
" Jadi begini saya mengajak bertemu untuk membahas lanjutan pertunangan anak-anak kita" ucap Tuan Abraham. Tuan Raymond dan nyonya Rita yang Mendengar hal itu menjadi sangat senang karena impian mereka untuk berbesanan dengan Tuan Abraham dan istrinya sebentar lagi tercapai.
' Tuhkan bener apa kataku, pasti mereka mau mempercepat pernikahanku dengan Arzan ' ucap Rinda dalam hati.
" Apa camer mau mempercepat pernikahanku dengan Arzan? " tanya Rinda dengan percaya diri.
" Maaf sebesar-besarnya saya malah ingin membatalkan pernikahan Arzan dan Rinda " ucap Tuan Abraham. Keluarga Rinda yang mendengar itu menjadi kaget ini benar-benar di luar dugaan dan ekspektasi mereka.
" Jadi benar Arzan menghamili perempuan " ucap Nyonya Rita.
" Saya kira itu hanya pansos dari wanita murahan itu " sambungnya.
" APA KAU BILANG MURAHAN? " ucap Nyonya Ica.
" Iya benar kan, bisa-bisanya dia menggoda calon menantuku " ucap Nyonya Rita dengan sombong.
" JUSTRU ANAK MU LAH YANG MURAHAN " ucap Nyonya Ica dan pertengkaran itu pun terjadi Tuan Abraham membawa nyonya Ica untuk keluar dari restoran itu dan menuju ke rumah, sesampainya di rumah Nyonya Ica yang kesal pun masuk tanpa menunggu suami.
" Ihh dasar, untung gak jadi besanan sama dia " ucap Nyonya Ica sambil duduk di sofa.
" Ada apa sih Mam " ucap Abian dengan heran.
" Masa calon menantu Mama di kira murahan sama ibu nya Rinda itu sih " ucap Nyonya Ica.
" Calon menantu? " tanya Abian.
" Iyaa, Abian reylana calon adik ipar kamu " ucap Nyonya Ica dengan gemas .
" Rinda mah begitu waktu Papa bilang kalau Arzan dijodohin jujur aku kurang setuju karena si Rinda menatap aku genit terus " terang Abian. Karena tak mau melihat istrinya kesal Tuan Abraham menyuruh istrinya untuk istirahat tak lupa ia menyuruh Abian untuk menjemput Naira nanti siang.
___
disisi lain
" ***Halo aku ingin bertemu denganmu" ucap Rinda.
" Maaf siang ini saya sibuk " ucap lelaki itu dengan datar.
" Ada waktu luang kapan? " tanya Rinda.
" Nanti malam " ucap lelaki itu.
" Ya sudah nanti malam saja, nanti ku serlok " ucap Rinda.
" Hm " jawab lelaki itu***, dan ia pun mematikan telfon secara sepihak.
" Huhh awas aja dia engga mau bantu " ucap Rinda.
" Reylana... kamu sudah merebut calon ku " ucap Rinda dengan tersenyum miring.
Di ruang tamu
" Gimana ini Pa, mereka membatalkan pertunangan Arzan dengan anak kita" ucap Nyonya Rita dengan tidak tenang.
Tiba tiba Rinda turun dan berkata bahwa ia sudah memiliki rencana agar hubungannya dengan Arzan bisa lanjut dan dengan percaya diri nya ia pastikan bahwa Minggu depan menikah dengan Arzan. Nyonya Rita yang mendengar hal itu menjadi tidak sabar untuk pamer kepada temannya bahwa ia akan berbesanan dengan Nyonya Ica. Tuan Reymond pun bertanya tentang rencana yang akan Rinda lakukan, tetapi tidak mungkin Rinda katakan sejujurnya dan setelah itu ia pergi ke luar.
Sementara itu setelah pulang dari rumah sakit Lia berangkat kekantor untuk menyelesaikan pekerjaan, jam makan siang pun tiba, Lia mengabari jika ia akan makan dirumah saja
room chat
Liaa cantikk: Aku akan makan siang dirumah saja.
^^^Sibumil: Ya dehh, mau aku masakin engga?^^^
Liaa cantikk: Boleh deh.
