untuk menaro di wastafel dan setelah itu ia mengambil salad dan segera menuju ke kamar nya. Ia membuka laptop dan membaca siapa pengirim, setelah membaca ia kaget bukan main karena ternyata orang yang mengirim rendang dan bantal hamil adalah Arzan.