^^^Sibumil: Aku masakin ayam kecap mau engga nihh.^^^
Liaa cantikk: Mauu dong bumil.
^^^Sibumil: ya dehh, kamu tunggu ya.^^^
Liaa cantikk:Iya lagian aku masih ada meeting kok.
^^^Sibumil: Oke deh, aku masak dulu deh.^^^
Liaa cantikk:Iyaa bumill cantikk
^^^Sibumil:Daaa liaa^^^
Liaa cantikk:Daa jugaa
room chat berakhir
dirumah
Setelah Reylana menaruh handphone ke nakas ia ke dapur untuk bertanya soal bahan membuat ayam kecap masih atau tidak karena ia akan memasak ayam keca, dan kebetulan sekali Bik Sila kemaren habis berbelanja. Melihat majikan nya ingin memasak ia pun berinisiatif mau membantu tetapi tidak di perbolehkan oleh Reylana karena menurut nya simple, ia menyuruh Bik Sila untuk melanjutkan pekerjaan yang lain. Bik Sila pun pamit untuk menjemur pakaian dan menyetrika, Reylana mulai memasak nasi dan membuat bumbu ayam kecap dan mulai memasukkan ayam dan bumbu nya kedalam panci.
Setelah selesai memasak ia mulai menata di piring dan menaro di meja makan, setelah itu ia membuka pintu karena mendengar ketukan pintu dan ternyata itu adalah Lia (padahal ini rumah nya sendiri ) Lia pun menyapa Reylana sambil memeluk dan di balas oleh Reylana. Ia menyuruh Pak Rahmat (yang kebetulan sedang membawa barang Lia sampai ke dalam) untuk memanggil Bik Sila karena makanan sudah siap. Beberapa saat kemudian Pak Rahmat dan Bik Sila menyusul ke ruang makan dan mereka pun makan bersama, setelah selesai makan Bik Sila membereskan piring di bantu oleh Lia dan setelah selesai Lia mengajak Reylana untuk ke taman belakang sambil menikmati puding dan buah buahan yang sudah ia potong tadi.
Reylana menyampaikan bahwa ia sudah memiliki rencana untuk membuat cabang butik ( ini adalah impian nya sejak lama) Lia yang mendengar hal itu menjadi ikut senang sekaligus bangga meski kondisi Reylana yang bisa di katakan tidak baik baik saja ya setelah insiden beberapa bulan yang lalu tetapi tidak mematahkan semangat nya untuk mencapai keinginan nya.
" Aku bangga banget sama kamu " ucap Lia
" Hehe makasih, ini juga berkat kamu kalau saja kamu tidak menawarkan butik untuk aku kelola aku tidak bisa menjadi seperti ini " ucap Reylana.
Lia pun bertanya kapan pembangunan akan dilaksanakan, Reylana menjawab Minggu depan, Lia akan meminta bantuan kepada teman nya untuk menjadi mandor di sana dan di iya kan oleh Reylana. Reylana memberi tau bahwa tadi ibu nya Lia menelpon nya untuk menanyakan kabar cucu nya (padahal masih di kandungan), Lia juga ingat bahwa kemarin mama nya menghubungi nya untuk mengirim kan foto USG. Reylana sangat bersyukur bisa kenal Lia dan keluarga nya yang sudah ia anggap sebagai keluarga pengganti terutama ibu nya Lia yang sudah dia anggap sebagai ibu nya sendiri.
" Huh aku harap dia menjadi anak anak yang bisa melindungi bunda nya " ucap Reylana sambil mengelus perut nya.
Lia bertanya soal acara empat bulanan Reylana karena saat ini usia kandungan nya hampir memasuki empat bulan, Reylana bilang bahwa ia akan mengurus secepat nya tetapi Lia mengusul kan untuk membagi tugas saja karena pasti Reylana akan sibuk dengan butik nya. Lia juga akan meminta bantuan kepada mama nya untuk mengurus persiapan empat bulanan, setelah membahas hal itu Lia pun bertanya sesuatu yang sebenarnya ini permintaan mama nya.
" Eumm aku mau tanya boleh? " ucap Lia
" boleh dong kayak siapa saja kamu " ucap Reylana.